Ekonomi Rusia Tak Perlu Lagi Tindakan Khusus

Gubernur Bank Central Rusia menyatakan perekonomian negara tidak perlu lagi diberikan tindakan khusus meskipun tanda-tanda perlambatan masih terlihat.

Gubernur Bank Sentral Rusia Elvira Nabiullina mengatakan, negara tidak membutuhkan bantuan International. “Instrumen kebijakan moneter yang Rusia memiliki kemampuan dan dikembangkan cukup baik,” kata Nabiullina mengutip dari CNBC, Jakarta, Senin (26/5/2014).

Dirinya berjanji untuk mengurangi inflasi yang mencapai 7,3 persen pada April, menjadi 6 persen pada akhir tahun ini.

Bank sentral baru-baru ini harus turun tangan untuk membuat mata uangnya rubel yang kurang stabil, setelah nilai mata uang jatuh terhadap dolar akibat krisis di Ukraina dan perlambatan pertumbuhan di Rusia.

Hal ini juga menaikkan suku bunga menjadi 7,5 persen, dari 5,5 persen sebelum krisis dimulai pada akhir Februari.

Para ekonom telah memangkas perkiraan mereka untuk pertumbuhan Rusia tahun ini, dan perekonomian diperkirakan akan mengalami resesi ringan pada semester pertama 2014, sebagai sanksi sebagai akibat dari krisis Ukraina, dan kegelisahan internasional dan domestik, mempengaruhi perekonomian.

Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov telah mengesampingkan stimulus ekonominya, yang memiliki substansial derasnya dana, tapi sedang menghadapi meningkatnya kekhawatiran bahwa hal itu tidak cukup terdiversifikasi dari pendapatan minyak dan gas.

Ada juga telah pelarian modal besar ke luar negeri , yang Nabuillina dijelaskan sebagai terutama disebabkan oleh investor menukar rubel mereka untuk dolar.

“Masalahnya bukan pergerakan modal, masalahnya adalah tentang fakta orang tidak merasa nyaman berinvestasi modal di negeri ini,” ujar ketua perbankan, Citi Rusia & CIS Irackly Mtibelishvily