Jelang Sore, Minyak Cendrung Stagnan

minyak

Analisatrading – Harga minyak mentah hampir tidak bergerak di perdagangan Asia pada sesi Selasa, dengan perdagangan yang diharapkan sebagian dalam keadaan tenang menjelang liburan Tahun Baru. Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Februari diperdagangkan pada level $ 36,88 per barel, naik $ 0,07 pada sesi elektronik Globex. Februari Brent di bursa ICE Futures London menambahkan $ 0,04 ke level $ 36,66 per barel. Semalam, baik Nymex dan Brent turun lebih dari 3% setelah produksi industri Jepang turun untuk pertama kalinya dalam tiga bulan pada bulan November sebesar 1%, memicu kekhawatiran permintaan minyak mentah memudarnya di wilayah tersebut.

Harga Karet Tocom Terus Tertekan Penurunan Harga Minyak Mentah

karet-tocom

Analisatrading – Harga karet alami berjangka Tocom pada perdagangan Selasa siang (29/12) terpantau turun. Penurunan harga karet Tocom terjadi karena melemahnya kembali harga minyak mentah dunia di perdagangan Asia pagi ini.

Harga minyak mentah WTI ditutup anjlok 3,39 persen, pada 36,81 dollar per barel. pada penutupan perdagangan Selasa dinihari tadi, tertekan oleh konsumsi minyak mentah Jepang yang lemah dan kekhawatiran baru tentang kelebihan pasokan (VN)

Harga Kopi Arabica Menjadi Murah Dengan Peningkatan Produksi

kopi

Analisatrading – Harga kopi arabica berjangka di bursa komoditas ICE Futures New York pada penutupan perdagangan Selasa dini hari (29/12) ditutup turun. Harga kopi menjadi lebih murah dengan adanya peningkatan produksi di negara-negara produsen.

Dengan berlangsungnya musim hujan cukup mendorong produksi tanaman kopi di Brazil, sebagai negara produsen dan eksportir terbesar di dunia. (VN)

anjungan minyak

Analisa Trading – Harga minyak turun pada Jumat siang dikarenakan para investor fokus ke dirilisnya laporan pekerjaan AS yang diperkirakan akan berpengaruh atas keputusan Federal Reserve dalam menaikkan suku bunga AS.

Minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober turun 58 sen ke $ 50,10 per barel setelah mengakhiri sesi sebelumnya 18 sen lebih tinggi. Brent naik setinggi $ 50,87 per barel pada awal sesi Jumat.

Minyak mentah AS untuk pengiriman Oktober, yang juga dikenal sebagai West Texas Intermediate, turun 66 sen ke $ 46,09 per barel. Minyak ditutup naik 50 sen pada sesi Kamis.

Pembuat kebijakan AS cenderung menggunakan data pekerjaan bulan Agustus yang akan dirilis nanti, sebagai bagian dari penilaian mereka apakah akan menaikkan suku bunga tahun ini pada pertemuan berikutnya tanggal 16-17 September atau tidak.

Para investor juga mengawasi data rig minyak AS untuk petunjuk seberapa besar pasokan sekarang. Setiap penurunan angka rig bisa meningkatkan prospek harga minyak. (FC)

cpo

Harga CPO di bursa komoditas Malaysia pada perdagangan hari ini tampak mengalami peningkatan yang terbatas (4/9). Harga CPO di bursa Malaysia untuk kontrak paling aktif kemarin berhasil mengalami kenaikan yang mantap didorong oleh pelemahan nilai tukar ringgit terhadap dollar AS.

Melemahnya ringgit membuat harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi relatif lebih murah bagi para pembeli luar negeri. Dampaknya permintaan terhadap komoditas tersebut meningkat.

Hari ini harga CPO masih memperoleh dorongan menguat meskipun agak tertahan. Di awal perdagangan bahkan harga CPO sempat merosot akibat aksi ambil untung. Akan tetapi ringgit yang kembali melemah akibat kenaikan dollar AS memberikan dukungan yang positif bagi pergerakan harga CPO Jumat ini.

Hari ini harga komoditas CPO berjangka paling aktif yaitu kontrak Oktober terpantau naik tipis saja. Harga komoditas ini meningkat sebesar 3 ringgit atau setara dengan 0,15 persen. Harga komoditas ini diperdagangkan pada posisi 2.035 ringgit per ton.

Analyst memperkirakan bahwa pergerakan harga CPO berjangka pada perdagangan hari ini berpotensi untuk kembali menapaki teritori negatif. Kekhawatiran mengenai kemungkinan penurunan permintaan dan data ekspor yang lemah dari Malaysia membuka pintu untuk harga kembali melemah.

