Tekanan Supply Masih Kuat, Jagung dan Kedelai Melemah di CBOT

Harga jagung dan kedelai di Bursa CBOT pada perdagangan pekan lalu, 28 Juli-1 Agustus 2014 terpantau ditutup melemah secara agregat sepekan. Pelemahan harga jagung dan kedelai di CBOT pada pekan lalu dipicu oleh tekanan kuat dari potensi lonjakan supply Amerika Serikat pada masa panen periode ini.

Tekanan sentimen negatif dari potensi lonjakan output kedelai dan juga jagung Amerika Serikat, terpantau masih memberikan tekanan pelemahan kuat di Bursa CBOT. Kondisi cuaca yang berada dalam situasi positif selama masa tanam, serta prediksi USDA akan peningkatan output AS membuat harga kedua komoditas terus tergerus sejak beberapa pekan terakhir. Hal tersebut dilandasi oleh meskipun demand terhadap jagung dan kedelai AS di pasar global masih cukup kuat, namun demand pun juga diduga turut disebabkan oleh anjloknya harga akibat tekanan penumpukan supply.

Selain faktor penumpukan supply, harga kedelai pada perdagangan pekan lalu juga mengalami pelemahan akibat adanya prediksi hujan di Amerika Serikat. Dampak dari prediksi tersebut, harga kedelai yang pada pekan sebelumnya sempat menguat akibat adanya cuaca kering di AS, langsung berbalik tergerus akibat pudarnya potensi cuaca kering dengan turunnya hujan.

Terkait data penjualan dari jagung dan juga kedelai pada pekan lalu, USDA merilis adanya peningkatan penjualan terhadap kedua komoditas yang melebihi ekspektasi. Pada data penjualan kedelai oleh USDA, penjualan kedelai dipublikasikan naik ke level 29,4 juta bushel atau melebihi ekspektasi di 10,6 juta bushel. Sementara pada penjualan jagung, penjualan jagung juga naik ke level 49,9 juta bushel atau melebihi ekspektasi di 40,4 juta bushel. Walaupun data penjualan tersebut mengalami peningkatan, tekanan sisi supply, terpantau lebih kuat memberikan sentimen pada pergerakan harga kedua komoditas pekan lalu.

Pada perdagangan pekan lalu di Bursa CBOT, harga jagung terpanau ditutup melemah secara agregat sepekan. Harga jagung berjangka CBOT untuk kontrak Desember 2014 turun 2,53% ke tingkat harga $3,622/bushel atau melemah $0,094/bushel.

Sementara pada pergerakan harga kedelai, harga kedelai CBOT juga ditutup melemah secara agregat sepekan. Harga kedelai CBOT untuk kontrak September 2014 turun 2,31% ke tingkat harga $10,58/bushel atau melemah $0,25/bushel.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga kedelai dan jagung berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini. Hal tersebut dilandasi oleh potensi aksi beli pasca merosotnya harga kedua komoditas pekan lalu yang turut disupport oleh indikasi kuatnya demand berdasarkan data penjualan USDA. Terkait pergerakan harga, range normal diprediksi akan berada di kisaran $3,55-$3,75 pada jagung dan $10,45-$10,85 pada kedelai.