Rupiah Anjlok Dalam Ikuti Sentimen Negatif Mata Uang Kawasan Asia Tenggara

Analisa Trading– Pada perdagangan hari ini nilai tukar rupiah terhadap dollar AS mengalami penurunan tajam terhadap rival utamanya dollar AS (29/9). Mata uang rupiah terpukul parah setelah para pelaku pasar kembali berspekulasi mengenai kenaikan suku bunga Fed di awal tahun depan.

Dolar mengalami penurunan mingguan pada perdagangan pekan lalu. Indeks dollar melejit ke level paling tinggi dalam empat tahun belakangan setelah data penjualan rumah baru di Amerika Serikat berada di level paling kokoh dalam 6 tahun belakangan. Kondisi ini menimbulkan spekulasi bahwa bank sentral AS memiliki ruang lebar untuk menaikkan suku bunga acuan akibat membaiknya kondisi ekonomi.

Rupiah sendiri masih berada dalam jebakan sentiment negative terhadap dollar Amerika Serikat. Spekulasi bahwa Fed akan segera mengakhiri program pembelian obligasi dan mulai melakukan peningkatan suku bunga acuan membuat kekhawatiran bahwa aliran modal ke negara-negara berkembang termasuk Indonesia akan berkurang. Melemahnya rupiah juga diikuti oleh anjloknya mata uang lain di Asia seperti ringgit Malaysia dan peso Filipina.

Rupiah pada perdagangan Senin ini berada pada posisi 12121 per dollar AS. Mata uang lokal ini turun habis-habisan sebesar 74 poin atau 0.61 persen dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan akhir minggu lalu yang berada di level 12048 per dollar AS.

Analyst  memperkirakan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami pergerakan melemah makin dalam. Mata uang rupiah tersebut berpotensi untuk mengalami pergerakan pada kisaran 12080 – 12200 per dollar.(VN)

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *