Pandangan Keliru Mengenai Forex Trading

images11Saya menekuni bidang trading dalam bilangan waktu yang tidak cukup dihitung dengan jari dan pengalaman yang saya dapatkan selama menekuni bidang ini sangat beragam dan menarik. Kunci dalam menekuni trading adalah kesabaran yang tak akan habis-habisnya diuji.

Saat kita bersabar, orang lain tidak, mereka mendesak dan memaksakan kehendak dan saat menghadapi kekalahan mereka mengungkapkan kekecewaan dan kekesalan dengan berbagai cara yang kadang tidak lazim.

Jika Anda memiliki persepsi bahwa pasar forex (foreign exchange) adalah ajang untuk meraih jalan pintas menjadi kaya dalam waktu singkat, pasti akan Anda akan menuai kekecewaan. Banyak perusahaan broker yang berani menjamin bahwa nasabah akan dapat memperoleh keuntungan finansial dalam jumlah besar dalam waktu singkat, dan mereka meyakinkan nasabah bahwa perusahaan mereka memiliki regulasi dan fasilitas tarding yag paling aman, namun mengapa pada kenyataannya mengapa tidak bayak trader yang menjadi klien broker tersebut?

Tujuan utama melakukan trading sama dengan keinginan siapapun yang sedang menjalankan bisnis, yaitu memperoleh profit. Pelajaran berharga yang saya peroleh selama terjun dibidang inii, faktor penentu yang paling utama dalam meraih kesuksesan dibidang trading bukan orang lain, bukan broker ataupun kondisi pasar, melainkan diri kita sendiri. Baik cara berpikir, kesiapan mental dan emosi yang stabil.

Banyak orang yang menolak tawaran trading, antara lain ada yang beranggapan dan yang mengatakan kepada saya bahwa trading adalah gambling — BUY atau SELL? Memilih membeli atau menjual. Tapi kembali lagi, bukankah hidup ini sendiri adalah gambling? Hidup adalah tentang pilihan. Kita memilih tidur atau berangkat bekerja. Kita memilih diam atau berkarya. Kita memilih menyerah atau terus berusaha. Kita memilih mau makan nasi goreng atau nasi padang, dan seterusnya. Setiap pilihan memiliki konsekuensi masing-masing. Kalau tidur, bermalas-malasan dan tidak mau bekerja, tentunya kita menutup jalan kita sendiri untuk memperoleh rezeki. Tapi kalau kita mau berusaha dan bekerja, bertemu dengan orang lain terus belajar dan mengembangkan network, orang-orang disekeliling kita adalah pintu-pintu rezeki.

Nah, kali ini saya akan mengulas konsep trading forex yang merupakan cara berpikir kita, berdasarkan pengalaman dan pelajaran yang banyak saya peroleh dari lingkungan trading. Yang terutama, selain kesiapan dan kesabaran, diperlukan juga edukasi tentang pemahaman tentang trading yang baik dan benar.

Konsep yang ingin saya bagikan disini adalah ‘jumlah prosentase yang tinggi bukan penentu kesuksesan trading’. Mengapa? Banyak anggapan yang keliru tentang prosentase profit atau win rates. Para trader pemula pada umumnya cepat terobsesi oleh jumlah frekuensi profit dan loss. Mereka menganggap, jika sering mendapatkan profit, berarti akan semakin cepat juga meraih target profit bulanan atau tahunan, yang sesuai rencana atau proyeksi mereka.

Kenyataannya, ini adalah cara berpikir yang keliru! Sebab dalam trading forex, tidak ada hubungan linier antara profit dan waktu. Maknanya, kita tidak dapat setiap waktu memperoleh profit, meskipun kita telah mengetahui bahwa metode trading yang kita terapkan telah teruji. Kenyataan pahitnya adalah kita bisa memperoleh profit 99% sepanjang target waktu kita dan loss besar hingga mengalami margin call dalam sekali trade.

Jadi, kita perlu memahami bahwa kita juga memiliki potensi loss setiap waktu. Namun kita dapat menjaga agar loss tersebut bisa seminimal mungkin. Yang perlu menjadi perhatian kita dan merupakan hal yang penting adalah statistik perbedaan antara frekuensi rata-rata profit dan rata-rata loss. Jika frekuensi rata-rata profit lebih besar daripada loss, maka bisa disimpulkan bahwa kita telah memiliki pegangan yang cukup kuat baik dalam cara pikir maupun metode dan strategi trading yang bisa selaras dengan karakteristik pasar forex.

Related Post

Trader Forex

Trader Forex

Berdasarkan waktu trading dan target profitnya, Trader Forex dibedakan atas beberapa tipe dengan mengelompokkan mereka…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *