Penjualan Rumah Baru AS Alami Kenaikan

perumahan As

Analisa Trading – Sebuah laporan resmi yang dirilis pada hari Selasa(27/1), menunjukkan bahwa penjualan rumah baru di wilayah AS telah alami kenaikan di bulan Desember.

Berdasarkan laporan resmi yang dirilis oleh Biro Sensus telah menyatakan bahwa penjualan rumah baru di wilayah AS telah alami kenaikan sebesar 11.6%, yang disesuaikan secara musiman menjadi 481.000 di bulan Desember.

Survei ekonom telah memperkirakan bahwa penjualan rumah baru di wilayah AS akan alami kenaikan, yang disesuaikan secara musiman menjadi 452K di bulan Desember.

Pasca dirilisnya data tersebut, EURUSD menguat 1.13% di level 1.1363, GBPUSD menguat 0.68% di level 1.5173, dan USDJPY melemah 0.72% di level 117.58.(FC)

Penjualan Rumah Baru di AS Semakin Melorot, Kenaikan Suku Bunga Semakin Panjang

Analisa Trading – Penjualan rumah baru di Amerika Serikat  turun untuk bulan kedua berturut-turut pada bulan Juli lalu seperti yang dilaporkan biro statistik Amerika Serikat dan merupakan penjualan terburuk sejak bulan Maret lalu. Data penjualan ini juga lebih rendah dari yang diperkirakan ekonom sebelumnya.

Penjualan rumah baru merosot 2,4 persen ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 412.000 unit. Dan data ini lebih rendah dari bulan Juni yang terjual 422.000 unit. Selain itu juga berbeda dengan data sebelumnya yang menyebutkan sektor perumahan AS sedang ada pada jalurnya ketika jumlah persediaan rumah baru yang akan dijual  meningkat  4,1 persen menjadi 205.000 unit, persediaan rumah tertinggi dalam empat tahun.

United States New Home Sales
Harga penjualan rata-rata rumah baru yang dijual di Juli 2014 adalah $ 269.800; harga jual rata-rata adalah $ 339.100. Jika dilihat dari wilayah penjualannya, penjualan di timur laut turun 30,8 persen dari bulan Juni; penjualan  di Barat jatuh 15,2 persen dan penjualan di Midwest mengalami penurunan 8,8 persen. Namun sebaliknya penjualan di wilayah Selatan naik 8,1 persen.

Sebagai informasi jika dibandingkan tahun sebelumnya  penjualan rumah baru meningkat cukup signifikan yang naik 12,3 persen pada bulan Juli lalu. Meski pada bulan Juli lalu data penjualan tersebut menurun namun sektor perumahan AS terus maju dengan kenaikan secara tahunan ini. Namun naik turunnya data penjualan rumah pada tahun ini jadi alasan juga bagi the Fed belum menaikkan suku bunga acuannya.(VN)

PERTUMBUHAN SEKTOR JASA AS MELOMPAT PADA JULI

Washington – Kegiatan di sektor jasa Amerika Serikat, penggerak ekonomi terbesar dunia, naik lebih dari yang diperkirakan pada Juli, data menunjukkan pada Selasa (5/8/2014).

Lembaga riset Institute for Supply Management (ISM) mengatakan indeks pembelian manajer (PMI) non-manufaktur naik menjadi 58,7 pada bulan lalu.

Itu merupakan peningkatan 2,7 persentase poin dibandingkan dengan Juni, sementara analis telah memproyeksikan kenaikan hanya 0,5 poin.

Indeks ini mengukur aktivitas di 17 industri, termasuk konstruksi, real estat, perdagangan ritel, jasa akomodasi dan makanan, serta manajemen perusahaan-perusahaan. Satu-satunya sektor yang mengalami kontraksi pada Juli adalah utilitas.

“Komentar-komentar para responden menunjukkan bahwa stabilisasi dan/atau peningkatan kondisi-kondisi pasar telah secara positif mempengaruhi sebagian besar industri dan bisnis masing-masing,” kata ISM.

Angka di atas 50 menunjukkan pertumbuhan, sementara angka di bawah tingkat itu sinyal kontraksi.

Laporan Juli menandai bulan ke-54 berturut-turut laporan ISM menunjukkan ekspansi.

Laporan menunjukkan pertumbuhan dalam aktivitas bisnis, pesanan baru dan pekerjaan. Namun, indeks harga turun 0,3 poin dari tingkat Juni menjadi 60,9.

Jim O’Sullivan, kepala ekonom High Frequency Economics, menandai laporan sebagai “lebih kuat dari yang diharapkan, menambah daftar data yang menunjukkan kenaikan bersih pada tren pertumbuhan tahun ini.

Tiongkok Bantu Utang Negara Komunis di Benua Amerika

Analisa Trading – Kuba dan China akan mengadakan kerja sama bilateral untuk mengeksplorasi peluang bisnis baru di sektor-sektor strategis seperti energi terbarukan, industri farmasi dan pariwisata.

Pada kesempatan kunjungan bisnis dari China, dua pertemuan akan diselenggarakan di Havana Hotel Nacional de Cuba pada hari Senin, di mana peluang baru yang ditawarkan oleh UU 118 mengenai Penanaman Modal Asing yang berlaku sejak Juni, akan disajikan .

Menurut Kamar Dagang Republik Kuba, program ini akan mencakup, forum bisnis yang diselenggarakan oleh Biro Pengembangan Perdagangan dan, dan yang kedua adalah sebuah seminar yang disponsori oleh Badan promosi Investasi.

Kedekatan ideologi antara kedua negara ini menjadi salah satu alasan mengapa kerja sama bilateral ini dapat terjadi. Seperti yang diketahui secara umum, bahwa baik Cuba dan China sama-sama menganut ideologi komunisme. Kredit lunak yang diberikan oleh pemerintah China kepada Cuba telah menjadikan China mitra dagang terbesar Cuba setelah Venezuela yang tahun lalu memiliki total transaksi sebesar USD 1,4 miliar.

Pemerintah China telah membantu Cuba untuk merestrukturisasi utang pemertinah dan juga utang komersial yang bernilai USD 6 miliar. Sebelumnya juga pada tahun 2000 kedua negara itu telah melakukan kesepakatan investasi pada industri nikel, perhotelan, dan juga pada lima tahun lalu sudah sepakat untuk mengembangkan penyulingan minyak mentah namun hingga saat ini belum terealisasi.

Jika dilihat secara keseluruhan, perekonomian Cuba terlihat cukup baik dengan beberapa kondisi yang mirip dengan Indonesia. Sebagai negara berkembang, tingkat pengangguran Cuba terlihat cukup tinggi walaupun pada tahun 2009 sampai dengan 2013 memiliki trend peningkatan pengangguran.

cuba-unemployment-rate

Jika dilihat dari tingkat inflasi, Cuba memiliki tingkat inflasi yang cukup baik, yaitu diantara 3%-5,5% sejak tahun 2010. Jika dibandingkan dengan Indonesia yaitu kebijakan inflation targeting framework yang digagas oleh Bank Indonesia, tingkat inflasi Kuba dapat dikatakan sebagai inflasi yang ideal karena pertumbuhan ekonomi yang baik tanpa mengurangi daya beli masyarakat secara berlebihan.

cuba-inflation-cpi

Cuba memiliki pertumbuhan yang cukup rendah dibandingkan dengan negara berkembang lainnya. Sejak tahun 2009 pertumbuhan ekonomi Cuba melambat dan hanya mencapai pertumbuhan dibawah 3% per tahun. Meskipun menunjukkan perlambatan pertumbuhan ekonomi, namun terlihat juga bahwa pendapatan per kapita Cuba dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan yang cukup tinggi. Hingga tahun 2012, tercatat pendapatan per kapita Cuba sudah mencapai USD 5000 per tahun.

cuba-gdp-growth-annualcuba-gdp-per-capita

Sementara itu tingkat utang pemerintah terhadap GDP Cuba juga tidak terlalu tinggi, yaitu hanya sebesar 21% pada tahun 2011. Persentase itu tentu saja lebih rendah daripada rasio utang terhadap GDP negara-negara maju seperti Amerika dan Jepang yang mencapai 100%. (VN)

  cuba-government-debt-to-gdp

Amerika Serikat Didera Kemiskinan, IMF Pangkas Pertumbuhan Ekonominya

Analisa Trading – Dalam penilaian tahunan ekonomi AS baru-baru ini, Dana Moneter Internasional (IMF) telah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi AS, yang  mendesak para pembuat kebijakan negeri tersebut untuk mempertahankan suku bunga rendah dan menaikkan upah minimum untuk memperkuat pemulihan ekonomi.

Lembaga yang berkantor di Washington ini memperkirakan pertumbuhan ekonomi AS 2% tahun ini, yang turun dari proyeksi bulan April lalu  sebesar 2,8%, setelah  effect “musim dingin” menyebabkan ekonomi melemah di kuartal pertama. Sebelumnya IMF memperkirakan ekonomi AS akan bertumbuh 3 % pada tahun 2015.

Menyikapi perkiraan untuk pertumbuhan AS tersebut, IMF menyarankan pemerintah AS harus meningkatkan upah minimum untuk membantu mengatasi tingkat kemiskinannya yang sekarang masih 15%. Tingkat kemiskinaan ini sangat rendah dibandingkan sejarah negera tersebut dan juga standar internasional.

Dengan menaikkan upah minimum akan meningkatkan pendapatan untuk jutaan pekerja miskin dan membantu untuk menciptakan peningkatan surplus neraca pembayarannya. Karenanya IMF menargetkan ekonomi AS akan mencapai tingkat pengangguran yang nol pada akhir 2017, dengan diredamnya tekanan inflasi dan juga suku bunga akan rendah pertengahan tahun 2015.

Namun menurut analis  jikapun ekonomi AS akhirnya bertumbuh namun melihat indikator-indikator pertumbuhan yang ada, ekonomi AS sedang bertumbuh moderat. Sehingga untuk mencapai tingkat pengangguran yang nol tahun 2017 belum bisa tercapai dikarenakan pemerintah AS harus menciptakan lapangan kerja yang besar. (VN)

Subsidi Dipangkas, Ladang Energi Surya AS Terpukul

Departemen Energi Amerika Serikat (AS) telah menyatakan rencananya menutup bantuan dana untuk besaran energi surya yang digunakan industri ladang energi cahaya matahari guna mengurangi beban subsidi dalam anggaran negara. Rencana tersebut menuai kritik dari beberapa pihak di beberapa pedesaan AS.

Penggunaan energi surya untuk pengelolaan industri termasuk ladang energi surya memang selama ini telah disubsidi pemerintah AS. Skema baru pemberian subsidi kini tengah disiapkan untuk mengatasi dampak dari kebijakan tersebut.

“Kita perlu mengelola skema dukungan keuangan secara efektif dan bertanggung jawab. Itu berarti bahwa kita perlu memastikan pertumbuhan sektor energi surya dapat menyebar secara baik yakni dengan besaran nilai yang baik bagi konsumen dan memungkinkan kami untuk menawarkan dukungan yang efektif bagi sektor energi terbarukan secara keseluruhan,” tutur pihak Departemen Energi seperti dikutip dari CNBC, Senin (26/5/2014).

Sementara itu, Ahli Energi Terbarukan yang juga adalah anggota Asosiasi Perdagangan Energi Surya Ray Noble mengungkapkan, keadaan tersebut memberikan dampak terhadap persaingan sumber energi surya dan energi terbarukan lainnya seperti sumber energi angin.

Persaingan dengan energi angin telah membuat harga energi surya jatuh 30 persen dalam dua tahun terakhir. Ini berarti, harga energi surya sedang berada dalam track menjadi sumber energi rendah karbon termurah pada tahun 2018 nanti.

Langka pemerintah ini juga didasari pada proyeksi pertumbuhan penggunaan energi surya yang akan mengalami peningkatan hingga tahun 2017 nanti. “Penyebaran penggunaan sumber energi surya lebih cepat dari yang kami harapkan. Proyeksi kalangan industri menunjukan pada tahun 2017 bisa lebih besar dari pada ketersediaanya,” tandas pihak pemerintah

OTORITAS KEUANGAN AS PERINGATKAN INVESTOR ATAS RISIKO BITCOIN

Washington – Otoritas keuangan AS, Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC), pada Rabu (7/5/2014) mengeluarkan peringatan untuk para investor tentang potensi risiko investasi yang melibatkan bitcoin dan bentuk lain dari mata uang virtual.

“Sebuah produk, teknologi, dan inovasi baru — seperti bitcoin — memiliki potensi memunculkan penipuan dan peluang investasi berisiko tinggi,” Kantor Pendidikan dan Advokasi Investor SEC mengatakan dalam sebuah pemberitahuan.

bitcoin

“Para calon investor dapat dengan mudah tertarik dengan janji pengembalian yang tinggi dalam ruang investasi baru dan juga mungkin kurang skeptis ketika menilai sesuatu yang baru, dan mutakhir.” Bitcoin telah menjadi mata uang virtual yang paling banyak dikenal sejak dibentuk pada 2009, yang dapat ditukar dengan mata uang tradisional seperti dolar AS atau digunakan untuk membeli barang atau jasa.

Namun SEC memperingatkan bahwa bitcoin beroperasi tanpa otoritas sentral atau bank-bank dan tidak didukung oleh pemerintah, dan nilai tukarnya telah menjadi sangat fluktuatif.

Regulator keuangan juga menyoroti masalah keamanan, karena bitcoin dapat dicuri oleh hacker (peretas) dan bursa bitcoin dapat secara permanen ditutup karena penipuan, masalah teknis atau hacker.

Pada Februari, Mt. Gox, salah satu bursa bitcoin terbesar di dunia, tiba-tiba ditutup di Tokyo setelah bitcoin bernilai ratusan juta dolar dicuri menyusul sejumlah serangan-serangan siber.

SEC sebelumnya telah mengeluarkan peringatan investor tentang penggunaan bitcoin dalam skema Ponzi. Otoritas Regulator Industri Keuangan (FIRA) baru-baru ini juga memperingatkan investor tentang risiko membeli dan menggunakan mata uang digital seperti bitcoin.

Zhou Xiaochuan, Gubernur Bank Sentral Tiongkok (PBoC), bulan lalu, mengatakan bahwa bitcoin lebih seperti aset yang dapat diperdagangkan daripada sebagai mata uang pembayaran.

Bank sentral Tiongkok telah melarang lembaga keuangan dan pembayaran domestik menggunakan bitcoin dalam kegiatan bisnis untuk menghindari risiko-risiko.

CEO Perusahaan AS Dilarang Hadiri Forum Ekonomi di Rusia

Kekesalan Amerika Serikat ke Rusia semakin memuncak. Bahkan Gedung Putih melarang para CEO perusahaan asal AS hadiri The St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF)  yang bakal digelar pada 22 Mei mendatang.

Dilansir dari CNN, Senin (4/5/2014), dibuka langsung oleh Presiden Vladimir Putin di St Petersburg -bekas ibukota kekaisaran Rusia- biasanya acara tahunan ini menjadi ajang penting bagi 100 CEO global untuk membangun relasi dengan para pejabat Rusia.

The St Petersburg International Economic Forum, yang berlangsung selama tiga hari, diramalkan bakal lebih sepi jika dibandingkan dengan Forum Ekonomi Dunia di Davos yang digelar pada Januari silam.

