Cari Pinjaman Untuk Lunasi Utang, Saham EXCL Terkoreksi

Analisa Trading-PT  XL Axiata Tbk (EXCL) yang baru saja mengakuisisi PT Axis Telekom Indoneisa, kembali berupaya untuk mencari pinjaman perbankan. Hal ini dilakukan untuk melakukan refinancing utang sebesar Rp 1,7 triliun.

Diketahui di awal tahun ini EXCL menarik utang baru sebesar US$ 1 miliar untuk lancarkan akuisisi AXIS. Padahal tercatat di akhir tahun 2013, utang EXCL sudah mencapai Rp 24,79 triliun dengan nilai DER mencapai 1,63 kali. hal ini tentunya akan menggerus laba EXCL tahun 2013. apalagi utang dengan valuta asing sebesar US$ 1 miliar, tentunya memberi beban bunga dala mata uang asing. Sementara mayoritas pendapatan yang diperoleh EXCL menggunakan mata uang Rupiah.

Hal ini berpotensi menimbulkan terjadinya rugi kurs, apalagi nilai kurs rupiah terhadap dollar Ameika saat ini asih dalam keadaan yang fluktuatif. Sehingga diperkirakan, selama tanggungan utang EXCL belum berhasil ditekan, kinerja perseroan masih akan terus mengalami tekanan.

Bahkan saat ini muncul opsi penjualan aset yang akan dilakukan perseroan untuk menutupi besarnya nilai utang. Perseroan berupaya untuk menjual sebaanyak 7.000 unit menara yang dimiliki XL dan 1.600 menara yang dimiliki Axis. hal ini berpotensi mengurangi  kualitas layanan XL maupun Axis  sehingga pangsa pasar akan menurun. Jika tidak, perseroan akan menyewa sejumlah tower baru sehingga ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan.

Pihak manajemen melalui direktur utamanya, Hasnul Suhaimi juga mengakui bahwa penurunan laba EXCL paling tidak terjadi hingga 2 tahun kedepan. walaupun demikian perseroan yakin bahwa nilai pendapatan masih akan tumbuh belasan persen.

Untuk pergerakan harga saham, secara teknikal saham EXCL secara harian memang menunjukan potensi koreksi. Harga pada perdagangan kemarin dibuka dan di tutup di level yang sama di atas garis MA5. RSI dan Stochastic saat ini sudah berada di area jenuh beli dengan keciderungan menurun.  Diperkirakan posisi Rp 5.025 menjadi puncak tren bullish jangka pendek dan harga akan mulai menghadapi tekanan jual menuju  ke arah support Rp 4.800.  (VN)