Berencana Tebar Dividen, Saham TOBA Dalam Konsolidasi

AnalisaTrading-Perusahaan batu bara PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA), berencana membagikan dividen interim 2014 sebesar US$ 3 juta. Perseroan mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk naik 69 persen menjadi US$ 11,17 juta pada semester I 2014 dari periode sama tahun sebelumnya US$ 6,6 juta. Sementara itu, penjualan perseroan naik 31,23 persen menjadi US$ 246,82 juta pada semester I 2014.

Pembagian dividen interim tersebut telah diputuskan oleh rapat direksi pada 29 Agustus 2014. Pembagian dividen interim akan dilakukan pada 9 Oktober 2014 diambil dari laba bersih perseroan untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2014. Daftar pemegang saham yang berhak atas dividen interim yang tercatat dan pengumuman kurs konversi pada 25 September 2014. Lalu pasar reguler dan negosiasi di cum dividen dan ex dividen masing-masing pada 22 dan 23 September 2014.

Sementara cum dividen di pasar tunai pada 25 September 2014, dan ex dividen pada 9 Oktober 2014. Pada penutupan perdagangan saham hari ini, saham TOBA naik 1,72 persen menjadi Rp 885 per saham. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 117 kali dengan nilai transaksi harian saham Rp 307,6 juta.

Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham hari Selasa (2/9/14), saham TOBA dibuka pada level 890 dalam kisaran 885  – 895 dan  volume perdagangan saham TOBA mencapai 42,000 lot saham.

Dilihat sisi indikator teknikal, harga saham TOBA sejak pertengahan bulan Juli terlihat terus mengalami penguatan dan saat ini sedang alami potensi koreksi. Indikator MA sudah bergerak sepanjang bolinger band atas. Selain itu indikator stochastic mulai bergerak ke area tengah setelah sebelumnya berada pada area jenuh jual.

Sementara indikator ADX terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan TOBA menguat. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju TOBA masih akan menguat terbatas dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan TOBA. Saat ini level support berada pada Rp830 hingga resistance Rp900. (VN)

Bagikan Dividen, Selamat Sempurna Siapkan Rp 57,5 Miliar

AnalisaTrading- Emiten produsen suku cadang kendaraan bermotor,  PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) akan membagikan dividen interim tunai untuk tahun buku 2014 sebesar Rp 57,5 miliar atau Rp 40 per saham.  Demikian mengutip keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (2/9).

Tercatat pembagian dividen tersebut untuk 1,43 miliar lembar saham.   Perseroan per 30 Juni 2014 merah laba bersih sebesar Rp 978,8 miliar. Dari jumlah tersebut sebanyak Rp 188,2 miliar dibagikan dalam bentuk dividen.  Untuk sisanya Rp 790,3 miliar sebagai saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya. Pembagian dividen akan dilakukan pada 10 Oktober 2014.(FR)

IHSG Dibuka Lanjutkan Rally Ditopang Emiten Infrastruktur

AnalisaTrading-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan pagi ini dibuka di zona hijau. Pagi ini (3/9) indeks tercatat dibuka menguat 0,14% ke 5.208.65. Sebanyak 48 saham menguat,30 saham turun, dan sisanya saham stagnan. Adapun nilai transaksi mencapai Rp 64 miliar dengan volume 50 juta saham dan intensitas sebanyak 1.142 kali.

Secara sektoral, pada pembukaan pagi hari ini, semua 8 sektor dibuka melemah dipimpin oleh sektor infrastruktur dan agri yang masing-masing naik sebesar 0.44 dan 0.36 persen. Saham-saham yang menopang IHSG antara lain TLKM, DILD, BMTR, BMRI,

Diprediksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak dalam posisi menguat terbatas. IHSG pada pergerakan hari ini diperkirakan akan bergerak di antara support 5130 hingga resistance 5230.

Dari dalam negeri, pergerakan IHSG rawan terkoreksi lanjutan, terlihat dari akhir perdagangan hari Jumat lalu pelaku pasar banyak melakukan aksi jual dengan banyaknya sentimen negatif yang meliputi perdagangan dalam negeri. Salah satunya dengan rilis data-data BPS awal September. Selain itu anjloknya nilai tukar rupiah memicu sentimen negatif. Namun perkembangan konstelasi politik dalam negeri dapat memberikan sedikit harapan kebijakan ekonomi Indonesia yang baru dalam jangka panjang. Saham-saham yang kiranya menarik untuk dicermati pada perdagangan hari ini antara lain saham INCO, SILO, MPPA dan WSKT. (VN)

IHSG Dibuka Lanjutkan Penguatan Meski Tipis

AnalisaTrading-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan pagi ini dibuka di zona hijau. Pagi ini (2/9) indeks tercatat dibuka menguat 0,03% ke 5.179,33. Sebanyak 48 saham menguat, 30 saham turun, dan sisanya saham stagnan.. Adapun nilai transaksi mencapai Rp 64 miliar dengan volume 50juta saham dan intensitas sebanyak 1.530 kali.

Secara sektoral, pada pembukaan pagi hari ini, semua 8 sektor dibuka melemah dipimpin oleh sektor keuangan dan konsumer yang masing-masing naik sebesar 1.1 dan 0.92 persen. Saham-saham yang menopang IHSG antara lain BBCA TARA, HRUM, INDF, ASII dan BBNI. Sementara saham-saham yang menekan IHSG yakni BBRI, LPPF, LSIP dan PWON.

Diprediksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak dalam posisi menguat terbatas. IHSG pada pergerakan hari ini diperkirakan akan bergerak di antara support 5130 hingga resistance 5230.

Dari dalam negeri, pergerakan IHSG rawan terkoreksi lanjutan, terlihat dari akhir perdagangan hari Jumat lalu pelaku pasar banyak melakukan aksi jual dengan banyaknya sentimen negatif yang meliputi perdagangan dalam negeri. Salah satunya dengan rilis data-data BPS awal September. Selain itu anjloknya nilai tukar rupiah memicu sentimen negatif. Namun perkembangan konstelasi politik dalam negeri dapat memberikan sedikit harapan kebijakan ekonomi Indonesia yang baru dalam jangka panjang.

Saham-saham yang kiranya menarik untuk dicermati pada perdagangan hari ini antara lain saham TBIG, SILO, MPPA, ITMG dan WSKT. (VN)

Rencanakan Pembagian Saham Bonus, J Resources Siapkan Dana Rp 453,6 Miliar

AnalisaTrading-Emiten pertambangan batubara, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) akan membagikan saham bonus maksimum sejumlah Rp 453,6 miliar atau setara dengan USD 50,4 juta.  Demikian mengutip keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/9).

Sebagai informasi, pembagian tersebut berasal dari kapitalisasi agio saham dengan komposisi setiap pemegang saham yang memiliki 1 lembar saham akan mendapat 6 lembar saham bonus. Pembagian saham bonus rencananya pada 26 September 2014.  Pembagian berdasarkan daftar pemegang saham atau recording date yang berhak pada 23 September 2014.

Sesuai rencana perseroan, langkah tersebut untuk meningkatkan modal dasar, modal disetor perseroan. Modal dasar perseroan naik menjadi 20 miliar lembar saham atau senilai Rp 2 triliun. Modal disetor perseroan naik menjadi 5,292 miliar saham senilai Rengan Rp 529,2 miliar. (FR)

Bagikan Dividen, Holcim Indonesia Siapkan Dana Rp 260,5 Miliar

AnalisaTrading-Emiten produsen semen, PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) akan memberikan dividen semester I tahun 2014 sebesar Rp 34 pada 3 Oktober 2014.  Demikian mengutip keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (28/8).

Sebagai informasi, perseroan menyiapkan dana Rp 260,5 miliar untuk 7,66 miliar saham perseroan. Hal tersebut merupakan keputusan Dewan Komisaris pada 26 Agustus 2014.   Untuk dividen interim semester I tersebut tercatat di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 16 September. Sedangkan daftar pemegang saham yang berhak atas dividen perseroan pada 19 September 2014. (FR)

Akhir Pekan IHSG Dibuka Di Zona Merah, Tertekan Saham Unggulan

AnalisaTrading-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan pagi ini dibuka di zona merah. Pagi ini (29/8) indeks tercatat dibuka melemah 0,18% ke 5.175.26. Sebanyak 48 saham menguat, 46 saham turun, dan sisanya saham stagnan.. Adapun nilai transaksi mencapai Rp 299 miliar dengan volume 208 juta saham dan intensitas sebanyak 7.500 kali.

Secara sektoral, pada pembukaan pagi hari ini, semua 8 sektor dibuka melemah dipimpin oleh aneka industri dan keuangan yang masing-masing turun sebesar 0.80 dan 0.26 persen. Saham-saham yang menopang IHSG antara lain BBRI, INCO, UNTR, SMGR dan INDF. Sementara saham-saham yang menekan IHSG yakni ASII, KLBF, BBCA, ADRO dan PTBA.

Diprediksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak dalam posisi menguat terbatas. IHSG pada pergerakan hari ini diperkirakan akan bergerak di antara support 5140 hingga resistance 5250.

Dari dalam negeri, IHSG tertopang oleh aksi bargain hunting dari para investor menyusul adanya pelemahan tajam pada perdagangan beberapa waktu lalu. Namun Rilis data ekonomi makro pada bulan ini yang dibawah ekspektasi pasar bisa menekan sentimen yang sedang terbentuk.

Kepastian tentang pemimpin baru Indonesia telah dipastikan sehingga saat ini investor tinggal menanti bagaimana konsep dan realisasi dari kebijakan ekonomi yang di canangkan pemerintahan terbaru.  Investor tentunya berharap agar kebijakan tersebut dalam lebih meningkatkan iklim investasi yang baik, kuat dan efisien.

Saham-saham yang kiranya menarik untuk dicermati pada perdagangan hari ini antara lain saham INCO, SILO, MPPA dan WSKT.(VN)

Tarik Menarik Sentimen, IHSG Dibuka Di Dua Zona

AnalisaTrading-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan pagi ini dibuka di zona merah. Pagi ini (27/8) indeks tercatat dibuka melemah 0,03% ke 5.144.96. Sebanyak 34 saham menguat, 33 saham melemah, dan sisanya saham stagnan. Adapun nilai transaksi mencapai Rp 80.29 miliar dengan volume 61.35 juta saham dan intensitas sebanyak 2.880 kali.

Secara sektoral, pada pembukaan pagi hari ini, semua 4 sektor dibuka melemah dipimpin oleh sektor keuangan dan sektor industri dasar yang masing-masing turun sebesar 0.19 dan 0.15 persen. Saham-saham yang menopang IHSG antara lain BMRI, ICBP, BJBR, SCMA dan SILO. Sementara saham-saham yang menekan IHSG yakni BBCA, KLBF, dan BBRI.

Diprediksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak dalam posisi menguat terbatas. IHSG pada pergerakan hari ini diperkirakan akan bergerak di antara support 5140 hingga resistance 5250.

Dari dalam negeri, investor mewaspadai pergerakan melemah menyusul adanya potensi aksi profit taking akibat penguatan tajam pada perdagangan beberapa waktu lalu. Rilis data ekonomi makro pada bulan ini yang dibawah ekspektasi pasar juga menekan sentimen yang sedang terbentuk.

Kepastian tentang pemimpin baru Indonesia telah dipastikan sehingga saat ini investor tinggal menanti bagaimana konsep dan realisasi dari kebijakan ekonomi yang di canangkan pemerintahan terbaru.  Investor tentunya berharap agar kebijakan tersebut dalam lebih meningkatkan iklim investasi yang baik, kuat dan efisien.

Saham-saham yang kiranya menarik untuk dicermati pada perdagangan hari ini antara lain saham PTPP, SILO, SCMA dan WTON.(VN)

Pabrikan Kapal Korea Selatan Tunjukan Performa Terburuk Tahun Ini

AnalisaTrading-Pabrikan kapal Korea Selatan, telah menunjukan kinerja terburuk dalam kelompok industri pada tahun ini, yang menarik rekomendasi buy dari tiga broker terbesar bangsa setelah evaluasi pembukuan.

Hyundai Heavy Industries Co dan Samsung Heavy Industries Co dan tiga pembuat kapal terdaftar lainnya kehilangan rata-rata 40% tahun ini sampai kemarin, dibandingkan dengan kenaikan 0.1% dalam Indeks Kospi 200.

Sementara penguatan dalam won dan penurunan harga kapal, telah memacu kerugian pada industri terbesar di kuartal kedua setidaknya sejak 2010. eksportir terbesar di dunia, Tiongkok, telah melaporkan kenaikan lebih besar dari perkiraan dalam pengiriman luar negeri bulan lalu, sementara ukuran tarif pengiriman komoditas melonjak 50% dari rendah tahun ini.

Hyundai Heavy naik 3% di Seoul, menuju kenaikan terbesar sejak November 15, SamsungHeavy naik 2.9%, sementara Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering Co naik 3.1% dan Hanjin Heavy Industries & Construction Co menambahkan 1.4%. Hyundai Mipo Dockyard Co melonjak 5.1% untuk keuntungan teratas di  bursa saham Kospi 200. (FR)

IHSG Dibuka Menguat Terbatas, Aneka Industri Jadi Penopang

AnalisaTrading-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan pagi ini dibuka di zona hijau. Pagi ini (26/8) indeks tercatat dibuka menguat 0,12% ke level 5.191,25. Sebanyak 74 saham menguat, 25 saham melemah, dan sisanya saham stagnan.. Adapun nilai transaksi mencapai Rp 103.7 miliar dengan volume 111.77 juta saham dan intensitas sebanyak 3.386 kali.

Secara sektoral, pada pembukaan pagi hari ini, hampir semua sektor dibuka menguat dipimpin oleh sektor agrikultur dan sektor aneka industri yang masing-masing turun sebesar 0.69 dan 0.55 persen. Saham-saham yang menopang IHSG antara lain LSIP, TARA, RALS, SILO dan TLKM. Sementara saham-saham yang menekan IHSG yakni LPKR, BBRI, SUGI dan INCO.

Diprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak dalam posisi koreksi pada Selasa (25/8/14). IHSG pada pergerakan hari ini diperkirakan akan bergerak di antara support 5140 hingga resistance 5250.

Dari dalam negeri, investor mewaspadai pergerakan melemah menyusul adanya potensi aksi profit taking akibat penguatan tajam pada perdagangan beberapa waktu lalu. Rilis data ekonomi makro pada bulan ini yang dibawah ekspektasi pasar juga menekan sentimen yang sedang terbentuk.

Kepastian tentang pemimpin baru Indonesia telah dipastikan sehingga saat ini investor tinggal menanti bagaimana konsep dan realisasi dari kebijakan ekonomi yang di canangkan pemerintahan terbaru.  Investor tentunya berharap agar kebijakan tersebut dalam lebih meningkatkan iklim investasi yang baik, kuat dan efisien.

Saham-saham yang kiranya menarik untuk dicermati pada perdagangan hari ini antara lain saham PTPP, MAPI, ASII dan WTON. (VN)