PEMERINTAH TAWARKAN OBLIGASI RITEL TABUNGAN 2 – 22 MEI

Pemerintah untuk pertama kalinya akan menerbitkan obligasi ritel tabungan atau “saving bond ritel” seri SBR001 pada 30 Mei 2014 dengan masa penawaran kepada masyarakat pada 2 hingga 22 Mei 2014.

Keterangan tertulis Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan di Jakarta, Selasa (29/4/2014), menyebutkan obligasi negara ritel tersebut akan jatuh tempo 20 Mei 2016. Jenis kupon yang digunakan adalah mengambang dengan tingkat kupon minimal.

Pemerintah menetapkan minimum pemesanan sebesar Rp5 juta dan maksimum pemesanan Rp5 miliar serta tanggal penjatahan pada 26 Mei 2014.

ori

Tingkat kupon untuk periode tiga bulan pertama (tanggal 31 Mei 2014 sampai dengan tanggal 20 Agustus 2014) adalah sebesar 8,75 persen, berasal dari Tingkat Bunga Penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada saat penetapan sebesar 7,50 persen ditambah “spread 125 basis poin (bps).

Tingkat Kupon berikutnya akan disesuaikan setiap tiga bulan pada Tanggal Penyesuaian Kupon sampai dengan Jatuh Tempo.

Penyesuaian Tingkat Kupon didasarkan pada Tingkat Bunga Penjaminan LPS ditambah 125 bps. Tingkat Bunga Penjaminan LPS mengacu pada Tingkat Bunga Penjaminan Simpanan untuk Bank Umum yang berlaku pada Tanggal Penyesuaian Kupon. Tingkat Kupon Minimal (floor) ditetapkan sebesar 8,75 persen.

Pembayaran kupon akan dilakukan tanggal 20 setiap bulannya dan pembayaran kupon pertama kali pada 20 Juni 2014.

Tujuan penerbitan SBR001 adalah untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN 2014 dan mengembangkan pasar Surat Utang Negara domestik melalui diversifikasi instrumen sumber pembiayaan dan perluasan basis investor.

Investor individu Warga Negara Indonesia merupakan sumber pembiayaan pembangunan yang sangat potensial untuk dikelola guna mengurangi peran utang luar negeri secara bertahap dalam pembiayaan APBN.

Melalui SBR001, Warga Negara Indonesia diberi kesempatan untuk berperan dalam pembiayaan pembangunan sekaligus memperoleh pendapatan melalui kegiatan investasi pada instrumen yang aman.

Untuk memenuhi target penjualan dengan distribusi yang merata di seluruh Indonesia, Agen Penjual dalam rangka penjualan Obligasi Negara untuk investor ritel di pasar perdana domestik tahun anggaran 2014 akan mengadakan kegiatan marketing ke 17 kota di seluruh Indonesia pada masa penawaran.

Masyarakat yang berminat membeli SBR001 dapat menghubungi 21 Agen Penjual yang telah ditunjuk pemerintah

Bursa Sydney Anjlok Tertekan Sektor Keuangan dan Pertambangan

Analisa Trading-Kabar dari negeri kangguru terpantau perdagangan bursa saham Australia hari ini ditutup anjlok ditengah perdagangan di bursa kawasan Asia yang sedikit berkurang volumenya dikarenakan liburnya bursa saham Jepang untuk merayakan Hari Showa. Investor juga masih fokus pada sentimen akan rilis data pertumbuhan ekonomi di kawasan Inggris.

Hari ini (29/4/2014) indeks benchmark di bursa Sydney ditutup melemah. Indeks S&P ASX 200 tersebut membukukan pelemahan sebesar 50.8 poin ke posisi  5485.3.  Sementara indeks All Ordinaries turun 50.3 poin menjadi 5465.8.

Pelemahan bursa sydney pada perdagangan hari ini diikuti oleh saham-saham sektor pertambangan dan sektor keuangan yang terpantau melemah.

Di sektor pertambangan BHP Billiton turun 0.69 persen menjadi $37.61, sementara pesainganya Rio Tinto juga turun 1.22 persen menjadi $61.30. Sedangkan, Fortescue Metals turun 2.34 persen menjadi $5.00 dan Newcrest terpantau melemah 3.07 persen menjadi $10.41.

