Pemerintah Sudah Terbitkan Surat Utang Rp209,48 T

JAKARTA – Pemerintah dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2014, menargetkan penerbitan surat utang sebesar Rp370 triliun. Namun, hingga kini penerbitan surat utang tersebut baru tercapai 59,27% atau Rp209,48 triliun.

Untuk memenuhi target tersebut, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), akan menerbitkan beberapa jenis surat utang.

“Untuk waktu yang paling dekat, kami akan menerbitkan ORI011. Itu diterbitkan antara September-Oktober 2014,” ujar Dirjen Pengelolaan Utang Kemenkeu Robert Pakpahan di kantor Kemenkeu, Senin (26/5/2014).

Selain itu, pihaknya juga akan menerbitkan beberapa produk dalam nilai valuta asing (valas)l. Di antaranya Euro Bonds, Samurai Bonds, Global Sukuk USD, dan valas yang akan dipasarkan ke domestik.

Dia beralasan, penerbitan dalam euro dilakukan dengan pertimbangan likuiditas euro dinilai lebih tinggi. Sementara Dolar Amerika, dinilai lebih rawan dengan situasi di negara asalnya.

“Selama ini kan global USD banyakan investor di Amerika Serikat. Sehingga kalau ada gonjang-ganjing di AS, The Fed mengurangi tapering, uang ditarik, kalau itu euro sedikit imun dari hal itu. Jadi kita harus kreatif cari investor baru, kalau ada apa-apa kita punya opsi,” terangnya.

Euro Bonds ini targetnya adalah investor euro. Pihaknya akan bekerja sama dengan bank yang sudah biasa melakukan ini. “Jadi likuiditas euro investor yang megang euro cukup tinggi, bahkan kalau kita lihat beberapa bulan terakhir, corporate atau negara yang menerbitkan banyak,” tuturnya.

Sementara, lanjut dia, Samurai Bonds adalah produk dalam valuta Yen Jepang. “Nilai Samurai Bonds akan lebih kecil dari Euro Bonds,” pungkas Robert.