Pentingnya Money Manajemen

money manajemenMoney management (MM) sebenarnya adalah hal yang sangat penting selain system trading dalam trading forex. Tapi masih banyak trader yang melupakan bahkan belum paham tentang pentingnya MM ini. Trader-trader yang akhirnya berhasil menjadi kaya karena mereka paham tentang money management.

Kunci utama kesuksesan di Trading Forex bukan hanya ditentukan oleh keampuhan sistem. Walaupun sistem yang digunakan adalah system yang jitu, bukan hanya itu jaminan akan menjadi pemenang.

Kunci kedua terletak pada Money Management. Tidak peduli seperti apa system trading yang digunakan breakout, trend, reversal, short term atau long term, jika tidak tahu bagaimana memanage uang dalam trading di pasar Forex, maka besar kemungkinan akan berakhir sebagai pecundang, bahkan walaupun sistem trading yang digunakan adalah yang terbaik di dunia.

Dan kebalikannya, walaupun hanya memiliki sistem trading sederhana sekalipun, namun jika Money Management bagus dan adisiplin mematuhinya, maka peluang untuk keluar sebagai pemenang akan jauh lebih besar.

Trading System tanpa Money Management adalah kesalahan besar. Mengetahui kapan saat yang tepat untuk masuk (entry) market, kapan harus exit, adalah sebagian keahlian yang perlu dimiliki oleh seorang trader. Namun, satu hal yang paling penting dari semua itu adalah mengetahui bagaimana memanage uang saat trading.

Tujuan Money Management sebenarnya sederhana: mencegah kerugian terjadi. Atau dengan kata lain, menjaga agar seorang trader tetap bisa bertahan setelah mengalami hari buruk, yaitu ketika beberapa kali mengalami kekalahan dalam trading secara berturut-turut. Tanpa Money Management yang baik, beberapa kekalahan tersebut akan cukup untuk membuat terhempas tanpa sisa uang sedikitpun.

Tujuan kedua Money Management adalah agar bisa menjadi pemenang dalam jangka panjang. Apapun yang terjadi pada satu per satu trading, profit atau loss, anda akan tetap keluar sebagai pemenang di akhir cerita.

Misal, jika anda memiliki Money Management yang baik, walaupun anda Loss 4-6 kali berturut-turut, anda masih tetap bisa eksis dan dapat membalaskan kembali kekalahan tersebut hanya dengan 2 atau 3 kemenangan. Sekali lagi, Money Management tidak hanya akan melindungi kita, tetapi juga akan memberi profit mantap dalam jangka panjang. Berikut ini contoh Money Management yang bisa dijadikan dasar dalam menjalankan trading di pasar Forex. Anda bisa mengubah plan ini menyesuaikan dengan style, atau trading system anda.

 Rencana Trading/ Trading plan

Kita akan membahas pokok bahasan yang tidak kalah penting, yaitu Rencana Trading.
Rencana trading akan sangat kita butuhkan agar kita dapat terus maju di dunia forex ini, kita bisa melihat dan memastikan bahwa dari waktu- kewaktu kinerja trading kita selalu mengalami peningkatan.

Kenapa kita harus punya Trading Plan?

Jawabannya sederhana saja, sebab kita ini sedang berbisnis, bukan hanya membuka perusahaan saja yang membutuhkan perencanaan, bisnis forex yang kita jalani sekarang ini juga bisnis yang membutuhkan perencanaan.Buatlah perencanaan Anda :

Trading sistem.
Anda harus mencatat trading sistem apa yang Anda pakai, bagaimana aturan mainnya, rulenya bagaimana, entry dan exitnya seperti apa, begitu juga manajemen moneynya.

Kegiatan Rutin.

Disini Anda tentukan 3 hal penting yaitu kapan Anda akan melihat pasar dan menganalisanya, lalu kapan Anda melihat pasar dan mengambil posisi dan yang terakhir, kapan Anda melakukan evaluasi atas semua trading yang Anda lakukan.

Pola pikir.
Harus diakui kita ini bukan robot yang bisa dengan mudah memisahkan antara pekerjaan dan emosi kita, kadang kala disaat kita stress akibat permasalahan internal mengakibatkan emosi kita terbawa pada performa trading kita, atau jika kita mengalami kekalahan berturut-turut membuat kita balas dendam dengan cara trading tanpa lagi memikirkan money manajemen.

Kemenangan saya adalah kemenangan statistik, saya tahu bahwa setiap saat posisi saya bisa kalah, dan dapat terjadi kapan saja.
Saya harus disiplin dan konsisten dengan Trading sistem saya.

 Tujuan Trading.

Setiap kegiatan investasi hendaknya mempunyai tujuan yang ingin dicapai. Tujuan yang maksud ini bukan mendapatkan uang sebanyak-banyaknya. Tetapi lebih kepada sesuatu yang bisa memotivasi diri Anda sendiri. Cari dan tentukan apakah tujuan Anda melakukan trading forex sebenarnya, lalu catat di agenda Anda dan baca terus-menerus agar motivasi Anda terus tumbuh. Berikut contoh motivasi yang menjadi tujuan trading forex Anda. Misal Anda ingin mengumpulkan uang sebesar 10 juta agar membeli motor tipe baru, ingin membuktikan diri kepada orang tua bahwa anda bisa mencari uang sendiri dan mandiri.

Kelemahan

  • Dalam trading forex saya sulit sekali untuk disiplin.
  • Saya sering sekali melanggar aturan dari trading sistem saya.
  • Saya cenderung trading dengan waktu yang tidak konsisten.
  • Setiap mengambil posisi transaksi, saya cenderung keluar cepat, sebelum waktu exitnya.

Jurnal Trading.

Tidak hanya laporan keuangan yang membutuhkan proses jurnal, kita di dunia forex trading juga memerlukan sebuah jurnal yang berisikan posisi-posisi yang kita ambil, beserta penjelasan mengapa Anda mengambil posisi tersebut.

Contoh tanggal sekian jam sekian anda membuka posisi Open BUY GBP/USD di harga 1.9450 , nah disampingnya Anda tulis mengapa Anda mengambil posisi buy tersebut, Anda bisa menulisnya seperti ini “saya mengambil posisi ini sebab MA periode 5 dan MA periode 10 sudah saling berpotongan dan RSI pun menunjukkan angka diatas 50 menandakan indikasi harga akan naik ”

Tentukan berapa banyak dana yang akan anda resikokan.

Hal pertama yang perlu diingat adalah hanya gunakan sejumlah uang dimana jika anda kehilangan seluruhnya sekalipun itu tidak akan mengganggu rumah tangga finansial anda. Bukan berarti di trading Forex ini anda akan mengalami kekalahan, namun ada baiknya jika kita melakukan pengamanan agar ini tidak justru menjadi malapetaka. Misal, jika anda hanya bisa memulai trading dengan dana $100, silakan mulai dengan dana tersebut. Jika anda bisa mulai dengan dana $1000, silakan saja. Yang penting, jika pun nanti anda kehilangan seluruh uang tersebut, anda tetap bisa hidup secara normal dan tidak ada satu orang pun yang anda kambing hitamkan. Ingat, aturan ini digunakan oleh setiap trader pemenang.

Tentukan berapa modal (margin) yang anda gunakan pada setiap trading.

Misal Anda menggunakan 10% (1/10) dari total dana untuk setiap trading. Jika dana Anda $100, maka anda akan gunakan margin sebesar $10 di setiap trading (atau sama dengan 0,01 lot di micro Forex). Jika dana anda $1,000, maka anda akan gunakan modal $100 untuk setiap trading (atau sama dengan 0,1 lot di mini Forex). Jika dana anda $10,000, maka anda akan gunakan modal $1,000 untuk setiap trading atau sebesar 1 lot di standard Forex. Di bagian lain tutorial ini anda akan temukan besaran margin yang bisa anda tradingkan berdasarkan jumlah dana yang anda punya.

Tentukan berapa yang anda resikokan pada setiap trading.

Jumlah yang anda resikokan di setiap trading akan menentukan kekokohan financial account anda. Dan dianjurkan anda hanya meresikokan 1/5 dari margin yang anda gunakan. Misal meresikokan 20% dari modal yang digunakan dalam setiap trading. Dengan kata lain, jika total dana adalah $1,000 dan per trading digunakan modal $100, maka akan meresikokan 20% dari $100 yaitu $20. Ini berarti setiap trading hanya meresikokan 2% dari total dana. Resiko ini harus kurang lebih sama dengan nilai stop loss yang nanti di masukkan saat mengisi form order. Misal, jika anda trading dengan nilai $100 (dengan equity sebesar $10,000), maka stop loss yang anda resikokan adalah $20 (sekitar 20 pips untuk currency pair USD).

Tentukan berapa jumlah posisi trading yang akan anda lakukan pada saat bersamaan.

Melakukan beberapa posisi trading dalam waktu bersamaan berarti menambah resiko anda. Walaupun itu juga berarti menambah peluang profit. Misal membatasi hanya trading 3 posisi dalam waktu bersamaan. Dengan begini menggunakan 30% dari dana untuk trading dengan resiko sebesar 6% dari total dana. Akan lebih baik melakukan trading lagi hanya setelah satu atau dua posisi sudah closed.

 Tentukan berapa rasio Risk:Reward anda

Sekarang anda sampai pada bagian terpenting dalam Money Management. Dari setiap trading yang anda lakukan, tentukan terlebih dahulu berapa rasio antara Profit yang anda inginkan dengan Loss yang sedia anda resikokan. Rasio ini disebut juga dengan Risk : Reward.

Misal, jika anda merancang Risk : Reward anda sebesar 1 : 2, maka ini berarti dalam setiap 1 nilai yang anda resikokan, anda mengharapkan 2 profit. Aturan ini nanti anda terapkan dalam penentuan nilai stop loss dan take profit.

Tentukan berapa persen kekalahan yang anda sanggupi dalam sehari Jika anda loss lebih dari 20% dari total dana dalam sehari, maka berhentilah trading pada hari tersebut. Ini perlu dilakukan agar bias berpikir lebih jernih di hari berikutnya. Ini sangat berkaitan dengan factor psikologis yang turut menentukan keberhasilan seseorang dalam trading.

Menjadi trader yang baik berarti anda membuat rencana Money Management dan merancang parameter resiko dengan baik. Jangan rencanakan sambil lalu, tapi lakukanlah secara matang. Dengan memiliki rencana resiko yang cukup matang, anda akan melipatgandakan peluang untuk menghasilkan uang sebagai trader. Anda harus memulainya dengan menentukan berapa besar modal yang sedia anda gunakan dan siap jika nanti ternyata anda kehilangan seluruhnya. Cara yang juga baik anda lakukan adalah dengan menggunakan separuh modal awal anda terlebih dahulu dalam trading, dan menggunakan separuhnya lagi hanya saat anda telah kehilangan modal sebelumnya. Anda juga harus tahu bahwa anda hanya akan meresikokan sekitar 2% dari total modal anda pada setiap trading. Ketika anda merancang parameter resiko seperti ini anda juga harus tahu berapa jumlah posisi yang akan anda buka secara bersamaan dalam trading nanti. Saya tidak merekomendasikan anda menggunakan 50% dari dana awal untuk beberapa posisi trading secara bersamaan. Jangan lakukan overtrading! Ketika anda merancang Money Management, sertakan beberapa aturan yang bias membantu anda melindungi dana dengan baik. Gunakan waktu lebih banyak untuk memikirkan rasio win loss anda. Pertama, pastikan nilai kemenangan anda lebih besar dari pada kekalahan dan setiap trading yang anda lakukan memberi keuntungan yang cukup berharga. Sebenarnya ada banyak hal yang bisa dimasukkan dalam rencana Money Management anda, tapi hal pertama yang paling penting adalah anda memilikinya. Hal terpenting berikutnya adalah anda penuh disiplin mematuhinya. Tanpa disiplin, tidak seorangpun trader bisa sukses.

Dasar-Dasar Forex Trading

FOREX (Foreign Exchange) atau yang lebih dikenal dengan Valuta Asing (Valas) adalah merupakan suatu jenis perdagangan/transaksi yang memperdagangkan mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lainnya yang melibatkan pasar-pasar uang utama di dunia selama 24 jam secara berkesinambungan (mulai dari hari Senin pk.5 pagi sampai dengan hari Sabtu pk.5 pagi WIB/GMT+7)Menurut survei BIS (Bank International for Settlement bank sentral dunia), yang dilakukan pada akhir tahun 2004, nilai transaksi pasar forex mencapai lebih dari USD$1,4 Trilyun per harinya. Dan di tahun 2006, nilai transaksi pasar forex telah melebihi USD$ 2 Trilyun per harinya. Dengan demikian, prospek investasi di perdagangan forex adalah sangat bagus , disamping itu forex juga sangat sulit untuk dapat dipermainkan pergerakan harganya oleh kalangan tertentu karena perputarannya yang sangat besar tersebut.

Mengingat tingkat likuiditas dan percepatan pergerakan harga yang tinggi tersebut, FOREX juga telah menjadi alternatif yang paling populer karena ROI (Return On Investment atau kembalinya nilai investasi yang telah kita tanam) serta profit yang akan didapat bisa melebihi rata-rata perdagangan pada umumnya (biasanya rata-rata return berkisar lebih dari 5% – 20% per bulannya, bahkan bisa mencapai lebih dari 100% per bulannya untuk professional trader). Akibat pergerakan yang cepat tersebut, maka FOREX juga beresiko tinggi apabila anda tidak mempunyai pengetahuan yang cukup serta pengaturan manajemen resiko dengan baik.

Apa yang diperdagangkan di Forex ?
Jawabannya adalah Mata Uang. Di Forex Trading adalah memperjual-belikan mata uang yang satu terhadap mata uang yang lainnya. Dan biasanya menggunakan mata uang yang umum di dunia seperti USD, JPY, GBP, EUR, CHF, AUD, dan lain lain
Contoh:
– BUY GBP/USD yang artinya membeli mata uang Poundsterling dan menjual mata uang USDollar

Pergerakan kurs harga di Forex dinamakan Point atau biasa disebut dengan Pip.
Contoh: Pergerakan Mata Uang GBP/USD dari 1.9030 ke 1.9120 berarti bergerak sebesar 90 pipBagaimana cara kerja Forex?

Di pasar valas (forex) ini kita bisa membeli ataupun menjual berbagai mata uang untuk mendapatkan keuntungan, dan Trading Forex bersifat “2 Ways Opportunity”, yaitu kita bisa meraih keuntungan dengan memanfaatkan order Buy ataupun Sell.
Jika kita meng-order dengan Buy dan kemudian harga kurs mata uangnya meningkat maka kita akan mendapatkan Profit, dan begitu pula dengan sebaliknya, jika Sell maka bila harganya menurun maka kita akan mendapatkan Profit. Tetapi jika kita meng-order dengan Buy dan kemudian harganya menurun maka kita akan menderita Loss (kerugian).

Profit ataupun Loss jika tidak kita tutup posisinya (diclose/diliquid) maka posisi order kita masih dianggap mengambang (floating) atau belum direalisasikan, sehingga dapat memungkinan terjadinya balik arah. Misalkan seorang Trader memasang perintah Buy dan kemudian ternyata harganya menurun, tetapi masih belum ditutup posisinya (belum diclose), maka Trader tersebut masih menderita floating loss, dan bila kemudian ternyata kurs harganya kembali naik melebihi posisi semula tadi maka Trader tersebut akan mendapatkan floating profit, dan bila open posisi yang floating profit tersebut ditutup (diclose) maka floating profit tersebut barulah akan direalisasikan menjadi profit yang sesungguhnya dan nyata.

BUY jika mengharapkan kurs harganya menjadi naik untuk mendapatkan Profit,
SELL jika mengharapkan kurs harganya menjadi turun untuk mendapatkan Profit

Posisi Jual (Sell) sering disebut juga dengan istilah Bid ataupun Short, sedangkan Beli (Buy) sering disebut dengan istilah Ask ataupun Long Spread Jual Beli
Di Forex, terdapat selisih perbedaan kurs harga Jual dan Beli, dan hal ini dinamakan dengan Spread. Harga kurs Jual (Bid) selalu lebih rendah daripada harga Beli (Ask).
Bila kita order dengan Bid, dan kemudian jika angka Ask-nya bergerak turun lebih kecil daripada angka Bid kita yang semula, maka kita akan mendapatkan Profit. Bila kita order dengan Ask, dan kemudian jika angka Bid-nya bergerak naik melebihi angka Ask kita yang semula, maka kita akan mendapatkan Profit. Tetapi jika sebaliknya maka akan Loss.

Contoh : EUR/USD
Bid = 1.3000  Ask=1.3002
Bid = Jual ; Ask = Beli

Contoh diatas adalah menandakan spread harga Jual dan Beli dari EUR/USD yang sebesar 2 pip (atau 2 point).

Maksud dari spread ini adalah untuk menandakan selisih harga jual dan beli kita, yang dimana apabila jika kita meng-order dengan Bid maka selanjutnya kita harus melihat harga Ask nya untuk mengkalkulasi profit ataupun loss kita, dan begitu pula sebaliknya.

Jadi misalkan kita mengorder dengan Bid di angka 1.3000 (Bid (jual) berarti jika harganya turun maka kita akan mendapatkan profit) setelah itu kita melihatnya kemudian dari angka yang Asknya, sehingga apabila kemudian harga Ask nya turun lebih kecil daripada 1.3000 maka kita akan mendapatkan profit

Berapa nilai pergerakan per Pip (Point) nya ?
Untuk Trading Forex yang terhadap USDollar tersebut terdapat 2 macam jenis currency
utama yang umum diperdagangkan yaitu yang berjenis Direct dan Indirect.

Contoh:
– Direct : GBP/USD, EUR/USD, AUD/USD, dll (yang …/USD)
– Indirect : USD/JPY, USD/CHF, dll ( USD/…. )

Nilai Per Pip nya yaitu :
Untuk mata uang yang Direct:
Per pointnya bernilai $10 (untuk penggunaan sebanyak 1 lot regular), sedangkan untuk penggunaan 0.2 lot nilainya adalah $2 per Pipnya, dan jika anda profit 15 point di EUR/USD dengan penggunaan 0.1 lot itu berarti = profit $15Untuk mata uang yang Indirect:
Per pointnya bernilai sekitar $7 sampai $9 tergantung kursnya saat itu (untuk penggunaan sebanyak 1 lot), sedangkan untuk penggunaan 0.2 lot nilainya berkisar $1.4 sampai $1.8 per Pipnya, dan jika anda profit 15 point di USD/JPY dengan penggunaan 0.1 lot itu berarti = profit sekitar $12

Cara menghitung Profit dan Loss kita:
Contoh:
Semisal kita memulai trading Forex ini dengan modal awal sebesar US$5000, kemudian cara hitungan transaksi kita adalah:
Untuk mata uang Direct :
misalkan kita bertrading dengan modal $5000 di sebanyak 1 lot regular (atau quantity contract sizenya $100,000) dan kita melakukan Buy di EUR/USD di posisi 1.2000 dan kemudian diclose untuk take profit di posisi 1.2010, maka kita akan profit sebesar :
(1.2010 – 1.2000 ) x 1 lot x 100000 = $100 (profit)

Untuk mata uang Indirect:
misal kita bertrading dengan modal $5000 di sebanyak 1 lot regular (atau quantity contract sizenya $100,000) dan kita melakukan Sell di USD/JPY di posisi 110.10 dan kemudian diclose untuk take profit di posisi 110.00, maka kita akan profit sebesar : ((110.10 – 110.00 ) x 1 lot x 100000) / posisi close 110.00 = $90.91 (profit) atau sebaliknya kalau loss juga sama hitungannya.

Pengertian Margin, Leverage dan Contract Size
Fungsi dari Margin dan Leverage ini dapat membuat anda tidak perlu bermodalkan 10,000 EURO untuk bisa membeli 10,000 EURO tersebut, tetapi cukup dengan jaminan modal sebesar sekitar 100 EURO saja maka anda sudah bisa bertransaksi di sejumlah 10,000 EURO
Cara menghitung margin (jaminan) yang dipakai untuk bertransaksi
Pada umumnya 1 lot = quantity contract size $100,000 (regular) ; dan 0.1 lot = quantity
contract size $10,000 (mini)
(bisa anda tanyakan kepada broker anda akan besarnya quantity contract size pada
satuan lotnya)Untuk mata uang yang base currencynya adalah USD (USD/…) :
(contoh: USD/JPY, USD/CHF) , maka cara perhitungan margin jaminannya yaitu :
Margin = Jumlah Lot x 100000 x %margin (untuk yang memakai satuan Lot)
atau
Margin = Quantity Contract Size x %margin (untuk yang memakai satuan Quantity)

Contoh :
Anda melakukan order BUY di mata uang USD/JPY sebanyak 1 lot dengan leverage 1:100, maka perhitungan marginnya yaitu :
Margin = 1 x 100000 x 1%
= $1000

Untuk mata uang yang base currencynya adalah yang bukan USD (…/USD) :
(contoh: EUR/USD, GBP/USD) , maka cara perhitungan margin jaminannya harus dijadikan ke kurs USDollar dahulu, yaitu dengan cara : (untuk yang memakai satuan Lot)
Margin = Jumlah Lot x 100000 x %margin x Harga quote kurs saat itu Atau (untuk yang memakai satuan Quantity)
Margin = Quantity Contract Size x %margin x Harga quote kurs saat itu

Contoh 1: Anda melakukan order BUY (Ask) di mata uang EUR/USD sebanyak 1 lot dengan leverage 1:100 dan harga kurs Bid/Ask-nya saat itu adalah 1.2998/1.3000, maka perhitungan marginnya yaitu :
Margin = 1 x 100000 x 1% x 1.3000
= $1300

Apa itu Margin Call ?
Margin call yaitu suatu keadaan yang dimana open posisi anda sudah tidak memungkinkan untuk diteruskan lagi karena cash equity anda yang menipis, sehingga bisa mengakibatkan Loss Total.

Jangan sampai trading anda mencapai Margin Call, oleh karena itu perhatikan ketahanan point anda !!

Cara perhitungan margin call yaitu : (PENTING UNTUK DIKETAHUI !) PERHITUNGAN MARGIN CALL YANG UMUM :
Contoh : Misalkan modal awal anda adalah $1000 dan anda melakukan order SELL 0.2 lot di GBP/USD seperti contoh no.2 diatas. Maka margin (jaminan) yang digunakan adalah $76. Dan sisa modal balance anda (cash equity) setelah dipotong oleh margin jaminan maka akan menjadi $1000 – $76 = $924 . Dan karena anda menggunakan 0.2 lot, maka nilai pergerakan per pip nya menjadi $2 , dan dengan sisa modal yang sebesar $924 tersebut maka anda akan sanggup menahan loss hingga $924 / $2 = 462 point. Sehingga bila loss anda melebihi tahanan tersebut (minus 462 point) maka open posisi anda akan otomatis diclose oleh system, karena untuk menghindari cash equity balance anda menjadi semakin negatif, dan ini dinamakan dengan terkena Margin Call, Sehingga margin call itu berarti jika cash equity anda sampai turun (akibat loss) dibawah margin yang dijaminkan maka anda akan terkena margin call, dan open posisi anda akan diclose secara paksa dan otomatis oleh sistem.
Salam Profit dan Sukses Selalu!

Trader Forex

trader forexBerdasarkan waktu trading dan target profitnya, Trader Forex dibedakan atas beberapa tipe dengan mengelompokkan mereka kedalam sistem trading yang mereka lakukan sehingga kita bisa menentukan kriteria yang tepat untuk menjadi tipe trader yang diinginkan.

Scalper

Ini yang berasal dari bahasa inggris yang berarti “kutu loncat”. Mereka berpendapat keuntungan sedikit itu sudah cukup yang terpenting adalah stabilitasnya dan pergerakan sekecil apapun itu adalah peluang bagi mereka yang harus di manfaatkan.

Dalam sekali pembukaan mereka membuka dengan jumlah cukup besar karena target keuntungan mereka yang hanya 10 point dan dalam sehari mereka dapat melakukan entry tidak hanya sekali namun hingga 5 kali. bahkan lebih. Keuntungan yang di peroleh kurang lebih sama dengan trader harian. Mengapa tidak? ..10×5=50 lot.

Bedanya, ini lebih mudah karena yang di incar adalah keuntungan 10 point saja. Bayangkan saja jika mereka membuka lebih dari 5 kali bukan tidak mungkin keuntungan mereka melebihi trader harian. Time frame yang di gunakan untuk menentukan trend jangka panjang 1H dan untuk menentukan aksi, mereka menggunakan 5M.

Para trader ini biasanya bergabung dengan pialang luar karena mereka mencari pialang dengan spread yang sedikit. Semakin sedikit spread, semakin baik karena selisih 1 atau 2 point bagi mereka sangat penting. Bagaimana dengan resiko margin call jika mereka membuka dengan jumlah besar? Mereka berpendapat bahwa Stop Loss mereka sama dengan margin call mereka.

Keuntungan dari system ini adalah kemudahan dalam mendapatkan keuntungan karena yang di incar hanya 10 point. Dengan target 10 point mereka dapat meraihnya walaupun pasar sedang sepi sekalipun. Sebenarnya modal yang di pakaipun tak perlu besar yang terpenting adalah keaktifan trader itu sendiri.

Pengambilan target yang hanya 10 point membuat kita harus menentukan titik stop loss juga 10 point, memang anda pun bisa saja menentukan titik stop loss lebih dari itu bahkan anda bisa tidak menggunakan stop loss sama sekali namun itu hanya akan membuat anda rugi. Bagaimana tidak rugi dengan anda menginginkan keuntungan yang hanya 10 point tetapi anda harus menanggung kemungkinan terjadinya margin call.

Day Trader

Trader metode ini kebanyakan membuka dan menutup posisi pada hari yang sama, mereka kebanyakan mengusahakan menutup harga sebelum awal minggu berikutnya. Mereka tidak akan menunggu hari senin di mana pola dan trend baru terjadi. Untuk menutup posisi namun mereka akan menutup pada hari sabtu. Untuk menentukan trend jangka panjang mereka menggunakan grafik 4H atau 1H dan untuk transaksi harian mereka menggunakan grafik 15M.

Waktu yang relatif singkat membuat mereka mengambil target keuntungan dalam kisaran di bawah 100point. Target mereka berkisar 30-50 itulah yang menyebabkan mereka dapat membuka posisi beberapa kali pada satu harinya. Bahkan ada trader yang membuka posisi hingga 13 lot padahal modal yang mereka miliki hanya $500.

Metode ini memungkinkan anda untuk mendapatkan banyak kesempatan melakukan aksi beli atau jual. Hampir setiap hari kesempatan itu muncul di berbagai pasangan mata uang utama karana target keuntungan mereka tidak terlalu besar. Mereka tidak begitu peduli dengan trend jangka panjang karena menurut mereka trading adalah hari ini. Maka dari itu mereka hanya menggunakan grafik dalam waktu yang relative pendek misalkan M15 atau M5.

Metode ini membutuhkan pemantauan yang cukup sering perharinya jika itu tidak di lakukan maka mereka dapat kehilangan kesempatan karena harga dapat berubah dalam hitungan detik. Semakin sering mereka membuka posisi maka semakin besar pula resiko yang akan di hadapi. Kebanyakan Day Trader sering mengalami kerugian di karenakan ketidakmahiran membaca grafik dengan cepat. Dalam melakukan trading kesabaran adalah peranan yang sangat penting di banding faktor lainnya.

Swing Trader

Seorang trader yang seperti ini cenderung membuka sejumlah lot dan menempatkan target keuntungan yang besar. Mereka kebanyakan menahan posisi mereka hingga berhari-hari, berbulan-bulan bahkan sampai setahun untuk mendapatkan posisi yang tepat agar mendapatkan keuntungan yang sangat besar. Mereka lebih cenderung melakukan pergerakan saat trend sangat rendah atau sangat tinggi. Modal yang mereka miliki pun cukup besar sekitar $3000, mereka juga menggunakan fasilitas Stop Loss dalam titik yang cukup tinggi juga.

Trader ini kebanyakan menggunakan grafik harian untuk membuka posisi. Mereka menentukan trend yang terjadi jika posisi menunjukan trend akan naik maka akan melakukan pembelian tanpa melakukan penjualan sama sekali. Saat grafik harian menunjukan trend naik dan perjam belum menunjukan pergerakan maka para trader akan menunggu hingga grafik tersebut bergerak. Setelah melakukan pembelian mereka tinggal menentukan keuntungan yang ingin di peroleh. Sebagian besar dari mereka menargetkan keuntungan di atas 100 point.

Mereka lebih menggunakan metode ini di karenakan metode ini lebih mudah digunakan untuk memprediksi harga. Semakin besar waktu yang digunakan semakin mudah menggunakannya, sebaliknya semakin kecil waktu makan semakin sulit karena semakin bergerigi. Dengan waktu penggunaan yang cukup besar mereka tinggal memantau pergerakan harga perhari sehingga mereka akan semakin santai dalam bertrading.

Dalam metode ini tidak cukup dengan modal yang cuma ratusan dolar, paling tidak untuk menggunakan metode ini anda memerlukan $3000. Bahkan ada yang menggunakan modal hingga puluhan ribu dolar walaupun seringkali mereka tidak dapat menentukan posisi, padahal mereka yang melakukan metode lain telah mendapatkan keuntungan. Kesempatan mereka sedikit karena mereka hanya menunggu posisi harga pada titik berbahaya yaitu titik batasan penawaran atau permintaan.

Pandangan Keliru Mengenai Forex Trading

images11Saya menekuni bidang trading dalam bilangan waktu yang tidak cukup dihitung dengan jari dan pengalaman yang saya dapatkan selama menekuni bidang ini sangat beragam dan menarik. Kunci dalam menekuni trading adalah kesabaran yang tak akan habis-habisnya diuji.

Saat kita bersabar, orang lain tidak, mereka mendesak dan memaksakan kehendak dan saat menghadapi kekalahan mereka mengungkapkan kekecewaan dan kekesalan dengan berbagai cara yang kadang tidak lazim.

Jika Anda memiliki persepsi bahwa pasar forex (foreign exchange) adalah ajang untuk meraih jalan pintas menjadi kaya dalam waktu singkat, pasti akan Anda akan menuai kekecewaan. Banyak perusahaan broker yang berani menjamin bahwa nasabah akan dapat memperoleh keuntungan finansial dalam jumlah besar dalam waktu singkat, dan mereka meyakinkan nasabah bahwa perusahaan mereka memiliki regulasi dan fasilitas tarding yag paling aman, namun mengapa pada kenyataannya mengapa tidak bayak trader yang menjadi klien broker tersebut?

Tujuan utama melakukan trading sama dengan keinginan siapapun yang sedang menjalankan bisnis, yaitu memperoleh profit. Pelajaran berharga yang saya peroleh selama terjun dibidang inii, faktor penentu yang paling utama dalam meraih kesuksesan dibidang trading bukan orang lain, bukan broker ataupun kondisi pasar, melainkan diri kita sendiri. Baik cara berpikir, kesiapan mental dan emosi yang stabil.

Banyak orang yang menolak tawaran trading, antara lain ada yang beranggapan dan yang mengatakan kepada saya bahwa trading adalah gambling — BUY atau SELL? Memilih membeli atau menjual. Tapi kembali lagi, bukankah hidup ini sendiri adalah gambling? Hidup adalah tentang pilihan. Kita memilih tidur atau berangkat bekerja. Kita memilih diam atau berkarya. Kita memilih menyerah atau terus berusaha. Kita memilih mau makan nasi goreng atau nasi padang, dan seterusnya. Setiap pilihan memiliki konsekuensi masing-masing. Kalau tidur, bermalas-malasan dan tidak mau bekerja, tentunya kita menutup jalan kita sendiri untuk memperoleh rezeki. Tapi kalau kita mau berusaha dan bekerja, bertemu dengan orang lain terus belajar dan mengembangkan network, orang-orang disekeliling kita adalah pintu-pintu rezeki.

Nah, kali ini saya akan mengulas konsep trading forex yang merupakan cara berpikir kita, berdasarkan pengalaman dan pelajaran yang banyak saya peroleh dari lingkungan trading. Yang terutama, selain kesiapan dan kesabaran, diperlukan juga edukasi tentang pemahaman tentang trading yang baik dan benar.

Konsep yang ingin saya bagikan disini adalah ‘jumlah prosentase yang tinggi bukan penentu kesuksesan trading’. Mengapa? Banyak anggapan yang keliru tentang prosentase profit atau win rates. Para trader pemula pada umumnya cepat terobsesi oleh jumlah frekuensi profit dan loss. Mereka menganggap, jika sering mendapatkan profit, berarti akan semakin cepat juga meraih target profit bulanan atau tahunan, yang sesuai rencana atau proyeksi mereka.

Kenyataannya, ini adalah cara berpikir yang keliru! Sebab dalam trading forex, tidak ada hubungan linier antara profit dan waktu. Maknanya, kita tidak dapat setiap waktu memperoleh profit, meskipun kita telah mengetahui bahwa metode trading yang kita terapkan telah teruji. Kenyataan pahitnya adalah kita bisa memperoleh profit 99% sepanjang target waktu kita dan loss besar hingga mengalami margin call dalam sekali trade.

Jadi, kita perlu memahami bahwa kita juga memiliki potensi loss setiap waktu. Namun kita dapat menjaga agar loss tersebut bisa seminimal mungkin. Yang perlu menjadi perhatian kita dan merupakan hal yang penting adalah statistik perbedaan antara frekuensi rata-rata profit dan rata-rata loss. Jika frekuensi rata-rata profit lebih besar daripada loss, maka bisa disimpulkan bahwa kita telah memiliki pegangan yang cukup kuat baik dalam cara pikir maupun metode dan strategi trading yang bisa selaras dengan karakteristik pasar forex.

Pengertian Pips, Lot, Spread dan Margin

images (11)Ada banyak sekali istilah-istilah asing yang mungkin asing di dengar atau di baca bagi anda yang baru mengenal forex dan apabila anda tidak tau, dijamin anda pasti bingung. Pada edukasi belajar forex kali ini, kami akan memaparkan berbagai istilah yang seringdi gunakan pada forex ataupun trading forex. Berbagai istilah tersebut sangat dominan akan mengisi berbagai artikel padakategori edukasi belajar forex selanjutnya, jadi bagi yang baru mengenal forex harus membaca dan mengetahuinya untuk menguasai trading.
Pengertian Pips
Kita akan sering mendengar “pips” dalam artikel forex ataupun obrolan dalam forex, karena “pips” adalah istilah yang paling dasar dalam forex. Pips adalah singkatan dari Percentage in Points atau 4 angka di belakang tanda koma (tanda titik dalam nominal US), sedangkan Pippette adalah 5 angka dibelakang tanda koma (tanda titik dalam nominal US). Contohnya adalah sebagai berikut :
1.3856 (4 angka dibelakang tanda titik disebut sebagai Pips)
 1.36778 (5 angka dibelakang tanda titik disebut sebagai Pippette)
Beberapa obrolan yang akan sering kita dengar atau tulisan yang akan sering anda baca adalah naik 25 pips atau naik 56 pips. Maksudnya adalah selisih dari pips buka transaksi dengan tutup transaksi. Misalkan anda buka transaksi di angka 1.3600 kemudian grafik naik sampai ke angka 1.3620, ini artinya ada kenaikan sebanyak 20 pips dan apabila anda tutup transaksi (likuidasi) pada angka tersebut berarti anda profit sebanyak 20 pips. Berapa nilai profit dari 20 pips ? itu tergantung dari jumlah lot yang anda transaksikan. Apa itu lot ? Simak baik-baik pada paragraf selanjutnya.
Pengertian Lot
Lot adalah standar ukuran per transaksi, umumnya 100.000 (100 ribu) unit dari base currency-nya untuk standar account, 10.000 (10 ribu) unit untuk yang mini account dan 1000 unit untuk micro account. Maksudnya adalah jumlah jumlah lot merupakan ukuran besar kecilnya transaksi pada forex. Semakin besar jumlah lot yang kita transaksikan, modal atau equity yang harus kita miliki pun harus besar dan tentunya besar profit atau resiko loss yang pun besar.
Pengertian Spread
Spread adalah selisih antara harga jual (bids) dan nilai beli (ask) atau quotes sell dan quotes buy, spread ini adalah penghasilan yang didapatkan oleh para broker dimana pada saat kita sell, maka broker otomatis melakukan buy begitu juga sebaliknya. Jadi kalau kita (trader) mendapatkan profit, maka broker loss dan begitu juga sebaliknya. Para broker biasanya memberikan tarif spread yang berbeda-beda, sedangkan InstaForex sendiri memberikan spread 3 s.d 7 (untuk akun standard) dan spread 0 (untuk akun eurica).
Pengertian Leverage
Leverage adalah daya ungkit yang memungkinkan seorang trader/investor untuk menggunakan sejumlah dana yang jauh lebih besar dari dana yang dimilikinya. InstaForex memiliki beberapa leverage, yaitu 1:1 s/d 1:1000, dengan leverage 1:1000 artinya kita seolah-olah memiliki kekuatan 1000 kali dari nilai deposit yang telah disetorkan atau ibaratnya broker memberikan pinjaman sebanyak 1000 kali dari nilai deposit yang telah disetorkan oleh trader/investor. Jadi dengan leverage ini, kita (trader) memiliki pengungkit yang memungkinkan untuk menaikkan sejumlah dana untuk trading jauh lebih besar dari dana yang kita depositkan. Apabila kita deposit 1000 USD, dengan leverage 1:1000 berarti kita seakan-akan memiliki 1 Juta USD, tetapi leverage ini juga berpengaruh terhadap tingkat margin kita. Maksudnya bagaimana ? simak pada paragraf selanjutnya.
Pengertian Margin dan Initial Margin
Initial Margin adalah sejumlah uang yang harus di depositkan oleh trader/investor untuk keperluan tradingnya, sedangkan Margin adalah jumlah deposit yang dibutuhkan untuk mempertahankan posisi pada transaksi. Misalnya, minimal margin 1% berarti untuk mempertahankan transaksi sebesar 100.000 USD cukup dengan modal sebesar 1000 USD.
• Ada 2 jenis rekening yang ditampilkan oleh broker yaitu accountregular dan account mini.
• Setiap transaksi atau transaksi jual beli dalam bentuk lot.Nilai 1 lot adalah berbeda untuk rekening regular dan account mini.
• Jika Anda ingin membuka rekening regular atau rekening mini, Andaharus ada sdikitnya 3 atau 4 lot. Jika Anda ingin membuka rekening regular, dan broker mengenakan Persyaratan minimum 4 lot untuk membuka rekening regular, maka Anda harus ada modal sebanyak 400e0 USD karena nilai 1 lot adalah 1000 USD.
• Setiap kali Anda trade atau membuat transaksi jual / beli, Anda akan menggunakan sebagian dari modal Anda. ini disebut margin. Jika Anda memiliki modal sebesar 5000 USD, Andamenggunakan 1000 USD sebagai margin untuk Anda trade.Selebihnya, 4000 USD digunakan sebagai reserve atau backup margin.
Leverage
•Leverage memiliki konsep yang sama seperti pinjaman.
•Bila Anda trade 1 lot untuk rekening regular, ukuran lot itu adalah100.000 USD dan berarti Anda membutuhkan modal sebesar 100.000 USD untuk melakukan transaksi jual / beli currency pair.

•Tetapi dengan adanya leverage, Anda tidak perlu ada modal sebanyak itu, leverage adalah seperti pinjaman, di mana kita harus ada 1% dari modal keseluruhan.

• Leverage yang standar adalah 1:100. Ia berarti Anda hanyaharus ada 1 / 100 atau 1% dari jumlah sebenarnya. 1% adalah modal Anda sendiri, 99% pinjaman oleh broker Anda.

•Contoh perhitungan

Account Regular: 100.000 USD
Leverage: 1:100
Ini berarti, Anda harus ada 1% dari 100.000 USD untuk 1 lot.
1% x 100.000 USD = 1000 USD
Oleh itu, nilai 1 lot untuk account regular = 1000 USD
  • Leverage yang besar akan membesar akan memberikan pinjaman yang besar kepada anda, Risiko juga semakin besar. Oleh itu, penggunaan leverage yang besar memerlukan money management yang betul.
  • Bahwa apabila leverage semakin tinggi, semakin tinggi pinjaman yang diberikan kepada anda dan semakin kurang modal yang perlu anda sediakan untuk 1 lot.
  • Untuk semua leverage yang berbeda-beda, nilai 1 pip tetap sama bagi 1 lot. Jika akun mini, 1 pip untuk 1 lot ialah 1 USD dan 1 pip untuk 1 regular lot ialah 10 USD.
  • Katakan anda mempunyai modal 1000 USD dan anda ingin membuka akaun mini. 1 mini lot = 100 USD. Dengan modal 1000 USD, anda boleh mendapat 10 lot.
Kemampuan EQ dalam trading forex

Diagram of emotional intelligence

Banyak dari trader pemula bahkan trader yang telah lama terjun dalam trading forex pun selalu saja tersandung pada hal psikologi ketika mereka mengalami loses ataupun mengalami MC maka stres, Euforia ketika profit, dimana keadaan pengendalian emosi berperan penting ketika melakukan aktivitas trading, walaupun anda memiliki kecerdasan IQ (Intelligence Quotient) yang tinggi sekalipun dalam menganalisa pergerakan harga, tidak akan banyak menolong tanpa kemampuan pengendalian diri.

Pengendalian disini adalah bagaimana seorang trader mampu menangkap situasi dirinya dalam keadaan yang terbaik untuk trading dan tidak melakukan aktivitas trading ketika dirinya dalam keadaan tidak terkendali.

Seorang trader seharusnya selalu sadar bahwa trading bagaimanapun metoda yang dipakai akan selalu melibatkan emosi, disini yang berperan adalah kemampuan EQ (Emotional Quotient), karena dengan kemampuan pengendalian diri sendiri ketika mendapakan profit atau loses, tetap semangat walaupun mengalamiloses, dapat beradaptasi dalam artian bahwa ia sadar bahwa harus terus belajar mengembangkan kemampuan tradingnya, serta kemampuan untuk memotivasi diri sendiri dan bertahan menghadapi frustrasi ketika loses bertubi-tubi atau sampai MC, kesanggupan untuk mengendalikan dorongan hati dan emosi ini dan tidak melebih-lebihkan kesenangan ketika mendapatkan profit yang banyak terus menerus, dan mampu mengatur suasana hati dan menjaga agar beban stress ataupun Euforia tidak melumpuhkan kemampuan berpikir.

Cara Belajar Dan Menguasai Trading Forex

Bagaimana urutan atau langkah yg benar dalam belajar forex?
volatilitas
Ikutilah langkah demi langkah dibawah ini. Supaya terdapat pemahaman yg benar sebaiknya ikuti perlangkah dengan urut dan pahami dulu makna yg disampaikan.

Langkah 1: Sekilas pandang?
Apakah Anda sama sekali belum tahu tentang forex? Sabar, sekilas saja, ada baiknya Anda baca artikel berikut.
Baca: Pengenalan Dasar Forex
Baca: Pelaku Forex

Langkah 2: Apa yg membuat orang melirik Forex ?
Jelas keuntungan/uang, dengan forex Anda bisa jadi cepat kaya, ini yang nomer satu. Selain itu, nomer duanya, faktor fleksibilitas dalam waktu, modal, serta kemudahan infrastruktur, menjadikan forex semakin diminati. Dengan modal 1000$ saja bisa profit sd 100-200$, bahkan bisa lebih. Wah2, menarik sekali.
Baca: Kelebihan Trading Forex
Baca: Mendapat Uang Dari Forex

Langkah 3: Fakta dilapangan
Karena Anda tergiur, lalu Anda dengan semangat tinggi ingin secepatnya terjun di forex. Tapi, tunggu sebentar dulu, menurut laporan data statistik, hanya 10% saja yg bisa jadi kaya, sisanya gagal(naik turun, bahkan sampai dengan bangkrut) lho. Baca artikel dibawah ini.
Baca: Resiko Trading Forex

Langkah 4: Dari Fakta, Forex itu Susah dan Beresiko
Melihat statistik lapangan, ternyata forex itu susah dan beresiko tinggi. Selain resiko uang/dana yg mungkin hilang, ada pula yg mungkin tak terasa adalah resiko kehilangan waktu. Bagaimana jika bertahun-tahun ternyata apa yg diperoleh segitu-gitu saja? Apa ini gak buang-buang waktu, pikiran, konsentrasi, dsb.

Langkah 5: Pertimbangkan
Dari potensi kaya(langkah 2) dan fakta + Susah + Resiko (langkah 3 dan 4) pertimbangkan dulu…. Jangan memaksa, dan lihat ke tipe/model personal Anda. Apakah saya model orang yg bisa menerima semua diatas.

  • Jika Anda berpikir ‘coba dulu semua baru memutuskan’, maka lanjutkan langkah berikutnya.
  • Jika Anda tidak cocok dengan resikonya, maka tutup halaman ini.
  • Jika Anda tertantang dan tertarik di forex, maka pastikan bahwa Anda serius serius serius belajar, kenapa? awas faktor resiko diatas Anda bisa masuk ke 90% golongan yg gagal. Jangan sampai ini terjadi pada diri Anda.

sumber: seputarforex.com

Belajar Memahami Money Management

Money management adalah salah satu faktor penting dalam trading forex yang berkaitan dengan pengendalian resiko. Trading adalah bisnis dan dalam bisnis tentu ada resikonya. Berapapun besar modal kita, tentunya kita ingin membatasi besarnya resiko yang mungkin terjadi. Belajar memahami pengendalian resiko dengan benar adalah kunci sukses untuk menghasilkan profit yang konsisten dalam jangka panjang. Banyak trader pemula yang accountnya ‘babak belur’ karena tidak menerapkan money management dengan disiplin, bahkan ada yang tidak tahu sama sekali tentang money management. Dalam tulisan ini akan dibahas 5 hal pokok dalam money management yang harus dipahami dan diterapkan dengan benar dan disiplin dalam trading forex.

– Besarnya resiko per trade
Besar resiko per trade diukur dengan nilai uang, bukan dengan pip, dan biasanya ditentukan dalam persentasi dari modal atau balance dalam account trading kita. Anggap saja kita belum ada posisi trading dan balance dalam account kita masih utuh, maka besar resiko per trade adalah jumlah kerugian yang kita tentukan dalam membuka sebuah posisi trading. Tidak ada ketentuan baku untuk hal ini dan bisa saja antara trader yang satu berbeda dengan trader yang lain, tergantung dari kondisi keuangan masing-masing. Yang jelas gunakanlah dana yang benar-benar tidak akan dipakai dalam waktu dekat, dan hindari trading forex dengan menggunakan dana untuk hidup sehari-hari. Asumsikan bahwa alokasi dana Anda untuk trading forex adalah dana yang siap hilang sehingga Anda tidak emosional ketika trading.
Sebagai gambaran, para trader profesional yang pendapatannya hanya dari trading (saham, forex, option dsb.) jarang yang mengambil resiko lebih dari 3% dari total modal mereka. Disisi lain, banyak trader yang telah berpengalaman merekomendasikan besarnya resiko antara 3% sampai 5% dari modal. Tetapi berapapun besarnya resiko yang Anda tentukan, Anda harus merasa nyaman dengan pilihan tersebut sehingga Anda bisa trading dengan tenang dan tanpa emosi.
Nah, kenapa besar resiko diukur dengan nilai uang bukan dengan pip ? Hal ini berkaitan dengan besarnya ukuran lot atau volume per trade yang bakal kita gunakan sesuai dengan perhitungan resiko, atau lazim disebut position sizing yang akan dijelaskan berikut ini.

– Besarnya ukuran lot per trade (position sizing)
Besar ukuran lot juga disebut dengan volume (pada platform Metatrader), atau ada yang menamakan quantity. Karena platform Metatrader sudah sangat populer, para trader forex pada umumnya lebih familiar dengan sebutan volume trading. Cara menentukan volume trading berdasarkan resiko lazim disebut dengan position sizing. Dengan position sizing, besar resiko dalam nilai uang akan selalu sama berapapun besar stop loss (resiko dalam pip) yang kita tentukan. Volume trading bisa kita atur sesuai dengan besar stop loss yang paling pas buat kita. Sebagai contoh, misalnya kita trading dengan standard lot pada pasangan mata uang EUR/USD, sehingga nilai per pip-nya adalah USD 10. Jika kita punya balance sebesar USD 25,000, dan resiko yang kita tetapkan untuk membuka sebuah posisi adalah 4%, maka besar resiko kita adalah USD 25,000 X 4% = USD 1,000. Katakan dari hasil analisa kita stop loss yang paling pas adalah 50 pip, maka volume trading kita dalam standard lot adalah: USD 1,000 / (50 X USD 10) = 2 lot.
(Catatan: pialang forex di Indonesia ada yang menyebut standard lot dengan regular lot, dan account yang hanya untuk trading dengan standard lot disebut regular account)

Nah, jika ada 2 trader dengan modal yang berbeda tetapi menerapkan persentasi resiko yang sama dan stop loss (resiko dalam pip) yang sama pula, tentu ukuran lot keduanya berbeda. Trader yang modalnya lebih besar volume tradingnya akan lebih besar walaupun stop loss (resiko dalam pip) keduanya sama. Itulah sebabnya mengapa besarnya resiko per trade biasanya diukur dengan nilai uang, bukan dengan besarnya pip pada stop loss.

– Besarnya risk/reward ratio
Risk/reward ratio adalah perbandingan antara besarnya resiko (stop loss) dan besarnya target profit (reward) yang kita tetapkan. Jika pada pembahasan sebelumnya kita telah menentukan resiko dan ukuran lot, maka langkah selanjutnya adalah menetapkan besarnya target profit yang kita inginkan dibandingkan dengan resiko yang telah kita tetapkan sebelumnya. Sama halnya dengan resiko, untuk menetapkan target profit tidak ada ketentuan bakunya, hanya saja kita harus obyektif dan realistis sesuai dengan kondisi pasar saat itu. Trader yang berpengalaman menganjurkan agar risk/reward ratio sebaiknya minimal 1 : 2, artinya jika stop loss kita 50 pip maka sebaiknya target profit kita minimal 100 pip, bahkan kalau bisa 1 : 3 atau lebih akan semakin baik. Tujuannya adalah: jika kita bisa menerapkan risk/reward ratio dengan konsisten, dalam jangka panjang akan diperoleh return (keuntungan) yang memadai walaupun persentasi profit kita secara keseluruhan masih lebih kecil dibanding loss-nya. Misalnya seorang trader mengalami 70% dari total posisinya loss, tapi masih menghasilkan return 15% dari total posisi tradingnya, karena menerapkan risk/reward ratio minimal 1 : 2 pada setiap membuka posisi.
Yang penting untuk dipahami dalam hal ini adalah menentukan besarnya resiko terlebih dahulu sebelum menghitung profit yang mungkin kita peroleh.

– Money management harus bisa mengendalikan emosi kita
Disamping money management, faktor penting lainnya dalam trading adalah keterlibatan emosi. Kedua hal tersebut saling mempengaruhi dan jika tidak dipahami dengan benar akan membawa efek negatif dalam trading. Money management yang buruk bisa menghancurkan trading kita, demikian pula emosi yang tidak terkendali. Misalnya jika kita kurang memahami money management sehingga selalu loss pada setiap posisi trading kita, maka akan sulit bagi kita untuk tidak melibatkan emosi saat trading. Sebaliknya semakin baik kita bisa menerapkan money management dalam trading, akan semakin terkendali emosi kita dalam menyikapi hasil trading. Kita bisa dikatakan berhasil menerapkan money management bila kita bisa mengelola dana dalam account trading dengan efektif dan tidak emosional.

– Money management akan berjalan baik hanya jika kita menguasai strategi trading
Jika kita tidak sepenuhnya menguasai strategi trading yang kita gunakan sehingga selalu ragu ketika hendak membuka posisi, maka sebaik apapun pemahaman kita pada money management hasilnya tidak akan maksimal.
Strategi trading dan money management adalah komponen utama dalam rencana trading yang harus dijalankan secara bersamaan. Money management akan berjalan baik hanya jika kita telah menguasai dan yakin pada strategi trading yang kita gunakan sehingga menghasilkan profit yang konsisten dalam jangka panjang.
Sumber : Nial Fuller – www.learntotradethemarket.com

Trading Double Zero

Trading kali ini akan saya awali dengan sebuah contoh. Yang mana saya umpamakan anda membeli sikat gigi disuatu mini-market dimana sikat gigi tersebut seharga Rp 1450,-. Disaat anda ingin membayar, anda tidak memiliki uang pas dengan harga sikat gigi tersebut, maka anda memberikan uang kekasir sebesar Rp 1500,-. Dengan begitu Kasir pada mini-market tersebut tentunya akan memberikan kembalian uang anda sebesar Rp 50. Pada kondisi ini biasanya anda akan bilang “Sudah ambil saja kembaliannya”.
images10
Dengan contoh tersebut diatas, pada dasarnya manusia pada umumnya cenderung hanya memikirkan suatu nomor atau jumlah yang dibulatkan, dan ini juga terjadi pada dunia trading. Dengan memahami psikologi trading seperti ini, kita dapat memanfaatkannya untuk membuat sebuah strategy trading yang profitable dalam intraday trading.

Strategi Trading Double Zero
Double zero ialah kondisi dimana market price terdapat dua angka terakhirnya adalah nol. Ambil contoh, USD/JPY berada dikisaran harga 107.00 atau pada pair EUR/USD 1.2800. Pada kondisi ini, terdapat kecenderungan kuat bahwa chart suatu pair akan “tertarik” untuk mendekati/menyentuh angka double zero seperti layaknya medan magnet. Reaksi harga seperti ini bisa kita gunakan sebagai peluang profit sekitar 50 pips dengan resiko hanya 12 sampai 20 pips. Apalagi ketika titik support dan resistance berada pada kondisi double zero ini. Alasan kenapa hal ini bisa terjadi, adalah, kebanyakan para trader menempatkan take profit dan stop limit nya pada angka yang bulat. Bank-bank besar dunia yang mempunyai akses ke dalam data order trading akhirnya juga turut mengeksploitasi hal ini, dan menggunakannya sebagai titik keluar posisi (exit point). Strategi trading ini sekaligus menempatkan kita pada posisi yang sama dengan para “penguasa market”.

Double Zero

Caranya
Dibawah ini saya akan memberikan sedikit caranya dengan bantuan  Indikator Teknikal menggunakan Moving Average dalam strategi ini.

Posisi Buy
– Cari Pair yang berada dibawah angka double zero. – Lakukan order posisi buy setelah harga bergerak mendekati angka double zero yang berada diatas harga sekarang. – Lakukan stop loss tidak lebih dari 20 pips. – Lakukan take profit setelah harga menyentuh angka double zero.

Posisi Sell – Cari pair yang berada diatas angka double zero. – lakukan order open posisi sell setelah harga bergerak mendekati angka double zero yang berada dibawah harga sekarang. – Tempatkan stop loss tidak lebih dari 20 pips. – Lakukan take profit setelah harga menyentuh angka double zero.

Saran
Strategi ini akan berjalan dengan baik apabila tidak terdapat sebuah berita besar yang keluar pada saat itu dan kebetulan ada level support/resistance. Dianjurkan pula untuk menggunakannya pada pair currency yang mempunyai range trading harian kecil. Semoga tips trading ini bermanfaat bagi kita semua.

sumber: seputarforex.com

Psikologi dan Tips Trading

Dasar Psikologi Trading

Untuk memahami apa psikologi perdagangan adalah semua tentang adalah untuk membantu Anda lebih memahami faktor yang berbeda, dan tampaknya tak terlihat, yang memisahkan yang baik dan yang buruk pedagang. Hal ini karena meskipun kita untuk menganggap bahwa mereka memiliki strategi perdagangan saham yang sama, jumlah informasi yang sama, pengalaman yang sama di pasar, mereka akan selalu memiliki hasil perdagangan yang berbeda.

Money Manajemen

Untuk tujuan penjelasan kami berkaitan dengan aspek psikologis perdagangan pasar, mari kita asumsikan bahwa kita memiliki dua orang yang sangat identik orang yang menjadi perdagangan. Tidak masalah jika Anda menganggap mereka sebagai kembar atau tidak, yang penting adalah bahwa mereka memiliki latar belakang perdagangan yang sama, pelatihan yang sama, perangkat sama dan informasi mengenai pasar dan bahkan tren mereka tertarik Bahwa mereka berdua memiliki segalanya yang sama ketika mereka harus melakukan trading.

Dan sekarang demi penjelasan kami, kami akan melompat ke depan untuk beberapa bulan ke depan setelah dua pedagang sudah mulai melakukan trading mereka. Juga karena kita telah menyatakan bahwa dua telah praktis yang sama pada segala sesuatu yang mereka butuhkan untuk melanjutkan perdagangan mereka, termasuk bagaimana mereka belajar trading, yang kita dapat berharap bahwa mereka akan memiliki prestasi yang sama dengan perdagangan mereka. Tetapi hal ini tidak pernah akan sama.

Jika kita akan memeriksa mereka, salah satu dari orang-orang ini mungkin akan membuat keluar kisah sukses perdagangan di pasar. Di sisi lain, orang lain bisa masih mendapatkan uang dari tetapi tidak pada tingkat yang sama seperti yang lain. Dan bahkan bisa menjadi mungkin bahwa ia telah kehilangan segalanya. Dapatkah ini benar-benar terjadi?

Kita dapat menentukan akar penyebab semua ini untuk psikologi trading. Ini adalah untuk mengatakan bahwa individualitas para pedagang hanya datang ke dalam bermain yang sangat mempengaruhi bagaimana mereka diperdagangkan dan membuat keputusan sehubungan dengan perubahan pasar. Masing-masing dari mereka berpikir secara berbeda yang mengarah ke keputusan sendiri dan tindakan dengan perdagangan mereka.

Sebagai contoh untuk hal ini psikologi trading, mari kita katakan bahwa kedua pedagang berada di satu titik pada tingkat yang sama di pasar karena mereka baru saja dimulai. Ketika trend mulai bergerak, masing-masing dari mereka membuat keputusan yang berbeda. Salah satu pedagang memutuskan untuk wilayah itu dan tinggal dengan tren itu, pada akhirnya ia dihargai dengan kembali besar. Pedagang lainnya, di sisi lain, memutuskan untuk menyelamatkan dan berpikir pada saat itu bahwa dia tidak akan risiko kehilangan dalam perdagangan itu. Bagaimana tepatnya mereka datang dengan kesimpulan tersebut adalah sesuatu yang tidak mudah untuk dipahami.

Ini juga di mana yang baik dan yang buruk definisi pedagang masuk Trader yang baik akan tetap dengan strateginya dicoba dan diuji atau sistem perdagangan, dan dengan demikian akan sering mendapatkan sebagian besar dari perdagangan nya. Pedagang yang buruk tidak sebaliknya. Seringkali ia membiarkan emosinya memutuskan kapan ia malah seharusnya hanya terjebak dengan sistem perdagangan nya.

Oleh karena itu hal yang penting untuk diingat adalah bahwa bagi Anda untuk sukses di pasar apapun, Anda harus memeriksa emosi dan kemampuan pengambilan keputusan. Tidaklah cukup bahwa Anda belajar untuk perdagangan bahkan dari para pedagang yang terbaik. Ada beberapa faktor yang Anda akan harus berurusan dengan diri sendiri.

6 Tips Praktis Agar trading lebih optimal

Dalam dunia trading, setiap trader memiliki strategi dan teknik masing masing untuk menganalisis dan mengambil keputusan transaksi. Beberapa diantara mereka ada yang hanya menggunakan fundamental (misalnya berdasarkan berita atau indikator terkini) atau hanya menggunakan faktor teknikal (misalnya mengamati grafik dan indikator harga) sementara beberapa yang lain menggabungkan kedua jenis analisa di atas.

Dari sisi jenis trading mereka, ada yang melakukan transaksi 2 atau 3 kali setahun (jangka waktu panjang), ada juga yang mengambil posisi hingga 50 kali transaksi per hari (jangka waktu yang sangat pendek dan hanya mencari keuntungan kecil dalam setiap transaksinya). Beberapa diantara mereka ada yang berhasil, baik dengan strategi yang sama maupun berbeda, menggunakan jangka waktu panjang maupun pendek, namun banyak pula yang gagal.

Mereka yang menghasilkan keuntungan di pasar secara konsisten jika dipertemukan akan memiliki karakteristik dan pilosofi yang sama. Kami meringkas karakteristik tersebut agar memudahkan Anda dalam memahami dan mengaplikasikannya.

6 karakteristik dan pilosofi umum yang dimiliki oleh trader yang berhasil adalah:

1.    Trading Plan

Keseluruhan trader yang sukses memiliki trading plan. Secara umum isi dari trading plan tersebut adalah;

Penentuan secara spesifik kapan akan mengambil posisi dan kapan akan melikuidasi posisi tersebut. Penentuan resiko yang juga spesifik. Kapan, di harga berapa kerugian akan di hentikan, berapa jumlah resiko maksimal yang akan diterima. Penyesuaian hasil trading dengan kapasitas transaksi. Penyesuaian ini dilakukan baik ketika menghadapi keuntungan maupun kerugian, baik menggunakan leverage maupun tidak

Yang terpenting dalam trading plan ini bukan hanya pada penyusunannya, namun lebih kepada pelaksanaannya. Trader yang sukses tersebut melaksanakan dengan sabar dan disiplin rencana yang telah disusun, tidak mudah panik menghadapi kondisi pasar yang bergerak dinamis dan selalu menganggap bahwa trading adalah bisnis atau investasi jangka panjang.Setelah Anda menyusun rencana trading Anda sendiri, hal yang terbaik Anda lakukan adalah melaksanakan rencana tersebut dengan disiplin dan sabar. Waktu akan membantu Anda mengenali kapan rencana tersebut harus di review dan disesuaikan kembali.

2.    Menerima kerugian

Umumnya di atas 90% dari trader yang gagal adalah yang tidak pernah belajar menerima kerugian. Merasa bahwa keputusan mereka benar dan ketika terjadi kesalahan, mereka fokus pada posisi yang yang mengalami kerugian dan melewatkan kesempatan transaksi lain yang muncul.

Trader yang sukses tidak pernah menganggap kerugian bersifat personal, bukan soal siapa yang benar, tapi lebih kepada bagaimana menghasilkan keuntungan. Mereka yang berhasil adalah yang langsung menghentikan posisi (cut loss) ketika memahami kesalahan dan fokus pada peluang lain yang dapat dimanfaatkan untuk mengambil keuntungan.

3.    Mudah dan sederhana

Karakteristik trader sukses yang lain adalah bahwa mereka tidak membuat aturan transaksi menjadi rumit dan kompleks. Aturan transaksi mereka simple dan mudah untuk diikuti atau disesuaikan dengan perubahan pasar yang konstan.

4.    Hasil lebih baik dengan resiko yang kecil

Sebelum masuk posisi, trader sukses mempertimbangkan berapa potensi kerugian dan berapa potensi keuntungan. Jika mereka menemukan peluang resiko yang tidak sepadan dengan keuntungan, maka mereka tidak akan mengambil posisi.

Trader sukses tidak terburu-buru dalam mengambil keuntungan, namun juga tidak akan menunggu hingga keuntungan berubah menjadi kerugian.

5.    Mengikuti arah harga

Sejarah telah membuktikan bahwa trader yang berhasil adalah trader yang hanya mengambil peluang transaksi yang sesuai dengan arah (trend) pasar. Hal ini juga berlaku bagi swing trader, yang mengambil posisi pendek dan cenderung berlawanan dengan trend besar. Mereka mengambil posisi sesuai dengan trend dengan periode yang berbeda.

6.    Jangan Over-trading

Trader yang sukses tidak akan terlibat atau terikat terlalu dalam terhadap satu posisi pada satu instrumen.

Banyak trader masuk posisi tanpa alasan yang jelas dan tidak sesuai dengan rencana tradingnya. Tidak demikian halnya pada trader sukses, mereka masuk posisi dengan alasan yang jelas, sesuai dengan seluruh kriteria yang ada dalam rencana trading dan fokus pada keseluruhan rencana dan bukan hanya pada hasil posisi yang ada.

Walaupun sebagian besar trader sudah mengetahui poin penting yang menentukan dalam keberhasilan trading, tapi sedikit dari mereka yang benar-benar mengaplikasikan apa yang telah di ketahui. Pelaksanaan inilah yang membedakan antara trader sukses dan gagal.

Sistem Trading

Sistem trading yang menguntungkan dan konsisten, banyak yang beranggapan sangat sulit untuk disusun. Sebetulnya Anda tidak harus menyusun sistem trading dengan serumit dan sesulit itu, sebab mayoritas trader yang berakhir rugi dalam trading bukan dikarenakan sistem trading mereka yang buruk, namun diakibatkan oleh emosi dan sikap tidak disiplin dengan peraturan yang sudah di tentukan. Dalam bisnis trading, jika emosi menjadi pengendali, Anda pasti akan gagal. Sehingga Anda juga memerlukan mindset sistem trading yang kuat dengan trading plan yang juga kuat.

Jika diringkas, sistem trading di bawah ini adalah alasan utama yang menyebabkan kegagalan dalam trading:

  • Salah menempatkan modal (tidak sesuai dengan produknya)
  • Kurang disiplin dan tidak ada trading plan
  • Tidak mempelajari pasar
  • Melakukan analisa/interpretasi yang kurang tepat
  • Mengejar pasar (masuk posisi walupun kriterianya belum memenuhi).
  • Tidak mau menerima kerugian (posisi ditahan tanpa menggunakan stop loss)

Untuk sistem trading tanpa emosi, ada empat tips yang sangat mudah yang akan membedakan antara pemenang dan pecundang;

1. Menyusun Trading Plan

Memiliki sebuah sistem trading plan dan dikuti supaya Anda mengetahui kapan untuk mengambil posisi dan kapan tidak mengambilnya. sistem trading ini sering dilupakan ketika sedang berada dalam kondisi profit.

Dalam sistem trading, Anda harus ambil posisi sesusai trading plan Anda dan bukan sesuai keaadan sekarang. Anda tidak akan mengetahui bahwa sistem trading akan berjalan baik atau buruk jika strategi tidak dijalankan secara konsisten dan alasan sistem trading terus diubah. Sering sekali trader tidak mengikuti sistem trading plan ketika sedang mengalami kerugian, padahal saat tersebut adalah saat-saat kritis dan paling menentukan bagi berkembangnya kemampuan sistem trading ke depan.

sumber: managemenresiko.wordpress.com