Emas Coba Bangkit Ditengah Perdagangan Yang Sepi

emas

Analisa Trading – Perdagangan bursa komoditas berjangka di hari Selasa(29/12), harga emas dan perak terpantau diperdagangkan lebih tinggi setelah membukukan penurunan di sesi sebelumnya, ditengah volume perdagangan yang ringan pada pekan ini.

Jelang perdagangan di sesi Eropa, emas berjangka pengiriman Februari terpantau naik 0.39% di level $1.072.50 per troy ounce di divisi Comex, AS. Sedangkan untuk perak berjangka pengiriman Maret terpantau naik sebesar 1.02% di level $14.025 per troy ounce.

Harga emas terlihat mencoba bangkit kembali dengan bergerak di zona positif pada hari ini, setelah membukukan penurunan di sesi sebelumnya ditengah volume perdagangan yang cenderung sepi pada minggu ini. Minimnya transaksi perdagangan telah dipengaruhi oleh sebagian besar pasar yang tengah memperingat hari libur Natal dan Tahun Baru, sehingga ada pula para pelaku pasar yang telah menutup transaksi mereka pada tahun ini.

Meski sepinya perdagangan, namun pada pekan ini ada juga beberapa faktor penggerak harga di pasar dari wilayah Amerika. Hari ini, pasar akan dihadapkan dengan sebuah laporan neraca perdagangan AS,  inflasi harga rumah, dan kepercayaan konsumen AS. (FR)

Harga Emas Bersinar Kembali

emas

Analisa Trading – Emas naik pada perdagangan Eropa di Selasa (29/12) siang. Investor yang menimbang prospek di tahun depan termasuk percepatan Federal Reserve yang dapat dapat menaikkan suku bunga AS kembali.

Divisi New York Merchantile Ecchange, spot emas untuk pengiriman Februari naik 0.46% ke level $1.073.10 troy ons. Bullion untuk segera pengiriman meningkat sebanyak 0,4 persen menjadi $1,073.69 per ons dan diperdagangkan di $1,072.45. Tercatat logam turun 9,5 persen di tahun ini terhadap keuntungan dalam mata uang AS sebesar 8,4 persen.

Logam mulia menuju penurunan tahunan ketiga dipicu dari kebijakan moneter AS mengekang permintaan untuk emas, yang tidak membayar bunga. Sementara Fed menaikkan suku bunga di bulan ini pertama kalinya dalam waktu hampir satu dekade. Kecepatan siklus kenaikan tingkat suku bunga tentu menentukan tren emas di tahun depan. Pada saat ini, Fed memproyeksikan empat kenaikan, sementara pasar hanya dua. Perbedaannya kenaikan merupakan kesenjangan yang besar, dan bagaimanapun semua investor akan berfokus dan mempengaruhi sentimen pasar.

HSBC Holdings Plc baru saja memperingatkan inflasi luar negeri akan membatasi kemampuan Fed untuk menaikkan suku bunga tahun depan. Marc Faber, penerbit dari gloom melaporan pada awal resesi ekonomi dan saham AS akan jatuh pada tahun 2016, bentrok dengan pandangan Yellen dimana akan outlook ekonomi akan pulih.

“Salah satu variabel kunci untuk pasar tahun depan akan sejauh apa yang terjadi dengan dolar AS, hal tersebut akan diketahui outlook Fed akan bergerak,” ujar Ric Spooner, kepala analis di CMC Markets di Sydney. Kepemilikan dalam produk-produk yang diperdagangkan di bursa jatuh ke 1,465.6 metrik ton pada hari Senin, seperti yang dilaporkan oleh Bloomberg, aset turun terendah sejak Februari 2009.

Emas bullion dengan kemurnian 99.99 persen meluncur sebanyak 0,4 persen menjadi 224.01 yuan per gram ($1,074.29 per ons) pada Bursa emas Shanghai. Sementara pada perdagangan Comex lainnya, spot perak naik 0,4 persen, platinum naik 0,5 persen dan paladium naik 1,1 persen.  (FR)

emas

Analisa Trading – Divis iNew York Merchantile Exchange, emas untuk pengiriman Desember turun -0.08% di level $1.123.60. Bullion untuk segera pengiriman menurun 0,7 persen di minggu ini dan sedikit berubah dari Kamis yang ditutup di $1,125.09 per ons. Presiden ECB Mario Draghi mengatakan pada hari Kamis bahwa bank akan memperluas stimulus dengan memungkinkan pejabat untuk membeli proporsi yang lebih tinggi utang setiap anggota euro.

Laporan NFP AS mungkin menunjukkan bahwa lebih dari 200.000 pekerjaan ditambahkan pada bulan Agustus dan titik data utama terakhir sebelum Federal Reserve bertemu untuk membahas biaya pinjaman pada 16-17 September.

“Laporan dapat menjadi faktor penentu apakah mereka akan menaikkan tingkat suku bunga ataukah mereka menunggu sampai Desember,” kata James Wilson, seorang analis berbasis Perth di Morgans keuangan Ltd. Dalam survey dikatakan 30 persen kemungkinan bahwa Fed akan menaikkan harga di September, dibandingkan dengan 50 persen satu bulan lebih awal. Kemungkinan bergerak Desember ialah 57 persen.

Jika nonfarm payrolls mengecewakan malam ini, emas tidak mungkin untuk memindahkan harga sangat jauh lebih tinggi. Holdings diperdagangkan di produk bursa didukung oleh emas jatuh 0.9 metrik ton ke level 1,520.5 pada Rabu lalu, menurun selama hari keempat, berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Bloomberg(FC)

 

emas

Analisa Trading – Emas memperpanjang keuntungan bulanan setelah manufaktur Tiongkok menyusut tiga tahun rendah, memperdalam kekhawatiran tentang perlambatan dalam ekonomi terbesar kedua di dunia dan meningkatkan permintaan untuk logam mulia untuk safe haven.

Divisi New York Merchantile Exchange, Emas berjangka untuk Desember naik 0,8 persen ke level $1,142 per ons. Bullion segera pengiriman naik sebanyak 0,7 persen menjadi $1,142.79 per ons. Indeks Manufaktur PMI Tiongkok dilaporkan turun 49.7 pada bulan Agustus, pertama kalinya di bawah 50 sejak Februari, seiring dari meningkatnya spekulasi Federal Reserve yang akan menaikkan suku bunga di bulan September. Tingginya biaya pinjaman membuat bullion kurang menarik karena logam tidak membayar bunga.

Seperti yang dikatakan analis, “Turunnya data PMI Tiongkok menambahkan ketakutan ekonomi global lemah dari yang diharapkan,” dan juga spekulasi bahwa Fed mungkin menunda kenaikan suku bunga, mendorong harga emas yang lebih tinggi.”

Survei para analis oleh Bloomberg pada tanggal 27-31 Agustus mengatakan 48% persen dari 54 ekonom, melihat di bulan September akan meningkatkan patokan lending rate, dibandingkan dengan 77 persen ramalan kenaikan tersebut pada awal Agustus. Pengaturan kebijakan Federal Open Market Committee berikutnya bertemu pada tanggal 16-17 September mendatang, memberikan waktu kepada pejabat untuk mencerna laporan kerja dahulu sebelum memberikan keputusan.

Pada perdagangan Comex lainnya, perak untuk segera pengiriman ditambahkan 0,3 persen ke $14,67 per ons, meningkat untuk hari keempat. Platinum naik 0,1 persen menjadi $1,010.90 per ons, sementara palladium kehilangan 0,7 persen menjadi $596.50 per ons setelah tiga hari keuntungan. (FC)

tiongkok

Analisa Trading – Emas memperpanjang penguatan bulanan terbaik sejak Januari lalu pasca indeks pabrik di Tiongkok anjlok ke level terendah dalam tiga tahun terakhir, memperdalam kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi terbesar kedua di dunia dan meningkatkan permintaan untuk logam sebagai aset lindung.

Bullion untuk pengiriman segera naik sebanyak 0,7 % ke level $1.142,79 per ons dan berada di level$1.142,03 di Singapura, demikian menurut harga generik Bloomberg. Logam naik sebesar 3,6 % pada bulan lalu. Emas berjangka untuk Desember naik 0,8 % ke level $1,141 di Comex di New York. Bullion dengan kemurnian 99,99 % naik sebanyak 0,6 % ke level 235,1 yuan per gram ($1,147.62 per ons) di Shanghai Gold Exchange, dan terakhir di level 234,64 yuan (FC)

Harga Emas Masih Bergerak di Zona Positif

emas

Analisa Trading – Perdagangan bursa komoditas berjangka di hari Rabu(12/8), harga emas terlihat melanjutkan kenaikan dengan diperdagangkan lebih tinggi setelah pertumbuhan ekonomi Tiongkok masih memperlihatkan sedikit hambatan pemulihan.

Berlangsungnya perdagangan di sesi Eropa, emas berjangka pengiriman Desember telah diperdagangkan lebih tinggi 0.66% di level $1.115.00 per troy ounce di divisi Comex, New York Mercantile Exchange. Sejak pagi ini, rentang harga emas telah bergerak menyentuh level $1.101.30 untuk sesi terendah harian dan level $1.119.10 untuk sesi tertinggi harian.

Sedangkan untuk perak berjangka pengiriman September masih terlihat tertekan dengan diperdagangkan lebih rendah 0.32% di level $15.235 per troy uonce. Sejak pagi ini, harga perak terlihat telah bergerak menyentuh level $15.125 untuk sesi terendah harian dan level $15.350 untuk sesi tertinggi harian.

Harga emas masih terlihat terus melanjutkan kenaikan menjelang sore ini, ketika mendapat dukungan setelah dirilisnya serangkaian laporan ekonomi Tiongkok. Berdasarkan laporan resmi yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional menyebutkan bahwa hasil produksi industri Tiongkok telah melambat, dengan hanya alami kenaikan sebesar 6.0% dalam setahun di bulan Juli.

Di waktu yang bersamaan, Biro Statistik Nasional juga melaporkan bahwa investasi aset tetap Tiongkok dalam basis tahunan telah naik sebesar 11.2% di bulan Juli yang mana melambat dari bulan sebelumnya dengan kenaikan sebesar 11.4% di bulan Juni.

Sementara itu, laporan lain yang juga dirilis oleh Biro Statistik Nasional menyatakan bahwa penjualan ritel dalam basis tahunan untuk wilayah Tiongkok telah alami kenaikan sebesar 10.5% di bulan Juli setelah naik sebesar 10.6% di bulan Juni. (FC)

Harga emas yang dijual PT Aneka Tambang Tbk (Antam) awal pekan naik Rp6.000 per gram. Emas yang dijual perusahaan pelat merah tersebut dibanderol Rp543.000 per gram.

Melansir situs Logammulia, Senin (12/1/2015), harga beli kembali (buy back) juga mengalami kenaikan Rp6.000 per gram menjadi Rp493.000.

Sementara harga emas 2 gram dibanderol Rp1.086.000 atau Rp543.000 per gram. Emas ukuran 2,5 gram dijual Rp1.347.500 per bar, dengan harga per gram Rp539.000. Emas 3 gram dihargai Rp1.611.000 per bar, dengan harga per gram Rp537.000.

Emas ukuran 4 gram dijual Rp2.136.000 per bar, dengan harga per gram Rp534.000. Emas 5 gram dibanderol Rp2.670.000 per bar atau Rp534.000 per gram. Emas 10 gram dijual Rp5.290.000 per bar atau Rp529.000 per gram. Emas 25 gram dijual Rp13.150.000 atau Rp526.000 per gram. Emas 50 gram Rp26.250.000 per bar atau Rp525.000 per gram.

Sementara emas ukuran 1 kilogram (kg) dibanderol Rp52.450.000 per bar atau Rp524.500 per gram. Emas 2,5 kg Rp131.000.000 atau Rp524 juta per gram. Lalu emas ukuran 5 kg dijual Rp261.800.000 atau Rp523.600 per gram.

 

Emas Rebound, Investor Menilai Kebijakan The Fed

Analisa Trading – Harga emas sempat anjlok ke level rendah dua minggu sehingga memicu aksi pembelian, sehubungan dengan para investor yang masih melakukan penilaian terhadap keputusan para pejabat Federal Reserve malam tadi. Kata “waktu yang sesuai” atau “considerable time” memang sudah tak disebutkan. Namun, The Fed lebih memilih untuk menggunakan kata “bisa bersabar”, yang kemudian diartikan dovish oleh para pelaku pasar.

emas
Harga bulion untuk pengiriman segera mengalami kenaikan sebanyak 0.4 persen ke $1,194.48 per ons dan diperdagangkan pada $1,193.52 pada pukul 9:45 pagi waktu Singapura, demikian menurut data harga di Bloomberg. Logam mulia tersebut anjlok kemarin ke posisi $1,183.89, level terendah sejak tanggal 1 Desember dengan suku bunga acuan AS yang belum dinaikkan dari kisaran nol sejak bulan Desember 2008 bulan ini. Meski demikian, ekonomi AS tengah menuju ke arah pemulihan untuk pertama kalinya sejak tahun 2006.

Di sisi lain, emas berjangka untuk pengiriman Februari jatuh 0.1 persen ke posisi $1,193.70 per ons di Comex New York, setelah kemarin sempat merosot ke $1,182, level terendah sejak tanggal 1 Desember. Menurut Lv Jie, analis dari Cinda Futures Co. di Hangzhou, Tiongkok, ada kemungkinan minat beli berada di bawah level $1,200. Pernyataan The Fed masih cukup menguatkan Dolar AS sehingga emas bearish, demikian tutur Jie pada Bloomberg.

 

sumber: seputarforex.com

Emas Di Awal Perdagangan Senin Pagi Terpantau Anjlok

Analisa Trading – Pada perdagangan di bursa komoditi Senin pagi, emas berjangka terpantau menurun karena para pelaku pasar mengharapkan lanjutan dari menguatnya dolar AS pada kenaikan suku bunga AS dari The Fed.

Pada perdagangan di Comex, emas berjangka untuk pengiriman Desember diperdagangkan turun 0,08% di level $1,217.80 per troy ounce.

Pada pekan lalu, emas berjangka berakhir mendekati level terendah dalam tahun ini karena dolar AS membukukan minggu kemenangan berturut-turut dalam 11 sesi, memukul permintaan investor untuk logam mulia.

Dolar AS yang menguat biasanya membebani pada bursa komoditi terutama emas, karena mengimbangi daya tarik logam sebagai aset alternatif dan membuat komoditi yang dihargakan dalam dolar lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Dolar didorong setelah Departemen Perdagangan melaporkan bahwa produk domestik bruto AS direvisi naik menjadi 4,6% dalam tiga bulan hingga Juni dari perkiraan sebelumnya 4,2%. Tingkat ekspansi tercepat sejak kuartal keempat tahun 2011.

Sementara itu pada perdagangan di Comex,  untuk pengiriman Desember turun 0,45% di level $17,545 per ounce dan tembaga untuk pengiriman Desember diperdagangkan datar di levle $3,038 per pon (FC)

Waspada, Emas Masih Akan Anjlok Lebih Dalam

Analisa Trading – Setelah Harga emas menurun dan mengikis kenaikan harga emas sepanjang tahun ini, diperkirakan harga emas masih akan menurun kembali.

Ketidak pastian di Ukraina dan Timur Tengah memang masih menjadi dukungan bagi naiknya harga emas, namun daya tarik ini memudar dan berbalik dengan jatuhnya harga emas terlebih dengan menguatnta Dolar AS akibat sentiment domestik.

Pada semester pertama tahun ini, harga emas bisa dikatakan mengalami kenaikan, mengalahkan kenaikan komoditi lainnya. Kini, Emas nampaknya akan mengukir sejarah baru dengan mencatat penurunan untuk pertama kalinya dalam kuartal terkini. Permintaan akan logam mulia sebagai asset pengaman investasi mengalami penurunan seiring dengan harapan baru akan pertumbuhan ekonomi AS yang kian membaik. Terbukti, Dolar AS mengalami penguatan dan indek saham Standard & Poor’s 500 mencatat rekor tertinggi dalam bulan ini.

Sinyalemen The Fed yang akan menaikkan suku bunga lebih dini dari perkiraan , membuat harga emas terpuruk. Aksi jual melanda bursa emas dan jumlah kepemilikan ETF Emas menurun pada posisi terendah sejak 2009. Banyak para manajer investasi yang sudah memangkas posisi beli mereka dalam lima minggu ini. Emas memang sangat responsive terhadap pertumbuhan AS kini sebagai momentum jangka pendek ini, dibandingkan mempertimbangkan inflasi jangka panjang.

Kondisi ekonomi AS yang menjanjikan ini membuat harga emas berjangka anjlok 0.5 persen ke $1,212.90 per ons,  di lantai bursa Comex – New York. Mengakhiri kenaikan harga emas di tahun ini.

Proyeksi terkini, menunjukkan harga emas masih akan menurun di kuartal ketiga 2015, bahkan akan jatuh sebesar lebih dari 5 persen. Para pialang dan investor yang pada Juni dan Juli kemarin sudah yakin akan kenaikan harga emas kembali, mungkin bisa berpikir kembali akan resiko dari potensi penurunan harga emas saat ini.

Setelah 12 tahun lamanya harga emas menguat, sejak 2013 harga emas jatuh. Terkoreksi 28 persen di 2013, harga emas di tahun 2014 ini diperkirakan akan berakhir menurun. Harga emas di penghujung tahun ini diperkirakan pada kisaran $1,050 – $1,150.

Goncangan-goncangan masih akan berlangsung, namun belum akan mengalami ekskalasi lebih jauh. Setidaknya harga emas masih akan melanjutkan penurunan lebih lanjut.Sejak Juni silam, harga emas mengalami penurunan sebesar 8.6% dan ketika The Fed memutuskan untuk mengurangi besaran dana belanja obligasi, Tapering sehingga menyisakan hanya sebesar $15 milyar sebulan, maka harga emas makin merosot.

Pasar maskin berharap dengan sinyalemen The Fed akan mengakhiri kebijakan kuantitatif jilid tiga ini pada Oktober nanti, setelah kondisi ekonomi AS menunjukkan pemulihan yang berarti. Tidak tanggung-tanggung, the Fed bahkan telah mentargetkan kenaikan suku bunga pada akhir 2015 akan sebesar 1.375 persen.

Keputusan ini membuat proyeksi inflasi AS mengendur. Setidaknya dengan mengukur pada Obligasi Lima Tahun, yang kini berada pada posisi terendah bunganya sejak Juni 2013. Investor menggunakan parameter ini untuk mengukur dampak inflasi dari kebijakan suku bunga The Fed yang kini menerapkan suku bunga utama mendekati nol persen. Pada akhirnya, apa yang mendorong pergerakan harga emas dalam minggu-minggu ini adalah kembali pada masalah suku bunga AS. (Lukman Hqeem)

Sumber : Financeroll