AS telah memberlakukan sanksi terhadap puluhan pejabat Rusia atas krisis yang terjadi di Ukraina, termasuk beberapa anggota lingkaran dalam Putin.

Negeri Paman Sam itu juga bakal memberi sanksi kepada 18 perusahaan Rusia, dan memperingatkan tindakan lebih keras yang ditujukan untuk sektor-sektor penting ekonomi Rusia jika Rusia tak mengurangi kekerasan separatis di timur Ukraina .

Juru bicara Gedung Putih Jay Carney mengatakan, pemerintahan AS dalam percakapan dengan perusahaan-perusahaan Amerika, mengingatkan kepada para CEO perusahaan bahwa perjalanan ke St Petersburg merupakan hal yang tidak pantas untuk dilakukan.

Senada dengan Carney, juru bicara Dewan Keamanan Nasional, Laura Lucas Magnuson mengatakan,  kehadiran para CEO di forum tersebut memberi pesan yang tidak pantas, mengingat perilaku Rusia ke Ukraina.

Tidak seperti tahun lalu, CEO General Electric, Jeff Immelt menyatakan tidak akan menghadiri forum tersebut. Seorang juru bicara mengatakan hal ini karena Immelt harus memberikan sebuah pidato di Florida pada awal pekan itu .

CEO Citigroup Michael Corbat, yang juga pergi tahun lalu, membatalkan rencananya untuk pergi. “Sementara CEO kami tidak dapat menghadiri SPIEF tahun ini , Citi akan memiliki beberapa perwakilan di forum tersebut, ” kata juru bicara Citigroup Mark Costiglio.

Demikian pula, CEO Alcoa Klaus Kleinfeld juga telah membatalkan rencana untuk menghadiri forum tahunan tersebut, tetapi perusahaan akan tetap berpartisipasi.

“Mengingat kebutuhan pemerintah AS, Alcoa telah menyesuaikan kehadirannya di St Petersburg International Forum dan akan berpartisipasi melalui eksekutif paling senior di Rusia ,” kata juru bicara Alcoa Monica Orbe.

Menurut daftar peserta di situs forum SPIEF, CEO Goldman Sachs dan Morgan Stanley masih berencana untuk pergi. Manajemen kedua bank itu menolak memberikan komentar. Tapi sumber menyebutkan CEO Goldman Sachs tidak mungkin hadir

“Kami menyesalkan penolakan oleh para CEO dari beberapa perusahaan Amerika untuk berpartisipasi. Tekanan ini belum pernah terjadi sebelumnya, kini pemerintah AS sedang mengerahkan (serangan) pada bisnis, ” kata Wakil Menteri Pembangunan Ekonomi Sergey Belyakov, yang juga salah satu penyelenggara forum ini .

Caterpillar dan Boston Consulting Group mengatakan CEO mereka akan pergi tetapi perusahaan sedang memantau situasi dengan seksama.

Beberapa CEO perusahaan AS mungkin mengurungkan niatnya untuk hadir dalam acara tersebut, tetapi para petinggi perusahaan Eropa belum siap untuk melewatkan forum ekonomi di pasar yang penting bagi pertumbuhan ekspor mereka.

Putin

CEO perusahaan energi Jerman E.ON dijadwalkan hadir, begitupun petinggi perusahaan Prancis Alstom ( ALSMY ) dan perusahaan elektronik Belanda Philips juga bakal datang ke forum tersebut.

“Dialog dengan para stakeholder dan konsumen di seluruh dunia sangat penting. Disamping itu, Philips telah aktif di pasar Rusia sejak akhir abad ke-19, ” kata juru bicara Philips Eeva Raaijmakers.

Perusahaan bir asal Denmark Carlsberg berencana mengirim CEO-nya, ungkap juru bicara perusahaan saat dikonfirmasi .

– See more at: http://bisnis.liputan6.com/read/2045393/ceo-perusahaan-as-dilarang-hadiri-forum-ekonomi-di-rusia#sthash.av4NtlPv.dpuf