Data USDA Kembali Tekan Harga Biji-bijian CBOT dari Sisi Supply

Analisa Trading – Harga gandum, jagung, dan kedelai di Bursa CBOT pada perdagangan Selasa lalu, 12 Agustus 2014, terpantau cenderung ditutup melemah. Pelemahan pada komoditas biji-bijian di CBOT tersebut dipicu oleh rilis data USDA pada Selasa lalu yang masih mengindikasikan potensi penumpukan supply asal AS.

Rilis data USDA pada Selasa lalu, terpantau cenderung untuk kembali memberikan dorongan sentimen negatif pada biji-bijian di CBOT. Data CBOT yang menunjukan akan tingginya output kedelai, jagung, dan gandum Amerika Serikat pada periode ini, memberikan tekanan pelemahan kuat akibat posisi supply.

Berdasarkan data USDA, baik proyeksi produksi maupun cadangan akhir tahun kedelai dan gandum AS dilaporkan berada di atas ekspektasi. Dari rilis laporan tersebut, persediaan dan produksi kedelai diproyeksikan akan berada di level 430 juta bushel dan 3,82 miliar bushel. Sementara untuk gandum, persediaan gandum diproyeksikan akan berada di level 18,05 juta bushel dan produksi di level 2,03 miliar bushel.

Berbeda dengan kondisi data gandum dan kedelai, rilis data USDA pada jagung AS berada di bawah ekspektasi meskipun berada dalam level yang masih tinggi. Berdasarkan data USDA, produksi jagung diperkirakan akan berada di level 14,03 miliar bushel sementara persediaan diperkirakan akan berada di level 1,8 miliar bushel.

Selain data proyeksi supply biji-bijian AS, pada Selasa lalu harga gandum juga tertekan oleh proyeksi total persediaan gandum global pada tahun ini. Diperkirakan pada tahun ini, persediaan gandum global akan berada di level yang cukup tinggi yakni 193 juta ton. Sementara terkait gandum Ukraina yang sebelumnya sempat mengangkat harga gandum CBOT akibat gangguan hujan, kini justru menekan pergerakan harga untuk melemah akibat proyeksi data ekspor yang meningkat 2,5% ke level 32,4 juta ton.

Pada perdagangan Selasa 12 Agustus 2014 di Bursa CBOT, harga gandum dan jagung terpantau ditutup melemah signifikan. Harga gandum berjangka CBOT untuk kontrak September 2014 turun hingga 1,54% ke tingkat harga $5,38/bushel atau melemah $0,084/bushel. Sementara kedelai berjangka CBOT untuk kontrak November 2014 turun 1,29% ke tingkat harga $10,594/bushel atau melemah $0,138/bushel.

Sedangkan untuk pergerakan harga jagung di CBOT, harga jagung justru ditutup menguat pada perdagangan Selasa lalu di CBOT akibat tingginya data supply maish berada di bawah ekspektasi. Harga jagung berjangka CBOT untuk kontrak Desember 2014 naik 0,22% ke tingkat harga $3,69/bushel atau menguat $0,08/bushel.

Analis  memprediksi harga jagung, kedelai, dan gandum di Bursa CBOT masih akan cenderung bergerak melemah pada perdagangan hari ini. Hal tersebut dilandasi oleh masih kuatnya sentimen negatif dari sisi supply pada komodtias tersebut. Terkait pergerakan harga, range normal diprediksi akan berada di kisaran $5,25-$5,55 pada gandum, $10,25-$10,90 pada kedelai, dan $3,50-$3,80 pada jagung. (VN)

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *