cpo

Harga CPO di bursa komoditas Malaysia pada perdagangan hari ini tampak mengalami peningkatan yang terbatas (4/9). Harga CPO di bursa Malaysia untuk kontrak paling aktif kemarin berhasil mengalami kenaikan yang mantap didorong oleh pelemahan nilai tukar ringgit terhadap dollar AS.

Melemahnya ringgit membuat harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi relatif lebih murah bagi para pembeli luar negeri. Dampaknya permintaan terhadap komoditas tersebut meningkat.

Hari ini harga CPO masih memperoleh dorongan menguat meskipun agak tertahan. Di awal perdagangan bahkan harga CPO sempat merosot akibat aksi ambil untung. Akan tetapi ringgit yang kembali melemah akibat kenaikan dollar AS memberikan dukungan yang positif bagi pergerakan harga CPO Jumat ini.

Hari ini harga komoditas CPO berjangka paling aktif yaitu kontrak Oktober terpantau naik tipis saja. Harga komoditas ini meningkat sebesar 3 ringgit atau setara dengan 0,15 persen. Harga komoditas ini diperdagangkan pada posisi 2.035 ringgit per ton.

Analyst memperkirakan bahwa pergerakan harga CPO berjangka pada perdagangan hari ini berpotensi untuk kembali menapaki teritori negatif. Kekhawatiran mengenai kemungkinan penurunan permintaan dan data ekspor yang lemah dari Malaysia membuka pintu untuk harga kembali melemah.

Harga CPO berjangka kontrak Juli di bursa komoditas Malaysia berpotensi mengetes level support pada posisi 2.000 ringgit dan 1.970 ringgit. Sedangkan level resistance yang akan dites jika terjadi rebound ada pada posisi 2.060 ringgit dan 2.100 ringgit.

 

Happy Trading!

Harga CPO Bursa Malaysia Masih Ikuti Arahan Minyak Dunia

Analisa Trading – Harga CPO di Bursa Malaysia pada awal perdagangan Rabu 17 Desember 2014 terpantau sedang mengalami pelemahan. Pelemahan harga CPO di Bursa Malaysia dipicu oleh sentimen negatif dari pergerakan harga minyak mentah dunia.

Terus anjloknya harga minyak mentah dunia terpantau kembali membuat harga CPO di Bursa Malaysia untuk terpuruk pada awal perdagangan hari ini. Pelemahan harga minyak mentah dunia yang akan berpengaruh pada semakin sengitnya persaingan di pasar sektor energi, membuat demand terhadap biodiesel mengalami tekanan. Dampak dari hal tersebut, demand CPO pun ikut terancam dan mengakibatkan dorongan pelemahan di Bursa Malaysia.
12-rambe-01sawit3
Meskipun demikian, pelemahan harga CPO di Bursa Malaysia pada perdagangna hari ini masih sedikit terbatasi oleh pergerakan nilai Ringgit Malaysia. Nilai Ringgit Malaysia yang sedang mengalami pelemahan terhadap Dollar AS, cukup menahan arus pelemahan akibat insentif aksi beli di Bursa Malaysia.

Pada awal perdagangan hari ini di Bursa Malaysia, harga CPO terpantau sedang mengalami pergerakan melemah. Harga CPO berjangka Bursa Malaysia untuk kontrak Februari 2015 sedang turun 0,57% ke tingkat harga 2.108 RM/ton atau melemah 12 RM/ton.

Sementara dari perdagangan CPO di bursa ICDX, harga CPO juga sedang mengalami pergerakan melemah hari ini. Harga CPO berjangka ICDX untuk kontrak Februari 2015 sedang turun 0,65% ke tingkat harga Rp 7.660 atau meelmah Rp 50.

Analyst Vibiz Research Center memprediksi harga CPO akan cenderung melemah pada perdagangan hari ini di Bursa Malaysia. Hal tersebut dilandasi oleh kuatnya tekanan pelemahan minyak mentah dunia terhadap demand CPO di pasar global.

sumber: vibiznews.com

Harga CPO Bursa Malaysia Masih Menguat Jelang Rilis Data Ekspor

Analisa Trading – Harga CPO Bursa Malaysia pada awal perdagangan hari ini, Kamis 25 September 2014, terpantau sedang mengalami pergerakan menguat. Penguatan harga CPO di bursa Malaysia dipicu oleh ekspektasi akan tingginya data ekspor CPO Malaysia yang akan rilis hari ini.

Aksi wait and see terhadap data ekspor sawit Malaysia oleh Cargo Surveyor yang akan dirilis hari ini, terpantau tidak berdampak pada tertahannya pergerakan harga CPO di Bursa Malaysia. Ekspektasi demand global yang tinggi terhadap CPO Malaysia, memicu aksi beli tetap kuat di ICE US. Dampak dari hal tersebut, pergerakan harga CPO pun masih di zona hijau.

Selain ekspektasi akan baiknya data ekspor CPO Malaysia, pergerakan harga CPO juga cukup tersupport akan ekspektasi kondisi persediaan CPO di Malaysia. Ekspektasi posisi persediaan CPO di Malaysia yang diperkirakan turun pada September, turut memberi support pergerakan harga dari sisi supply.

Dampak dari posisi fundamental yang cenderung positif, pada awal perdagangan hari ini harga CPO terpantau sedang mengalami pergerakan menguat cukup signifikan. Harga CPO berjangka Bursa Malaysia untuk kontrak Desember 2014 naik 0,84% ke tingkat harga 2.172 RM/ton atau menguat 18 RM/ton.

Sementara dari perdagangan CPO di bursa ICDX, harga CPO juga sedang mengalami penguatan pada awal perdagangan hari ini. Harga CPO berjangka ICDX untuk kontrak Desember 2014 sedang naik 0,37% ke tingkat harga Rp 8.115 atau menguat Rp 30.

Analis   memprediksi harga CPO di Bursa Malaysia akan cenderung bergerak menguat pada perdagangan hari ini. Hal tersebut dilandasi oleh posisi sentimen sisi akibat dorongan fundamental ekspektasi supply dan demand yang cenderung positif. (VN)

Harga CPO Bursa Malaysia Anjlok  Pekan Lalu

Harga CPO di Bursa Malaysia pada perdagangan hari ini, 4 Agustus 2014, terpantau sedang mengalami pelemahan signifikan. Pelemahan harga CPO di Bursa Malaysia dipicu oleh aksi profit taking pasca penguatan pekan lalu yang turut didorong oleh data ekspor.

Pergerakan harga CPO yang pada akhir pekan lalu sempat menguat signifikan akibat pelemahan tekanan faktor substitusi, terpantau mulai memicu aksi profit taking pada perdagangan hari ini. Penguatan CPO yang relatif sangat tidak stabil tersebut, diduga membuat perdagangan dilakukan dalam jangka pendek sehingga aksi profit taking mulai menggerus harga CPO. Terkait pergerakan harga substitusi pun, harga kedelai telah bergerak kembali melemah sehingga tekanan terhadap harga CPO kembali menguat.

Selain faktor aksi profit taking, pelemahan harga CPO juga diduga cukup terpengaruh oleh indikasi pelemahan demand CPO Malaysia. Pelemahan CPO Malaysia tersebut dilandasi oleh rilis data ekspor minyak sawit Malaysia yang turun di akhir Juli. Berdasarkan data Intertek Testing Services, ekspor Malaysia turun hingga 2,8% ke level 1,35 juta ton sepanjang Juli lalu meskipun terdapat potensi lonjakan demand untuk memenuhi kebutuhan hari Idul Fitri.

Pada awal perdagangan hari ini di Bursa Malaysia, harga CPO terpantau sedang mengalami pergerakan melemah signifikan. Harga CPO berjangka Bursa Malaysia untuk kontrak Oktober 2014 turun hingga 0,92% ke tingkat harga 2263 RM/ton atau melemah 21 RM/ton.

Sementara dari perdagangna di Bursa ICDX, harga CPO juga sedang mengalami pelemahan hingga saat ini. Harga CPO berjangka ICDX untuk kontrak Oktober 2014 turun hingga 1,35% ek tingkat harga Rp 9750 atau melemah Rp 120.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga CPO akan cenderung bergerak melemah pada perdagangan hari ini. Hal tersebut dilandasi oleh tidak adanya landasan harga CPO untuk mengalami penguatan pada perdagangan hari ini disaat sentimen negatif dari data ekspor masih cukup kuat.

Harga CPO di Bursa Malaysia Masih di Trend Bearish

Analisa Trading – Harga CPO di Bursa Malaysia pada awal perdagangan hari ini (2/7) terpantau sedang mengalami pelemahan. Pelemahan harga CPO di Bursa Malaysia dipicu oleh ekspektasi peningkatan persediaan CPO di Malaysia.

Ekspektasi peningkatan persediaan CPO di Malaysia terpantau memperburuk pergerakan harga CPO di Bursa Malaysia. Persediaan CPO yang diprediksi masih akan tinggi dengan landasan produksi akhir Mei lalu yang berada di 1,84 juta ton berimbas pada kekhawatiran akan tekanan cukup kuat dari lonjakan supply CPO Malaysia.

Selain itu, penurunan permintaan CPO pada data ekspr terbaru Malaysia juga turut menjadi momok terhadap peluang penguatan harga CPO. Imbas dari hal tersebut, walaupun secara total ekspor sawit malaysia mengalami penguatan namun, harga CPO tetap masih lesu akibat investor menilai peningkatan ekspor masih terlalu kecil.

Pada awal perdagangan hari ini di Bursa Malaysia, harga CPO terpantau sedang mengalami pergerakan melemah. Harga CPO Bursa Malaysia turun 0,29% ke tingkat harga 2.412 RM/ton atau melemah 7 RM/ton.

Sedangkan dari Bursa ICDX, harga CPO juga terpantau sedang mengalami pelemahan. Harga CPO berjangka ICDX untuk kontrak Juli 2014 turun 0,47% ke tingkat harga Rp 9.610 atau melemah Rp 45.

Analis  memprediksi harga CPO di Bursa Malaysia masih akan cenderung bergerak melemah pada perdagangan hari ini. Hal tersebut dilandasi oleh belum adanya sentimen positif yang dapat memicu penguatan harga CPO di Bursa Malaysia. (VN)

Konflik Irak Berpotensi Angkat Demand Bio Diesel, CPO Naik Signifikan

Analisa Trading – Harga CPO di Bursa Malaysia pada awal perdagangan hari ini (13/6) terpantau bergerak naik cukup signifikan. Penguatan harga CPO di Bursa Malaysia terjadi imbas optimisme investor akan terjadinya lonjakan demand pasca kondisi Irak yang memanas.

 

Konflik yang tengah memanas di Irak terpantau turut mempengaruhi pergerakan harga CPO di Bursa Malaysia. Potensi gangguan supply minyak mentah dari negara penghasil minyak mentah terbesar kedua tersebut, berdampak pada prediksi harga bahan bakar bensin yang akan melambung tinggi. Dampak dari adanya prediksi peningkatan harga bensin dari minyak bumi, diperkirakan akan terjadi peralihan bahan bakar dari bensin ke bio diesel. CPO sebagai salah satu materi dari bahan bio diesel diduga akan turut terangkat oleh potensi peningkatan demand bio diesel.

 

Pada perdagangan hari ini di Bursa Malaysia, harga CPO terpantau bergerak naik cukup signifikan. Harga CPO berjangka Bursa Malaysia untuk kontrak Agustus 2014 naik 1,13%  ke tingkat harga 2.428 RM/ton atau menguat 27 RM/ton.

 

Analis memprediksi harga CPO akan mendapat dorongan  kuat untuk kembali bergerak mendekati kisaran 2500 RM/ton pada perdagangan hari ini. Hal tersebut dilandasi oleh konflik Irak yang diperkirakan akan mengganggu aliran supply minyak mentah global dalam skala besar akibat posisi Irak selaku penghasil minyak mentah terbesar kedua di dunia. (VN)

 

 

CPO Bursa Malaysia Dibuka Kembali Melemah

Analisa Trading – Harga CPO di Bursa Malaysia pada awal perdagangan hari ini terpantau sedang mengalami pelemahan. Pelemahan harga CPO diduga masih dipicu oleh ketidakyakinan investor pada permintaan CPO dan tekanan harga kedelai di pasar global.

Pelemahan ekspor CPO pada akhir Mei lalu, diduga masih menjadi faktor fundamental yang cukup kokoh dalam menggerakan harga CPO di zona merah. Belum adanya rilis data terbaru terkait tingkatan ekspor CPO Malaysia membuat pasar berasumsi permintaan CPO masih lemah.

Selain indikasi melemahnya permintaan, harga CPO juga kembali tertekan oleh pergerakan harga kedelai yang kembali turun. Harga kedelai yang anjlok pada pekan lalu, berdampak pada melemahnya daya saing CPO dalam pasar minyak goreng nabati di pasar global.

Pada perdagangan hari ini di Bursa Malaysia, harga CPO terpantau sedang bergerak di zona merah. Harga CPO berjangka Bursa Malaysia untuk kontrak Agustus 2014 turun 0,25% ke tingkat harga 2.408 RM/ton atau melemah 6 RM/ton.

Analis  memprediksi harga CPO masih akan cenderung melemah pada perdagangan hari ini, hal tersebut dilandasi oleh sentimen dari pasar CPO yang masih negatif dan belum adanya dorongan faktor fundamental yang dapat mengangkat harga CPO di Bursa Malaysia. (VN)

CPO Bursa Malaysia Kembali Bergerak di Zona Merah

4

Analisa Trading – Harga CPO pada awal perdagangan hari ini di Bursa Malaysia terpantau sedang bergerak melemah. Pelemahan harga CPO diduga dipicu oleh sentimen negatif dari data ekspor CPO Malaysia.

Data ekspor CPO Malaysia yang mengalami pelemahan sejak pertengahan Mei lalu diduga menjadi penyebab pelemahan pada harga CPO di Bursa Malaysia pada saat ini. Penurunan ekspor yang cukup signifikan sejak pertengahan Mei, menjadi indikasi permintaan CPO yang mengalami pelemahan sedangkna output asal Malaysia di lain sisi diprediksi meningkat.

Namun analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga CPO berpotensi bergerak menguat pada hari ini. Hal tersebut dilandasi oleh pelemahan signifikan nilai mata uang Ringgit Malaysia yang anjlok terhadap Dollar AS yang dapat memicu aksi pembelian oleh para investor asing.

Pada saat ini, harga CPO Bursa Malaysia terpantau sedang berada di zona merah. Hingga berita ini diturunkan, harga CPO berjangka Bursa Malaysia untuk kontrak Agustus 2014 sedang bergerak turun sebesar 0,33% ke kisaran harga 2.424 RM/ton atau melemah 8 RM/ton. (VN)

ICE PO 2014 : SAWIT INDONESIA DOMINASI SERTIFIKAT RSPO

Dalam dekade terakhir industri kelapa sawit Indonesia berkembang secara signifikan terutama terlihat dari peningkatan produksi dari 11,9 Juta metrik ton pada 2003 menjadi 26Juta metrik ton pada tahun 2013. Bahkan sejak 2006 Indonesia telah menjadi produsen CPO terbesar dunia mengalahkan Malaysia.

Peningkatan produksi tersebut terutama disokong oleh perluasan areal perkebunan. Bila  tahun 2003 luas kebun kelapa sawit Indonesia 5 juta ha, namun tahun 2013 telah menjadi sekitar 9 juta ha. Namun menyertai keberhasilan tersebut, tekanan terhadap industri kelapa sawit juga semakin gencar khususnya issu lingkungan dan konflik sosial. Kampanye anti kelapa sawit terus menyerang industri ini, bukan saja di tingkat internasional tetapi juga di dalam negeri sendiri.

Memperhatikan kontribusi kelapa sawit dalam perekonomian Indonesia baik sebagai sumber pertumbuhan dan ketahanan pangan dan enerji terbarukan , sebagai penyumbang devisa dari ekspor non migas, juga sebagai penyedia lapangan kerja, maka kebijakan pemerintah yang solid mendukung terus pengembangan perkebunan dan industri kelapa sawit tetap diperlukan Kebijakan pemerintah yang diharapkan dalam pengembangan perkebunan dan industri sawit menjadi topik bahasan penting pada International Conference and Exhibition on Palm Oil (ICEPO) yang diadakan di Jakarta Convention Centre 26 – 28 Mei 2014.

