Belajar Analisa Forex

Analisa Trading – Pada dasarnya trading forex adalah seni, dalam hal ini adalah seni analisa. Bagaimana bisa ? Jelas sangat bisa, tiap orang/individu bisa menghasilkan seni/gaya trading yg berbeda-beda. Boleh dikata walaupun Anda berguru pada orang yg sama, belum tentu hasilnya sama untuk setiap pengikutnya. Dan belum tentu sama bahkan dengan gurunya sendiri.
eurusd20141129w3
Kemampuan dan keahlian(skill) analisa, akan menjadi salah satu faktor utama keberhasilan ataupun kegagalan seseorang dalam dunia trading forex. Analisa forex yg baik akan mampu untuk selalu konsisten/mengulangi profit, serta mampu untuk bertahan dalam jangka waktu yg lama kalau bisa untuk seterusnya.

Baik mari kita mulai belajar dasar-dasar analisa dalam trading forex. Secara garis besar ada 2 tipe dasar pendekatan/analisa yg umum digunakan.
1. Analisis fundamental.
2. Analisis teknis/teknikal.

Mana yang terbaik ? jangan terjebak untuk memfavoritkan salah satunya. Dan membuang-buang waktu untuk mencari artikel perbandingan mana yg lebih baik. Walau diatas ditulis analisa fundamental di no 1, ini tidak membuatnya lebih baik daripada teknikal. Jadi mari kita ulas dengan santai satu per satu, dan kemudian meletakkan kembali bersama untuk memperoleh manfaat yang sebesar besarnya dari keduanya.

Analisis fundamental

Analisis fundamental adalah cara melihat pasar melalui kondisi ekonomi, kekuatan sosial, dan politik yang mempengaruhi penawaran dan permintaan.Dengan kata lain, Anda melihat kondisi ekonomi yg baik, atau kondisi yg menyebalkan. Ide dibalik analisa fundamental ini adalah bahwa jika ekonomi suatu negara dengan baik, maka mata uang mereka juga akan baik. Dan berakibat pada kepercayaan yg meningkat dari negara-negara lain terhadap mata uang tersebut.
Sebagai contoh, nilai dolar AS terus meningkat karena ekonomi AS menguat/membaik. Konsekuensinya suku bunga bisa lebih tinggi untuk mengendalikan inflasi, efeknya nilai dollar juga akan terus menguat.

Diatas adalah salah satu contoh ilustrasi bagaimana fundamental dapat berpengaruh pada nilai mata uang. Dalam artikel-artikel di situs ini bisa Anda temukan apa saja jenis berita/faktor yg termasuk dalam fundamental serta faktor/berita mana saja yang paling berpengaruh. Untuk saat ini kita ambil garis dasarnya saja, bahwa analisa fundamental adalah cara untuk menganalisa pasar melalui kondisi ekonomi dari negara yang bersangkutan.

Analisis Teknikal

Analisis teknikal adalah studi tentang pergerakan harga dilihat dari segi analisis matematis. Dari sini kita bisa membayangkan akan ada grafik-grafik ataupun perhitungan/rumus matematis didalamnya. Dengan data historis serja pergerakan harga sekarang yg ada maka analisa bisa memberikan proyeksi di nilai mana harga akan naik, turun, atau berbalik. Atau bisa disebut ‘tren’ inilah yang dicari dalam analisa teknikal. Dengan mengidentifikasi tren atau pola dengan benar, akan dapat membantu Anda menemukan peluang trading yang terbaik.
Orang mengatakan bahwa dalam analisa teknikal TREN adalah teman Anda. Jika Anda mampu mengenal tren selayaknya teman Anda, maka dia akan memberikan uang(keuntungan) kepada Anda.

Sampai disini anda jadi patah semangat ? Wah saya tidak jago matematika, saya bakal kepayahan menggunakan analisa teknis, tidak terbayang saya musti pusing lihat angka dan rumus-rumus..
Tenang saja :).. sabarlah untuk mengikuti dan membaca artikel kami. Tidak serumit yg dibayangkan.. Dan percayalah itu tidak sebanding dengan kerugian yg bakal Anda tanggung(nanti dalam trading) dibandingkan mengenal analisa teknis dengan baik.

Keterkaitan Antara Analisa Teknikal dan Fundamental

Untuk menjadi seorang master forex, Anda perlu tahu bagaimana cara efektif menggunakan kedua jenis analisis. Mari kita melihat ilustrasi yang menunjukkan bagaimana berfokus pada hanya satu jenis analisis bisa berubah menjadi suatu bencana.

* Mari kita katakan bahwa suatau waktu Anda melihat grafik Anda(teknikal) dan Anda menemukan sebuah kesempatan peluang trading yang sangat baik. Dengan semangat yang berapi-api sekaligus Anda bermimpi bahwa uang akan turun seperti hujan dari langit. Anda berpikir, wow belum pernah aku melihat sebuah kesempatan manis seperti ini(saya cinta grafik saya).

* Lalu dengan keyakinan penuh segera Anda melanjutkan untuk memasukkan order transaksi ke broker. Dengan senyum lebar, tak sabar Anda menanti keuntungan yg seolah-olah telah di depan mata.

* Setelah beberapa saat berlalu, dan order telah terbuka, lho…. pergerakan harga menjadi berlawanan dan bergerak ke arah yg lain, Anda melihat kerugian sebesar 40 pip. Ternyata apakah Anda tahu, baru saja ada tingkat penurunan bunga pada mata uang yg Anda pegang, sehingga nilai mata uang tersebut melemah, dan sekarang setiap orang dalam pasar bergerak untuk melepas mata uang tersebut(melawan segala analisa grafik Anda).

Mungkin Anda berpikir bahwa ilustrasi diatas adalah terlalu over atau mendramatisir. Ya. mungkin, tapi setidaknya Anda bisa mendapatkan maksud dari ilustrasi tersebut. Lagipula semisal sekarang kita balik pertanyaan ke Anda. ‘Apakah Anda bisa menjamin jika hal ini tak mungkin terjadi ?’

Kembali ke ilustrasi diatas, jadi sekarang mimpi Anda serasa sia-sia, mimpi indah Anda rusak oleh petir di siang bolong, parahnya lagi Anda merasa bahwa grafik/analisa yg Anda tekuni selama ini terlihat seperti sampah saja(buang2 waktu dan pikiran/otak). Namun seandainya Anda lebih bijak untuk tidak mengabaikan faktor fundamental, mungkin hal diatas tak perlu terjadi.

Kesimpulan

Forex adalah seperti bola energi besar yang bergerak dan mengalir, dalam bola tersebut terdapat keseimbangan antara faktor fundamental dan teknikal yang berperan dalam menentukan kemana dia akan bergerak, kemana arah pasar. Tidak ada unsur yg bisa dominan menguasai sampai 100%, baik itu fundamental atau teknikal, bahkan pasar forex pun tak lepas dari hukum alam.

Ingatlah bagaimana keberadaan akan ibu dan ayah terhadap Anak. Ibu memberikan kepekaan sedang Ayah memberikan rasionalitas. Hasil terbaik untuk anak tetaplah sinergi dari keduanya.
Dalam belajar analisa forex, hal yang sama berlaku saat memutuskan jenis analisis yang akan digunakan. Jangan mengandalkan hanya salah satu saja. Sebaliknya, Anda harus belajar untuk menyeimbangkan penggunaan dari masing-masing mereka, karena hanya itu yang akan membuat Anda benar-benar bisa mendapatkan hasil maksimal dari trading anda.

sumber: seputarforex.com

Jenis Trader dan Entry Point

Analisa Trading – Anda mau tahu tentang Jenis Trader dan Entry Point ? Pada belajar forex kali ini akan dibahas tentang Jenis Trader dan Entry Point nya .

trader forex

Ada beberapa jenis trader dilihat dari entry pointnya yaitu :

1. Bottom Buyer Top Seller

Strategy ini bisa dibilang scalper,cocok untuk kondisi market yang bergerak mendatar.
Indikator yang diperlukan adalah jenis Oscillator yang dapat mendeteksi kejenuhan pasar.

Aturan mainnya adalah :

BUY ketika harga berada di sekitar support,dan indikator menunjukan telah jenuh jual. Lebih bagus jika muncul candle /bar jenis pembalikan seperti Hammer.
SELL ketika harga berada disekitar resistance ,dan indikator menunjukan jenuh jual. Lebih bagus jika muncul candle pembalikan.

buy bottom sell top

 

2. BREAKOUTER

Breakout biasanya terjadi setelah market yang bergerak sideway.Breakout menunjukan antusiasme yang tinggi dari pembeli atupun penjual.

Sebelum breakout biasanya di dahului oleh false signal ,lembah yang lebih tinggi dari sebelumnya,puncak yang lebih rendah dari sebelumnya,atau ada indikator yang menunjukan jenuh beli/jual pada market yang datar.

Aturan mainnya adalah :

BUY ketika harga berhasil menembus resistance disertai Volume yang besar dan Volatilitas yang tinggi.

SELL ketika harga berhasil menembus Support disertai Volume yang besar dan Volatilitas yang tinggi .

3. TREND FOLLOWER

Trading dengan mengikuti trend sangat cocok untuk jangka panjang. Terbentuknya tren ditandai dengan adanya lembah yang semakin meninggi atau puncak yang semakin merendah.Trend normalnya memiliki kemiringan 45 derajat.Jika trend terlihat sangat curam,ini menunjukan akan segera dibalikkan.

Aturan mainnya adalah :

BUY sesaat setelah terbentuk lembah yang semakin tinggi dari lembah sebelumnya.Sangat lebih baik jika indikator jenis trending menunjukan bahwa trend naik sedang terjadi.

SELL sesaat setelah terbentuk puncak yang semakin rendah dari puncak sebelumnya.Juga lebih baik jika indikator jenis trending menunjukan sedang terjadi trend turun dan atau indikator jenis oscilator menunjukan bahwa harga baru saja keluar dari zona jenuh beli.

trend follower

 

4. CORRECTER 

Strategy ini adalah temuan seorang trader bernama Edi Marsel ,strategy ini cocok digunakan ketika trend kuat atau jangkan panjang terjadi.

Trend yang kuat mempunyai satu arah,sehinga ketika arah grafik berbalik tanpa ada tenaga,arah grafik akan dikembalikan seperti semula mengikuti trend yang sedang terjadi.

Aturan mainnya dalah :

BUY ketika trend kuat terjadi dan harga berada di sekitar support.Lebih baik jika grafik menunjukan pelemahan dan indikator oscilator menyatakan telah jenuh jual.

SELL ketika trend kuat terjadi dan harga berada di sekitar Ressistance.Lebih baik jika grafik menunjukan pelemahan dan indikator oscilator menyatakan telah jenuh beli

correcter

Dengan mengetahui beberapa entry point ini , silahkan anda tentukan mana yang paling mudah dan cocok untuk trading anda. Jenis trader manapun bukan masalah, yang menjadi masalah jika anda tidak memiliki gaya trading.

sumber: siembah.com

Indikator Trendline Otomatis

Hello trader, pada postingan kali ini saya akan berbagi indikator yang menurut saya lumayan membantu dalam menganalisa market.

Kenapa kita memerlukan trendline dalam menganalisa?.  karena dengan bantuan trendline kita bisa mengukur suatu harga, apakah harga itu akan reversal atau sebaliknya (melanjutkan trend awal). Baik saya akan bagikan secara gratis Indikator trendline Otomatis, akan tetapi lihat dulu gambar nya di bawah ini :

GU

Penjelasan :

  • Dari gambar di atas harga sudah breakdown pada trendline pertama, itu menandakan akan terjadi perubahan arah pada pair GBP/USD
  • Data ini di ambil di TF Dayly, jadi untuk melalukan open posisi, sialakan gunakan TF yang lebih kecil, misalnya : M30,H1 dan H4
  • Untuk melakukan open posisi, perhatikan juga range pada pair tersebut, agar kita tau potensi geraknya.
  • Berdoa, semoga profit  😉

Indikator dan Godaan

Kebanyakan trader hanya fokus pada indikator. Mereka sibuk mencari “mana indikator yang profitable”. Kenyataannya, ada senior yang bisa profit hanya dengan satu Moving Average (MA), dan ada senior yang bisa profit hanya dengan satu Bolinger Band (BB). Lalu kenapa kita tidak bisa.

Anda pasti pernah mendengar istilah ‘ bekerjalah dengan pekerjaan yang sesuai dengan hobimu, maka kamu akan sukses disitu’. kalau dalam forex istilah ini menjadi ‘ tradinglah dengan indikator yang cocok denganmu, maka kamu akan profit dengannya.’

Masalahnya, kebanyakan pemula masih belum mengerti bagaimana menggunakan indikator tersebut dengan baik dan benar. Saya jadi ingat dengan seorang teman yang memberi saya saran sederhana, “buka semua indikator, pilih 2 saja yang kamu suka, latihlah selama 2-3 bulan maka kamu akan menguasainya..”

Sebenarnya semua indikator itu sama saja, akan menghasilkan sinyal profit dan loss. Hal terpenting adalah bagaimana memanagenya. Contoh sederhana dengan setting TP = 3x SL sehingga meskipun loss, masih ada profit yang tersisa.. contoh lain adalah dengan setting LOT berikutnya = 2x LOT sebelumnya sehingga profit berikutnya dapat membayar loss sebelumnya.

tren emas naik, analisa dan sinyal trading

Hal terpenting berikutnya adalah Menahan godaan.

Kebanyakan trader tidak bisa konsisten dengan indikator yang digunakannya. Baru satu minggu sudah ganti lagi, ganti lagi.. Kalau begini, bagaimana anda bisa mengenali karakter indikator yang anda gunakan. Tentunya akan butuh waktu sampai anda mengenali karakternya..

Pastikan indikator yang anda gunakan adalah indikator yang cocok dengan anda, setelah itu lakukan trading dengan konsisten

Dow Theory Strategi Yang Cocok Untuk Pemula

Teori Dow sudah ada sejak 100 tahun terakhir, dikembangkan oleh Charles Dow dan disempurnakan oleh William Hamilton dan Robert Rhea, dimana teori ini tidak menyampaikan masalah analisa tehnikal dan aksi harga, namun terkandung pula filsafat-filsafat pasar. Namun seabad lalu hingga sekarang dapat ditarik inti dari teori ini bahwa harga akan berperilaku sama alias selalu berulang.

Latar Belakang

Charles Dow mengembangkan Dow teori dari hasil analisa pergerakan harga di pasar saham pada akhir abad 19. Hingga meninggal di 1902, Dow yang merupakan sebagian pemilik dan editor di The Wall Street Journal, tidak pernah menulis dalam buku terhadap penelitian dan padangannya terhadap pergerakan harga di bursa DowJones Transportation, namun hanya berupa catatan-catatan editorialnya di Koran yang dia punya.
Pandangan-pandangan Charles Dow tersebut, baru disempurnakan setelah SA Nelson dan William Hamilton sehingga menjadi sebuah teori yaitu “Dow Theory”, dimana Nelson membuat tulisan yang pertama kalinya menggunakan istilah Dow Theory dalam The ABC of Stock Speculation. Kemudian Hamilton menyempurnakan teori Dow melalui serangkaian tulisan artikelnya di the Wall Street Journal antara tahun 1902-1929. Dan tahun 1932, Robert Rhea memperhalus teori-teori yang terkandung di Dow Theory dengan mempelajari 252 editorial Charles Dow dan Hamilton.

Asumsi

Sebelum mempelajari lebih jauh tentang teori Dow ini, Rhea menyatakan bahwa keberhasilan penerapan teori Dow harus ada beberapa asumsi yang harus diterima dan tanpa alasan apapun.

Manipulasi

Asumsi pertama yang harus diterima adalah manipulasi dari tren primer tidak mungkin terjadi. Nah disini maksudnya adalah, ketika investor mempunyai dana yang besar maka pertaruhan untuk memanipulasi pergerakan harga atau munculnya spekulan memang besar harapan akan terjadi, namun menurut teori ini menyatakan bahwa spekulan dan investor besar tidak akan bisa memanipulasi pergerakan harga pada trend primer atau trend besar atau pergerakan tahunan. Tetapi mungkin saja bisa terjadi pada trend-trend sekunder atau harian atau juga mingguan.
Asumsi pertama ini kemungkinan besar hanya bisa menggerakan satu atau 2 emiten saja seperti memanipulasi biaya sehingga harga bergerak liar, namun pada saatnya nanti akan kembali pada tren primernya. Contohnya pada era 1978-1980 Hunt bersaudara mengoleksi komoditi perak cukup besar sehingga harga meroket hingga $ 50/ounce dalam waktu cepat, namun lambat laun kembali ke koreksi atau penurunan mengikuti pergerakan trend primernya.

Averages Discount Everything

Asumsi kedua dari teori ini adalah semua pergerakan pasar mempunyai refleksi atau timbal balik berupa informasi. Segala sesuatu yang ingin dan perlu diketahui sudah tercermin di pasar melalui harga.

Harga merupakan jumlah total dari semua harapan, ketakutan dan perkiraan semua orang. Pergerakan suku bunga, ekspetasi pendapatan, proyeksi laba, pemilihan presiden, produk-produk inisiatif dan segalanya, sudah diwakili harga di pasar.

Seperti contoh dibawah ini suatu keputusan bank sentral bisa menggerakkan pasar yang cukup besar pada pergerakan bursa DowJones :

downaveragediscount

 

Market mempunyai 3 pergerakan

Primary movement.

Yang terpenting adalah primary atau major trend, lebih dikenal dengan nama bull (naik) atau bear (turun) market dengan jangka waktu minimal tahunan.

Secondary reactions.

Secondary atau immediate reaction di definisikan sebagai penurunan yg penting di bull market atau awal di bear market, biasanya bertahan dari 3 minggu sampai bulanan, dimana selama jarak waktunya, pergerakan secara umum menelusur kembali dari 33% hingga 66%.

Minor Movements

Pergerakan kecil bertahan satu atau dua minggu atau hingga 6 minggu. Penting hanya di situ membentuk sebagian langkah pokok atau sekunder; tidak mempunyai nilai meramalkan bagi penanam modal jangka panjang. Ini sangat penting karena pergerakan jangka pendek bisa diselewengkan sampai suatu titik tertentu.

ISTILAH DALAM FOREX (2)

menyambung artikel sebelumnya mengenai kamus forex…
Above The Market : Perintah untuk menjual sekuritas atau surat berharga di atas harga pasar saat itu.
Acceleration Theory : Teori yang mengatakan bahwa perubahan pada tingkat konsumsi akan mengakibatkan perubahan yang bahkan lebih besar pada jumlah pembelian dan tingkat produksi. Tindakan ini dilihat sebagai salah satu bentuk pendorong inflasi.
Acceptance : Persetujuan untuk membeli atau menjual sekuritas/kontrak mata uang tertentu pada tanggal tertentu dan dengan harga tertentu dimasa depan.
Account : Semua catatan pembukuan yang menyangkut berbagai transaksi seorang nasabah, termasuk saldo kredit atau debit, floating loss/profit dan nilai buku riil.
Account Balance : Selisih antara debit dan kredit dalam suatu rekening. Bila debitnya lebih besar dari kredit, maka rekening tersebut dikatakan memiliki saldo negatif. Dalam istilah lain disebut defisit. Sedangkan sebaliknya disebut surplus.
Account Executive : Seorang karyawan dari perusahaan pialang/dealer suatu perusahaan pialang saham/valas, disingkat AE. AE padat mengajukan order beli atau jual terhadap sekuritas/mata uang, dan diijinkan mengelola rekening klien. Di negara-negara yang sudah maju, jabatan AE harus memiliki izin/sertifikasi dari badan bursa nasiobal setempat.
Account Statement : Laporan berkala yang menjelaskan status dari berbagai transaksi beli/jual sekuritas/kontrak mata uang seorang nasabah.
Accounting Rate of Return : Tingkat laba akuntansi. Laba yang dihasilkan selama suatu periode akuntansi dibagi dengan jumlah uang yang diinvestasikan selama periode yang sama.
Analisa Fundamental : Lihat Fundamental Analysis
Analisa Teknikal : Lihat technical analysis
Apresiasi : Penguatan sebuah mata uang atau saham, dari akibat respon positif atau deman yang lebih tinggi dari partisipan pasar.
Arbitrage : Pembelian atau penjualan saham/valuta asing/longam mulia/obligasi/atau komuditas lain dari satu pasar ke pasar lainnya yang terpisah tetapi berhubungan. Peluang arbitrage muncul saat dua perusahaan berencana melakukan merger atau ketika suatu kontrak mata uang ditransaksikan di lain jenis pasar, agar didapat keseimbangan nilai atau selisih kurs spot lewat cross rate.
Arbitrage Bond : Obligasi-obligasi minisipal yang diterbitkan dengan tujuan untuk mendanai ulang obligasi berbunga lebih tinggi sebelum obligasi ini boleh ditebus. Untuk mendapatkan keuntungan suku bugan, dana hasil penerbitan baru diinvestasikandalam sekutiras-sekuritas surat utang tertentu sampai tanggal penebusan tiba.
Arithmatic Investing : Metode investasi yang mengurangi resiko yang dihadapi investor dengan cara mengestimasi tingkat keuntungan sepanjang peroide waktu tertentu.
Around : Beberpa poin diatas atau dibawah harga target (harga par). Misalnya, ketika mengkuotasikan premium atau harga spot yang ingin dibeli/jual. Istilah three-three around berarti 3 poin dibawah atau diatas harga yang diinginkan (par).
Asian Development Bank : Sebuah bank internasional yang berkantor pusat di Filipina yang membantu pertumbuhan sosial dan ekonomi di Asia dengancara memberikan pinjaman kepada negara-negara miskin.
Ask Price : Harga penawaran penjualan suatu kontrak mata uang/saham.
Asset : Segala sesuatu yang dimiliki oleh perusahaan atau individu, dari mulai bangunan, perlalatan, hingga aktiva yang tak berwujud seperti paten dan reputasi.
Asset Allocation : Alokasi investasi dalam berbagai asset demi meraih tujuan-tujuan tertentu seperti level resiko, tingkat keuntungan, dan potensi apresiasi.
Asset Backed Security (ABS) : Obligasi-obligasi yang dijamin(di-back up) oleh piutang, seperti kartu kredit, mobil, sewa guna peralatan, kredit personal tanpa jaminan, rumah, serta asset lainnya yang bergerak. Sekuritas ini biasanya dirancang agar mendapatkan rating kredit yang tinggi.
Asset Play : Sebuah sekuritas/saham yang menarik, karena harga pasarnya tidak mencerminkan nilai dari asset-asset perusahaannya.
Asset Valuation Estimasi : nilai suatu asset yang akan menjadi dasar pengenaan pajak.
At a Discount : Sekuritas yang dijual dengan harga dibawah nilai par.
At a Premium : Sekuritas yang dijual dengan harga diatas nilai par.
At Best : Perintah untuk membeli sekuritas pada harga terbaik tersedia.
Back Dating : Penulisan tanggal pada suatu cek atau dokumen lain, dimana tanggal ini lebih awal daripada tanggal penarikan aktual. Juga seorang investor yang memegang sertifikat Reksadana yang awalnya tidak menandatangani letter of intent (LoI), dapat menandatangani LoI ini dalam 90 hari semenjak tanggal pembelian Reksadana tersebut.
Back Office : Departemen atau divisi yang bertugas memproses berbagai hal mengenai transaksi keuangan diluar departemen dealing room. Biasanya terdiri dari departemen settlement, accounting, finance.
Back-end Rights Right : yang melindungi kepentingan keuangan pemegang saham. Taktik ini digunakan oleh manajeman saat perusahaan terancam diambil alih. Jika pengambil alih berhasil membeli sebagian saham beredar tetapi tidak mampu menyelesaikan pengambilalihan sesuai nilai yang ditawarkan manajemen, para pemegang saham dapat menukarkan right dengan kas, saham preferen, atau sekuritas-sekuritas hutang lainnya, sehinga merugikan pihak yang mengambil alih.
Bad Debt : Kredit macet, atau saldo piutang kredit yang tak tertagih dan kemudian dibiayakan oleh perusahaan.
Bail Out : Penalangan.
Balance : Saldo.
Balance Budget : Anggaran berimbang. Ekspektasi penerimaan sama dengan ekspektasi pengeluaran selama suatu periopde tertentu.
Balance of Payment : Neraca pembayaran. Neraca yang mencatat semua transaksi keuangan internasional sebuah negara dengandasar pembukuan double-entry. Komponen-komponen Neraca pembayaran adalah neraca berjalan (impor dan ekspor barang serta jasa), neraca modal (mobilitas investasi), dan neraca emas (mobilitas emas yang dimiliki). Surplus dan defisit ditujukan dalam account yang berbeda.
Balance of Trade : Nilai dari ekspor dikurangi impor suatu negara.
Balance Sheet : Neraca. Status keuangan sebuah perusahaan atau individu pada suatu waktu tertentu.Komponen-komponen neraca adalah aktiva, kewajiban dan ekuitas.
Ballooning Defisit Effect : Efek defisit pemerintah yang membumbung tinggi dengan menghasilkan efek yang lebih besar pada perekonomian.
Bank Guarantee Letter : Surat garansi bank.
Bank Sentral : Lihat “Central Bank”
Bank Syndicate : Sindikasi perbankan. Sekelompok bank yang bersatu untuk menjual atau menjamin emisi sekuritas tertentu.
Bar Charts : Diagram batang. Jenis grafik ini menunjukan harga pembukaan, penutupan tertinggi, dan terendah dari suatu mata uang atau saham. Perubahan-perubahan nilainya terjadi dari waktu ke waktu. Biasanya dipakai oleh kalangan dealer/trader di mata uang/sekuritas untuk melakukan forcasting, atau perkiraan harga yang mungkin muncul dimasa yang akan datang. Pada analisis bar charts ini dikenal pula berbagai macam pola (chart pattern) yang menggambarkan se\uatu kondisi kumpulan harga pada masa tertentu untuk kemudian diantaisipasi gerakan harga selanjutnya menurut pola yang sudah pernah terjadi dimasa lampau.
Barrel of Oil : Barel adalah standar ukuran volume minyak mentah dalam perdagangan minyak internasional. Satu barrel sama dengan 42 galon minyak pada suhu 60 derajat Fahrenheit.
Base Currency : Dalam pengertian umum, hal ini menjelaskan sebuah mata uang yang dimiliki seorang investor dalam neracanya. Dalam pasar valas, Dollar AS normalnya dinamakan sebagai base currency untuk diperdagangkan terhadap berbagai mata uang lainnya. Dihitung setiap satu dollar AS per mata uang counterparties. Pengecualian sistem base currency ini adalah terhadap Euro, Pound Sterling, Australian dollar dan berbagai mata uang yang diletakan dimuka dollar AS pada kuotasinya, menandakan mata uang tersebut menjadi direct currency.
Bear Market : Satu kondisi dimana harga di pasar terus menurun.
Bearish : Istilah praktisi pasar uang/saham yang menunjukkan trend harga yang menurun.
Biaya Transaksi : Lihat transaction cost
Bid Rate : Harga yang dikehendaki oleh trader untuk membeli sebuah mata uang tertentu.
Bid/Ask Spread : Perbedaan harga beli dan jual pada suatu waktu tertentu. Jarak/perbedaan harga beli dan jual ini sering dijadikan indikasi likuiditas pasar. Artinya, jika spread semakin berkurang, maka semakin tinggi likuiditas keadaan pasar saat itu.
Boiler Room : Ruangan yang penuh sesak dengan pesawat telepon, yang digunakan oleh tenaga-tenaga pemasaran untuk menawarkan berbagai sekuritas spekulatif dan sekuritas palsu kepada infvestor prospektif.
Bond : Obligasi. Sekuritas surat hutang jangka panjang yang diterbitkan oleh sebuah perusahaan atau pemerintah, yang memiliki tingkat suku bunga dan tanggal jatuh tempo yang tetap. Karakteristik dari obligasi ini dimuat dalam bond indenture, diantaranya adalah apakah bunga dan prinsipal akan dibayarkan kepada orang yang anamnya tertera pada sertifikat obligasi, atau kepada siapa pun yang memegang obligasi, dimana dsalam kasus ini obligasi yang dimaksud disebut dengan bearrer bond.
Bottom Price : Harga terendah yang terjadi pada rentang waktu tertentu.
Cable : Istilah lain yang dialamatkan para trader valas global untuk sebuah nilai tukar STERLING/DOLLAR. Disebut demikian dikarenakan awalnya nilai tukar tersebut memang ditransmisikan lewat sebuah kabel pengirim (transatlantic cable) yang dimulai pada pertengahan 1800.
Candlestick Chart : Sebuah jenis grafik yang mengindikasikan kisaran transaksi pada suatu mata uang/saham. Berisi informasi mengenai harga Pembukaan, Tertinggi, Terndah,dan Penutupan. Jika harga penutupan berada diatas harga pembukaan, maka jenis Candle kosong, sebaliknya jika harga penutupan berada dibawah harga pembukaan (harga turun) maka candle akan berisi. Pola analisis ini diperkenalkan pertama kali oleh para pedagang komuditas di Jepang pada awal abad 18-an.
Central Bank : Bank milik pemerintah yang bertugas menangani kebijakan moneter negara yang bersangkutan. Sebagai contoh, di Amerika disebut Federal Reserve, di Indonesia Bank Indonesia.
Chartist : Seseorang yang menggunakan chart dan grafik, serta membuat interpretasi trend data/sejarah pergerakan harga untuk menentukan trend dan membuat prediksi dimasa yang akan datang. Sering disebut juga sebagai Pialang Teknkikal
Choice Market : Satu kondisi dimana harga pasar tak ada selisih. Semua pembeli dan penjual menunjuk di harga sama.
Clearing : Proses penyelesaian dari sebuah transaksi
Closed Postion : Penutupan posisi dilakukan setelah pembukaan dilakukan. Bila pembukaan posisi adalah Buy maka penutupannya adalah Sell dan sebaliknya.
Collateral : Sesuatu kecenderungan pada keamanan sebuah pinjaman atau sebagai garansi dari pelaksanaan.
Commission : Biaya Komisi yang dibebankan oleh seorang broker terhadap investornya.
Confirmation : Bentuk konfirmasi baik dalam bentuk rekaman maupun dokumen yang mengindikasikan telah terjadinya sebuah transaksi dari konterparti atau pihak tertentu yang bersangkutan dengan jumlah, satuan dan waktu transaksi tersebut dilakukan.
Contagion : Kencederungan/tendensi sebuah krisis ekonomi pada satu pasar beralih ke pasar lainnya. Pada tahun 1997, stabilitas politik di Indonesia telah menyebabkan tingginya ketegangan pada harga mata uang Rupiah. Dari sana, tendensi merambat ke negara-negara Asia lainnya seperti Hongkong, Amerika latin.
Contract : Standar dari satuan transaksi. Biasanya juga merupakan minimal satuan kontrak transaksi.
Counterparty : Satu atau beberapa konterparti dalam sebuah transaksi keuangan.
Country Risk : Resiko yang diartikan bersumber dari landasan utama transaksi tersebut dilakukan, termasuk pertimbangan legal dan kondisi politik sebuah daerah.
Cross Rate : Nilai tukar antara satu atau beberapa mata uang yang tidak menjadi patokan standar negara dimana mata uang tersebut diperdagangkan. Contohnya adalah, di Indonesia atau di Amerika Serikat transkasi mata uang EUR/JPY akan disebut sebagai transaksi cross rate, dimana untuk negara kawasan zona Euro dan Jepang kedua mata uang tersebut disebut sebagai mata uang primer yang diperdagangkan.
Currency : Sebuah mata uang yang dilegalkan oleh sebuah negara yang dimonitor langsung oleh bank sentralnya dan digunakan sebagai alat transaksi resmi negara tesebut.
Currency Risk : Peluang resiko yang mungkin ada pada sebuah perubahan harga saat ini atau pun dimasa yang akan datang.
Currency Symbol : Singkatan untuk mata uang sebuah negara. Sebagai contoh: AUD-Dollar Australia; CAD-Dollar Kanada; EUR-Euro; JPY-Yen Jepang; GBP-Poundsterling Inggris; CHF-Franc Swiss, IDR-Indonesian Rupiah. Kode-kode mata uang ini ditentukan oleh International Standard Organization pada ISO 4000.
Day Trading : Mengacu pada sebuah posisi transaksi keuangan tertentu yang dibuka dan ditutup pada hari yang sama (tidak bermalam).
Dealer : Seorang individu yang bertindak melakukan berbagai transaksi keuangan untuk dan atas nama satu prinsipal tertentu atau konterparti. Biasanya Prinsipal tertentu mengambil satu posisi yang berharap akan dapat memetik keuntungan dari selisih harga transaksi tersebut dari konterpartinya. Hal yang lain dilakukan oleh seorang broker biasanya menjadi perantara transaksi tertentu dari individual atau korporasi baik untuk transaksi jual maupun beli dengan mendapatkan komisi transkaksi.
Deficit : Sebuah kondisi negatif pada suatu neraca perdagangan/pembiayaan.
Depresiasi : Turunnya nilai mata uang satu negara terhadap negara lain karena tekanan pasar.
Derivative : Kontrak perdagangan yang dapat berubah-ubah nilainya sesuai dengan pergerakan harga atau waktu. Contoh yang paling umum dari konrak jenis ini adalah saham dan forex.
Devaluasi : Penurunan nilai kurs, biasanya karena pengumuman resmi.
Dove : Kebijakan ekonomi yang cenderung untuk menahan atau bahkan menurunkan suku bunga. Pelaku kebijakan dove percaya bahwa naiknya inflasi tidak terlalu berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat umum sehingga menaikkan suku bunga tidak diperlukan.
Euro : Kurs dari European Monetary Union (EMU), perserikatan negara-negara Eropa.
European Monetary union (EMU) : Merupakan perserikatan negara-negara Eropa. Tujuan utama didirikannya serikat ini adalah untuk membuat mata uang tunggal negara-negara Eropa yang disebut Euro yang pada akhirnya menggantikan mata uang negara masing-masing anggotanya. Transisi dimulai tahun 1999 dan pada akhir 2002 direncanakan hanya Euro yang berlaku dinegara-negara anggota EMU. Anggota dari EMU adalah Jerman, Belgia, Luksemburg, Austria, Finlandia, Irlandia, Belanda, Italia, Spanyol dan Portugal.
Federal Reserve (Fed) : Bank Sentral AS.
Flat : Istilah trader/dealer terhadap pasar yang stagnan. Sebagai contoh, Anda membeli $5000 dan menjual $5000 sehingga disebut flat (datar).
Foreign Exchange (forex, FX) : Pertukaran mata uang asing, secara sederhananya adalah dengan membeli dan menjualnya kembali pada harga yang berbeda.
Fundamental Analysis : Analisa ekonomi dan politik dengan tujuan menentukan nilai tukar dimasa yang akan datang.
G7 : Tujuh negara industri maju yaitu US, Jerman, Perancis, Inggris, Kanada dan Italia.
Gross Domestic Product (GDP) : Nilai keseluruhan dari hasil produksi suatu negara, pendapatan berdasarkan batas fisik negara tersebut.
Gross National Product (GNP) : GDP ditambah pemasukan dari hasil pendapatan investasi atau penghasilan dari luar lainnya.
Harga Spot : Lihat “spot price”
Hawk : Kebijakan ekonomi yang cenderung mempertahankan kestabilan harga-harga barang dan jasa dengan cara menaikkan suku bunga. Alan Greespan, gubernur The Fed sebelum Ben Bernanke merupakan salah satu pejabat pemerintah bertipe hawk.
Hedge : Sebuah posisi atau kombinasi beberapa posisi yang diambil untuk mengurangi resiko kerugian.
Hit the Bid : Istilah sebagai diterimanya penjualan pada bid yang diinginkan.
Indikator Ekonomi : Data statistik yang dikeluarkan pemerintah menyangkut pertumbuhan ekonominya. Indikator umum antara lain tingkat pengangguran, produk domestik bruto, inflasi, retail sales, dsb.
Inflasi : Lihat “Inflation”
Inflation : Kondisi ekonomi dimana harga barang-barang mengalami kenaikan sehingga mengurangi daya konsumsi.
Initial Margin Deposit : minimum yang dikenakan untuk memulai bertransaksi sebagai jaminan dimasa yang akan datang (future).
Intervention : Aksi yang diambil oleh Bank Sentral untuk mengontrol mata uang negara yang bersangkutan.
Leading Indicator : Statistik utama yang digunakan untuk memprediksikan aktivitas ekonomi dimasa yang akan datang.
Leverage : Biasa disebut juga margin. Rasio yang dibutuhkan dalam bertransaksi pada forex. Contoh, apabila leverage yang ditetapkan 1:100 maka dengan $500, nasabah dapat membeli Dollar 100 kali lipatnya yaitu $50000.
LIBOR : London Inter-Bank Offered Rate. Bank lain menggunakan LIBOR untuk meminjam dananya dari Bank lain.
Likuidasi : Lihat “Liquidation”.
Limit Order : Digunakan untuk membatasi nilai maksimum pada transaksi yang diinginkan sehingga apabila telah mencapai rate yang diinginkan maka akan posisi akan tertutup dengan sendirinya.
Liquidation : Penutupan posisi yang ada melalui eksekusi yang dilakukan trader atau pun oleh sistem.
Long Position : Posisi yang dibuka pada rentang waktu yang panjang.
Lot : Satuan standar untuk deal yang terjadi. Setiap deal, nilai yang ditetapkan adalah dalam jumlah lot. Di Indonesia, besarnya bervariasi berganutng pada kebijakan Dealer/Pialang. Pada MARKETIVA  1 Lot Mikro = $1 atau Quantity 10000.
Margin : Modal yang diperlukan sebagai jaminan dalam bertransaksi.
Margin Call : Permintaan dari pialang untuk mnambahkan sejumlah deposit agar posisi yang ada tidak terlikuidasi oleh karena margin telah habis.
Offer (ask) : Rate yang diberikan dealer pada saat penjualan kurs. Lihat ‘ask’
One Cancel Others (OCO) : Salah satu order yang membatalkan order lainnya karena tereksekusinya satu diantara kedua order tersebut.
Open Order : Order yang tereksekusi.
Open Position : Transaksi yang sedang aktif. Perubahan nilai kurs untuk pair yang open berarti terjadi juga perubahan profit/loss.
Order : Instruksi untuk mengeksekusi perdagangan pada rate tertentu.
Overnight Position : Open position yang terus berlangsung sampai bussiness day dihari berikutnya.
Pair : Pasangan mata uang yang ditransaksikan.Contoh EURUSD, GBPUSD, dsb.
Pips : Satuan terkecil dari forex. Pips diambil dua angka terakhirdari nilai kurs, biasa juga disebut point. Misalnya GBPUSD hari ini bergerak dari 1.8200 ke 1.8250 itu artinya GBPUSD mengalami kenaikan sebanyak 50 pips atau 50 points
Political Risk : Resiko yang mungkin muncul pada perubahan kurs karena perihal politik.
Premium : Untuk setiap transaksi yang melewarti satu hari (overnight position) maka akan dikenakan premium oleh pihak bank yang besarnya bisa positif atau negatif.
Price Transparency : Menyangkut validitas harga yang ditawarkan dealer. Harga harus dapat diakses semua orang dan valid.
Profit/Loss atau P/L atau Gain/Loss : Keuntungan/kerugian yang ter-realisasi setelah open position di tutup.
Quote : Nilai kurs. Biasanya digunakan hanya untuk sekedar informasi.
Range : Selisih antara harga tertinggi dan terendah pada momen tertentu.
Resistance Point : Level psikologis tertentu yang berada diatas harga pada saat tersebut. Pada saat menjelang resistance point diharapkan pasar akan menjual kembali kurs yang telah dibeli sehingga nilai tukar akan melemah.
Revaluation : Menguatnya nilai tukar dari suatu mata uang karena adanya intervensi Bank Sentral negara yang bersangkutan. Lawan dari devaluasi.
Risk : Resiko karena adanya hal-hal yang tidak pasti atau diluar perhitungan yang ada yang berpotensi menimbulkan kerugian.
Risk Managemet : Sejumlah analisa dan fasilitas yang digunakan untuk meminimalisasikan resiko dan mencegah kerugian.
Roll Over : Kontrak perdagangan yang diteruskan pada hari berikutnya sampai dilakukannya penutupan posisi. Produk-produk lantai bursa merupakan kontrak jenis ini.
Settlement : Proses penempatan dan perekaman transaksi yang ditempatkan oleh trader menyangkut harga dan kurs basis yang berlaku. Dilakukan oleh dealer melalui system.
Short Position : Istilah lain untuk pembukaan Open Sell.
Spot Price : Harga market pada saat itu.
Spread : Selisih pip untuk open position pada harga “buy” dan harga “sell”. Semakin kecil Spread, akan semakin menguntungkan Investor dikarenakan untuk mencapai titik impas (BEP) tidak memerlukan pergerakan harga yang besar.
Sterling : Kata lain dari mata uang Pound Inggris.
Stop Loss Order : Order yang diberikan untuk sebuah transaksi pada titik tertentu sehingga apabila nilai tukar kurs telah menyentuh titik tersebut, secara otomatis order ditutup posisinya. Ini merupakan “batas bawah” untuk mencegah kerugian lebih jauh.
Support Level : Batas bawah tertentu yang telah dianalisa. Diharapkan menjelang batas ini, nilai tukar kurs akan kembali menguat. Merupakan lawan dari “resistance”.
Swap : Sebuah swap mata uang adalah transaksi yang simultan pada jumlah tertentu yang diberikan pada sebuah mata uang yang levelnya ditentukan kemudian.
Technical Analysis : Sebuah upaya peninjaulan atau analisis harga sebuah mata uang dengan mempergunakan data statistik seperti harga yang telah terjadi, harga rata-rata, volume, dan lain-lain.
Tick : Perubahan harga dalam rentang tersingkat.
Tomorrow Next (Tom/Next) : Jenis transaksi pembelian atau penjualan dari sebuah mata uang untuk penyerahan sehari sesudahnya.
Transaction Cost : Biaya transaksi finansial yang dibutuhkan.
Transaction Date : Tanggal transaksi.
Turnover : Total nilai uang (volume) dalam seluruh transaksi keuangan pada suatu waktu.
Two Ways Transaction : Transaksi dua arah.
Uptick : Harga kurs yang baru yang nilainya ternyata lebih tinggi dari nilai yang diprediksikan
US Prime Rate : Suku bunga pinjaman yang diberikan oleh bank komersial kepada konsumen komersial utamanya. Jenis suku bunga lainnya biasanya tergantung dari jenis suku bunga ini, yang dalam banyak hal ?tapi tidak selalu- bergantung pada tren-tren dimasa lalu dan tren-tren potensial dimasa depan.
Value Date : Tanggal yang ditentukan oleh sebuah perusahaan pialang untuk kebutuhan suatu transaksi atau pembayaran yang jatuh tempo, dalam keadaan normal biasanya dibutuhkan waktu dua hari kerja. Juga dikenal dengan istilah Tanggal Jatuh Tempo.
Variation Margin : Dana yang harus diminta seorang broker pada kliennya untuk kebutuhan posisi di pasar mata uang yang ingin dipertahankan oleh kliennya tersebut.
Volatility : Suatu harga dikatakan high volatility bila harga tersebut bergerak aktif naik turun dengan cepat.
Volatility (Vol) : Sebuah metode statistik yang mengukur pergerakan harga di pasar dalam satu periode waktu tertentu.
Whipsaw : Istilah lainnya untuk sebuah kondisi pasar yang memiliki tingkat volatelitas harga yang tinggi, dimana sebuah mata uang bergerak sangat cepat pada satu arah, dan kemudian diikuti oleh pembalikan harga seketika.

mod5-12.ashxSecara singkat, trading balance adalah suatu teknik yang dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas bonus yang diberikan oleh perusahaan broker untuk mendapatkan keuntungan. Yang disebut memanfaatkan di sini adalah mengakali perusahaan broker tersebut sehingga para trader juga harus menanggung resiko dana milik trader akan di “freeze”. Apa itu trading balance? Teknik ini kadang disebut juga sebagai arbitrase broker dengan carry trade, yaitu trader memanfaatkan bunga atau SWAP pada teknik kegiatan trading dengan dua broker yang berlainan. Broker yang digunakan untuk melakukan teknik ini adalah satu broker yang bebas SWAP atau bebas bunga dan satu broker yang memiliki bunga tinggi.

Hingga saat ini legalitas teknik trading balance ini masih menjadi perdebatan karena dapat merugikan broker. Oleh karena itu terdapat beberapa perusahaan broker yang melarang kliennya untuk melakukan teknik tersebut dalam kegiatan transaksinya. Jika ada klien yang terbukti melakukan teknik ini maka perusahaan berhak untuk membekukan dana klien sehingga dana tidak dapat dicairkan. Dalam menerapkan teknik trading yang tidak bisa kalah ini, para klien dilarang hanya menggunakan satu broker saja karena berkaitan dengan perjanjian awal kontrak yang harus dipenuhi persyaratannya oleh kedua belah pihak.

Trading balance dilakukan dengan cara menggunakan komisi, selisih SWAP pada suatu perusahaan broker, dan komisi. Para trader harus benar-benar memperhatikan kebijakan yang diterapkan oleh perusahaan brokernya karena jika bonus yang ditawarkan oleh perusahaan kepada klien semakin tinggi, maka akan semakin riskan juga profesionalitas broker tersebut. Jika ingin menerapkan teknik ini Anda harus benar-benar waspada akan resiko yang telah disebutkan sebelumnya, yaitu tertahannya dana Anda atau tidak dapat melakukan withdrawl.

Bagaimana Cara  Melakukan Trading Balance dengan Aman

Untuk dapat melakukan teknik tanpa kerugian ini dengan aman Anda harus memilih 2 perusahaan broker forex yang profesional. Jangan lupa, Anda harus menggunakan jasa 2 broker dengan satu broker berfasilitas SWAP free dan satu lagi memiliki bunga. Sekarang Anda telah siap melakukan trading. Perlu diingat, Tidak Semua Broker Menerima Teknik Trading Balance !!

Berikut adalah beberapa cara aman melakukan trading balance:

  • Tanamkan modal dengan jumlah yang sama pada masing-masing perusahaan broker.
  • Dari valutas asing yang diperdagangkan, cermatilah swap rate-nya dalam software trading metatrader 4, yaitu pada kolom market watch di tabel matau uang sebelah kiri. Kemudian klik kanan dan pilih icon symbols kemudian pilih mata uang asingnya, lalu klik properties. Para trader sebaiknya mencari valuta asing yang memiliki bunga positif yang besar pada posisi “buy” atau “long”. Jangan lupa untuk mempertimbangkan faktor spreadnya.
  • Setelah memilih valuta asing, selanjutnya Anda harus melakukan “buy” pada broker yang memiliki swap dan lakukan “sell” pada broker yang bebas bunga dengan volume lot yang sama. Berhati-hatilah dalam melakukan transaksi, jangan sampai melakukan perintah yang berkebalikan pada kedua perusahaan broker.
  • Kemudian Anda tinggal menunggu open posisi, yaitu “buy” dan “sell” hingga mendapatkan bunga setelah melewati pukul 4 dini hari.
  • Bila bunga positif yang Anda dapatkan dirasa sudah cukup menguntungka, maka seimbangkanlah posisinya.
  • Anda kemudian tinggal menarik dana dan menyimpan profit Anda.
  • Untuk menyeimbangkan posisi, lakukan sebagaimana langkah yang pertama tadi.

Dengan melakukan teknik trading balance, para trader bisa menarik keuntungan hingga 25% Perminggunya. Keuntungan melakukan teknik ini adalah pengembalian dana awal yang bagus dan tetap, selain itu para trader juga akan dapat menanamkan dana dalam jumlah besar dengan aman, dan penerapannya pun cukup mudah.

Resiko yang harus ditanggung para investor juga relatif kecil, yaitu dikenakan biaya transfer atau perubahan suku bunga. Jika masih merasa ragu, Anda dapat mencoba menggunakan teknik ini pada demo trading terlebih dahulu untuk menguasai cara kerjanya dengan mumpuni sebelum terjun pada pasar uang untuk  bertransaksi yang sebenarnya. (AF)

STRATEGI TRADING

Sebelum kita trading atau pada saat trading di forex sebaiknya kita mempunyai strategi dahulu sebelum memulainya agar tidak terjadi trading asal asalan dan trading kita juga bisa mendapat profit

seperti apakah strategi yang dapat diterapkan tersebut?? berikut penjelasanya :

1. Memiliki gambaran dan rencana trading yang baik. Berikut ini kriterianya.

  • Open posisi
  • Menentukan stop loss & take profit yang “ideal”
  • Memiliki manajemen keuangan (money management), karena hal ini menentukan trading dalam sebulan berupa ketahanan akun terhadap resiko loss, kapan untuk menarik dana, kapan menambah alokasi dana untuk mulai berinvestasi kembali dan apa kebutuhan untuk konsumtif.

2. Menjadi Trend Follower (sahabat karib dari trend). Maksudnya adalah jangan melawan kondisi pasar, pasar mengalami kenaikan, maka pasang posisi buy. Begitu juga sebaliknya.

3. Mempertahankan modal. Jangan sampai modal yang dimiliki sampai $ 0.00, jika saat kondisi loss sebaiknya mempertahankan modal pada angka 10-15%. Cara ini digunakan agar pada saat melakukan penambahan modal tidak terlalu besar.

4. Mengetahui kapan saatnya membuang “racun”. Racun yang dimaksud adalah ketika posisi buy/sell telah terjadi floating (posisi belum ditutup/mengambang) sehingga menghasilkan loss yang terus membesar. Sebaiknya langsung saja melakukan cut loss. Oleh karena itu, pentingnya stop loss dalam trading.

5. Kendali emosi. Setelah target di capai, hal yang tepat untuk dilakukan adalah segera keluar dari market. Jangan menjadi trader serakah.

6. Be smart & informed. Memiliki alasan mengapa melakukan buy/sell, oleh karena itu penting menguasai berita untuk analisa fundamental dan pengetahuan mengenai chart untuk analisa teknikal.

7. Mempunyai jurnal trading. Jurnal atau diary trading penting untuk mengetahui mengapa dan kapan posisi mendapatkan profit atau ketika loss.

8. Saat harga pada sideways, jangan masuk pasar. Jika ragu – ragu pada kondisi pasar seperti itu, sebaiknya tinggalkan. Kecuali mempunyai spesialisasi pada saat harga sideways.

9. Jangan terlau berlebihan saat trading. Setelah menentukan spesialisasi trading, sebaiknya ikuti pola trading yang dipilih. Jika seorang scalper maksimal 10 kali posisi, daytrader 2 kali maksimal dan swing trader lebih sedikit lagi.

10. Jangan mudah menyerah. Jika pada demo akun $5000 mengalami loss, kembali lagi mencoba hingga mendapatkan tujuan trading profit & konsisten.

SALAM TRADING DAN SUKSES SELALU

ISTILAH DALAM FOREX

Berbicara masasalah forex tentu saja tidak terlepas dari berbagai istilah asing dalam trading. untuk memahami dan memperjelas istilah tersebut berikut penjalasanya berupa kamus forex. kamus  ini masih belum semuanya dijelaskan hanya beberapa dulu dan belum sempurna.. mungkin ada sebagian rekan trader yang masih asing mengenal istilah-istilah dalam trading forex, semoga bisa membantu.

AGREEMENT : Kontrak perjanjian antara nasabah dan pialang yang menyangkut masalah regulasi transaksi dan investasi.
AMERICAN OPTION : Option yang hanya bisa di exercise pada tanggal berapapun sampai dengan tanggal terakhir option harus di exercise.
ASCENDING TRIANGLE: Pola berulang-ulang yang merupakan masa dari pembentukan konsolidasi yang berlangsung dalam kondisi harga stabil tinggi dan terjadi peningkatan posisi harga-harga terendah.
AVERAGE HOURLY EARNINGS: Tingkat pertumbuhan antara tingkat rata-rata per jam dalam satu bulan dan tingkat pertumbuhan upah, sehingga dapat pula dijadikan indikator inflasi. Tingkat per tahunnya juga penting disimak untuk memberikan gambaran trend jangka panjang.
AVERAGING : Melakukan transaksi dengan posisi yang sarna pada saat dalam keadaan floating loss ataupun floating profit, di mana posisi pertama dibiarkan terbuka dan kita masuk lagi dengan transaksi kedua.
BALANCE : Dana real yang ada pada account.
BAR CHART : Cara yang paling umum dalam membentuk/menggambarkan grafik harga. Setiap ketinggian harga yang digambarkan menunjukkan posisi harga maksimal atau minimal selama pasar berlangsung sesuai dengan jangka waktu yang terdapat pada bar. Tanda garis
datar ditempatkan pada saat pasar terbuka atau tertutup sesuai dengan periode waktu yang diwakilkan oleh grafik.
BEAR-FLAG : Koreksi/perubahan yang saling berkaitan dimana bergerak perlahan ke atas melawan trend/kecenderungan.
BEARISH MARKET : Keadaan dimana tren mata uang cenderung untuk turun.
BLOW-OFF : pergerakaan ke atas dengan tingkat volatilitas yang tinggi dan berbahaya, yang mendefinisikan pergerakan terakhir menuju kondisi pasar yang euphoria/bergejolak.
BOE : Bank of England, bank sentral Inggris.
BOTTOMING TAIL : Istilah area sumbu bawah tiap-tiap lilin pada grafik, yang menunjukkan adanya lonjakan harga setelah terjadi penutupan harga jual.

BOUNCE : Perilaku berbalik dari kondisi mendorong (support) atau menahan (resistance). Biasanya menunjukkan pergerakan titik acuan yang
cepat dan fluktuatif.
BOUNCE TRADERSCALP: Strategi pertukaran/perdagangan yang menargetkan posisi awal jauh dari area support atau resistance dan akan ke luar dari aktivitas jual beli setelah pasar mengalami melonjak berbalik secara tiba-tiba.
BREAKAWAY GAP : Pergerakan yang memiliki trend yang kuat, dimana diawali dengan adanya rentan yang terarah pada trend. Rentan menggambarkan kegagalan penyesuaian pada trend yang ada selama setengah jam awal perdagangan/pertukaran.
BREAKDOWN : Perilaku harga yang memotong dibawah tingkat harga terendah, atau posisi harga minimum terendah. Pola yang berdasar pada perpotongan harga tingkat resistance.
BREAKEVEN : Tingkat dimana perdagangan akan bergerak dari kondisi untung menuju rugi, kadang kala digunakan untuk berhenti melakukan aktivitas di pasar.
BREAKOUT : Perilaku harga yang memotong diatas tingkat harga tertinggi, atau posisi maksimum harga tertinggi.
BULL FLAG : Koreksi/perubahan yang saling berkaitan dimana bergerak perlahan ke bawah melawan trend/kecenderungan pasar.
BULLISH MARKET : Keadaan dimana tren mata uang cenderung untuk naik.
BUSINESS INVENTORIES : Angka persediaan barang yang telah diproduksi namun belum terjual. Merupakan salah satu komponen dalam perhitungan GDP dan dapat memberikan petunjuk penting mengenai arah perekonomian di masa yang akan datang.
C S P I : Adalah kependekan dari Corporate Services Price Index, merupakan indeks yang mengukur tingkat perubahan harga dari sektor jasa.

 

bersambung…

20 aturan untuk disiplin Trading Forex

Berikut ini ada 20 aturan untuk diisplin dalam trading Forex, semoga bermanfaat :

1. Kita dibayar karena disiplin

Kita nggak perlu punya IPK 5.0, ga perlu pintar matematika, ga perlu fasih 4 bahasa, ga perlu punya pengalaman kerja 10 tahun, ga perlu bangun pagi pulang malam utk sukses di forex. Market hanya membayar satu hal dari kita: DISIPLIN. Cuma satu itu. Dan ya cuma itulah yg dibutuhkan di sini, Disiplinlah dan market akan memenuhi rekening kita.

2. Bukan bola kalau tidak bundar.
Kalau dari 10 trading kita hanya 9 yang disiplin maka kita tentu belum bs dikatakan disiplin. Kalau kita bilang “saya sudah berhenti merokok” tapi masih suka ngumpet2 utk ngerokok itu namanya BELUM berhenti merokok. Belajarlah untuk disiplin di setiap trade.

3. Jangan obati luka bakar dengan api.
Saat market bergerak tidak sesuai dg yg kita harapkan kenapa harus diperburuk dengan membuka posisi yg sama terus menerus bahkan dg lot yg lebih besar? Segeralah keluar atau kurangi lot-nya. Itu uang lho yg kita keluarkan, bukan daun jambu.

4. Jangan tolak rejeki.
Kita semua pernah melakukan ini. Market telah menghidangkan uang utk kita dengan bergerak sesuai arah yg kita harapkan tapi kita nggak puas dengan uang sedikit. Lalu kita tungguin chart dan berharap uang itu menjadi banyak dan banyak, tapi seringkali market malah balik kanan dan kita masih saja berharap dan akhirnya malah kita yg harus mengeluarkan uang. Tidak perlu serakah. Toh market buka 24 jam. Masih ada hari esok.Jangan tolak rejeki yg sudah dihidangkan.

5. Percuma membuat gundukan dari air.
Seandainya siang ini kita sudah profit 50pip, maka usahakanlah trade berikutnya tdk loss lebih dari 50pip. Kalau saatnya sudah tepat, segera pindahkan stop loss ke +1. Buatlah gundukan dari tanah, bukan air.

6. Setialah.
Apapun trading system kita. Apapun indikatornya. Ambilah kertas dan pulpen (atau buka microsoft word). Tulis trading system kita, kapan kita masuk, kapan harus keluar, berapa lot yg dibuka, di mana menaruh TP dan SL. Sertakan screenshot-nya. Buatlah sedetil mungkin. Buatlah seolah2 kita sedang mengajari anak SD untuk mentradingkan uang sejuta dollar kita. Setelah itu print dan laminating jika perlu. Taruh di samping komputer. Kalau trading systemtersebut berhasil maka SETIALAH.

7. Carilah pakaian yang paling nyaman.
Jangan pakai jaket berbahan suede klo kita alergi dg bahan itu. Jangan pakai baju hitam tebal saat siang yg terik. Yang bagus untuk orang lain belum tentu sama bagusnya untuk kita. Jadi kalau kita nyaman dengan TF15m, kenapa harus memaksakan diri dg TF daily jika itu malah selalu bikin deg-degan? Ya coba2 sih boleh saja, tapi cukup di acc demo atau micro. Carilah gaya trading yg paling profitable tapi sekaligus paling nyaman dan menyenangkan menurut kita masing-masing.

8. Pastikan esok kita masih bisa trading.
Apakah sebuah meteor sdg menuju bumi? Apakah gelombang tsunami sdg menuju ke rumah kita? Apakah mulai minggu depanforex akan ditiadakan? Kalau tidak, lalu kenapa kita terburu2 ingin mengeruk profit sebanyak2nya hari ini juga? Jangan over-trade, jangan resikokan uang terlalu banyak, pastikan besok kita masih punya balance utk trading, supaya bs bayar cicilan, bs beli susu anak, dst. Tidak ada yg lebih menyedihkan daripada mengetahui harga akan bergerak 200 pips tapi ga ada cukup dana di account kita.

9. Sesuaikan ukuran bahu.


Kalau SMP saja belum lulus, kenapa kita pikir layak untuk duduk di bangku SMA? Kalau trading micro saja masih sering MC kenapa kita pikir di standar ga akan MC? Kalau 1lot saja sering banget loss, kenapa kita pikir 10lot akan berbeda? Kalau melawan Cris John saja belum menang kenapa maksa mau ngelawan Tyson? Tidak perlu mikul 10 karung beras kalau 1 karung saja sudah encok. Ikutilah prosesnya: demo, micro, mini, standar.

10. Saat gedung terbakar, cepatlah keluar.


Pecundang itu bukan saat kita loss. Pecundang itu kalau kita tahu harga sudah jelas balik badan tapi tetap ga berani cut loss. Jangan takut mengakui analisa kita salah. Semua trader pasti pernah loss. Yang kakap pun masih sering salah. Ga masalah kita loss hari ini, yang penting laporan akhir bulan tetap profit. Let the profit run, but cut your losses.

11. Just one big idea, and live like a king.


Para penemu hebat pasti mengerti ini, para musisi, para pengusaha, dan semua mereka yg namanya tidak pernah mati. Graham Bell, Alpha Edison, Soekarno, Elvis Presley, Nobel, George Soros, Colonel Sanders, dan orang2 hebat lainnya, semua memliki kesamaan yaitu memiliki satu ide besar dan fokus padanya. Karena mereka tau, sekali ide besar itu terwujud maka mereka akan hidup seperti raja. Temukan cara trading yg terbaik menurut kita masing2, jangan berhenti memperbaikinya, dan setialah. Lakukan apapun utk menemukannya, dan hiduplah seperti raja. Tapi money management dan disiplin akan menentukan seberapa lama kita tinggal di istana.

12. Ikuti saja anginnya.

Begitu banyak faktor yg menentukan ke mana angin akan bertiup dan sekuat apa: kontur dataran, temperatur, penebangan hutan, posisi bulan dan bintang, jumlah nitrogen di tanah, jumlah cacing yg mati per minggu, dst, dst. Tapi pada akhirnya tidak terlalu penting apa yg menggerakkan angin, melainkan ke arah mana kita mengembangkan layar saat angindatang. Pada akhirnya tidak terlalu penting menganalisa harga sebelum news terjadi, ikuti saja arah arus yg dihasilkannya.

13. Pak guru tua yang pandai


Mungkin jaman sekolah dulu kita pernah terheran2 mengapa guru PPKN kita begitu lancarnya menyebut satu persatu butir2 pancasila, atau guru fisika yg dengan di luar kepala menjabarkan rumus relativitas umum? Sekarang kita tentu sudah tau rahasianya, ya iyalah hapal, wong setiap hari selama berpuluh2 tahun yang diomongin itu2 aja.. hehe. (Yg merasa guru jgn tersinggung ya, becanda). Jadi, kalau mulai hari ini kita setia dengan trading system kita, kita ulang2 setiap hari, kita pelototin setiap jam, bayangkan bagaimana hebatnya kita 5 atau 8 tahun dari sekarang. Tetaplah berlatih.

14. Yang penting bukan di mana kita saat ini, tapi di mana kita besok


Ya ya, kita tau rasanya MC, tau rasanya pingin nonjok monitor. Kita tau rasanya putus asa. Tapi kabar gembiranya, apakah ada trader sukses yg ga pernah ngerasain itu semua? Mereka semua pernah merasakan itu, dan mereka toh sukses sekarang. Berarti kita berada tepat di jalan yg sama dg mereka. Teruskan saja, sepanjang kita terus berjalan (atau merangkak) suatu hari pastilah sampai juga di sana. Nggak penting seberapa besar MC kita, tapi seberapa besar impian kita.

15. Gigitlah sedikit-sedikit atau rahangmu lepas


Beberapa dari kita mungkin punya target profit harian 50 pip, atau 100 pip, atau 200 pip. Berapapun target kita, cobalah dipecah dalam beberapa kali trading. Mendapatkan 100pip sekali trading seringkali jauh lebih sulit (mental dan teknikal) dibanding dalam 5 kali trading. Makan sesuap demi sesuap akan lebih mudah dan menyenangkan dibanding 1 piring langsung.

16. Tentang menunggu


Apa kemampuan utama yg diperlukan utk menjadi seorang pemburu handal? Menembak? Bisa jadi. Tapi ada pepatah terkenal di antara para pemburu: Menunggu adalah separuh kesuksesan. Begitu pula saat singa memburu kerbau. Sebagian besar waktunya dihabiskan utk mengendap2 menunggu saat yg tepat, bukan utk berlarian ke sana kemari mengejar si kerbau. Punya seribu indicator dan seribu sistem tidak ada artinya tanpa tau cara menikmati masa menunggu.

17. Tentang penjaga menara
Kalau tempat kita berdiri terlalu rendah sehingga tidak bisa melihat ke mana badai mengarah, tanyakanlah pada penjaga menara. Kalau tempat kita berdiri terlalu tinggi sehingga tidak bisa merasakan getaran tanah, tanyakan pada mereka yg di bawah. Tengoklah apa yg sedang terjadi di TF besar dan kecil, lalu putuskan ke mana akan berlari.

18. Sejarah mengulang dirinya sendiri
Kita berada di zaman interglacier, di mana banjir nabi Nuh akan datang lagi. Temuan fosil mengatakan ternyata dunia sudah dikiamatkan berkali2. Asteroid pernah menumbuk bumi dan pasti datang lagi. Sejarah selalu berulang. Belilah buku yg bagus dan buatlah jurnal trading, catatlah kesalahan dan prestasi kita setiap hari. Suatu hari pasti ada gunanya, karena double top dan doji akan datang lagi. False signal akan selalu menggoda. Karena sejarah akanberulang.

19. Sesekali jadilah robot
Target trading kita ingin beli tivi yang lebih besar atau mobil yang lebih kinclong sebelum reuni SMA bulan depan? Modal trading kita hasil hutang ke bank dan seorang debt collector sdg menunggu di depan pintu? Atau kita baru saja bertengkar dg bos tepat sebelum sesi Eropa buka? Atau kita baru saja menghilangkan uang hasil jual sawah dalam 10 detik? Singkirkan emosi atau jangan lihat chart sama sekali, karena market tidak perduli sedikitpun tentang masalah kita, dia tetap akan bergerak ke manapun semaunya, meskipun kita mengancam bunuh diri di depan kantor broker. Sesekali jadilah robot.

20. Belajar membentur lantai
Ambillah bola tenis. Banting kuat2 ke lantai. Lihat seberapa tinggi dia memantul. Yup, kita semua tau semakin keras dia terbentur semakin tinggi dia terbang. Begitu juga dengan kita, loss itu penting utk membuat kita lebih hati2, MC itu perlu utk memaksa kita disiplin, percayalah semua kegagalan kita kemarin ada gunanya, itu adl lantai keras yang akan menerbangkan kita tinggi2 suatu hari nanti.