Harga Gula Kembali Anjlok Akibat Posisi Supply

Analisa  Trading – Harga gula di Bursa ICE US dan LIFFE pada penutupan perdagangan Senin 18 Agustus 2014 terpantau ditutup melemah signifikan. Pelemahan harga gula di Bursa ICE US dan LIFFE dipicu oleh kondisi supply dan demand yang masih buruk terhadap pergerakan harga di Bursa.

Posisi supply yang masih cenderung tinggi dari Brasil, masih menjadi determinan yang memicu harga gula untuk masih melemah di Bursa ICE US. Meskipun data pengolahan tebu Brasil dilaporkan turun pada akhir Juli lalu, namun level produksi yang masih cukup tinggi mengindikasikan akan potensi penumpukan gula asal Brasil.

Terkait posisi demand, pergerakan harga gula pun cenderung untuk terpengaruh ke arah pelemahan. Ekspektasi akan masih tingginya persediaan gula di tingkat konsumen akhir, berdampak pada perkiraan lemahnya demand global terhadap gula dalam jangka pendek. Dampak dari posis demand yang lemah tersebut serta supply yan tinggi, maka harga gula pun terus berada dalam trend bearish kuat.

Pada perdagangan Senin 18 Agustus 2014 di Bursa ICE US, harga gula terpantau ditutup melemah signifikan. Harga gula berjangka ICE US untuk kontrak Oktober 2014 anjlok 1,51% ke tingkat harga $15,68/ton atau melemah $0,29/ton.

Sementara pada perdagangan di Bursa LIFFE, harga gula putih juga terpantau ditutup dengan pelemahan signifikan. Harga gula putih berjangka LIFFE untuk kontrak Oktober 2014 anjlok 1,28% ke tingkat harga $425,40/ton atau melemah $5,50/ton.

Analis  memprediksi harga gula berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini. Hal tersebut dilandasi oleh kondisi teknikal pada pergerakan harga gula yang telah memasuki fase jenuh melemah. Terkait pergerakan harga gula, range normal diprediksi akan berada di kisara $15,25-$16,25 pada gula ICE US dan $415-$435 pada gula putih LIFFE. (VN)

 

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *