Rekomendasi Saham Pilihan, Kamis 18 Desember 2014

Analisa Trading – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan hari Rabu (16/12/14) ditutup menguat dari penutupan hari sebelumnya. IHSG tercatat naik sebesar 0.19% ke level 5,035.65. Sedangkan indeks saham-saham unggulan LQ 45 tercatat naik 0.31% ke level 864.79. Sepanjang perdagangan IHSG sempat menyentuh level terendah 5,021.95  dan level tertinggi 5,059.73.
ASX 200 Ditutup Anjlok, Investor Kecewa Dengan Data Penjualan Australia
Prediksi

Analyst Vibiz Research Center memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam potensi penguatan oleh aksi bargain hunting seteleh pada awal pekan ini mengalami pelemahan akibat tertekan arus bursa global dan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih bergerak melemah. Keputusan Bank Indonesia untuk menahan suku bunga tampaknya belum berpengaruh pada pergerakan Rupiah. Diketahui, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 7,75 persen. Pasar menunggu intervensi otoritas moneter dalam mengendalikan nilai tukar rupiah.

sumber: vibiznews.com

ANALIS: IHSG BERPOTENSI REBOUND

Jakarta- Positifnya laju bursa saham AS ternyata tidak membawa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke zona hijau, yang malah marak terjadi aksi jual. Hal ini menyebabkan IHSG terpelanting ke zona merah.

“Mulai menahan dirinya sikap pelaku pasar di akhir bulan terutama jelang rilis data-data ekonomi di awal pekan yang merupakan awal bulan Juni membuat IHSG cenderung tertekan. Pelaku pasar pun memanfaatkan kenaikan di hari perdagangan sebelumnya untuk bersih-bersih barang,” kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Jakarta, Senin (2/6/2014).

Reza melanjutkan, kondisi ini berbeda dengan laju pergerakan Rupiah dan bursa saham Asia yang cenderung menguat tipis. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4998,09 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4893,91 (level terendahnya) di mid sesi 2 dan berakhir di level 4893,91.

“Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell,” lanjutnya.

Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4871-4888 dan resisten 4900-4938. Black marubozu sentuh middle bollinger band (MBB ). MACD kembali turun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R berbalik turun. IHSG sempat melewati target resisten (4993-4997) namun, tidak bertahan lama menuju target support (4950-4972) seiring aksi profit taking masif.

“Tentunya laju IHSG akan dipengaruhi oleh rilis data-data ekonomi, terutama dari dalam negeri. Bila sesuai harapan laju IHSG akan mengalami rebound dan begitupun sebaliknya,” sebutnya.

Sementara itu, menurut Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Surya wijaya, tekanan terhadap IHSG sifatnya masih wajar, dan dalam pergerakannya IHSG telah berhasil melampaui resistance 4994, menunjukkan bahwa koreksi yang terjadi adalah sehat.

“IHSG masih tetap kokoh berada pada uptrend channel, kondisi koreksi pada saat perjalanan naik adalah wajar demikian pula sebaliknya, resistance tujuan terdekat saat ini berada pada 5002 yang wajib digapai sehingga bisa memperkuat pondasi kenaikan IHSG selanjutnya,” ujarnya.

Support berada pada level 4865, akan terjaga cukup kuat karena jika dijebol maka IHSG akan berpindah ke dalam area konsolidasi. “Terlihat akan ada potensi technical rebound pada IHSG untuk pekan depan,” tukasnya.

Bursa Korea Selatan Terjebak dalam Penurunan Meski Samsung Lawan Arus dan Naik 1%

Pada perdagangan terakhir minggu ini bursa saham Korea Selatan masih terjebak di teritori negatif (25/4). Bursa saham di Asia bergerak mixed dengan arahan yang minim yang terjadi di Wall Street tadi malam. Bursa Seoul menantikan rilis data laporan keuangan perusahaan-perusahaan di bursa hari ini.

Saham Samsung Electronics tampak bergerak menguat dengan cukup signifikan, melawan sentimen negatif di bursa saham. Samsung Electronics terpantau menguat sebesar 1 persen.

Saham lain yang menjadi pendorong kenaikan di bursa Korea Selatan adalah Kia Motors. Pagi tadi Kia sempat bergerak negatif, tetapi saat ini telah mengalami kenaikan sebesar 0.3 persen.

Indeks spot Kospi pagi ini membukukan penurunan meskipun tidak terlalu besar. Terpantau indeks spot Kospi melemah sebesar 10.27 poin atau 0.51 persen dan berada pada posisi 1988.07.

Indeks berjangka Kospi 200 pagi tadi dibuka pada posisi 261.00 poin, melemah sebesar 40 poin dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Saat ini indeks berjangka makin terpukul melemah dan berada pada posisi 260.10 poin.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan indeks berjangka Kospi 200 pada perdagangan hari ini akan cenderung melanjutkan penurunannya. Untuk sesi perdagangan hari ini indeks Kospi berjangka diperkirakan akan mengalami pergerakan pada kisaran 259.50 – 261.50 poin.

Sumber : vibiznews.com