Bank Sentral Amerika Serikan (Fed) Diprediksikan Menunda Kenaikan Suku Bunga

Analisa Trading – Bank Sentral Amerika Serikat (Fed) kembali menggelar pertemuan selama dua hari pekan ini. Sejumlah analis memprediksi  Fed akan menunda agak lama keputusannya untuk menaikkan suku bunga setelah pasar-pasar keuangan mengalami volatilitas cukup parah.

Mengutip laman Reuters, Selasa (28/10/2014), volatilitas tersebut menggiring perkiraan pelaku pasar bahwa tingkat inflasi akan merosot.

Meski begitu, para pelaku pasar masih sangat menanti kepastian  Fed mengenai akhir dari penarikan dana stimulus yang semula bernilai US$ 85 miliar per bulan. Para analis menilai pengumuman itu akan diberikan setelah pertemuan selama dua hari digelar Fed.

Dengan pelemahan inflasi AS, perekonomian Eropa yang tersandung dan nilai tukar dolar semakin naik, pertanyaan terbesar adalah sejauh mana The Fed memahami berbagai risiko perekonomian yang Anda.

Termasuk bagaimana ekonomi AS akan terus menguat dan membiarkan  Fed menaikkan suku bunga sekitar tahun depan.

“Keseluruhan hasil rapat akan dikomunikasikan secara tersirat mengingat Fed mengambil keputusannya di tengah penguatan dolar dan perlambatan ekonomi global serta berbagai impuls disinflasi,” terang Ekonom TD Securities Millan Mulraine.

Fed direncanakan mengeluarkan pernyataan mengenai kebijakan moneternya pada pukul 14:00 waktu setempat, Rabu (29/10/2014). Pernyataan tersebut kabarnya bukan mengenai prediksi ekonomi atau proyeksi suku bunga.

Selain itu, Gubernur Fed Janet Yellen juga tidak dijadwalkan berbicara dengan media. Dengan begitu, para investor diprediksi harus kembali menjelajahi arah kebijakannya.(LP)

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *