Pound Sedikit Menguat Pasca Data Pengangguran Inggris, Euro Flat Pasca Inflasi Zona Euro

Analisa Trading – Poundsterling memangkas pelemahannya terhadap Dolar AS pada Rabu (17/12) sore ini setelah berbagai laporan data ekonomi dirilis oleh Inggris. Di antaranya adalah klaim pengangguran Inggris yang jatuh melebihi antisipasi pada untuk bulan November lalu, sedangkan tingkat pengangguran masih tidak mengalami perubahan dalam waktu tiga bulan hingga Oktober.

euro_dan_sterling
GBP/USD tertarik menjauh dari 1.5678 di level rendah, dan mencapai 1.5720 selama sesi perdagangan Eropa hari ini, masih menurun sebanyak 0.19 persen.

Badan Statistik Inggris (ONS) melaporkan bahwa tingkat pengangguran masih stabil di kisaran 6.0 persen dalam tiga bulan hingga Oktober, dibandingkan ekspektasi penurunan hingga 5.9 persen. Jumlah orang mengajukan tunjangan pengangguran menurun sebanyak 26,900 bulan lalu, lebih banyak dibandingkan ekspektasi penurunan 21,200. Angka pada bulan Oktober tersebut direvisi menurun menjadi 25,100, dari sebelumnya, yakni penurunan hingga 20,400.

Laporan lain dari Inggris pada sore hari adalah notulensi BOE yang masih mempertahankan kebijakan moneter suku bunga rendahnya di 0.5 persen. Suara hawkish pun masih datang dari anggota yang sama, yakni Ian McCafferty dan Martin Weale.

Inflasi Zona Euro

EUR/GBP mengalami kemerosotan hingga 0.23 persen ke posisi 0.7926 sore ini. Hari ini, inflasi Zona Euro dalam basis tahunan dilaporkan tidak berubah dari tahun lalu di posisi 0.3 persen. EUR/USD terpantau flat di posisi 1.246

sumber: seputarforex.com

Manipulasi forex, lima bank dijatuhi denda

British High Street Banks As Libor Charges Mount

Analisa Trading – Lagi, bank kakap terbukti memanipulasi transaksi. Kredibilitas bank global kembali tercoreng setelah regulator membuktikan terjadinya praktik manipulasi transaksi pasar uang (forex). Ada lima bank jumbo yang terjerat kasus manipulasi transaksi forex. Mereka adalah UBS, HSBC, Citigroup, Royal Bank of Scotland (RBS) dan JP Morgan. Detailnya, UBS, HSBC, dan Citigroup bersalah karena lalai mencegah praktik manipulasi transaksi forex.

Sementara, RBS dan JP Morganbersalah karena melakukan praktik curang dalam menentukan harga acuan (benchmark) mata uang. Dus, regulator mewajibkan lima bank itu membayar denda senilai US$ 3,4 miliar. Denda miliaran dollar ini wajib dibayarkan bank kepada Otoritas Keuangan Inggris (FCA), Komisi Perdagangan Komoditas (CFTC) dan Regulator Keuangan Swiss (FINMA). Putusan denda ini merupakan hasil dari penyelidikan gabungan otoritas selama setahun terakhir.

“Rekor denda ini menandai bahwa bank harus bertanggung jawab untuk memastikan tidak terjadinya manipulasi transaksi,” ujar CEO FCA,  Martin Wheatley, Rabu (12/11). Dari lima bank tersebut, UBS menderita denda paling besar. UBS harus membayar US$ 661 juta ke FCA dan CFTC. Secara terpisah, FINMA mewajibkan UBS membayar CHF 134 juta karena menemukan trader UBS memanipulasi transaksi logam mulia.

Belum usai

Kredibilitas bank masih jadi taruhan. Pasalnya, regulator masih terus mencari bukti baru. Barclays dikabarkan menjadi target selanjutnya. Bank asal Inggris ini masih masih di bawah penyelidikan FCA. “Denda ini bukan akhir dari cerita,” tandas Wheatley. Asal tahu saja, denda US$ 3,4 miliar dijatuhkan regulator atas penyelidikan pada transaksi forex periode 1 Januari 2008 hingga 15 Oktober 2013.

CFTC menyatakan, manipulasi dilakukan trader pada periode tahun 2009 hingga tahun2012. Temuan regulator, para trader memanipulasi transaksi lewat chat room. Trader menggunakan kode khusus untuk menginformasikan nama klien. Sejumlah chat room yang dipakai diantaranya, “the players”, “the 3 musketeers” dan “1 team, 1 dream”.

Seusai menjatuhkan denda, regulator tengah mengkaji ulang aturan di pasar forex. Sebagai gambaran, transaksi pasar forex dunia mencapai US$ 5,3 triliun per hari. Sebanyak 40% dari total transaksi terjadi di pasar London. Praktik manipulasi tak pernah sepi. Maret 2014, lima bank juga dituduh memanipulasi harga emas London.

Sumber : kontan.co.id

Dolar Aussie Menguat Dalam Sesi Asia Menjelang Laporan Indeks Utama

AnalisaTrading-Pada perdagangan valuta asing di hari Rabu(24/09) dolar Aussie telah dibuka menguat pada sesi Asia, menjelang laporan indeks utama dan tinjauan bank sentral pada perekonomian.

Selama berlangsungnya perdagangan, AUDUSD diperdagangkan menguat 0.15% di level 0.8854, sementara USDJPY diperdagangkan melemah 0.08% di level 108.82.

Indeks utama untuk  bulan Juli akan dirilis pada pukul 07.00 waktu Jakarta, dan bank sentral akan memberikan peninjauan dalam perekonomian Australia pada pukul 08.30.

Markit, akan merilis PMI awal Manufaktur Jepang untuk bulan September akan dirilis pada pukul 08.35 waktu Jakarta, dengan perkiraan akan alami peningkatan menjadi 52.5, dari 52.2.

Mata uang dolar AS telah ditutup mengalami beragam pergerakan terhadap mata uang utama, ketika  investor menahan kenaikan dan menjual greenback untuk keuntungan.

Sementara itu, Markit Economics melaporkan sebelumnya bahwa PMI manufaktur AS yang pada bulan September berada di 57.9, tidak berubah dari Agustus dan yang tertinggi sejak April 2010 meskipun malu panggilan pasar untuk 58.0 membaca.

Sebuah laporan terpisah menunjukkan bahwa PMI Federal Reserve Bank of Richmond bulanan naik menjadi 14 bulan ini dari 12 pada bulan Agustus, menentang perkiraan pasar untuk penurunan sampai 10.

Pada hari Rabu, pasar akan fokus  pada laporan penjualan rumah baru di AS.

Indeks Dolar, yang menunjukan kinerja greenback terhadap mata uang utama lainnya, telah diperdagangkan menguat 0.03% di level 84.84. (FR)

Yen Terkulai Jelang Data Kepercayaan Konsumen

AnalisaTrading-Bursa valuta asing Yen bergerak melemah di Asia, Selasa (9/9), dengan akumulasi pasca laporan dari bank sentral di bulan Agustus mengenai inflasi.

USDJPY diperdagangkan di level 106.09, naik 0,26%, sementara AUDUSD diperdagangkan flat di level 0.9264.

Anggota Dewan Bank of Japan dalam rapatnya di bulan Agustus mengatakan, mesti melihat dari tren harga karena mereka menilai apakah berkelanjutan inflasi 2% di awal tahun. Meskipun angka bulanan CPI cenderung menarik perhatian dalam hal ini BoJ harus mengukur secara akurat tren yang mendasari harga.

Pekan lalu, data menunjukkan ekonomi AS ditambahkan 142,000 pekerjaan pada bulan Agustus, jauh lebih sedikit daripada peningkatan diharapkan 225.000.

Indeks dolar AS yang melacak kinerja greenback versus 6 mata uang utama lainnya, naik tipis 0,04% di 84.47.(FR)

Euro Melemah ke Level 14 Bulan Terendah terhadap Dollar AS

AnalisaTrading-Pada perdagangan hari ini nilai tukar euro mengalami penurunan lanjutan terhadap dollar AS (9/9). Nilai tukar mata uang dari Eropa tersebut anjlok hingga kembali mencapai posisi paling rendah dalam 14 bulan terhadap dollar AS. Minggu lalu euro menggenapi penurunan mingguan untuk delapan minggu berturut-turut yang merupakan penurunan mingguan terpanjang sepanjang sejarah.

Pergerakan melemah euro hari ini tidak lepas dari kondisi dollar AS yang sedang dalam momentum menguat. Indeks dollar tampak mengalami kenaikan hingga mencapai level paling tinggi dalam 14 bulan belakangan terhadap rival-rivalnya.

Para pelaku pasar kembali berspekulasi bahwa Fed akan segera menaikkan suku bunga acuan di Amerika Serikat. Membaiknya kondisi ekonomi di negara tersebut membuat para investor berharap Fed akan segera mengakhiri rejim moneter longgar. Sementara itu di Eropa tampaknya ECB masih betah mempertahankan suku bunga di level paling rendah sepanjang sejarah, dan sekaligus yang terendah di dunia.

Hari ini mata uang euro berada pada posisi 1.2873 dollar AS. Euro mengalami penurunan dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan dini hari tadi yang ada di level 1.2895 dollar. Pagi ini euro telah sempat mengalami penurunan hingga mencapai posisi 1.2866 dollar, terendah sejak tanggal 10 Juli 2013.

Diperkirakan bahwa pergerakan nilai tukar euro terhadap dollar AS pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami penurunan lanjutan meskipun masih terbatas. Mata uang euro tersebut berpotensi untuk mengalami pergerakan pada kisaran 1.3120 – 1.3200 dollar. (VN)

Kamis Siang, Rupiah Melemah ke Posisi Rp 11.768 / USD

AnalisaTrading-Laju nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta Kamis pagi hingga siang melemah dua poin menjadi Rp 11.768 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 11.766 per dolar AS.  Dolar AS kembali bergerak terhadap mata uang rupiah menjelang publikasi data tingkat pekerjaan AS yang diperkirakan menunjukkan kenaikan.

Kenaikan tingkat pekerjaan AS itu seiring adanya ekspansi pada industri sektor jasa. Sentimen itu kembali menguatkan peluang kenaikan tingkat suku bunga AS (Fed rate).   Data Non-farm Payrolls yang akan dirilis pada pekan ini juga diperkirakan masih sesuai ekspektasi. Selain itu, AS juga akan merilis data pesanan pabrik bulan Juli yang diperkirakan ada lonjakan kenaikan sekitar 10,9 persen.

Hasil yang sesuai ekspektasi bisa mendorong atau mempertahankan penguatan dolar AS lebih lanjut.   Data ekonomi AS sejauh ini masih cukup bagus, dan langkah bank sentral AS (Federal reserve) untuk mengakhiri kebijakan pelonggaran stimulusnya atau biasa disebut “quantitative easing” (QE) akan membuat dolar AS menjadi lebih ketat sehingga potensi penguatannya masih terbuka. (FR)

Dollar Australia Menguat Sambut Data Solid Penjualan Eceran dan Neraca Perdagangan

AnalisaTrading-Pada perdagangan hari ini nilai tukar aussie tampak mengalami kenaikan lanjutan terhadap dollar AS (4/9). Aussie tampak mengalami peningkatan yang signifikan setelah data penjualan eceran dan neraca perdagangan Juli dirilis. Kedua data ekonomi Australia tersebut memberikan gambaran yang cukup baik mengenai kondisi ekonomi di negara tersebut.

Penjualan eceran Australia di bulan Juli tampak mengalami peningkatan sebesar 0.4 persen. Angka tersebut sesuai dengan estimasi para pelaku pasar. Pada bulan Juni sebelumnya penjualan eceran tampak alami kenaikan sebesar 0.6 persen.

Sementara itu data neraca perdagangan tampak mengalami penurunan defisit yang cukup mengejutkan. Defisit perdagangan turun menjadi 1.36 miliar aussie dari defisit bulan Juni yang mencapai 1.56 miliar aussie. Sebelumnya diperkirakan defisit perdagangan akan membengkak menjadi 1.77 miliar aussie.

Pada perdagangan Kamis pagi ini aussie terpantau sempat mencapai posisi 0.9365 dollar AS yang merupakan level tertinggi sejak tanggal 28 Agustus lalu. Saat ini aussie masih berada di teritori positif di level 0.9351, dibandingkan penutupan perdagangan dini hari tadi yang ada di 0.9346 dollar.

Diperkirakan bahwa pergerakan nilai tukar aussie terhadap dollar AS pada perdagangan hari ini akan cenderung menguat terbatas. Kondisi retreat di bursa Asia berpotensi untuk menahan kenaikan aussie. Mata uang Australia tersebut berpotensi untuk mengalami pergerakan pada kisaran 0.9320 – 0.9400 dollar. (VN)

Dolar Aussie Rebound Pasca Rilis PDB Australia

AnalisaTrading-Pada perdagangan valuat asing di hari Rabu(03/09) dolar Aussie terpantau rebound pada sesi Asia, setelah dirilisnya data PDB yang lebih dari perkiraan, dan menjelang komentar kepala Bank Sentral hari ini.

Selama berlangsungnya perdagangan, AUDUSD diperdagangkan menguat 0.04% di level 0.9281, dan USDJPY menguat 0.03% di level 105.13.

Di Australia  indeks AIG Services dirilis dengan pembacaan terakhir di 49.3, diikuti oleh data PDB untuk kuartal kedua dengan kenaikan 0,4% yang diharapkan kuartal-ke-kuartal. Kemudian hari ini, Gubernur Bank Sentral Australia, Glenn Stevens berbicara pada pukul 10.20 waktu Jakarta, dimana komentar ini akan ditunggu oleh pelaku pasar.

Data indeks PMI non manufaktur Tiongkok merangkat menguat, ke level 54.4 dari level 54.2 di bulan Juli. Berdasarkan data hari ini, Rabu (3/9).

Dalam laporan CFLP, hasil diatas 50 mengindikasikan ekspansi pada bulan sebelumnya, sementara satu level dibawahnya memberikan indikasi kontraksi.

Index PMI non manufaktur sendiri meliputi jasa retail, aviasi dan juga perangkat lunak komputer dan juga sektor real-estate dan konstruksi.

Perolehan data tersebut berdasarkan balasan dari angket kuesioner yang telah dikirimkan kepada eksekutif purchasing dari 1,200 perusahaan dalam 27 sektor non manufaktur.

Greenback menguat setelah Institute for Supply Management melaporkan bahwa manufaktur manajer pembelian yang ‘indeks melonjak menjadi 59.0 pada Agustus dari 57.1 pada Juli, menentang analis panggilan untuk indeks untuk mencentang turun ke 56.8.

Juga di AS, Biro Sensus melaporkan sebelumnya bahwa belanja konstruksi AS naik menjadi 1.8% di bulan Juli dari -0.9% pada bulan Juni, yang mana angka direvisi naik dari -1.8%.

Para analis telah memperkirakan belanja konstruksi AS naik menjadi 1.0% bulan lalu.

Angka-angka memicu ekspektasi pasar untuk the Fed untuk meredakan program stimulus pada awal bulan depan dan menaikkan suku bunga beberapa waktu tahun depan.

Indeks Dolar, yang menunjukan kinerja greenback terhadap mata uang utama lainnya, telah diperdagangkan menguat 0.01% di level 83.00.(FR)

Kurs Pound Hari Ini (03/09/14), Agak Lesu

AnalisaTrading-Setelah pada perdagangan kemarin bergerak turun, Poundsterling Inggris pada hari ini (03:23:33 GMT, Rabu, 3 September 2014) melemah terhadap mata uang utama Yen Jepang. Dibuka pada 173.27 di awal perdagangan (00.00 GMT), mata uang tersebut telah melemah sekitar -8 pips atau sekitar -0.05 % dan nilai bergulir tampak berada di kisaran 173.19.

Mata uang Poundsterling Inggris terpantau bergerak negatif menjelang pengumuman Markit mengenai perkembangan terakhir di sektor jasa pada perekonomian Inggris. Sejumlah ekonom menduga laporan yang akan diumumkan dapat menunjukkan perkembangan yang tidak terlalu menggembirakan.

Indikator fundamental ekonomi Services PMI diperkirakan akan menandai kondisi negatif dan diduga dapat turun ke angka 58.6 dari nilai pada periode sebelumnya yaitu 59.. Poundsterling Inggris terpantau bergerak terdepresiasi merespon dini perkembangan tersebut.

Dikemukakan analisis fundamental forex harian kurs Pound bahwa range normal Sterling-Yen pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 172.70 dan level resistance pada kisaran 173.89. (VN)

AnalisaTrading-Kurs Dollar AS pada hari ini (02:28:33 GMT, Selasa, 2 September 2014) nampak menguat setelah dibuka di 0.9192 pada awal perdagangan (00.00 GMT) dan telah naik sekitar + 6 pips atau sekitar + 0.06 %. Nilai bergulir USDCHF tampak berada pada 0.9198.

Mata uang Dollar AS terpantau bergerak positif menjelang pengumuman Investor’s Business Daily (IBD)/ TechnoMetrica Institute of Policy and Politics (TIPP) mengenai perkembangan terakhir pada keyakinan bisnis di Amerika. Sejumlah ekonom memperkirakan akan adanya perkembangan positif terhadap data yang akan dirilis pada sektor ini.

Indikator fundamental ekonomi IBD/TIPP Economic Optimism diperkirakan akan memberikan gambaran yang cukup baik dan diduga akan mengalami kenaikan ke angka 46.2 dari nilai pada periode sebelumnya yaitu 44.5. Dollar AS terpantau bergerak terapresiasi merespon dini perkembangan tersebut.

Dikemukakan bahwa range normal pergerakan pair Dollar AS/Swissie pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 0.9180 dan level resistance pada kisaran 0.9201. (VN)