Demi Genjot Devisa, RI akan Ajukan 5 Kawasan Geopark Baru ke UNESCO

Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mendaftarkan 5 kawasan geopark baru ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) untuk menggenjot devisa dari sektor pariwisata. Saat ini, UNESCO baru mengakui kawasan Gunung Batur di Bali sebagai satu-satunya Geopark di Indonesia.

1Geopark merupakan sumber daya bumi baik keindahan alam hayati maupun bentang alam. Sebanyak 5 kawasan geopark baru yaitu Toba (Sumatera Utara), Merangin (Jambi), Gunung Sewu (Jawa Timur), Raja Ampat (Papua), dan Gunung Rinjani (Nusa Tenggara Barat).

“Ada 5 tambahan, semua setuju bila geopark ini menguntungkan,” ungkap Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik saat membuka acara rapat koordinasi dengan para perwakilan gubernur/bupati di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (14/05/2014).

Dari 5 calon geopark yang didaftarkan, pemerintah menargetkan 2 geopark bisa terdaftar di UNESCO tahun ini yaitu Merangin (Jambi) dan Gunung Sewu (Jawa Timur). Proses pengajuan dan pendaftaran geopark ke UNESCO tidak mudah.

“Sudah jalan dan dimasukkan UNESCO. Sekarang UNESCO bolak balik ngecek karena dilihat kesiapan bagaimana. Batur 2006, 2012 awardnya keluar. Itu yang pertama biasanya pertama dan kedua lebih mudah. Sama seperti batik, angklung, wayang, keris tadinya sulit sekarang mudah sudah tahu jalannya,” tuturnya.

Jero mengakui ada banyak keuntungan yang didapat bila geopark yang ada di Indonesia didaftarkan ke UNESCO. Menurut data Kementerian ESDM, Geopark Batur yang tercatat di UNESCO tahun 2012 saat ini mempunyai pendapatan dari sektor pariwisata per tahun mencapai US$ 2,1 juta hingga US$ 2,4 juta atau sama dengan pendapatan dari Langkawi Geopark di Malaysia.

Sementara itu, salah satu geopark di Tiongkok yaitu Mount Taishan Geopark saat ini mempunyai pendapatan US$ 90 juta/tahun dari yang awalnya hanya US$ 3 juta.

“Mau motret matahari terbit saja sudah jadi devisa. Prinsipnya semua bupati dukung tidak? Kalau dukung kita jalan, kalau tidak kita tinggal,” cetusnya.