Sore Ini, AUDUSD Bergerak di Zona Hijau

australia_dollar--621x414

 

Analisatrading – Pergerakan pasar mata uang di hari Selasa(29/12), Aussie dollar terpantau menguat terhadap dollar AS ketika sentimen pasar terlihat rehat sejenak sehingga menimbulkan dampak minimnya volume perdagangan pada pekan ini.

Jelang memasuki perdagangan di sesi Eropa, pasangan AUDUSD terpantau menguat 0.39% dengan diperdagangkan pada level 0.7278.

Pergeseran harga mata uang Australia telah terlihat mengalami penguatan terhadap dollar AS dimana pasangan AUDUSD bergerak di zona positif, ketika volume perdagangan yang cenderung sepi pada minggu ini. Minimnya transaksi perdagangan telah dipengaruhi oleh sebagian besar pasar yang tengah memperingat hari libur Natal dan Tahun Baru, sehingga ada pula para pelaku pasar yang telah menutup transaksi mereka pada tahun ini.

Meski sepinya perdagangan, namun pada pekan ini ada juga beberapa faktor penggerak harga di pasar yang data dari wilayah Amerika. Di hari ini, pasar akan dihadapkan dengan sebuah laporan neraca perdagangan AS,  inflasi harga rumah, dan kepercayaan konsumen AS. Sejalan dengan adanya jadwal laporan fundamental Amerika tersebut, maka Aussie dollar berpotensi mengalami gejolak pergeseran harga terhadap greenback.

USDJPY Melemah Tipis di Sesi Eropa

Yen-and-Aussie-Dollar

Analisatrading – Pergerakan pasar mata uang di hari Selasa(29/12), yen terpantau menguat terhadap dollar AS ketika sentimen pasar terlihat rehat sejenak sehingga menimbulkan dampak minimnya volume perdagangan pada pekan ini.

Jelang memasuki perdagangan di sesi Eropa, pasangan USDJPY terpantau melemah 0.04% dengan diperdagangkan pada level 120.36. Sedangkan terhadap mata uang utama lainnya dengan pasangan EURJPY menguat 0.15% di level 132.30 dan GBPJPY menguat 0.05% di level 179.24.

Pergeseran harga mata uang Jepang telah terlihat mengalami penguatan terhadap dollar AS dimana pasangan USDJPY bergerak di zona negatif, ketika volume perdagangan yang cenderung sepi pada minggu ini. Minimnya transaksi perdagangan telah dipengaruhi oleh sebagian besar pasar yang tengah memperingat hari libur Natal dan Tahun Baru, sehingga ada pula para pelaku pasar yang telah menutup transaksi mereka pada tahun ini.

Meski sepinya perdagangan, namun pada pekan ini ada juga beberapa faktor penggerak harga di pasar yang data dari wilayah Amerika. Di hari ini, pasar akan dihadapkan dengan sebuah laporan neraca perdagangan AS,  inflasi harga rumah, dan kepercayaan konsumen AS. Sejalan dengan adanya jadwal laporan fundamental Amerika tersebut, maka yen berpotensi mengalami gejolak pergeseran harga terhadap greenback. (FR)

Sore Ini, USDCHF Bergerak di Zona Merah

Forex Harian Dollar AS, Rebound Tipis

Analisatrading– Pergerakan pasar mata uang di hari Selasa(29/12), dollar AS terpantau melemah terhadap Swiss franc ketika sentimen pasar terlihat rehat sejenak sehingga menimbulkan dampak minimnya volume perdagangan pada pekan ini.

Jelang memasuki perdagangan di sesi Eropa, pasangan USDCHF terpantau melemah 0.19% dengan diperdagangkan pada level 0.9866.

Pergeseran harga mata uang Swiss franc telah terlihat mengalami penguatan terhadap dollar AS dimana pasangan USDCHF bergerak di zona negatif, ketika volume perdagangan yang cenderung sepi pada minggu ini. Minimnya transaksi perdagangan telah dipengaruhi oleh sebagian besar pasar yang tengah memperingat hari libur Natal dan Tahun Baru, sehingga ada pula para pelaku pasar yang telah menutup transaksi mereka pada tahun ini.

Meski sepinya perdagangan, namun pada pekan ini ada juga beberapa faktor penggerak harga di pasar yang data dari wilayah Amerika. Di hari ini, pasar akan dihadapkan dengan sebuah laporan neraca perdagangan AS,  inflasi harga rumah, dan kepercayaan konsumen AS. Sejalan dengan adanya jadwal laporan fundamental Amerika tersebut, maka Swiss franc berpotensi mengalami gejolak pergeseran harga terhadap greenback. (FR)

nilai rupiah

Analisa Trading – Laju nilai tukar rupiah pada perdagangan akhir pekan ini dibuka mendekati Rp 14.180/USD karena dolar Amerika Serikat (USD) makin kokoh.  Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp 14.178/USD, melemah 18 poin dari posisi sebelumnya di level Rp 14.160/USD.

Kurs  rupiah berdasarkan data Bloomberg dibuka pada level Rp 14.176/USD dan pada pukul 10.00 WIB jatuh ke Rp 14.184/USD. Posisi tersebut terdepresiasi dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp 14.170/USD.  Siang ini, posisi rupiah berdasarkan dari Limas berada pada level Rp 14.184/USD. Posisi itu terapresiasi 53 poin dari posisi penutupan kemarin di level Rp 14.237/USD.

Sementara itu, euro berada di bawah tekanan terhadap USD setelah Bank Sentral Eropa (ECB) memberikan penilaian serius terhadap ekonomi zona Eropa.  Dikutip dari Reuters, euro meluncur ke 1,1087/USD, dari 1,1200/USD dan terakhir berada di 1,1122/USD. Terhadap yen, tergelincir ke level terendah dalam lebih dari tiga bulan di 133,13, sebelum merayap kembali ke 133,63.

Pedagang di Asia kemungkinan menunggu rilis data tenaga kerja Amerika Serikat (AS), besok di tengah tutupnya pasar keuangan China untuk liburan nasional.  Pelemahan euro membantu mengangkat indeks USD ke level tertinggi dalam lebih dari dua pekan di 96,405, dan jauh dari koreksi tujuh bulan di 92,621 pada pekan lalu. USD sedikit berubah terhadap yen, diperdagangkan pada 120,18 setelah berada di 120,70.

Di sisi lain, perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas) berharap paket kebijakan ekonomi yang bakal diterbitkan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) mampu menggerakkan permintaan kredit.  Selain memasukkannya ke dalam paket kebijakan, pemerintah juga diminta memberikan insentif moneter bagi bank nasional melalui Bank Indonesia (BI) di tengah kondisi ekonomi yang sulit.

Ketua Perbanas Sigit Pramono menjelaskan banyaknya prediksi pertumbuhan ekonomi 2015 yang melambat, pada akhirnya membuat perbankan Indonesia juga menghitung ulang target pertumbuhan kreditnya tahun ini.  Kredit bank itu kan tergantung permintaan para pelaku usaha. Maka jelas jika pertumbuhan ekonomi lesu, permintaan kredit bank juga turun. Karenanya bank harus realistis dan menurunkan target kredit.

 Terkait rencana Jokowi menerbitkan paket kebijakan ekonomi, ia menilai hal tersebut sebaiknya mencakup dua sisi. Selain sektor perbankan dan keuangan yang diatur melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BI, ia menilai insentif sektor riil melalui kebijakan fiskal penting untuk diberikan.

Sementara, dorongan untuk sektor riil bisa melalui kebijakan fiskal, dan pemerintah juga harus mendorong penyerapan anggaran.  Pelemahan rupiah juga memberikan dampak yang banyak terhadap industri perbankan.

amerika

Analisa Trading – Nonfarm payrolls AS mencatat kenaikan yang solid lagi di bulan Juli, menambah 215.000 pekerjaan setelah penambahan 223.000 di bulan Juni. Tingkat pengangguran tetap stabil di 5.3% terendah dalam tujuh tahun. The Fed telah meningkatkan assessment terhadap pasar tenaga kerja, menggambarkannya sebagai terus membaik, dengan kenaikan pekerjaan yang solid dan penurunan pengangguran.

