Pefindo Beri Peringkat idAA+ Kepada Sarana Multi Infrastruktur

AnalisaTrading-PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat idAA+ kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dan rencana emisi obligasi I/2014 dengan nilai sebesar-besarnya Rp1 triliun.

Dalam keterangan resmi, analis Pefindo menuturkan prospek dari peringkat yang berlaku 24 Maret 2014 hingga 1 Maret 2015 itu adalah stabil.

Peringkat tersebut mencerminkan peran yang sangat penting bagi pemerintah, potensi permintaan yang tinggi untuk pembiayaan infrastruktur, dan tingkat permodalan yang sangat kuat.

Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh terbatasnya jumlah proyek infrastruktur yang siap secara komersial dan profil pembiayaan yang terkonsentrasi.

Sarana Multi Infrastruktur merupakan BUMN yang didirikan untuk menjadi katalis dalam percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia dengan menyediakan sumber pendanaan untuk membiayai proyek infrastruktur dan mempromosikan kerja sama pemerintah-swasta (KPS). (FR)

Hentikan Aksi Buy Back Saham, Pergerakan TBIG Terpantau Konsolidasi

AnalisaTrading-PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), memutuskan untuk menghentikan aksi korporasi yakni membeli kembali sahamnya di pasar karena harga saham sudah mencerminkan fundamental yang ideal. Perseroan telah melakukan buy back 78.705.310 lembar saham

Sebelumnya perseroan menara tersebut memiliki program buy back saham di pasar yang telah disetujui melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada tahun lalu sebesar 5 persen dari jumlah modal yang ditempatkan atau setara 239.800.000 lembar saham.

Untuk aksi korporasi tersebut, anggaran disiapkan sekitar 1,44 triliun rupiah dari kas internal selama 18 bulan. Perseroan pada tahun ini memiliki program memperkuat fundamental dengan mengurangi utang (net debt) menjadi 8,2 triliun rupiah. Penyedia menara ini memiliki utang jatuh tempo tahun ini sekitar 1,8 triliun rupiah tersebut terdiri atas pinjaman dan obligasi.

Tower Bersama merupakan perusahaan menara telekomunikasi independen yang mengelola 10.134 unit menara telekomunikasi yang tersebar di berbagai daerah hingga akhir 2013. Sedangkan jumlah penyewa mencapai 16.577 menara telekomunikasi perseroan. Angka tersebut mencerminkan rasio penyewaan sekitar 1,73 kali.

Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham awal pekan ini, Kamis (8/5/14), saham TBIG dibuka dilevel 6300 dan bergerak dikisaran 6250-6325. Volume awal perdagangan saham TBIG mencapai 713 ribu lot saham.

Melihat indikator teknikal, harga saham TBIG saat ini telah masuk dalam area jenuh beli dan akan terkoreksi. Terpantau indikator MA terus bergerak turun menuju bolinger band tengah. Selain itu indikator stochastic menunjukan harga yang berada pada zona junuh beli mengindikasikan harga akan segera turun ke zona tengah.

Sementara itu indikator ADX bergerak flat ketika  +DI menunjukan bergerak melemah di level 11, hal ini menunjukan penguatan TBIG akan segera berkurang. Diprediksi kenaikkan TBIG akan terkoreksi. Dengan kondisi fundamental dan teknikalnya, maka harga masih akan bergerak konsolidasi di level support Rp 6150 hingga resistance Rp 6571. (VN)

PT Garuda Indonesia Siap Bayar Utang 320 Juta Dollar AS

Analisa Trading-PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) berencana melakukan pembayaran utang senilai total US$320 juta hingga akhir tahun ini.

Direktur Keuangan Garuda menjelaskan pada kuartal I/2014 lalu perseroan telah melakukan pembayaran utang sebesar US$210 juta.

Berarti, tinggal sekitar US$110 juta lagi yang akan dibayar hingga akhir tahun. Itu dibayar rutin setiap bulan.

Pembayaran berasal dari kombinasi antara dana internal dengan pinjaman dari sejumlah perbankan. Selain itu, Garuda juga baru memperoleh dana rights issue sebesar Rp1,48 triliun beberapa waktu lalu.

Pekan lalu, Garuda memperoleh kredit dari Indonesia Eximbank senilai Rp500 miliar. Sebelum itu, Garuda juga meraih pinjaman senilai US$100 juta dari PT Bank Internasional Indonesia Tbk. (BNII) pada 21 Maret 2014, dengan tingkat suku bunga LIBOR 3 bulan + 4% dengan jangka waktu 36 bulan.

Selain itu, Garuda menandatangani perjanjian ketentuan umum (common terms agreement) dan perjanjian fasilitas (facility agreement) dengan total komitmen US$200 juta pada 15 April 2014, yang diperuntukkan memenuhi kebutuhan umum.

Common terms dibuat antara Garuda sebagai debitur dengan Standard Chartered Bank Singapore Branch dan Emirates NBD Capital sebagai joint arranger dan bookrunner, Standard Chartered Bank (Hong Kong) Limited sebagai intercreditor dan facility agent, serta Standard Chartered Bank sebagai security agent.

Pendanaan tahun ini udah clear. Semua kebutuhan, terutama belanja modal, sudah terpenuhi. Belum ada rencana aksi korporasi lain. (FR)

Berencana Jual Citilink, Saham Garuda Masih Belum Bergerak

Analisa Trading-Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., (GIAA) Emirsyah Satar, menyampaikan bahwa perseroan berencana melepas 40 persen saham yang ada di maskapai berbiaya rendah atau low cost carrier (LCC) Citilink. Beliau juga menyampaikan bahwa saat ini ada dua investor airlines yang kredibel yang sudah meminati pembelian saham Garuda Indonesia di Citilink.

Pasalnya, keberadaan Citilink saat ini hanya membebani keuangan Garuda. Seperti kita ketahui bahwa selama ini Citilink terus merugi. Ditambah lagi kondisi keuangan Garuda sendiri tidak terlalu bagus sata ini. Pada kuartal I 2014, Garuda telah mencatatkan kerugian sebesar US$ 163,9 juta atau setara Rp 1,89 triliun. Kerugian perseroan meningkat dari sebelumnya, US$ 33,7 juta, pada kuartal I 2013.

Melihat kondisi tersebut, manajemen Garuda sebagai induk usaha memang harus memikirkan strategi baru guna mendongkrak kinerja keuangan konsolidasi agar menghasilkan return yang maksimal. Belum dapat dipastikan apakah ini merupakan langkah yang baik bagi kedua entitas perusahaan tersebut dengan melihat iklim bisnis dalam negeri yang belum stabil.

Dari lantai bursa hari ini (7/5), terlihat bahwa GIAA dibuka tidak bergerak dari posisi penutupannya yaitu sebesar 460 poin, hingga saat ini terlihat saham GIAA berada di zona negatif dengan jumlah transaksi saham tercatat lebih dari 1.100 lot saham.

Secara teknikal, terlihat bahwa indikator MA 5 masih berada dibawah BB tengah dengan pola mendatar. Indikator lain seperti ADX, juga menunjukkan bahwa garis -DI diatas+DI juga dengan pola melebar, sedangkan RSI masih flat pada level 49%. Level resistence berada pada 474,4  dan level suport pada 451,3 poin. (VN)

Rubel Melemah Gila-gilaan, Ekonomi Rusia Berkontraksi

MOSCOW – Industri manufaktur Rusia mengalami kontraksi selama enam bulan berturut-turut karena terus melemahnya rubel dan mendorong inflasi. Pelemahan terjadi karena ketegangan internasional atas kekerasan di Ukraina semakin mengancam perekonomian dari sanksi oleh Amerika Serikat (AS) dan Eropa.

Manufacturing Purchasing Managers Indeks (PMI) Rusia naik menjadi 48,5 pada April dari 48,3 bulan sebelumnya, dengan komponen utama, termasuk output barang pesanan baru dan lapangan kerja menurun. HSBC Holdings Plc mengatakan dalam sebuah pernyataan, angka itu lebih tinggi dari estimasi median 48.

rusia2“Kabar buruk dari survei PMI Manufacturing April yang dilakukan HSBC, adalah bukti bahwa kontraksi output dan memburuknya kondisi ekonomi. Kabar baiknya adalah tren downside tidak dipercepat,” kata ekonom HSBC, Alexander Morozov, seperti dilansir Bloomberg, Rabu (7/5/2014).

Kebuntuan antara Rusia dengan Amerika Serikat serta Uni Eropa atas krisis di Ukraina, telah memicu aksi jual rubel dan pelarian modal asing, yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi Rusia menjadi lebih lambat.

International Moneter Fund (IMF) mengatakan, negara dengan Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB) sebesar USD2 triliun ini menunjukkan tanda-tanda resesi teknis, setelah ekonominya melambat selama dua kuartal berturut-turut. Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Rusia tahun ini bisa turun di bawah 0,5 persen atau bahkan berhenti.

Hari ini, Rubel menguat 0,1 persen menjadi 35,8250 per USD, setelah melemah sekitar 8,2 persen terhadap dolar AS tahun ini, kinerja terburuk kedua setelah peso Argentina di antara 24 mata uang pasar berkembang. Benchmark Micex Indeks saham 50 turun 1,1 persen, memperpanjang penurunan tahun ini menjadi 14 persen.

HSCBC mencatat, inflasi di Rusia pada April mencapai tingkat tertinggi dalam tiga tahun terakhir dan tekanan tajam pada inflasi, sangat terkait dengan melemahnya nilai tukar rubel. Harga-harga konsumen akan naik 7,3 persen pada April.

“Kami prihatin, karena manufaktur Rusia tampaknya mulai terbiasa menghadapi lingkungan yang berisiko, dan ini menjadi kebiasaan baru,” kata Morozov

Penjualan Melonjak Tajam, Saham SRIL Berpotensi Rally

Analisa Trading-Penjualan PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) pada kuartal I 2014 bertambah 45,0 persen yoy menjadi Rp1.740,73 milyar dari Rp1.200,67 milyar pada kuartal I 2013.

Emiten berkode SRIL itu dalam keterbukaan informasi laporan keuangan kuartalan menjelaskan bahwa penjualan bersih setelah penjualan yang disalinghapuskan dengna pembelian terkait menebal 50,3 persen menjadi Rp1.595,0 milyar dari Rp1.061,91 milyar.

Beban pokok penjualan bersih membengkak 51,3 persen yoy menjadi Rp1.322,45 milyar dan laba kotor bertambah dari Rp187,29 milyar menjadi Rp272,55 milyar. Laba operasi menebal dari Rp140,49 milyar menjadi Rp227,34 milyar dan laba komprehensif tahun berjalan sebesar Rp114,77 milyar atau menebal 86,3 persen yoy dari Rp61,60 milyar.

Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham hari ini (6/5/14), saham SRIL dibuka dilevel 213. Dengan pergerakan dikisaran 182-330. Volume awal perdagangan saham SRIL mencapai 22 juta lot saham.

Melihat indikator teknikal, harga saham SRIL saat ini telah masuk dalam area jenuh jual dan mulai rebound. Dimana indikator MA terus bergerak naik menuju bolinger band atas. Dan candle yang telah menembus BB atas. Selain itu indikator stochastic menunjukan harga yang berada pada zona jenuh jual mengindikasikan harga masih akan berpotensi naik.

Sementara itu indikator ADX bergerak melemah ketika +DI menunjukan bergerak menguat di level 26, hal ini menunjukan penguatan SRIL akan segera berkurang. Diprediksi kenaikkan SRIL akan berlanjut. Dengan kondisi fundamental dan teknikalnya, maka harga masih akan menguat di level support Rp 177 hingga resistance Rp 290. (VN)

Andalkan Segmen Residensial, Pendapatan Bumi Serpong Damai Tumbuh Signifikan

Analisa Trading-Emiten pengembang properti, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membukukan pertumbuhan pendapatan usaha organik kuartal I 2014 sebesar 43 persen menjadi Rp 1,25 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 877,54 miliar.  Tiga bulan pertama 2014 kinerja pertumbuhan organik perseroan tumbuh solid sebesar 43 persen.  Demikian disampaikan  Direktur Bumi Serpong Damai Hermawan Wijaya,  di Jakarta, Senin (5/5).

Menurut Hermawan,  pencapaian tersebut belum memasukan transaksi an-organik senilai Rp 1,20 triliun kepada mitra Perseroan. Tahun lalu, perseroan mendapat tambahan signifikan dari pertumbuhan an-organik yakni pendapatan tanah kepada tiga entitas anak hasil pembentukan usaha patugan (joint venture) dengan mitra strategis seperti Hongkong Land, AEON Mal Jepang dan Dyandra.

Lebih lanjut Hermawan menambahkan,  segmen residensial memberi kontribusi terbesar pendapatan usaha perseroan dengan kontribusi 44 persen terhadap total Pendapatan Usaha yakni Rp 549,36 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 323,59 miliar.  Segmen pendapatan tanah pada kuartal I tahun ini kembali normal dan tercatat sebagai kontributor terbesar kedua untuk pendapatan usaha konsolidasi perseroan yang sebesar 23 persen atau senilai Rp 284,49 miliar turun tipis dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 335,80 miliar.

Untuk diketahui, hingga akhir Maret 2014, pertumbuhan kas dan setara kas sebesar Rp 4,37 triliun. Posisi kas dan setara kas yang dimiliki perseroan menjadi modal utama untuk melakukan pengembangan dan akuisisi-akuisisi bisnis yang menarik tanpa menambah beban utang.  Pertumbuhan kinerja yang solid itu juga membuat laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp489 miliar dan jumlah aset tumbuh menjadi Rp 23,58 triliun atau setara 4,45 persen year on year.

Hingga kuartal pertama, perseroan memiliki lahan yang siap dikembangkan seluas 4.082 ha senilai Rp 7,4 triliun baik itu di BSD City maupun di Entitas Anak lain.  Besarnya land bank dan posisi kas yang cukup menjadi bekal bagi perseroan untuk terus menciptakan value creation sebagai pengembang terkemuka di Asia Tenggara. (FR)

Pasar Bersikap Hati-Hati, Wall Street Berakhir Naik Tipis

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK — Saham-saham di Wall Street berakhir sedikit lebih tinggi pada Senin (5/5) atau Selasa (6/5) pagi WIB, setelah berjuang untuk keluar dari kolom kerugian, mengabaikan data industrial mengecewakan dari Cina dan meningkatnya kekerasan di Ukraina.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 17,66 poin (0,11 persen) menjadi 16.530,55. Indeks berbasis luas S&P 500 bertambah 3,52 poin (0,19 persen) menjadi berakhir di 1.884,66, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq naik 14,16 poin (0,34 persen) menjadi 4.138,06.

wallstreet 3
Gambaran pertumbuhan Cina memburuk setelah HSBC melaporkan kontraksi bulanan keempat berturut-turut dalam indeks aktivitas sektor manufaktur, membawa indeks ke tingkat terendah dalam delapan bulan terakhir. Sementara di Ukraina pertempuran antara pasukan pemerintah dan separatis pro-Moskow kian meningkat, dengan militer Ukraina menderita korban berat dan Rusia memperingatkan kekerasan tersebut menempatkan perdamaian di Eropa dalam bahaya.

Saham Boeing naik 1,6 persen dan Apple naik 1,4 persen memimpin para pencetak keuntungan di antara perusahaan terbesar, sementara Pfizer turun 2,6 persen karena beberapa sinyal mengecewakan dalam hasil kuartalan dan petunjuk kemungkinan diperlukan tekanan untuk membeli AstraZeneca Inggris kepada para pemegang saham.

Saham raksasa ritel Target kehilangan 3,5 persen setelah perusahaan mengumumkan bahwa kepala eksekutif Gregg Steinhafel mengundurkan diri setelah pencurian besar-besaran data pelanggan oleh peretas (hacker). Steinhafel yang menjabat sebagai kepala eksekutif sejak 2008, akan digantikan sementara oleh kepala keuangan John Mulligan sementara perusahaan mencari seorang CEO dan ketua permanen.

Penurunan juga dialami saham General Motors sebesar 0,6 persen setelah pabrikan otomotif tersebut mengumumkan penarikan beberapa kendaraan SUV (sport utility vehicles) selama akhir pekan karena potensi kebocoran bahan bakar diesel yang bisa menyebabkan kebakaran.

OJK MENDORONG PEMDA MENERBITKAN OBLIGASI

 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong pemerintah daerah (pemda) untuk bisa dan berani mengambil keputusan melakukan penerbitan obligasi. Sebab, peraturan mengenai penerbitan obligasi bagi pemda sudah mempunyai dasar hukum, yakni Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 111/PMK.07/2012 Tahun 2012 tentang Tata Cara Penerbitan dan Pertanggungjawaban Obligasi Daerah.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida mengatakan bahwa hingga sekarang belum ada pemda yang akan menerbitkan obligasi.

“Peraturannya sudah lama. Secara resmi belum ada, tetapi sudah ada yang mulai bicara dan menjajaki untuk menerbitkan obligasi daerah,” katanya saat ditemui dalam acara OJK Dialog Series II di Pullman Hotel, Jakarta.

Lebih jauh, Nurhaida mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih ada beberapa isu yang menggantung untuk diselesaikan. Di antaranya, penentuan profesional yang akan mengisi prospektus. Selain itu, ada ketentuan dari sisi auditor dan kewajiban sebagai anggota di pasar modal.

“Ada beberapa hal atau isu yang masih menggantung yang belum terselesaikan dalam artian ada ketentuan tentang, misalnya, profesional yang mengisi prospektus. Kemudian, bisa dari sisi auditor, dari sisi profesional pasar modal lainnya. Nah, ini sebetulnya hal yang perlu dibahas lebih lanjut kemudian dicari solusinya. Karena pada dasarnya UU tentang obligasi daerah sudah ada. Jadi, pada dasarnya kita ingin mulai atau ada pencetak pertama obligasi daerah. Nah, ini sedang kita bahas terhadap penerbitan obligasi daerah,” jelasnya.

bursa

Penggunaan obligasi, jelas Nurhaida, sangat baik untuk menjadi salah satu metode pembiayaan proyek daerah. Ia mencontohkan pemda bisa mengeluarkan obligasi untuk pembiayaan infrastruktur seperti pembangunan jalan tol. Pasalnya, keuntungan dari penerbitan obligasi ini bisa digunakan untuk pembayaran bunga maupun pembayaran obligasi pada saat jatuh tempo.

“Jadi, pada dasarnya, kalau ada proyek yang visible bisa didanai oleh obligasi daerah karena nanti diharapkan return dari proyek tersebut akan digunakan untuk pembayaran kupon atau pembayaran obligasi pada saat jatuh tempo. Hanya memang betul bahwa pada saat terjadi default itu memang jatuhnya harus ke APBD atau dalam hal ini mungkin ke APBN,” pungkasnya.

Obligasi daerah sendiri merupakan hal yang menjadi perhatian OJK karena selama ini tidak ada produk dari obligasi yang dikeluarkan Pemda. Padahal, dana ini dapat digunakan untuk infrastruktur pembangunan desa.

“Karena itu, kami fokus memperbaiki infrastruktur keuangan dan cara yang kami lakukan adalah dengan memperbaiki kemudahan dan memberikan sosialisasi mengenai manfaat instrumen keuangan tersebut bagi pembangunan daerah,” sambung Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Rahmat Waluyanto dalam kesempatan yang sama.

KETIDAKPASTIAN POLITIK MENURUNKAN NILAI RATA-RATA TRANSAKSI SAHAM

Pengamat pasar modal Indonesia Budi Hikmat menilai bahwa rata-rata transaksi saham harian di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang cenderung menurun dikarenakan ketidakpastian politik di dalam negeri.

“Nilai transaksi turun diakibatkan ketidakpastian politik. Sekarang ada euforia politik dan investor menunggu,” ujar Budi Hikmat yang juga Direktur PT Bahana TCW Investment di Jakarta

bursaDalam data perdagangan saham BEI, rata-tata transaksi saham harian sepanjang tahun ini sekitar Rp6,152 triliun, sementara pada 2013 sebesar Rp6,53 triliun.

Kendati demikian, Budi Hikmat meyakini bahwa pelaksanaan Pemilu Presiden akan berjalan aman sehingga Indonesia hanya perlu memperbaiki kinerja ekonomi makro.

“Neraca transaksi berjalan kita masih defisit, artinya kita kurang kreatif,” ucapnya.

Ia mengharapkan bahwa fluktuasi nilai tukar rupiah tetap stabil, karena kondisi itu dapat mempengaruhi psikologis investor global terhadap Indonesia.

Apalagi, lanjut dia, menjelang diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Indonesia harus memperbaiki kinerja neraca keuangan, termasuk volatilitas nilai tukar.

“Sekarang Bursa yang lebih baik di ASEAN itu Filipina karena mata uangnya menguat. Sementara rupiah masih cenderung melemah. Kenapa? karena banyak permasalahan yang belum bisa diurai. Kurs kita menakutkan bagi investor global,” katanya.

Budi Hikmat juga mengatakan bahwa untuk melihat pergerakan saham beberapa hal yang perlu diperhatikan yakni likuiditas, laba emiten, valuasi yang mengacu kepada perbandingan antara harga dan nilai saham, suku bunga, dan sentimen.

Sementara itu, Wakil Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Rahmat Waluyanto mengatakan bahwa imbal hasil pasar modal domestik cukup menjanjikan bagi investor global seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Ia menambahkan bahwa OJK bersama dengan institusi terkait akan terus berupaya mendorong pertumbuhan investor domestik agar proporsinya seimbang.

“Saat ini sekitar 60 persen investor di pasar saham domestik merupakan asing. Sementara itu, di pasar obligasi negara tercatat 33 persen, tapi kita juga tetap memberlakukan kebijakan ‘market friendly’ kepada pihak asing,” katanya