Menurut Soedjai Kartasasmita, Ketua Gabungan Pengusaha Perkebunan Indonesia (GPPI) yang juga adalah Ketua Pengarah ICEPO, perhelatan besar ini mengusung tema “Indonesian Palm Oil Forward in the Political Resilience through Sustainability and Down Stream Development”.

ICEPO 2014  terdiri dari 4 program: Konferensi, Pameran, Workshop, Turnamen Golf. Acara itu sendiri diperkirakan akan dihadiri oleh 1000 peserta konferensi dengan 200 stand pameran, dan 10000 pengunjung .

“Produk sawit kita ramah lingkungan. CPO Indonesia paling dominan mengantongi sertifikat sawit berkelanjutan atau Rountable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Malaysia masih di bawah Indonesia dalam hal produksi maupun dominasi sertifikat RSPO,” kata Ketua Gabungan Pengusaha Perkebunan Indonesia (GPPI) Soedjai Kartasasmita yang juga adalah Ketua Pengarah ICEPO.

Menurut data RSPO Indonesia, produksi sawit yang memiliki RSPO di dunia mencapai 9,7 juta ton. Sekitar 47,85% atau 4,8 juta ton di antaranya berasal dari Indonesia. Bahkan pemerintah Indonesia telah menunjukkan keseriusan yang kuat untuk pengembangan kelapa sawit nasional yang ramah lingkungan. Sejak 2011, pemerintah Indonesia memberlakukan standar baru yaitu Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Berbeda dengan RSPO yang voluntary, ISPO diberlakukan wajib atau mandatori.

Minyak sawit merupakan bahan energi terbarukan yang paling siap dibanding sumber lainnya. Industri oleokimia sendiri merupakan industri pengolahan minyak sawit mentah (CPO) menjadi aneka produk kimia bernilai tambah tinggi seperti fatty acid, fatty alcohol, glyserin dan methyl ester. Produk kimia tersebut merupakan bahan baku untuk membuat sabun mandi, sampo, kondisioner, makanan. Produk turunan oleokimia juga untuk deterjen, plastik, farmasi dan pelumas.

Produksi biodiesel, bahan bakar nabati berbasis minyak sawit, tidak kalah hebat. Data Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI) menunjukkan bahwa tahun ini serapan biodiesel domestik diprediksi mencapai 3 juta kiloliter (KL) atau setara 18,87 juta barel. Tahun lalu, “hanya” 1.006.000 KL atau setara 6,33 juta barel. Hingga kini, kapasitas total industri biodiesel mencapai 5,6 juta KL. Kapasitas tersebut akan bertambah sejalan dengan mendukung kebijakan pemerintah dalam green renewable energy. Produksi biodiesel yang positif memberi andil untuk mengurangi impor solar.

Jelang Akhir Pekan, Kedelai Kembali Tekan Harga CPO

Analisa Trading – Harga CPO yang sedang mengalami trend penguatan pada pekan ini, akhirnya terpantau sedang mengalami pelemahan pada perdagangan Bursa Malaysia saat ini. Pelemahan harga CPO diduga dipicu oleh kembali turunya harga kedelai pada perdagangan kemarin.

Anjloknya harga kedelai yang sebelumnya berada dalam trend penguatan kembali melemahkan harga CPO. Fungsi substitusi kedelai dalam pembuatan minyak nabati, berimbas langsung pada pelemahan keyakinan akan besaran peningkatan permintaan CPO menjelang Idul Fitri.

Hal tersebut berimbas pada penurunan harga CPO meskipun potensi peningkatan demand cukup tinggi, serta supply masih berisiko terkena imbas siklus El Nino. Hingga berita ini diturunkan, harga CPO terpantau berada pada kondisi melemah. Harga CPO berjangka untuk kontrak Juli 2014 turun 0,53% ke tingkat harga 2.613 RM/ton atau melemah 14 RM/ton.

Harga CPO diprediksi masih akan mengalami pelemahan. Hal tersebut dilandasi oleh sentimen negatif dari penurunan harga kedelai dan juga potensi taking profit pasca trend penguatan harga CPO sejak awal pekan ini. (VN)