Di sektor keuangan, pelemahan dipimpin oleh emiten perbankan dimana, ANZ ditutup turun 0.97 persen menjadi $34.60 dan Commonwealth Bank melemah 0.64 persen menjadi $78.94. Disusul National Australia Bank yang melemah 1.33 persen menjadi $35.51, sementara Westpac anjlok 1.31 persen menjadi $35.39.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memproyeksikan bahwa indeks benchmark di bursa Australia pada perdagangan keesokan hari cenderung mengalami pergerakan yang menguat terbatas. Indeks ASX 200 tersebut diperkirakan akan bergerak pada kisaran 5500 – 5550 poin. (VN)

Hang Seng Naik, Terancam Koreksi

Analisa Trading- Perdagangan saham di bursa Hong Kong hari Selasa(29/4), index utama telah dibuka dan diperdagangkan lebih tinggi. Berlangsungnya perdagangan di sesi Asia, index Hang Seng naik 0.2% di level 22.172.08, sedangkan untuk index Shanghai Composite diperdagangkan “flat” di level 2.003.37. (FR)

Bursa Jepang Akhiri Perdagangan di 2 Minggu Terendah Akibat Menguatnya Yen

Analisa Trading-Bursa saham Jepang mengakhiri perdagangannya Senin siang ini di teritori negatif (28/4). Bursa saham ditutup anjlok hingga ke level paling rendah dalam dua minggu belakangan. Menguatnya nilai tukar yen membayangi data ekonomi yang positif.

Saham-saham pengecer tampak mengalami penurunan meskipun data pertumbuhan penjualan eceran bulan Maret berada di angka tertinggi sejak tahun 1997. Saham Fast Retailing mengalami penurunan sebesar 2 persen. Takashimaya tampak mengalami pelemahan sebesar 0.7 persen.

Japan Display mengalami penurunan luar biasa tajam sebesar 16 persen setelah perusahaan memotong proyeksi keuntungan operasionalnya sebesar nyaris 11 persen.

Saham Honda Motor pada akhir perdagangan hari ini ditutup anjlok 4.5 persen meskipun perusahaan melaporkan kenaikan penghasilan tahunan sebesar 56 persen.

Indeks spot Nikkei terpantau ditutup mundur sebesar 141.03 poin atau 0.98 persen di posisi 14288.23 poin. Indeks berjangka Nikkei berada di level 14300, stagnan dibandingkan dengan penutupan perdagangan akhir pekan lalu. Pada perdagangan hari ini indeks berjangka Nikkei telah mengalami pergerakan pada kisaran 14225 – 14350 poin.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan bursa saham Jepang pada sesi perdagangan selanjutnya akan cenderung mengikuti arahan dari bursa saham Eropa dan Wall Street. Pada perdagangan nanti malam bursa Wall Street akan menantikan arahan dari rilis data pending homes sales Amerika Serikat. (VN)

Nikkei Ditutup Lebih Rendah 1% di Level 14.288.23

Analisa Trading-Perdagangan bursa saham di bursa Jepang hari Senin(28/4), index utama telah berakhir lebih rendah paska dirilisnya data penjualan ritel Jepang yang mengalami penurunan ketika mata uang yen tengah melemah terhadap dolar AS.

Jelang perdagangan di sesi Eropa, index Nikkei telah ditutup lebih rendah 1% di level 14.288.23, sedangkan pada index Topix telah ditutup lebih rendah 0.8% di level 1.160.74.

Mata uang Jepang pada siang ini tengah terpantau melemah terhadap dolar AS, dengan pasangan USD/JPY menguat 0.05% di level 102.24.

Sementara itu, sebuah laporan resmi yang dirilis oleh Kementerian Ekonomi Perdagangan dan Industri Jepang melaporkan bahwa penjualan ritel telah naik pada tingkat tahunan sebesar 11.0%, dari 3.6% di bulan Februari. (FR)

Bursa Hong Kong Makin Terpuruk, Hang Seng Sesi I Ditutup Mundur 300 Poin

Analisa Trading-Pada akhir sesi perdagangan sesi pertama di bursa Hong Kong siang ini terjadi penurunan yang cukup tajam (25/4). Bursa saham Hong Kong terpuruk dan mengarah untuk mengalami penurunan mingguan untuk dua minggu berturut-turut. Para investor masih menantikan rilis laporan keuangan dari perusahaan-perusahaan di bursa hari ini.

Para investor di bursa Hong Kong juga khawatir dengan rilis data PMI manufaktur yang akan diumumkan akhir minggu mendatang. Data Flash Manufacturing PMI dari HSBC kemarin menunjukkan bahwa manufaktur di Tiongkok masih berada dalam kondisi kontraksi.

Indeks spot hang seng di sesi pertama membukukan penurunan yang cukup tajam sebesar 308.00 poin atau 1.37 persen hari ini dan berada pada posisi 22254.80 poin. Indeks spot ini mengarah untuk membukukan penurunan lebih dari 1 persen dibandingkan penutupan perdagangan Jumat pekan lalu.

Sementara itu indeks berjangka hang seng juga tampak anjlok tajam. Indeks berakhir pada posisi 22214 poin siang ini, membukukan penurunan 336 poin dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangannya kemarin.

Saham-saham lapis biru terpantau bergerak negatif pada sesi perdagangan hari ini. CLP Holdings mengalami penurunan sebesar 1.35 hkd menjadi 60.35 hkd. HSBC Holdings melemah sebesar 0.95 hkd ke level 78.95 hkd. Power Assets mengalami penurunan 1.75 hkd ke level 66.00 hkd. Hang Seng Bank membukukan pelemahan sebesar 1.30 hkd menjadi 123.70 hkd.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan indeks berjangka di bursa Hong Kong pada sesi perdagangan hari ini akan cenderung melanjutkan penurunannya. Di akhir minggu para investor cenderung akan melakukan aksi ambil untung. Untuk sesi kedua perdagangan siang ini indeks hang seng berjangka akan mengalami pergerakan pada kisaran 22100 – 22300 poin.(VN)

Bursa Asia Sebagian Turun Di Tengah Meningkatnya Ketegangan Di Ukraina

Analisa Trading-Bursa saham Asia sebagian besar diperdagangkan turun pada hari Jumat di tengah kekhawatiran meningkatnya ketegangan di Ukraina, sementara itu bursa saham Jepang bergerak naik.

Indeks Hang Seng diperdagangkan turun 0,7% dan indeks KOSPI turun 0,6% setelah ketegangan di Ukraina kembali terjadi. Indeks Shanghai Composite turun 0,17%, sementara pasar Australia ditutup untuk libur publik. Indeks Nikkei 225 naik 0,63%.

Saham Japan Tobacco Inc naik 1,3% setelah perusahaan melaporkan bahwa pendapatannya meningkat sebesar 21,1% pada bulan Januari hingga di bulan Maret, yang membantu mengimbangi penurunan pajak perusahaan.

Pasukan militer Ukraina menewaskan lima separatis sebelumnya, sementara Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan Kiev melawan serangannya terhadap para pemberontak, memicu kekhawatiran AS akan menjatuhkan sanksi di Moskow.

Semalam, dolar diperdagangkan melemah terhadap sebagian besar mata uang utama setelah ketegangan antara Rusia dan Ukraina berkobar lagi , mendorong investor untuk menghindari greenback di tengah kekhawatiran AS mungkin terseret lebih dalam konflik tersebut.

Departemen Perdagangan AS sebelumnya melaporkan bahwa pesanan untuk barang tahan lama naik 2,6% pada bulan Maret, mengalahkan ekspektasi untuk kenaikan 2%. Inti pesanan barang tahan lama, yang mengecualikan item transportasi volatile, naik 2% pada bulan lalu, jauh melampaui perkiraan untuk kenaikan 0,6%.

Secara terpisah, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan jumlah orang yang mengajukan klaim pengangguran pada bulan April naik 24.000 menjadi 329.000. Para analis telah memperkirakan kenaikan dari 5.000. (FR)

Pelemahan Rupiah karena Kebutuhan Dolar AS Melonjak

AnalisaTrading – Pemerintah melihat pelemahan rupiah ke kisaran Rp11.600 per dolar Amerika Serikat terjadi karena kebutuhan mata uang Negeri Paman Sam yang meningkat memasuki kuartal II/2014.

Menteri Keuangan M. Chatib Basri mengatakan lonjakan kebutuhan dolar AS biasa terjadi jelang tengah tahun, berkaitan dengan kebutuhan untuk repatriasi laba perusahaan penanaman modal asing (PMA), impor dan pembayaran utang jatuh tempo.

Rupiah pun menurutnya tak sendirian. Mata uang regional mengalami nasib yang sama, seperti ringgit dan rupee. Dia meyakini pelemahan hanya temporer.

“Tidak apa-apa karena fundamentalnya relatif oke. Saya baru cek, ya belum tentu benar, tapi forecast kami, neraca perdagangan (Maret) kelihatannya bisa surplus. Inflasi (April) juga terkendali, bahkan bisa deflasi,” katanya, Kamis (24/4/2014).

Rupiah tertekan sejak pekan lalu. Hingga Rabu (23/4/2014) rupiah berada di posisi Rp11.630 per dolar AS atau terdepresiasi 2,4% sejak awal bulan (month to date), menurut Bloomberg Dollar Index.

Adapun hingga pukul 13.00 hari ini, rupiah diperdagangkan Rp11.606 per dolar AS, menguat 0,2% dari penutupan hari sebelumnya.

 

Happy Trading!