Stabilkan Rupiah, BI Akan Terus Intervensi Pasar

Analisa Trading – Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara mengemukakan, pihaknya akan terus melakukan intervensi pasar guna menstabilkan rupiah dan pasar obligasi.
rupiah-terhadap-dolar-as
“Saat kurs (rupiah) sempat Rp12.900 Bank Indonesia masuk,” ujar Mirza di Gedung BI, Jakarta (17/12/2014).

Dia mengatakan, yang terpenting bagi stabilitas ekonomi Indonesia saat ini adalah menjaga  fundamental ekonomi dan prudent policy.

“Saat ini, memang ada riak-riak kecil dari Rusia dan FOMC (Federal Open Market Committee), namun tidak perlu terlalu dikhawatirkan,” terangnya.

Sementara terkait dengan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), BI akan melonggarkan pemberian kredit likuiditas terkait kebijakan makro prudensial.

Ke depan, BI akan mempermudah pinjaman buat UMKM sehingga, ekspor akan terus meningkat.

“Sepanjang 2014, ekspor manufaktur kita meningkat 6,7%. Jadi, rupiah yang undervalue bagus untuk manufaktur, meskipun ekspor batu bara tertekan,” tandas Mirza

sumber: ekbis.sindonews.com

BI Sumut Mengadakan Layanan Penukaran Uang Melalui Mobil Keliling

Analisa Trading – Bank Indonesia wilayah Sumatra Utara dan Aceh bekerja sama dengan enam bank akan mengadakan layanan penukaran uang melalui mobil keliling untuk memenuhi kebutuhan Uang Pecahan Kecil (UPK) masyarakat selama Ramadan 2014.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sumut dan Aceh mengatakan layanan tersebut akan dilaksanakan mulai 14 hingga 25 Juli 2014 dan bertempat di Lapangan Merdeka Medan sejak pukul 09.00 sampai 12.00 WIB.

Adapun, perbankan yang bekerja sama antara lain Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BRI, Bank BRI Syariah, Bank CIMB Niaga, dan Bank Sumut.

Nantinya, masing-masing bank akan menggunakan satu mobil keliling yang menyediakan UPK kepada masyarakat, dengan komposisi nilai untuk setiap penukaran sebesar Rp3,8 juta dengan rincian yang sudah ditentukan.

Guna menghindari antrian saat proses penukaran uang, Bank Indonesia akan membuat kupon khusus berupa nomor antrian untuk masing-masing bank.

Nantinya, untuk menukarkan uang, masyarakat perlu mengambil kupon tersebut lebih dahulu agar dapat digunakan sebagai sarana alat tukar di loket mobil keliling. Selain di Lapangan Merdeka, Bank Indonesia Wilayah Sumut dan Aceh juga melakukan kegiatan penukaran uang melalui mobil keliling ke berbagai instansi dan pasar-pasar tradisional.

Lebih lanjut, perbankan juga bakal membuka 71 loket penukaran uang untuk wilayah Medan dan sekitarnya mulai 14-25 Juli 2014. Loket-loket penukaran tersebut berada di 56 cabang bank yang telah ditentukan dan ditandai dengan logo khusus.

Dengan dibukanya loket tersebut, diharapkan masyarakat dapat memperoleh UPK dengan cepat dan mudah.

Sehubungan dengan hal tersebut, Bank Indonesia menghimbau kepada masyarakat yang berniat untuk menukarkan uang agar mengetahui jadwal dan waktu penukaran di setiap loket. Selain itu, dihimbau juga agar masyarakat menggunakan layanan perbankan untuk memperoleh UPK.

Tidak perlu membeli di jasa penukaran uang untuk menghindari kemungkinan timbulnya risiko.

Sebelumnya, Bank Indonesia mengestimasi, kebutuhan uang untuk Kota Medan dan sekitarnya mencapai pada Ramadan Rp3,81 triliun. Jumlah tersebut terdiri dari Rp3,51 triliun Uang Pecahan Besar (UPB) atau pecahan Rp50 ribu ke atas dan Rp303 miliar UPK.

Pihak Bank Indonesia mengatakan, jumlah tersebut meningkat 8,3% dibandingkan realisasi kebutuhan uang pada Ramadan 2013.

Adapun, realisasi kebutuhan uang Lebaran di Medan pada tahun lalu mencapai Rp3,52 triliun, dengan rincian UPB sebesar Rp3,2 Triliun. Sementara UPK sebesar Rp319 Miliar. (FC)