Kinerja Sektor Perumahan AS Menggembirakan Pasar

Analisa Trading – Setelah awal pekan rilis penjualan rumah AS yang sudah ada mengecewakan pasar dan memberikan pandangan yang negatif dengan rilis penjualan rumah baru. Namun setelah dirilis, penjualan rumah keluarga tunggal baru meningkat hingga 18 persen pada bulan Agustus 2014 untuk tingkat tahunan.

Badan statistik AS melaporkan data penjualan rumah keluarga tunggal yang baru naik ke posisi  504.000 unit dan ini merupakan pencapaian yang tertinggi  sejak Mei 2008, setelah pada bulan sebelumnya penjualan rumah baru tersebut hanya  427.000 unit saja.

United States New Home Sales

Selain itu dilaporkan juga harga penjualan rata-rata rumah baru yang dijual di bulan Agustus 2014 adalah $ 275.600; harga jual rata-rata adalah $ 347.900. Perkiraan yang disesuaikan secara musiman dari rumah baru untuk dijual pada akhir Agustus adalah 203.000 unit. Ini merupakan persediaan 4,8 bulan pada laju penjualan saat ini.

Jika dilihat dari penjualan per  wilayah, penjualan di wilayah barat naik yang paling dalam pada bulan  Agustus dibandingkan bulanb Juli (+50 persen),  yang diikuti oleh wilayah Timur Laut (29,2 persen) dan wilayah selatan (7,8). Dan hanya penjualan di Midwest yang datar.

Dan jika berdasarkan tahunan, penjualan rumah baru meningkat 33 persen. Hal ini memberikan pandangan yang positif bahwa pertumbuhan sektor perumahan di negeri ini menunjukkan percepatan. Rilis yang menggembirakan ini berhasil mengangkat tinggi indeks bursa saham Wall Street perdagangan hari Rabu(24/9).(VN)

Sektor Manufaktur AS Berhasil Sentuh Laju Tercepat Dalam 3 Tahun Terakhir

Analisa Trading – Keuntungan yang diperoleh dari sektor manufaktur mendorong ekspansi AS pada bulan Agustus lalu dipimpin oleh lonjakan pesanan untuk plastik dan logam. Seperti kita ketahui, indeks ISM di AS secara tiba-tiba naik menjadi 59, dimana level ini adalah level tertingginya sejak Maret 2011:

United States Purchasing Managers Index (PMI)

Skor ini telah mengalahkan semua perkiraan dalam berbagai survei yang telah dilakukan beberapa ekonom sebelumnya. Pabrik di Amerika saat ini juga sedang mendapatkan keuntungan dari rebound penjualan mobil dan pengeluaran bisnis untuk membeli peralatan pabrik yang diprediksi dapat membantu naiknya tingkat produksi industri.

Selain itu dapat juga dilihat bahwa skor untuk indeks yang mengukur sektor manufaktur di AS pada bulan Agustus lalu tercatat melonjak dimana berhasil memperoleh skor 57,9, cukup naik jika dibandingkan dengan skor di bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 55,8. Laju ini juga sekaligus menandakan laju tercepatnya dalam 3 tahun terakhir:

United States Manufacturing PMI

Jika melihat laporan ini tentu diasumsikan saat ini Amerika mulai kembali menunjukkan kegagahan ekonominya di sektor manufaktur. Meski pertumbuhan upah masih cukup lambat, namun beberapa data makro yang dapat menunjang kenaikan upah hingga saat ini menunjukkan sinyal positif.

Terlebih lagi jika kita bandingkan dengan negara lain. Kondisi di AS saat ini jauh lebih baik karena sektor manufaktur di luar negeri masih dalam kondisi yang kurang baik. Pertumbuhan pabrik Inggris melambat lebih dari perkiraan di bulan lalu dan manufaktur Italia menyusut karena ekonomi Eropa sedang mengalami kejatuhan dari melemahnya permintaan domestik dan meningkatnya risiko geopolitik di Ukraina dan Timur Tengah. (VN)

Yen Menguat Jelang Pertemuan BOJ

AnalisaTrading-Yen sempat menguat terhadap dollar AS pada Kamis (12/6) disebabkan ekspektasi bank sentral Jepang (BoJ) akan menahan diri dari perluasan stimulus moneter.

Yen secara umum menguat karena BoJ menunjukkan beberapa tanda-tanda mengambil lebih banyak langkah-langkah pelonggaran moneter pada pertemuan kebijakan Kamis.

Dolar sempat menguat di sesi sebelumnya karena data pekerjaan AS di bulan Mei positif. Departemen Tenaga Kerja melaporkan pekan lalu jumlah penggajian non pertanian AS menambah 217.000 pekerjaan pada Mei dan tingkat pengangguran tidak berubah menjadi 6,3 persen. Dua angka ini di atas perkiraan pasar.

Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh ke 1,3528 dolar dari 1,3544 dolar pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,6793 dolar dari 1,6755 dolar. Dolar Australia naik menjadi 0,9384 dolar dari 0,9370 dolar. (FR)