Pendapatan rata-rata per jam naik lima sen, atau 0.2% setelah sempat mendatar di bulan Juni, tetapi masih jauh dari tingkat pertumbuhan sebesar 3.5% pada saat employment penuh.

Laporan employment bulan Agustus, Nonfarm payrolls diperkirakan akan meningkat menjadi 220.000 di bulan Agustus – sangat dekat dengan rata-rata sebesar 225.000 sejak bulan Januari 2013, dan hanya sedikit lebih tinggi dari angka bulan Juli sebesar 215.000. Tingkat pengangguran diperkirakan telah turun sedikit ke 5.2% dari angka 5.3% di bulan Juli. Secara keseluruhan, laporan yang sangat rata-rata.

Sulit membayangkan bagaimana laporan bulan Agustus akan bisa memberikan pengaruh yang banyak terhadap keputusan Federal Reserve apakah akan menaikkan tingkat suku bunga atau tidak pada pertemuan bulan September. Bahkan deviasi yang besar dari angka konsensus hanya akan menjadi satu poin data, dan tidak akan merubah gambaran besar secara material.

Wall Street Journal membuat suatu observasi yang menarik bahwa perubahan payroll di bulan Agustus pada masa lalu biasanya dilaporkan mula-mula terlalu rendah, dan kemudian dinaikkan lebih tinggi. Tendensi ini begitu terkenal sehingga di pertemuan bulan Septembar sebelumnya, para pejabat Fed menyebutkannya, sebagaimana dikatakan dalam risalah pertemuan.

Secara rata-rata sejak tahun 2000, revisi keatas kemudian sebesar 62.000, sehingga jika penambahan payroll yang dilaporkan pada malam hari ini terlalu rendah, the Fed kemungkinan akan menganggap itu hanyalah “bulan Agustus yang lainnya”.

Hal yang lain yang harus di awasi adalah pendapatan rata-rata perjam – di bulan Juli, pendapatan adalah 1.84% lebih tinggi dari tahun yang lalu – lebih rendah dari 2% yang terlihat di bulan Mei dan lebih rendah dari 2.5% yang terlihat di tahun 2014. Meskipun employment sedang meningkat dan tingkat pengangguran menunjukkan employment yang penuh tidaklah jauh dari level sekarang, tidak Nampak adanya tanda-tanda inflasi di dalam upah kerja(VN)

 

Happy Trading!

euro2

AnalisaTrading – Pergerakan pasar mata uang di hari Selasa(1/9), euro terpantau menguat terhadap dollar AS pasca dirilisnya serangkaian laporan ekonomi Eropa.

Berlangsungnya perdagangan di sesi Eropa, EURUSD menguat 0.86% di level 1.1309 dimana pasangan tersebut telah ditutup menguat di sesi sebelumnya pada level 1.1213.

Euro terlihat terus melanjutkan penguatan terhadap dollar AS pada hari ini setelah berhasil ditutup menguat di sesi sebelumnya ditengah membaiknya kondisi ekonomi Eropa. Tanda – tanda pemulihan ekonomi Eropa tersebut telah ditandai dengan sebuah laporan resmi yang dirilis oleh Markit menyebutkan bahwa PMI Manufaktur Jerman telah alami kenaikan yang disesuaikan secara musiman menjadi 53.3 di bulan Agustus dari 51.8 di bulan Juli.

Di waktu yang bersamaan, sebuah laporan resmi yang dirilis oleh German Federal Employment Agency menyebutkan bahwa unemployment change Jerman mengalami penurunan sebanyak -7K di bulan Agustus setelah naik sebanyak 8K di bulan Juli.

Pada laporan terpisah lainnya yang dirilis oleh Markit menyebutkan bahwa PMI Manufaktur zona euro telah alami kenaikan yang disesuaikan secara musiman menjadi 52.3 di bulan Agustus dari 52.4 di bulan Juli.

Sementara itu, pergerakan EURUSD nantinya akan kembali di uji ketika pasar akan dihadapkan dengan serangkaian laporan PMI Manufaktur, anggaran belanja konstruksi, dan penjualan kendaraan bermotor di wilayah Amerika. (FC)

Yen Jepang Sesi Eropa Menguat Pada 12 Agustus

Yen-and-Aussie-Dollar

 

AnalisaTrading – Yen Jepang di sesi Eropa hari ini (12/8) mampu mengoreksi pelemahanya terhadap dollar AS setelah dua hari berturut-turut tergerus. Yen tampaknya mendapat sentimen profit taking penguatan dollar AS dan sentimen positif dari laporan data pertumbuhan produksi industri Jepang.

Pelemahan Yen pagi di sesi Asia terkena dampak sentimen dua kali berturut-turut bank sentral Tiongkok (PBoC) mendevaluasi lagi nilai Yuan sebanyak 1.62% setelah kemarin sebanyak 1.9%. Namun aksi yang terlalu reaktif dan tak terduga dari PBoC ini juga dapat memicu peningkatan permintaan asset safe haven seperti Yen, Dollar AS, atau Emas, dan kali ini dapat terlihat pada pergerakan Yen.

Sentimen positif yang memicu aksi profit taking pada pair USDJPY didapat dari Pertumbuhan Industri Produksi Jepang bulan basis tahunan untuk bulan Juni tumbuh menjadi 2.3% dari sebelumnya 2.0%, dan basis bulanannnya tumbuh 1.1% di atas perkiraan 0.8%. Data tersebut direspon dengan penurunan pair USDJPY dari tertinggi 125.27 menjadi saat ini (07:00:11 GMT) bergulir di kisaran 124.72.

Sedangkan pada perdagangan Selasa (11/8) pair ini ditutup bullish di harga 124.12 dari pembukaan 124.61 karena penguatan dollar AS juga dipicu pertumbuhan produktifitas non pertanian (Nonfarm Productivity) kuartal kedau tumbuh 1.3%. Pada hari itu juga USDJPY membentuk harga tinggi 125.20 dari rendah 124.51.

Untuk sesi New York, malam ini USDJPY akan dipengaruhi oleh perkembangan jumlah lowongan pekerjaan AS (JOLTs Job Opening) bulan Juni yang diperkirkan meurun dari sebelumnya 5.36M, serta pidato dari salah satu anggota The Fed.

Secara teknikal, Analyst melihat pergerakan bearsih USDJPY bersesuaian dengan kondisi over bought yang ditunjukan oleh stochastic 14.3.3 daily. Koreksi penguatan pair ini diperkirakan akan mendapatkan tahanan pada support di level retracment 61.8% di kisaran haraga 124.55.

Sehingga diperkirakan jika harga masih mampu bertahan di atas support 124.55 tersebut maka trend penguatan akan berlanjut untuk mencoba kembaki ke arah harga 125.00. Namun bila harga berhasil menembus support 124.55 tersebut maka diperkirakan lanjutan pelemahan berpotensi menemui target support berikutnya di kisaran 124.35 (VN)

Tingkat Pasar Uang Tiongkok Merugi Besar

AnalisaTrading-Tingkat pasar uang patokan Tiongkok mengalami penurunan bulanan terbesar sejak Februari, setelah bank sentral menambahkan dana ke sistem keuangan untuk mengimbangi arus keluar modal.

Tingkat pembelian kembali tujuh hari, suatu ukuran ketersediaan dana antar bank, turun 89 basis poin pada Januari menjadi 4,06% pada pukul 10:50 di Shanghai. Tingkatan ini naik setinggi 6,59% pada bulan Januari 2015, selama dua minggu menjelang liburan Tahun Baru Imlek.

PBOC melakukan perjanjian reverse-repurchase bulan ini untuk pertama kalinya dalam satu tahun dan menyuntikkan 105 milyar yuan bersih ($ 16,8 milyar) melalui operasi pasar terbuka. Bank sentral juga melakukan “roll-over” sebesar 269,5 milyar yuan.

Biaya satu tahun suku bunga turun dua basis poin bulan ini menjadi 3,4%.

Imbal hasil obligasi jatuh tempo pada bulan September 2024 turun 16 basis poin atau 0,16% poin, dan bulan ini sebesar 3,50%. Tingkatan harga tersebut turun satu basis poin hari ini dan meningkat lima basis poin pekan ini.

Yuan jatuh 0,75% sejak 31 Desember pada level 6,2288 per dolar. Mata uang ini menurun 0,36% minggu ini. (FR)

Gejolak di Eropa Bisa Bikin Dolar ke Rp 12.900

Kondisi perekonomian Indonesia tak bisa terlepas dari faktor ekonomi eksternal. Bank Sentral Eropa (ECB) yang melakukan kebijakan stimulus bisa memberi semangat ke perekonomian negara berkembang.

Namun ekonomi di negara-negara berkembang akan tertahan oleh sentimen kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) alias The Federal Reserve (The Fed).

Ekonom PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Destry Damayanti mengungkapkan, kondisi-kondisi tersebut juga akan mempengaruhi arah gerak rupiah, bisa menguat dan bisa juga melemah.

Salah satu ancaman yang berpotensi muncul juga adalah Yunani yang menolak program penghematan setelah menggelar pemilu. Pemenang pemilu adalah partai sayap kiri yang tidak ingin melanjutkan program penghematan yang jadi syarat bailoit dari Uni Eropa.

“Perekonomian masih akan stabil dengan catatan di Eropa tidak ada gejolak berarti. Kalau tiba-tiba ada turbulance di Eropa, Yunani keluar dari zona Eropa, itu akan ada risiko terhadap market kita. Tidak hanya rupiah, tapi capital market karena kepemilikan asing besar. Angka pesimis rupiah bisa Rp 12.800-Rp 12.900,” katanya saat acara Mandiri Investment Forum 2015, di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (27/1/2015).

“Proyeksi kami secara keseluruhan, rupiah akan di Rp 12.500 sepanjang tahun ini,” ujarnya.

Destry menjelaskan, patokan level rupiah tersebut sudah menghitung proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini yang diperkirakan bakal di kisaran 5,5%.

Menurutnya, dampak dari kebijakan Eropa tidak akan semasif seperti yang pernah terjadi saat AS melakukan hal yang sama.

Selain faktor eksternal, Destry menyebutkan, kondisi di dalam negeri terkait kebijakan-kebijakan pemerintah turut andil menggerakkan ekonomi Indonesia.

“Eropa kan beda dengan AS. Pasar keuangan Eropa nggak sebesar AS. Impactnya nggak akan semasif AS,” katanya.

GDP New Zealand Kuartal Tiga 2014 Cerah, NZD/USD Naik

Analisa Trading – Pertumbuhan Domestik Bruto (GDP) New Zealand meningkat 1.0 persen pada bulan September 2014, yakni di akhir kuartal ketiga, demikian menurut laporan dari Biro Statistik New Zealand pada hari Kamis (18/12) pagi ini. Kontribusi pada pertumbuhan paling besar diberikan oleh industr-industri primer yang juga mengalami peningkatan hingga 5.8 persen.

koin_dolar_nz
“Pertumbuhan industri primer kali ini merupakan salah satu yang terkuat dalam 15 tahun terakhir,” kata Gary Dunnet, manajer Biro Statistik NZ tersebut. “Produksi susu memulai musim ini dengan baik, sedangkan eksplorasi minyak, serta ekstraksi minyak dan gas juga mengalami pertumbuhan.”

Agrikultur Cerah

Kunci pengendali untuk bulan September 2014 ini adalah sektor agrikultur (yang mengalami kenaikan 4.7 persen) dan pertambangan (naik 8.0 persen). Sebaliknya, sektor perhutanan dan industri perhutanan merosot 4.0 persen. Aktivitas manufaktur juga mengalami pertumbuhan sebsar 2.0 persen dipimpin oleh manufaktur produk logam (sebanyak 4.9 persen), serta permesinan da manufaktur sebanyak 3.7 persen. Pertumbuhan GDP yang berakhir pada bulan September dalam tahun ini tercatat sebesar 2.9 persen. NZD/USD diperdagangkan di 0.7712, meningkat hingga 0.21 persen setelah laporan GDP ini dirilis.

 

sumber: seputarforex.com