Rencanakan Pembagian Dividen, Modernland Anggarkan Rp 62,6 Miliar

AnalisaTrading-Emiten properti, PT Modernland Realty Tbk (MDLN) akan membagikan dividen dari tahun buku 2013 sebesar Rp 62,6 miliar atau Rp 5 per lembar.  Demikian mengutip keterangan resmi perseroan, Senin (9/6).

Tercatat, perseroan pada tahun 2013 membukukan laba menjadi Rp 2,4 triliun setelah naik 841,2 persen dari periode yang sama tahun 2012.  Pendapatan perseroan pada tahun lalu mencapai Rp 1,84 triliun. Atau naik 73,58% dari Rp1,06 triliun pada periode yang sama tahun 2012. Sementara itu, beban pokok penjualan turun 8,07% ke Rp 511,16 miliar dari Rp 556,04 miliar.

Emiten properti lain, PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) membagikan dividen sebesar Rp 32,46 miliar pada tanggal 15 Juli 2014.  Pembagian dividen berasal dari 24,8% laba bersih tahun 2013 yang mencapai Rp 163,38 miliar. Dividen tunai tersebut setara dengan Rp 14 per lembar saham. (FR)

Pemegang Saham Sepakat, Sekar Laut Bagikan Dividen Rp 2,76 Miliar

AnalisaTrading-Emiten  produsen  makanan,  PT Sekar Laut Tbk (SKLT)  membagikan dividen Rp 2,76 miliar atau sebesar Rp 4 per lembar saham dari laba bersih tahun 2013 yang mencapai Rp 11,4 miliar atau naik dari tahun 2012 sebesar Rp 8 miliar.  Peningkatan laba perusahaan yang ditunjang oleh pertumbuhan penjualan menjadi pertimbangan kami untuk membagikan dividen. Demikian disampaikan Direktur PT Sekar Laut Tbk, John Gozal saat  Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Rabu (21/5).

Untuk diketahui,  perseroan mencatat penjualan selama 2013 mencapai Rp 567 miliar atau naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp 402 miliar. Peningkatan penjualan ini dipicu oleh kegiatan investasi selama 2013 yang menghabiskan dana hingga Rp 39 miliar untuk meningkatkan kapasitas produksi dari sebelumnya 14 ribu ton menjadi 20 ribu ton per tahun.   Secara keseluruhan penjualan meningkat hingga 47%, atau melebihi target kami sebelumnya pada angka 20%.

Tercatat, dari total penjualan sebanyak Rp 567 miliar, menurut John, penjualan krupuk masih memberi kontribusi paling besar hingga 70%, sedangkan saos 20% dan roti 10%.  Tahun ini kita targetkan penjualan kami tumbuh hingga 25%.

Menurut  John, perseroan cukup optimistis dengan target pertumbuhan tersebut mengingat respon pasar terhadap produknya cenderung meningkat baik di pasar ekspor maupun di pasar domestik, terutama untuk produk krupuk yang mulai diminati di beberapa negara Eropa, Amerika Serikat dan negara di Asia.   Hingga kuartal I 2014 perseroan mencatat penjualan sebesar Rp 169 miliar atau naik 19% dibanding periode sama tahun 2013. Sedangkan laba tercatat sebesar Rp 3,7 miliar naik dari periode sama tahun lalu sebesar Rp 1,9 miliar.

Di sisi lain,  perseroan akan melanjutkan peningkatan kapasitas produksi dengan menyelesaikan investasi pabrik baru di Mojokerto yang khusus akan memproduksi produk sambal (saos). Untuk pabrik baru ini, perseroan sudah menyiapkan dana Rp 30 miliar dari kebutuhan total dana Rp 50 miliar.   Saat ini, pabrik baru itu dalam tahap persiapan dan direncanakan akan selesai dalam 2 tahun kedepan.  Tambahan kapasitas baru ini akan meningkatkan kapasitas produksi  hingga 25 ribu ton dari sekarang 20 ribu ton per tahun.(FR)

Putuskan Bagi Dividen, Saham BSDE Berusaha Menguat

AnalisaTrading-PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) akan membagikan dividen kepada para pemegang saham sebesar Rp275,58 milyar atau setara dengan 10,24 persen dari total laba bersih tahun buku 2013 yang mencapai Rp2,69 trilyun. BSDE menjelaskan, sisa laba bersih sebesar Rp2,414 trilyun atau 89,69 persen ditetapkan sebagai laba ditahan guna memperkuat struktur permodalan.

Sepanjang kuartal pertama 2014 telah menggelontorkan dana investasi sebesar Rp800 milyar untuk membiayai pengembangan infrastruktur, akuisisi dan pembebasan lahan.
Pada kuartal kedua ini perseroan juga mengalokasikan investasi dengan nilai yang sama untuk akuisisi lahan di Medan, Surabaya, dan Makassar.

Saat ini perseroan tengah membidik lahan seluas 5 ha di Makassar. Hanya saja Hermawan belum bersedia mengungkapkan lokasi lahan tersebut dan besaran dana untuk akuisisi lahan di Makassar.

Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham hari ini (21/5/14), saham BSDE dibuka dilevel 1,530.00 dan bergerak dikisaran 1,515.00 – 1,540.00. Volume perdagangan saham BSDE mencapai 1.7 juta lot saham.

Melihat indikator teknikal, harga saham BSDE saat ini telah masuk dalam area jenuh jual dan akan terkoreksi rebound. Terpantau indikator MA terus bergerak turun menuju bolinger band bawah. Selain itu indikator stochastic menunjukan harga yang berada pada zona jenuh jual mengindikasikan harga akan segera naik ke zona tengah.

Sementara itu indikator ADX bergerak flat ketika  +DI menunjukan bergerak melemah di level 18, hal ini menunjukan penguatan BSDE akan segera berkurang. Diprediksi kenaikkan BSDE akan terkoreksi. Dengan kondisi fundamental dan teknikalnya, maka harga masih akan bergerak konsolidasi di level support Rp 1470 hingga resistance Rp 1733. (VN)

Disepakati, Salim Ivomas Akan Bagikan Dividen Rp 156,08 Miliar

AnalisaTrading-Emiten produsen minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) akan membayarkan dividen pada 16 Juli 2014 maksimal mencapai Rp 156,08 miliar.  Demikian mengutip keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (20/5).

Dengan demikian, tercatat pembayaran tersebut sama dengan Rp 10 per saham. Perseroan meraih laba bersih tahun 2013 mencapai Rp 523,9 miliar.  Dari laba tersebut, perseroan memiliki laba ditahan mencapai Rp 8 triliun. Penggunaan dana ini tidak dibatasi besarannya. Perseroan mencatat total aset mencapai Rp 16,1 triliun per 31 Desember 2013. (FR)

Pemegang Saham Sepakat, Indocement Bagikan Dividen Rp 900 / Saham

AnalisaForex-Emiten produsen semen, PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk (INTP), membagi dividen kepada pemegang saham sebesar 66,1%.  Direktur Utama PT Indocement, Cristian kartawijaya mengatakan,  pembagian dividen berasal dari laba bersih perseroan tahun 2013 sebesar Rp 3,31 triliun pada 2013. Melalui rapat umum pemegang saham (RUPS), dividen putuskan Rp 900 per saham 66,1%. Meningkat 35% jadi dividen besar pertama kali.

Menurut Cristian, dana cadangan mencapai Rp 25 miliar dan laba ditahan mencapai Rp 1,672 triliun. Total laba netto Rp 5 triliun. Laba ditahan sebagai penambahan modal perseroan.  Dividen ke pemegang saham sebesar Rp 3,3 triliun.

Perseroan  mencatatkan laba komprehensif tahun berjalan 2012 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 32,34% menjadi Rp 4,76 triliun pada 2012 dari periode sama sebelumnya Rp 3,59 triliun.  Pendapatan neto INTP naik 24,49% menjadi Rp 17,29 triliun pada 2012, yoy dari Rp 13,88 triliun. Beban pokok pendapatan naik menjadi Rp 9,02 triliun, yoy  dari Rp 7,45 triliun. Laba bruto naik menjadi Rp 8,26 triliun, yoy  dari Rp 6,43 triliun.

Sedangkan  laba usaha perseroan naik menjadi Rp 5,87 triliun pada 2012 dari periode sama sebelumnya Rp 4,41 triliun.  Sehingga, laba per saham dasar naik menjadi Rp 1.293,15, yoy  dari Rp 977,10.  Total liabilitas INTP naik dari Rp 2,41 triliun pada 31 Desember 2011 menjadi Rp 3,33 triliun pada 31 Desember 2012. Ekuitas naik menjadi Rp 19,41 triliun pada 31 Desember 2012 dari periode sama sebelumnya Rp 15,73 triliun. Kas dan setara kas naik menjadi Rp 10,47 triliun pada 2012, yoy  dari Rp 6,86 triliun.

Disampaikan juga,  perseroan  menganggarkan belanja modal atau Capex sebesar Rp 4-Rp 5 triliun pada tahun 2014 ini.  Capex tersebut berasal dari dana internal sendiri. Sebab menurutnya pada dana persero ada sekitar Rp 12,5 triliun. Setidaknya jumlah tersebut cukup memadai untuk membelanjakan modal. Sehingga sisanya masih banyak.

Sesuai rencana, Capex akan digunakan untuk membangun beberapa pabrik di Jawa Timur dan Jawa Barat. Pabrik di Jawa Timur targgetnya berkapasitas produksi 1,9 juta ton per tahun dan di Jawa Barat sekitar 4,4 juta ton per tahun. (FR)

Pemegang Saham Sepakat, Multi Bintang Bagikan Dividen Rp 970,82 Miliar

AnalisaTrading-Emiten produsen minuman, PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) pada RUPS baru-baru ini menyepakati untuk membagikan dividen sebesar Rp 970,82 miliar atau setara dengan Rp 46.076 per lembar saham.

Sementara itu, Presiden Direktur MLBI Michael Chin mengatakan, dividen yang dibayarkan pada tahun buku 2013, setidaknya 83 persen dari laba bersih sepanjang periode Oktober 2012 sampai Desember 2013 yang sebesar Rp 1,19 triliun.  Pada tahun lalu, MLBI membagikan dividen sebesar Rp 14.566 per lembar saham dengan total Rp 306,9 miliar ditambah dividen kas untuk hasil operasi 2012 senilai Rp 146,43 miliar.

Menurut Michael, pada tahun buku 2013 pula, perseroan  mencatatkan perumbuhan pendapatan sebesar 17 persen menjadi Rp 3,56 triliun, jika dibandingkan dengan periode yang sama ditahun sebelumnya.  Pada 2014 tetap bertumbuh tapi lebih lambat, karena pelambatan ekonomi.

Sebagai informasi,  kuartal I-2014, MLBI membukukan pendapatan sebesar Rp 738,14 miliar atau tumbuh 15,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 638,85 miliar, sedangkan laba bersih turun 16,3 persen menjadi Rp 184,18 miliar. (FR)