Pagi Ini, Harga Emas dan Perak Terpantau Turun di Perdagangan Sesi Asia

Analisa Trading – Perdagangan bursa komoditi logam mulia di hari Rabu(27/8), harga emas dan perak telah diperdagangkan lebih rendah setelah membukukan kenaikan di sesi sebelumnya.

Selama berlangsungnya perdagangan di sesi Asia, emas berjangka pengiriman Desember telah diperdagangkan lebih rendah 0.21% di level $1.282.50 per troy ounce di divisi Comex, New York Mercantile Exchange. Di sesi sebelumnya, harga emas telah berakhir lebih tinggi $6.30, atau 0.5% di level $1.285.20 per troy ounce.

Sedangkan pada perak berjangka pengiriman September telah diperdagangkan lebih rendah 0.11% di level $19.438 per troy ounce, setelah berakhir lebih tinggi 3 sen, atau 0.1% di level $19.39 per troy ounce di sesi sebelumnya.

Harga emas terpantau mendapat dukungan dengan setelah sebuah laporan resmi dari Departemen Perdagangan AS telah menyatakan bahwa pesanan barang tahan lama AS, yang termasuk transportasi, telah melonjak naik yang disesuaikan secara musiman, 22.6% di bulan Juli lalu, dari perkiraan untuk naik sebesar 7.5%.

Laporan terpisah lainnya yang dirilis oleh Conference Board telah menyatakan bahwa index kepercayaan konsumen AS telah melonjak naik yang disesuaikan secara musiman menjadi 92.4 di bulan Agustus, dari 90.3 di bulan Juli.

Sementara itu, seorang pakar analis dari Kitco, Jim Wyckoff mengatakan bahwa bearish yang dialami oleh emas berjangka ini adalah keuntungan dari teknikal, ketika kondisi geopolitik masih menjadi perhatian utama para pelaku pasar. (VN)

Harga Emas Dan Perak Terpantau Turun di Sesi Asia

Anliasa trading– Pada perdagangan bursa komoditi logam mulia di hari Selasa(26/8), harga emas dan perak terpantau diperdagangkan lebih rendah ketika berakhir turun di sesi sebelumnya.

Selama berlangsungnya perdagangan di sesi Asia, emas berjangka pengiriman Desember telah diperdagangkan lebih rendah 0.06% di level $1.278.10 per troy ounce di divisi Comex, New York Mercantile Exchange. Di sesi sebelumnya, emas berjangka telah berakhir lebih rendah $1.30 dengan berdiri di level $1.278.90 per troy ounce.

Sedangkan pada perak berjangka pengiriman September telah diperdagangkan lebih tinggi 0.12% di level $19.408 per troy ounce, setelah ditutup turun 3 sen di level $19.36 per troy ounce di sesi sebelumnya.

Pernyataan Janet Yellen di Jackson Hole, Wyoming pada pekan lalu telah membuat sebagian besar pasar percaya bahwa pemulihan ekonomi ini akan mengakibatkan negara tersebut akan segera mengetatkan kebijakan moneternya. Para pelaku pasar tengah perkirakan bahwa program stimulus The Fed akan berakhir di bulan Oktober, sedangkan untuk kenaikan suku bunga akan terjadi di tahun 2015 mendatang.

Sementara itu, harga emas hanya terpantau mendapat sedikit dukungan ketika sebuah laporan resmi tadi malam yang dirilis oleh Departemen Perdagangan AS menyatakan bahwa penjualan rumah baru AS telah alami penurunan sebesar 2.4% menjadi 412.000 unit rumah pada bulan lalu, dimana berlawanan dengan perkiraan ekonom yang telah memperkirakan akan naik 5.7% sebanyak 430.000 unit rumah.(FC)

Harga Emas dan Perak Masih Turun Jelang Perdagangan di Sesi Eropa

Analisa Trading  – Perdagangan bursa komoditi logam mulia di hari Selasa(24/6), harga emas dan perak terpantau diperdagangkan lebih rendah ketika aski ambil untung di kalangan para pelaku pasar emas terus berlanjut hingga hari ini.

Jelang perdagangan di sesi Eropa, emas berjangka pengiriman Agustus telah diperdagangkan lebih rendah 0.20% di level $1.315.70 per troy ounce pada divisi Comex, New York Mercantile Exchange. Sedangkan untuk perak pengiriman Juli telah diperdagangkan lebih rendah 0.31% di level $20.900 per troy ounce.

Aksi ambil untung yang terus berlanjut hingga kini telah didukung oleh kekhawatiran atas kondisi geopolitik di wilayah Irak saat ini, mengingat bahwa bentrokan yang memakan banyak korban tersebut telah mendorong AS untuk terlibat lebih dalam pada konflik tersebut, dimana hal ini tentunya akan mengancam pertumbuhan pemulihan ekonomi negara tersebut.

Sementara itu, pernyataan dari Gubernur Bank Sentral AS, yang menyatakan bahwa bank sentral tidak tergesa-gesa dalam melakukan kenaikan suku bunga utama di wilayah ini juga turut mempengaruhi aksi ambil untung di kalangan para investor.

Perhatian para pelaku pasar emas hari ini tengah tertuju kepada hasil data kepercayaan konsumen dan penjualan rumah baru di AS yang dijadwalkan akan dirilis pada pukul 21.00 waktu Jakarta. Survei ekonom telah memperkirakan bahwa kepercayaan konsumen AS akan mengalami kenaikan yang disesuaikan secara musiman menjadi 83.6, sedangkan untuk penjualan rumah baru AS akan mengalami kenaikan sebanyak 422.000 unit rumah. (FC)