nilai rupiah

Analisa Trading – Laju nilai tukar rupiah pada perdagangan akhir pekan ini dibuka mendekati Rp 14.180/USD karena dolar Amerika Serikat (USD) makin kokoh.  Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp 14.178/USD, melemah 18 poin dari posisi sebelumnya di level Rp 14.160/USD.

Kurs  rupiah berdasarkan data Bloomberg dibuka pada level Rp 14.176/USD dan pada pukul 10.00 WIB jatuh ke Rp 14.184/USD. Posisi tersebut terdepresiasi dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp 14.170/USD.  Siang ini, posisi rupiah berdasarkan dari Limas berada pada level Rp 14.184/USD. Posisi itu terapresiasi 53 poin dari posisi penutupan kemarin di level Rp 14.237/USD.

Sementara itu, euro berada di bawah tekanan terhadap USD setelah Bank Sentral Eropa (ECB) memberikan penilaian serius terhadap ekonomi zona Eropa.  Dikutip dari Reuters, euro meluncur ke 1,1087/USD, dari 1,1200/USD dan terakhir berada di 1,1122/USD. Terhadap yen, tergelincir ke level terendah dalam lebih dari tiga bulan di 133,13, sebelum merayap kembali ke 133,63.

Pedagang di Asia kemungkinan menunggu rilis data tenaga kerja Amerika Serikat (AS), besok di tengah tutupnya pasar keuangan China untuk liburan nasional.  Pelemahan euro membantu mengangkat indeks USD ke level tertinggi dalam lebih dari dua pekan di 96,405, dan jauh dari koreksi tujuh bulan di 92,621 pada pekan lalu. USD sedikit berubah terhadap yen, diperdagangkan pada 120,18 setelah berada di 120,70.

Di sisi lain, perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas) berharap paket kebijakan ekonomi yang bakal diterbitkan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) mampu menggerakkan permintaan kredit.  Selain memasukkannya ke dalam paket kebijakan, pemerintah juga diminta memberikan insentif moneter bagi bank nasional melalui Bank Indonesia (BI) di tengah kondisi ekonomi yang sulit.

Ketua Perbanas Sigit Pramono menjelaskan banyaknya prediksi pertumbuhan ekonomi 2015 yang melambat, pada akhirnya membuat perbankan Indonesia juga menghitung ulang target pertumbuhan kreditnya tahun ini.  Kredit bank itu kan tergantung permintaan para pelaku usaha. Maka jelas jika pertumbuhan ekonomi lesu, permintaan kredit bank juga turun. Karenanya bank harus realistis dan menurunkan target kredit.

 Terkait rencana Jokowi menerbitkan paket kebijakan ekonomi, ia menilai hal tersebut sebaiknya mencakup dua sisi. Selain sektor perbankan dan keuangan yang diatur melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BI, ia menilai insentif sektor riil melalui kebijakan fiskal penting untuk diberikan.

Sementara, dorongan untuk sektor riil bisa melalui kebijakan fiskal, dan pemerintah juga harus mendorong penyerapan anggaran.  Pelemahan rupiah juga memberikan dampak yang banyak terhadap industri perbankan.

cpo

Harga CPO di bursa komoditas Malaysia pada perdagangan hari ini tampak mengalami peningkatan yang terbatas (4/9). Harga CPO di bursa Malaysia untuk kontrak paling aktif kemarin berhasil mengalami kenaikan yang mantap didorong oleh pelemahan nilai tukar ringgit terhadap dollar AS.

Melemahnya ringgit membuat harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi relatif lebih murah bagi para pembeli luar negeri. Dampaknya permintaan terhadap komoditas tersebut meningkat.

Hari ini harga CPO masih memperoleh dorongan menguat meskipun agak tertahan. Di awal perdagangan bahkan harga CPO sempat merosot akibat aksi ambil untung. Akan tetapi ringgit yang kembali melemah akibat kenaikan dollar AS memberikan dukungan yang positif bagi pergerakan harga CPO Jumat ini.

Hari ini harga komoditas CPO berjangka paling aktif yaitu kontrak Oktober terpantau naik tipis saja. Harga komoditas ini meningkat sebesar 3 ringgit atau setara dengan 0,15 persen. Harga komoditas ini diperdagangkan pada posisi 2.035 ringgit per ton.

Analyst memperkirakan bahwa pergerakan harga CPO berjangka pada perdagangan hari ini berpotensi untuk kembali menapaki teritori negatif. Kekhawatiran mengenai kemungkinan penurunan permintaan dan data ekspor yang lemah dari Malaysia membuka pintu untuk harga kembali melemah.

Harga CPO berjangka kontrak Juli di bursa komoditas Malaysia berpotensi mengetes level support pada posisi 2.000 ringgit dan 1.970 ringgit. Sedangkan level resistance yang akan dites jika terjadi rebound ada pada posisi 2.060 ringgit dan 2.100 ringgit.

 

Happy Trading!

timah

Pada perdagangan di bursa komoditas Kuala Lumpur Tin Market siang ini harga timah tampak masih melanjutkan pergerakan menguatnya (2/9). Harga logam industri ini melejit kencang selama empat sesi belakangan didukung oleh aksi bargain hunting setelah pada akhir bulan Agustus lalu sempat melempem hingga ke bawah level 14.000 dollar per ton.

Untuk jangka panjang harga timah masih rentan terhadap penurunan lanjutan akibat kekhawatiran turunnya permintaan dari Tiongkok. Pada perdagangan bulan Agustus lalu harga timah di bursa komoditas Malaysia (KLTM) sempat terpukul hingga mencapai ke level 13.700 dollar per ton.

Pelemahan yang signifikan tersebut mendorong terjadinya aksi bargain hunting. Terlebih lagi di bursa LME juga harga timah berjangka terpantau sempat mengalami rally meskipun di akhir perdagangan malam tadi harga timah di pasar komoditas tersebut berakhir dengan membukukan penurunan.

Harga timah di bursa komoditas Malaysia terpantau mengalami penguatan lanjutan siang ini. Harga logam industri ini diperdagangkan pada posisi 15.200 dollar per ton, menguat sebesar 100 dollar atau setara dengan 0,66 persen.

Di akhir perdagangan LME dini hari tadi harga timah berjangka untuk kontrak 3 bulan ke depan justru bergerak melemah. Harga komoditas ditutup turun sebesar 25 dollar atau 0,16 persen dan berakhir di posisi 15.200  dollar per ton.

Analyst memperkirakan bahwa pergerakan harga timah Malaysia pada perdagangan selanjutnya akan menghadapi level support kuat di posisi 14.900 dollar dan 14.600 dollar. Akan tetapi jika terjadi peningkatan lanjutan harga tembaga akan menghadapi level resistance di 15.500 dollar dan 15.800 dollar (VN)

amerika

Analisa Trading – Nonfarm payrolls AS mencatat kenaikan yang solid lagi di bulan Juli, menambah 215.000 pekerjaan setelah penambahan 223.000 di bulan Juni. Tingkat pengangguran tetap stabil di 5.3% terendah dalam tujuh tahun. The Fed telah meningkatkan assessment terhadap pasar tenaga kerja, menggambarkannya sebagai terus membaik, dengan kenaikan pekerjaan yang solid dan penurunan pengangguran.

Pendapatan rata-rata per jam naik lima sen, atau 0.2% setelah sempat mendatar di bulan Juni, tetapi masih jauh dari tingkat pertumbuhan sebesar 3.5% pada saat employment penuh.

Laporan employment bulan Agustus, Nonfarm payrolls diperkirakan akan meningkat menjadi 220.000 di bulan Agustus – sangat dekat dengan rata-rata sebesar 225.000 sejak bulan Januari 2013, dan hanya sedikit lebih tinggi dari angka bulan Juli sebesar 215.000. Tingkat pengangguran diperkirakan telah turun sedikit ke 5.2% dari angka 5.3% di bulan Juli. Secara keseluruhan, laporan yang sangat rata-rata.

Sulit membayangkan bagaimana laporan bulan Agustus akan bisa memberikan pengaruh yang banyak terhadap keputusan Federal Reserve apakah akan menaikkan tingkat suku bunga atau tidak pada pertemuan bulan September. Bahkan deviasi yang besar dari angka konsensus hanya akan menjadi satu poin data, dan tidak akan merubah gambaran besar secara material.

Wall Street Journal membuat suatu observasi yang menarik bahwa perubahan payroll di bulan Agustus pada masa lalu biasanya dilaporkan mula-mula terlalu rendah, dan kemudian dinaikkan lebih tinggi. Tendensi ini begitu terkenal sehingga di pertemuan bulan Septembar sebelumnya, para pejabat Fed menyebutkannya, sebagaimana dikatakan dalam risalah pertemuan.

Secara rata-rata sejak tahun 2000, revisi keatas kemudian sebesar 62.000, sehingga jika penambahan payroll yang dilaporkan pada malam hari ini terlalu rendah, the Fed kemungkinan akan menganggap itu hanyalah “bulan Agustus yang lainnya”.

Hal yang lain yang harus di awasi adalah pendapatan rata-rata perjam – di bulan Juli, pendapatan adalah 1.84% lebih tinggi dari tahun yang lalu – lebih rendah dari 2% yang terlihat di bulan Mei dan lebih rendah dari 2.5% yang terlihat di tahun 2014. Meskipun employment sedang meningkat dan tingkat pengangguran menunjukkan employment yang penuh tidaklah jauh dari level sekarang, tidak Nampak adanya tanda-tanda inflasi di dalam upah kerja(VN)

 

Happy Trading!

 

emas

Analisa Trading – Emas memperpanjang keuntungan bulanan setelah manufaktur Tiongkok menyusut tiga tahun rendah, memperdalam kekhawatiran tentang perlambatan dalam ekonomi terbesar kedua di dunia dan meningkatkan permintaan untuk logam mulia untuk safe haven.

Divisi New York Merchantile Exchange, Emas berjangka untuk Desember naik 0,8 persen ke level $1,142 per ons. Bullion segera pengiriman naik sebanyak 0,7 persen menjadi $1,142.79 per ons. Indeks Manufaktur PMI Tiongkok dilaporkan turun 49.7 pada bulan Agustus, pertama kalinya di bawah 50 sejak Februari, seiring dari meningkatnya spekulasi Federal Reserve yang akan menaikkan suku bunga di bulan September. Tingginya biaya pinjaman membuat bullion kurang menarik karena logam tidak membayar bunga.

Seperti yang dikatakan analis, “Turunnya data PMI Tiongkok menambahkan ketakutan ekonomi global lemah dari yang diharapkan,” dan juga spekulasi bahwa Fed mungkin menunda kenaikan suku bunga, mendorong harga emas yang lebih tinggi.”

Survei para analis oleh Bloomberg pada tanggal 27-31 Agustus mengatakan 48% persen dari 54 ekonom, melihat di bulan September akan meningkatkan patokan lending rate, dibandingkan dengan 77 persen ramalan kenaikan tersebut pada awal Agustus. Pengaturan kebijakan Federal Open Market Committee berikutnya bertemu pada tanggal 16-17 September mendatang, memberikan waktu kepada pejabat untuk mencerna laporan kerja dahulu sebelum memberikan keputusan.

Pada perdagangan Comex lainnya, perak untuk segera pengiriman ditambahkan 0,3 persen ke $14,67 per ons, meningkat untuk hari keempat. Platinum naik 0,1 persen menjadi $1,010.90 per ons, sementara palladium kehilangan 0,7 persen menjadi $596.50 per ons setelah tiga hari keuntungan. (FC)

euro2

AnalisaTrading – Pergerakan pasar mata uang di hari Selasa(1/9), euro terpantau menguat terhadap dollar AS pasca dirilisnya serangkaian laporan ekonomi Eropa.

Berlangsungnya perdagangan di sesi Eropa, EURUSD menguat 0.86% di level 1.1309 dimana pasangan tersebut telah ditutup menguat di sesi sebelumnya pada level 1.1213.

Euro terlihat terus melanjutkan penguatan terhadap dollar AS pada hari ini setelah berhasil ditutup menguat di sesi sebelumnya ditengah membaiknya kondisi ekonomi Eropa. Tanda – tanda pemulihan ekonomi Eropa tersebut telah ditandai dengan sebuah laporan resmi yang dirilis oleh Markit menyebutkan bahwa PMI Manufaktur Jerman telah alami kenaikan yang disesuaikan secara musiman menjadi 53.3 di bulan Agustus dari 51.8 di bulan Juli.

Di waktu yang bersamaan, sebuah laporan resmi yang dirilis oleh German Federal Employment Agency menyebutkan bahwa unemployment change Jerman mengalami penurunan sebanyak -7K di bulan Agustus setelah naik sebanyak 8K di bulan Juli.

Pada laporan terpisah lainnya yang dirilis oleh Markit menyebutkan bahwa PMI Manufaktur zona euro telah alami kenaikan yang disesuaikan secara musiman menjadi 52.3 di bulan Agustus dari 52.4 di bulan Juli.

Sementara itu, pergerakan EURUSD nantinya akan kembali di uji ketika pasar akan dihadapkan dengan serangkaian laporan PMI Manufaktur, anggaran belanja konstruksi, dan penjualan kendaraan bermotor di wilayah Amerika. (FC)

euro2

Analisa Trading – Pierre Moscovici, komisaris ekonomi Uni Eropa, mengatakan hari Selasa bahwa volatilitas pasar di Tiongkok tidak akan menunda pemulihan ekonomi kawasan Eropa. “Saya yakin ini tidak akan menggoyahkan perekonomian Eropa,” kata Mr. Moscovici kepada wartawan di Paris.

Mr Moscovici mengatakan tidak ada alasan bagi Komisi Eropa – eksekutif Uni Eropa – untuk mengubah 1,8% prediksi pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2015. Namun, Komisi Eropa akan menonton dari dekat perkembangan di Tiongkok, katanya. Untuk saat ini, pemerintah Tiongkok sedang membuat “upaya yang signifikan” untuk memastikan stabilitas keuangan.

Mr Moscovici, mantan menteri keuangan Perancis, juga mengatakan perkiraan ekonomi yang mendukung anggaran Perancis yang “kredibel.” Namun, pemerintah Perancis harus terus memotong pengeluaran publik untuk memperbaiki keuangannya dan menurunkan utang publik yang mendekati 100% dari output ekonomi, katanya (FC)

tiongkok

Analisa Trading – Emas memperpanjang penguatan bulanan terbaik sejak Januari lalu pasca indeks pabrik di Tiongkok anjlok ke level terendah dalam tiga tahun terakhir, memperdalam kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi terbesar kedua di dunia dan meningkatkan permintaan untuk logam sebagai aset lindung.

Bullion untuk pengiriman segera naik sebanyak 0,7 % ke level $1.142,79 per ons dan berada di level$1.142,03 di Singapura, demikian menurut harga generik Bloomberg. Logam naik sebesar 3,6 % pada bulan lalu. Emas berjangka untuk Desember naik 0,8 % ke level $1,141 di Comex di New York. Bullion dengan kemurnian 99,99 % naik sebanyak 0,6 % ke level 235,1 yuan per gram ($1,147.62 per ons) di Shanghai Gold Exchange, dan terakhir di level 234,64 yuan (FC)

Analisa GBP/USD, Selasa 1 September 2015

GU

Analisa Trading – Bank Inggris ditutup kemarin sehingga Pound tidak terpengaruh oleh rilis berita tapi kekuatan Dolar AS terlihat terutama pada bagian kedua dari hari itu dan pasangan bergerak lebih rendah, tanpa menetapkan low baru.

Aksi harga bearish diambil kemarin sore dan menghapus retracement bullish namun support di 1,5330 tidak terancam. Stochastic dibersihkan kondisi oversold dan Relative Strength Index masih dekat dengan oversold sehingga kami mengantisipasi bahwa sentuhan 1,5330 akan menghasilkan bouncing lebih tinggi dan tingkat yang tidak akan jatuh pada upaya pertama. Namun, bias bearish sehingga break dari 1,5330 mungkin terjadi pada akhirnya.

PMI Manufacturing Inggris dirilis pada pukul 8:30 am GMT tapi tidak ada perubahan diantisipasi dari sebelumnya 51,9. Sama seperti dalam kasus indikator Amerika yang kita bicarakan sebelumnya, nilai-nilai yang lebih tinggi yang bermanfaat untuk mata uang tetapi dampaknya tergantung pada kesenjangan antara perkiraan dan angka yang sebenarnya.

 

Happy Trading!

Analisa EUR/USD, Selasa 1 September 2015

EU

Analisa Trading – Inflasi Eropa tetap datar seperti yang ditunjukkan oleh rilis CPI kemarin (ramalan 0,2% dan sebenarnya 0,2%) dan pasangan bergerak di bawah 1,1215 setelah retracement singkat yang lebih tinggi.

Meskipun melambat, harga berada di bawah dan bias kami adalah bearish selama pasangan ini diperdagangkan di bawah  Exponential Moving Average periode 50. Support potensial berikutnya dan tujuannya adalah 1,1100 tetapi Stochastic hanya keluar dari oversold, yang berarti bahwa kita dapat melihat aksi harga bullish dalam bentuk retracements. Juga, harga telah mencapai garis trend bullish yang kemungkinan akan menawarkan support, mendorongnya lebih tinggi; break dari garis tren ini akan membuat sentuhan 1,1100.

 PMI Manufacturing AS dirilis hari ini pada pukul 2:00 pm GMT, menunjukkan pendapat dari manajer pembelian mengenai bisnis dan kondisi ekonomi. Angka tersebut diharapkan (52,6) sangat dekat dengan sebelumnya (52,7) jadi jika ramalan ini benar terjadi, acara mungkin akan menuju ke sebagian besar tanpa diketahui tetapi jumlah yang lebih tinggi yang bermanfaat untuk Dolar AS.