Defisit Perdagangan Jepang Menyusut Oleh Penurunan Impor Migas

Analisa Trading – Defisitnya  perdagangan Jepang yang sudah berlangsung selama 26 bulan kembali menyusut setelah bulan sebelumnya melonjak naik. Menyempitnya defisit perdagangan ini disebabkan turunnya aktivitas impor Jepang melebihi penurunan ekspor pada bulan Agustus lalu.

Dari laporan Kementrian Keuangan Jepang hari ini (18/9)  defisit perdagangan pada bulan Agutus lalu mencapai ¥ 948,5 miliar  ($ 8.800.000) yang merupakan koreksi penurunan dari bulan Juli yang mencapai ¥ 962,13 miliar. Dan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya defisit sedikit lebih rendah dari defisit ¥ 971.4 miliar.

Japan Balance of Trade
Ekspor negeri sakura ini dilaporkan  turun 1,3 persen dari tahun sebelumnya menjadi ¥ 5,71 triliun   (US $ 53300000000), sedangkan impor turun 1,5 persen menjadi ¥ 6,65 triliun  (US $ 62100000000). Turunnya impor Jepang mengurangi tagihan pembelian minyak mentah dan gas alam cair selama ini.

Pelemahan  nilai tukar yen Jepang sejauh ini masih belum bisa  untuk memacu meningkatnya ekspor, yang disebabkan melemahnya permintaan global pasca pertumbuhan ekonomi global yang melemah  meskipun pemulihan sedang terjadi di Amerika Serikat dan sebagian Eropa. Ekspor terbesar selama ini dari Tiongkok masih belum menunjukkan perbaikan pasca konflik geopolitik dengan negara tersebut.

Ekspor Jepang ke China turun 0,2 persen dari tahun sebelumnya menjadi 1,12 triliun yen (US $ 10400000000) sedangkan impor turun 5,3 persen menjadi 1,35 triliun yen (US $ 12600000000). Sedangkan ekspor ke AS turun 4,4 persen, karena pengiriman mobil yang  tersendat, mencapai 1 triliun yen ($ 9500000000), meskipun impor dari Amerika Serikat melonjak hampir 11 persen menjadi 637.100.000.000 ($ 5900000000). (VN)

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *