Pre Opening: Indeks Diperkirakan Mixed, Cenderung Melemah

AnalisaTrading-Pada perdagangan akhir pekan ini, IHSG diperkirakan akan bergerak bervariasi dalam rentang terbatas berpeluang terkoreksi di tengah potensi pelemahan rupiah dan minimnya insentif positif. IHSG diperkirakan akan bergerak dengan resisten di 5170 dan support di 5130.

IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 5124-5138 dan resisten 5170-5188. Hanging man di upper bollinger band (UBB ). MACD terbatas setelah golden cross dengan histogram negatif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R cenderung melemah. Laju IHSG sempat berada di target support (5130-5155) dan juga berada di target resisten (5175-5182) meski akhirnya menyentuh juga target support.

Setelah rilis BI rate tidak berpengaruh pada penguatan lanjutan IHSG, berikutnya ialah pelaku pasar menunggu hasil akhir sidang MK dan pembacaan nota keuangan APBN. Tetap mewaspadai potensi pelemahan lanjutan jika sentimen-sentimen tersebut tidak sesuai dengan estimasi

Sejak  mengalami penguatan selama tiga sesi perdagangan berturut-turut, IHSG kemarin terkoreksi akibat aksi ambil untung menyusul data makro Indonesia yang keluar kurang menggembirakan. IHSG kemarin sempat terkoreksi 35 poin sebelum ditutup terkoreksi tipis 12,722 poin (0,25%) di 5155,547. Aksi ambil untung kemarin merespon buruknya neraca transaksi berjalan kuartal II 2014 (2Q14) yang dirilis Bank Indonesia (BI) kemarin yakni defisit USD 9,1 miliar atau 4,27% dari PDB. Angka defisit ini jauh lebih besar dari 1Q14 yang defisit USD 4,2 miliar atau 2,1% PDB.

Akhirnya apa yang menjadi kekhawatiran kami terjadi dimana sebelumnya kami sampaikan untuk tetap mewaspadai potensi-potensi sentimen yang dapat menahan laju IHSG. Berbalik melemahnya laju bursa saham Asia dan hasrat terpendam untuk profit taking setelah IHSG menyentuh area jenuh belinya membuat IHSG tidak mampu melanjutkan penguatannya. IHSG harus menahan keinginannya untuk lanjut menguat setelah diterpa mulai maraknya aksi jual.

Tahun ini BI memperkirakan rasio defisit transaksi berjalan terhadap PDB di bawah 3%. BI juga menetapkan kembali tingkat bunga acuannya (BI Rate) di level 7,5%. Sementara Wall Street tadi malam melanjutkan penguatan dengan volume transaksi yang tipis menyusul respon positif pasar atas pernyataan sejuk dari Presiden Rusia Vladimir Putin yang akan mengupayakan dengan segala cara untuk menghentikan konflik di Ukraina dan tidak berkeinginan berkonfrontasi dengan negara-negara lain.Terlebih dua utang gap di 5076-5088 dan 5113-5127 juga belum tertutup.

Di sisi lain, terapresiasinya Rupiah dan tetapnya BI rate juga tidak mampu menopang kenaikan lanjutan IHSG karena (mungkin) pasar telah price-in akan tetapnya BI rate. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 5168,27 (level tertingginya) di akhir sesi 1 dan menyentuh level 5134,23 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan berakhir di level 5168,27. Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan net sell.

Sementara Indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 0,37% dan 0,43% ditutup di 16713,58 dan 1955,18. Penguatan di Wall Street ini dibayangi memburuknya perekonomian di zona Euro setelah data PDB Jerman 1Q14 mengalami kontraksi 0,2% dibandingkan 1Q14 yang masih tumbuh 0,8%. (FR)

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *