Harga Kakao Terjun Lebih dari $60, Output Global Beri Tekanan

Analisa Trading – Harga kakao di bursa ICE Futures US pada penutupan perdagangan Selasa 2 September 2014 terpantau ditutup melemah signifikan. Pelemahan harga kakao di bursa ICE US dipicu oleh adanya kabar terkait posisi output global yang membuat pergerakan harga tertekan sentimen supply.

Adanya laporan di bursa terkait prediksi terhadap posisi supply kakao global, terpantau memicu harga kakao untuk terjun menjauhi upaya mendekati level tertinggi 3 tahun. Kabar yang melaporkan prediksi supply global akan cenderung berlebih pada periode 2014/2015 akibat kondisi cuaca yang baik di Pantai Gading membuat harga kakao tertekan sentimen sisi supply.

Sebelumnya, pergerakan harga karet telah sempat menyentuh harga tertinggi lebih dari 3 tahun pada Agustus lalu. Hal tersebut dilandasi oleh ekspektasi demand kakao global yang cenderung tinggi sehingga mengangkat harga dari sentimen sisi demand. Namun, ketiadaan sentimen sisi demand baru dan output kakao global asal Afrika masih tinggi, harga kakao pun kembali lesu.

Pada penutupan perdagangan kakao di Bursa ICE US, harga kakao terpantau ditutup melemah signifikan. Harga kakao berjangka ICE US untuk kontrak Desember 2014 ditutup turun hingga 1,98% ke tingkat harga $3.165/ton atau melemah $64/ton.

Analis  memprediksi harga kakao akan cenderung bergerak menguat pada perdagangan hari ini di ICE US. hal tersebut dilandasi oleh potensi aksi beli teknikal akibat posisi harga yang telah lebih rendah dari BB support. Terkait pergerakan harga, range normal diprediksi akan berada di kisaran $3.140-$3.240 per ton.(VN)

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *