Harga Gula Anjlok ke Level Terendah 4 Tahun, Gula Thailand Banjiri Pasar Global

Analisa Trading – Harga gula di bursa ICE Futures US pada penutupan perdagangan Senin 15 September 2014 terpantau ditutup melemah signifikan hingga ke level terendah 4 tahun. Pelemahan harga gula di ICE Futures US dipicu oleh sentimen sisi supply yang negatif akibat kebijakan Thailand di pasar global.

Sentimen sisi supply dari gula global terpantau semakin menekan harga gula di ICE Futures US untuk semakin melemah. Pengiriman gula asal Thailand yang dilaporkan akan naik, menjadi alasan penguatan sentimen negatif tersebut. Adapun pengaruh Thailang terhadap pergerakan harga gula relatif akan cukup kuat mengingat posisi Thailand sebagai eksportir terbesar kedua.

Sementara terkait output dari eksportir lainnya yaitu Brasil, kondisi supply pun juga masih cenderung memberikan sentimen negatif. Jatuhnya nilai Real terhadap USD diduga akan memicu pengiriman yang semakin besar ke Amerika Serikat. Di luar hal tersebut, produksi gula Brasil pun tergolong tinggi hingga saat ini.

Pada penutupan perdagangan Senin 15 September 2014 di ICE Futures US, harga gula terpantau ditutup melemah signifikan. Harga gula berjangka ICE US untuk kontrak Oktober 2014 ditutup turun hingga 0,80% ke tingkat harga $13,67/ton atau melemah $0,11/ton.

Sementara pada penutupan perdagangan gula putih di LIFFE, harga gula putih justru terpantau ditutup menguat signifikan. Harga gula putih berjangka LIFFE untuk kontrak Desember 2014 ditutup naik hingga 1,34% ke tingkat harga $416,40/ton atau menguat $5,50/ton.

Analis  memprediksi harga gula akan cenderung menguat pada perdagangan hari ini di ICE US. Hal tersebut dilandasi oleh kondisi teknikal yang telah sangat jenuh melemah dan cenderung oversold. Terkait pergerakan harga gula, range normal diprediksi akan berada di kisaran $13,25-$14 pada gula ICE US dan $400-$425 pada gula putih LIFFE. (VN)

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *