Analisa GBP/USD, Senin 16 Maret 2015

GU

Analisa Trading – Mirip dengan euro, sterling membukukan kerugian besar terhadap greenback dan pasangan memiliki hari bearish yang  kuat, menjatuhkan hampir 200 pips.

Harga berhenti sekitar 1,4710 setelah penurunan tajam namun support  kecil ini mungkin akan  jatuh saat ini diberikan kekuatan bears  besar ditunjukkan akhir-akhir ini. Namun, kemungkinan retracements bullish telah meningkat karena harga berjalan jauh ke bawah dalam waktu yang sangat singkat. Osilator bergerak ke atas, keluar dari wilayah oversold tapi ini tidak menunjukkan pembalikan, hanya kemunduran singkat, mungkin diikuti dengan pergerakkan turun yang lebih lanjut.

Kami memiliki hari yang lambat di depan dalam hal Inggris rilis berita ekonomi dan fakta ini mungkin akan menghasilkan lambat, mulai tindakan harga.

Happy Trading!

Harga CPO Bursa Malaysia Masih Ikuti Arahan Minyak Dunia

Analisa Trading – Harga CPO di Bursa Malaysia pada awal perdagangan Rabu 17 Desember 2014 terpantau sedang mengalami pelemahan. Pelemahan harga CPO di Bursa Malaysia dipicu oleh sentimen negatif dari pergerakan harga minyak mentah dunia.

Terus anjloknya harga minyak mentah dunia terpantau kembali membuat harga CPO di Bursa Malaysia untuk terpuruk pada awal perdagangan hari ini. Pelemahan harga minyak mentah dunia yang akan berpengaruh pada semakin sengitnya persaingan di pasar sektor energi, membuat demand terhadap biodiesel mengalami tekanan. Dampak dari hal tersebut, demand CPO pun ikut terancam dan mengakibatkan dorongan pelemahan di Bursa Malaysia.
12-rambe-01sawit3
Meskipun demikian, pelemahan harga CPO di Bursa Malaysia pada perdagangna hari ini masih sedikit terbatasi oleh pergerakan nilai Ringgit Malaysia. Nilai Ringgit Malaysia yang sedang mengalami pelemahan terhadap Dollar AS, cukup menahan arus pelemahan akibat insentif aksi beli di Bursa Malaysia.

Pada awal perdagangan hari ini di Bursa Malaysia, harga CPO terpantau sedang mengalami pergerakan melemah. Harga CPO berjangka Bursa Malaysia untuk kontrak Februari 2015 sedang turun 0,57% ke tingkat harga 2.108 RM/ton atau melemah 12 RM/ton.

Sementara dari perdagangan CPO di bursa ICDX, harga CPO juga sedang mengalami pergerakan melemah hari ini. Harga CPO berjangka ICDX untuk kontrak Februari 2015 sedang turun 0,65% ke tingkat harga Rp 7.660 atau meelmah Rp 50.

Analyst Vibiz Research Center memprediksi harga CPO akan cenderung melemah pada perdagangan hari ini di Bursa Malaysia. Hal tersebut dilandasi oleh kuatnya tekanan pelemahan minyak mentah dunia terhadap demand CPO di pasar global.

sumber: vibiznews.com

Harga CPO Bursa Malaysia Anjlok  Pekan Lalu

Harga CPO di Bursa Malaysia pada perdagangan hari ini, 4 Agustus 2014, terpantau sedang mengalami pelemahan signifikan. Pelemahan harga CPO di Bursa Malaysia dipicu oleh aksi profit taking pasca penguatan pekan lalu yang turut didorong oleh data ekspor.

Pergerakan harga CPO yang pada akhir pekan lalu sempat menguat signifikan akibat pelemahan tekanan faktor substitusi, terpantau mulai memicu aksi profit taking pada perdagangan hari ini. Penguatan CPO yang relatif sangat tidak stabil tersebut, diduga membuat perdagangan dilakukan dalam jangka pendek sehingga aksi profit taking mulai menggerus harga CPO. Terkait pergerakan harga substitusi pun, harga kedelai telah bergerak kembali melemah sehingga tekanan terhadap harga CPO kembali menguat.

Selain faktor aksi profit taking, pelemahan harga CPO juga diduga cukup terpengaruh oleh indikasi pelemahan demand CPO Malaysia. Pelemahan CPO Malaysia tersebut dilandasi oleh rilis data ekspor minyak sawit Malaysia yang turun di akhir Juli. Berdasarkan data Intertek Testing Services, ekspor Malaysia turun hingga 2,8% ke level 1,35 juta ton sepanjang Juli lalu meskipun terdapat potensi lonjakan demand untuk memenuhi kebutuhan hari Idul Fitri.

Pada awal perdagangan hari ini di Bursa Malaysia, harga CPO terpantau sedang mengalami pergerakan melemah signifikan. Harga CPO berjangka Bursa Malaysia untuk kontrak Oktober 2014 turun hingga 0,92% ke tingkat harga 2263 RM/ton atau melemah 21 RM/ton.

Sementara dari perdagangna di Bursa ICDX, harga CPO juga sedang mengalami pelemahan hingga saat ini. Harga CPO berjangka ICDX untuk kontrak Oktober 2014 turun hingga 1,35% ek tingkat harga Rp 9750 atau melemah Rp 120.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga CPO akan cenderung bergerak melemah pada perdagangan hari ini. Hal tersebut dilandasi oleh tidak adanya landasan harga CPO untuk mengalami penguatan pada perdagangan hari ini disaat sentimen negatif dari data ekspor masih cukup kuat.

Harga Kopi Arabika Melambung Tinggi Pekan Lalu

Harga kopi Arabika di Bursa ICE US pada perdagangan pekan lalu, 28 Juli-1 Juli 2014 terpantau ditutup menguat signifikan secara agregat sepekan. Penguatan harga kopi pada pekan lalu dipicu oleh penguatan sentimen positif dari kekhawatiran akan dampak kekeringan pada kerusakan kopi Brasil.

Beberapa rilis prediksi terkait output kopi Brasil pada pekan lalu, terpantau berhasil melambungkan harga kopi hingga sempat menembus level tertinggi 3 bulan. Direvisinya beberapa proyeksi output kopi Brasil ke level yang lebih buruk dari prediksi sebelumnya, menjadi hal yang menyebabkan harga kopi kembali menguat pekan lalu.

Revisi proyeksi output Brasil oleh Terra Forta dan Citigroup pada pekan lalu terpantau menjadi fundamental kuat terhadap pergerakan harga kopi Arabika di ICE US. Kedua lembaga yang sama-sama menurunkan proyeksi output kopi Brasil, membuat investor semakin yakin akan kerusakan pada lahan kopi Brasil.

Berdasarkan rilis data proyeksi oleh kedua lembaga, Terra Forte memprediksi output kopi Brasil akan turun sebesar 20-30%, sementara Citi Group merevisi prediksi pada April dengan penurunan sebesar 5,6% dari data bulan tersebut. Dengan revisi prediksi tersebut, maka pada periode 2014/2015 output kopi Brasil diperkirakan akan berada di level 45,8 juta kantong berdasarkan Terra Forte dan 41,75 juta kantong berdasarkan Citigroup.

Pada perdagangan pekan lalu di Bursa ICE US, harga kopi Arabika terpantau ditutup menguat signifikan secara agregat sepekan. Harga kopi Arabika berjangka ICE US untuk kontrak September 2014 naik hingga 7,37% ke tingkat harga $192,35/ton atau menguat $13,20/ton.

Sementara pada perdagangan di Bursa LIFFE, harga kopi Robusta juga terpantau mengalami pergerakan menguat signifikan pekan lalu. Harga kopi Robusta berjangka LIFFE untuk kontrak September 2014 naik 4,02% ke tingkat harga $2.097/ton atau menguat $81/ton.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga kopi Arabika akan cenderung untuk kembali bergerak menguat pada perdagangan hari ini. Hal tersebut dilandasi oleh kuatnya sentimen positif dari dua lembaga yang sama-sama memprediksi penurunan signifikan pada output kopi Brasil selaku penghasil kopi terbesar global. Terkait pergerakan harga, range normal diprediksi akan berada di kisaran $185-$215 pada Arabika dan $2075-$2155 pada Robusta.

Melemah Dalam 3 Sesi , Nikel Tetap Positif Dalam Sepekan

Analisa Trading – Harga nikel di Bursa LME pada perdagangan pekan lalu terpantau mengalami penguatan secara agregat sepekan. Penguatan harga nikel pada perdagangan pekan lalu dipicu oleh kenaikan signifikan harga nikel akibat kembali memanasnya konflik Rusia-Ukraina.

Pergerakan harga nikel pada pekan lalu, berhasil ditutup menguat secara agregat sepekan meskipun 3 dari 5 sesi perdagangan diwarnai oleh pelemahan pada nikel LME. Pada pekan lalu, baik pergerakan menguat maupun melemah, didasari oleh potensi serta realisasi kondisi persediaan nikel global serta gudang LME.

Pada awal pekan, harga nikel terdorong untuk naik tajam akibat adanya potensi gangguan supply nikel dari Rusia. Konflik antara Rusia dan Ukraina yang kembali memanas, menjadi pemicu kembalinya kekhawatiran akan sanksi terhadap Rusia. Kembali memanasnya konflik Ukraina-Rusia pada pekan lalu pasca tewasnya beberapa tentara Ukraina akibat penembakan helikopter oleh kelompok Pro-Rusia. Akibat peristiwa tersebut, nikel terpantau berhasil menguat pada dua hari perdagangan awal pekan hingga kembali menembus level $19.000/ton.

Namun, harga nikel LME langsung anjlok pada pertengahan pekan lalu akibat data persediaan nikel LME. Persediaan gudang nikel LME yang pada pertengahan pekan naik hingga 6,7% ke level 305.970 ton langsung memicu harga nikel untuk terjun bebas di Bursa LME. Persediaan yang melonjak tajam tersebut, terpantau merupakan rekor persediaan tertinggi LME sepanjang masa dan menjadi indikasi, nikel olahan masih berada dalam kondisi supply yang relatif baik karena Indonesia hanya melakukan pelarangan ekspor pada biji nikel mentah.

Pada perdagangan pekan lalu di Bursa LME, harga nikel terpantau ditutup dengan penguatan secara agregat sepekan. Harga nikel LME untuk pengiriman 3 bulan kedepan naik 2,10% ke tingkat harga $18.480/ton atau menguat $380/ton.

Analis  memprediksi harga nikel akan cenderung melemah pada perdagangan pekan ini. Hal tersebut dilandasi oleh masih tingginya persediaan nikel di gudang LME yang berada di kisaran 300.000 ton. Terkait pergerakan harga nikel LME pada pekan ini, diprediksi nikel akan bergerak di kisaran $17.800-$19.200. (VN)

Harga Minyak Mentah Tertahan

SYDNEY – Minyak mentah Brent bergerak volatile mendekati setelah data yang mungkin menunjukkan manufaktur di China, konsumen minyak terbesar kedua di dunia, melambat.

Di sisi lain, Brent juga naik untuk pertama kalinya dalam tiga hari di tengah meningkatnya ketegangan di Ukraina. Pembacaan akhir pada indeks China Purchasing Managers dari HSBC Holdings Plc dan Markit Economics ditaksir mencapai 48,4 pada April, menandakan adanya kontraksi.minyak
“Keseluruhan data China mencatat nampaknya belum mampu menguat. Harga minyak mendapatkan beberapa dukungan dari eskalasi di Ukraina,” kata chief executive officer Barratt’s Bulletin, Jonathan Barratt, seperti dilansir dari Bloomberg, Senin (5/5/2014).

Brent untuk pengiriman Juni turun 4 sen menjadi USD108,55 per barel di London ICE Futures Europe. Volume semua perdagangan berjangka yang diperdagangkan mencapai 23 persen di bawah rata-rata 100 hari perdagangan.

Sedangkan West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni naik 14 sen menjadi USD99,90 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange. Premi Brent terhadap WTI berakhir di USD8,72 per barel.

HSBC dan Markit mungkin akan mengonfirmasi indeks manufaktur China berada di 48,4 naik dari 48,3 pada Maret meskipun masih menunjukkan sinyal kontraksi. Data resmi pabrik akan dirilis, diperkirakan akan berada pada tingkat yang lebih rendah dari proyeksi 50,4 dari 50,3 pada Maret.

Probabilita Kehadiran El Nino Kembali Picu Penguatan Harga CPO

Analisa Trading – Harga CPO pada perdagangan Bursa Malaysia hari ini terpantau kembali melanjutkan trend penguatan harga. Penguatan harga terjadi seiring rilis probabilita kehadiran El Nino di kawasan Asia Tenggara.

El Nino yang akan membawa suhu kering dan berpotensi merusak sektor agrikultur di Asia Tenggara berpeluang sebesar 60% untuk hadir. Probabilita tinggi akan hadirnya El Nino,membuat ancaman krisis supply komoditas agrikultur dari Asia Tenggara diprediksi akan turun drastis termasuk diantaranya sektor industri sawit.

Empat  dari Lima negara penghasil minyak sawit terbesar dunia merupakan negara pada kawasan di sekitar Tenggara Benua Asia. Ke empat negara tersebut ialah Indonesia (1), Malaysia (2), Papua Nugini (3), dan Thailand (4). Secara spesifik, output CPO Indonesia dan Malaysia merupakan 90% dari total output global.

Pada sisi demand, faktor Idul Fitri masih menjadi sentimen terkuat peningkatan harga CPO. India (1) dan Pakistan (4) yang masuk dalam kategori 5 pengimpor terbesar CPO dunia memiliki cukup banyak masyarakat muslim. Diperkirakan permintaan CPO akan mengalami pelonjakan signifikan pada kedua negara tersebut.

Harga CPO pada perdagangan Bursa Malaysia hari ini terpantau menguat cukup signifikan. Saat ini, CPO berjangka untuk pengiriman Juli meningkat 0,8% ke tingkat harga 2.673 RM per ton.

Harga CPO diprediksi akan tetap berada dalam trend peningkatan harga. Hal tersebut dilandasi masih kuatnya sentimen positif baik dari sisi supply maupun demand pasar global pada CPO. (VN)