Harga CPO berjangka kontrak Juli di bursa komoditas Malaysia berpotensi mengetes level support pada posisi 2.000 ringgit dan 1.970 ringgit. Sedangkan level resistance yang akan dites jika terjadi rebound ada pada posisi 2.060 ringgit dan 2.100 ringgit.

 

Happy Trading!

timah

Pada perdagangan di bursa komoditas Kuala Lumpur Tin Market siang ini harga timah tampak masih melanjutkan pergerakan menguatnya (2/9). Harga logam industri ini melejit kencang selama empat sesi belakangan didukung oleh aksi bargain hunting setelah pada akhir bulan Agustus lalu sempat melempem hingga ke bawah level 14.000 dollar per ton.

Untuk jangka panjang harga timah masih rentan terhadap penurunan lanjutan akibat kekhawatiran turunnya permintaan dari Tiongkok. Pada perdagangan bulan Agustus lalu harga timah di bursa komoditas Malaysia (KLTM) sempat terpukul hingga mencapai ke level 13.700 dollar per ton.

Pelemahan yang signifikan tersebut mendorong terjadinya aksi bargain hunting. Terlebih lagi di bursa LME juga harga timah berjangka terpantau sempat mengalami rally meskipun di akhir perdagangan malam tadi harga timah di pasar komoditas tersebut berakhir dengan membukukan penurunan.

Harga timah di bursa komoditas Malaysia terpantau mengalami penguatan lanjutan siang ini. Harga logam industri ini diperdagangkan pada posisi 15.200 dollar per ton, menguat sebesar 100 dollar atau setara dengan 0,66 persen.

Di akhir perdagangan LME dini hari tadi harga timah berjangka untuk kontrak 3 bulan ke depan justru bergerak melemah. Harga komoditas ditutup turun sebesar 25 dollar atau 0,16 persen dan berakhir di posisi 15.200  dollar per ton.

Analyst memperkirakan bahwa pergerakan harga timah Malaysia pada perdagangan selanjutnya akan menghadapi level support kuat di posisi 14.900 dollar dan 14.600 dollar. Akan tetapi jika terjadi peningkatan lanjutan harga tembaga akan menghadapi level resistance di 15.500 dollar dan 15.800 dollar (VN)

Harga Karet Tocom Terjerat Sentimen Negatif

karet

AnalisaTrading – Harga karet alami berjangka di akhir perdagangan bursa Tocom siang ini terpantau membukukan penurunan yang signifikan (12/8). Harga karet alami Tocom kembali terpukul melemah akibat penurunan harga minyak mentah yang makin mengkhawatirkan.

Harga karet alami berjangka Tocom mengalami penurunan sejak awal perdagangan pagi tadi. Pergerakan harga minyak mentah hari ini memang mulai rebound tetapi masih belum menjauh dari level terendah dalam 6 tahun belakangan yang terjadi pada perdagangan kemarin.

Sementara itu kenaikan nilai tukar yen juga menjadi penyebab penurunan harga karet alami Tocom. Hari ini yen Jepang menguat dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya sehingga harga karet dalam yen bagi pembeli luar negeri menjadi relatif lebih mahal bagi pembeli luar negeri.

Pada perdagangan hari ini harga karet alami berjangka ditutup di teritori negatif. Harga karet berjangka untuk kontrak paling aktif di bursa komoditas Tokyo yaitu  kontrak bulan Januari 2016 berakhir dengan membukukan penurunan sebesar 1,9 yen atau setara dengan 0,97 persen menjadi 194,1 yen per kilogram.

Analyst  memperkirakan bahwa pergerakan harga karet berjangka di Tocom pada perdagangan selanjutnya akan kembali dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar yen Jepang dan harga minyak mentah. Kedua indikator tersebut merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap pergerakan harga karet alami Tocom.

Harga komoditas karet berjangka di bursa Tocom akan mengetes level support di 190,00 yen dan 187,00 yen. Harga akan menemui resistance pada level 200,00 dan 205,00 yen. (VN)

Imbas Devaluasi Terhadap Harga Komoditas

oiloffshore3

China adalah konsumen terbesar  untuk komoditas dunia , terutama untuk komoditas  logam. Jadi keputusan mengejutkan negara panda untuk mendevaluasi yuan sekitar 1,9% terhadap dolar AS mengirimkan gelombang kejutan ke pasar komoditas pada sesi perdagangan Selasa dan Rabu.

Analis di Macquarie menawarkan sebuah penjelasan ringkas untuk apa yang terjadi. Menurut mereka, “Asumsikan bahwa harga logam dalam dolar AS adalah konstan, maka penurunan yuan terhadap dolar meningkatkan harga yuan terhadap logam itu. Ini akan  mendorong produsen Tiongkok  untuk memproduksi lebih banyak logam untuk konsumen Tiongkok yang kekuarangan pasokan dalam negeri. Jika produksi itu ditujukan juga untuk ekspor ke luar negeri, maka  ini akan menurunkan ‘harga  komoditas dunia karena akan menambah keberlimpahan pasokan.

Bagi investor yang  merindukan harga terendah komoditas, maka keputusan Tiongkok ini akan disambut dengan suka cita. Namun demikian, di luar efek mata uang, keputusan tersebut akan menimbulkan kekhawatiran atas keadaan ekonomi Tiongkok dan potensi permintaan komoditas untuk  masa mendatang. Minyak mentah mengambil terkapar pada sesi hari Selasa, mengirim West Texas Intermediate ke  harga penutupan terendah sejak Maret 2009.

Langkah ini menimbulkan kekhawatiran “bahwa perlambatan di Tiongkok  akan membuat pemerintah Tiongkok panik,” kata Phil Flynn, analis pasar senior di Price Futures Group.  Flynn melanjutkan, “Sementara harapan hanya akan muncul dari sisi ekspor karena godaan penguatan dollar. Hal ini diperkirakan kaan dilakukan banyak produsen untuk menutupi keuntungan yang semakin tipis.”

Langkah devaluasi ini juga dilihat sebagai langkah negatif  untuk logam industri, termasuk tembaga yang ditutup pada level terendah sejak Juli 2009. Mata uang yang lebih lemah akan membuat  impor juga menjadi lebih lemah, terutama untuk tembaga dan bijih besi, kata Jessica Fung, analis di BMO Nesbitt Burns, dalam sebuah catatan.

“Dari perspektif siklus komoditas, ini  akan mengenai  dua komoditas dimana telah terjadi  overalokasi modal  dan sekarang malah kelebihan pasokan” katanya. “Pada akhirnya, bagaimanapun, semua logam industri beresiko, termasuk  komoditas palladium, nikel, dan seng.” Di sisi lain, mata uang lemah berarti ekspor lebih kuat, yang berarti pengiriman baja  dan aluminium Tiongkok cenderung terus tumbuh dan ikut memenuhi pasokan dunia yang sudah berlimpah.

Disisi lain, logam kuning atau emas berhasil sedikit menghindar setelah devaluasi karena terpantau naik sedikit pada Selasa kemaren. Analis mengatakan prospek devaluasi lebih lanjut mungkin sudah cukup untuk memacu beberapa pembelian oleh investor Tiongkok dan para pengguna di tengah kekhawatiran bahwa logam akan mengikuti harga lokal. Aksi beli Safe  Haven dalam menghadapi gejolak keuangan boleh jadi adalah salah satu faktor pendukung mengapa harga emas cukup kokoh, kata para analis.

Minyak Rebound

AnalisaTrading-Harga minyak terpantau mengalami kenaikan di akhir pekan, Jumat (30/1) ditopang dari dari spekulator yang berharap dari rekor tertinggi saham minyak AS.

Minyak WTI diperdagangkan ke level $44.64 per barel, naik 19 sen dari hit rendah enam tahun di rabu kemarin, sementara minyak Brent naik 53 sen ke level $49 per barel.

Kontrak berjangka dalam perdagangan tersebut didorong oleh data klaim pengangguran AS yang menurun ke tingkat terendah hampir 15 tahun. Investor melihat bahwa pemulihan ekonomi AS agar minyak akan naik.

Sementara dari Energi Informasi Administrasi (EIA) menunjukkan bahwa saham mentah domestik telah bangkit hampir 9 juta barel ke hampir 407 juta, para analis melihat stok membangun produksi AS telah menunjukkan tanda-tanda perlambatan, dan ketika penyuling memasuki siklus musiman, pemanfaatan suku bunga akan jatuh. (FR)

Harga Kedelai Meningkat

AnalisaTrading-Perdagangan komoditas kedelai pada sesi Jumat (30/1) mengalami peningkatan harga.

Perdagangan kedelai dibuka pada posisi 968. Komoditas kedelai terpantau sempat mencapai titik tertinggi pada angka 972 dan sempat jatuh ke titik terendah di angka 967 pada grafik perdagangan Jumat.

Komoditas kedelai mengalami peningkatan harga sebanyak 1,25 poin atau sebesar 0,13%. Pada pukul 11:00 WIB, titik grafik perdagangan kedelai berada pada titik 969,50. (FR)