Tekanan Sisi Supply Kembali Lemahkan Harga Biji-Bijian CBOT

Analisa Trading – Harga biji-bijian di Bursa Chicago Board of Trade pada perdagangan Senin 11 Agustus 2014 terpantau cenderung ditutup melemah. Pelemahan pada komoditas biji-bijian di Bursa CBOT dipicu oleh prospek output Amerika Serikat yang terus memberikan sentimen negatif kuat.

Prospek tumpukan output biji-bijian AS seperti jagung, kedelai, dan gandum terpantau masih memberikan tekanan fundamental negatif kuat pada harga ketiga komoditas tersebut. Kondisi cuaca yang cenderung kondusif di AS bagi ketiga komoditas, memperkuat potensi akan tingginya outpu As pada periode ini yang akan berdampak pada menumpuknya persediaan di pasar global.

Pada komoditas kedelai, turunnya hujan di beberapa wilayah penanaman kedelai, kembali meningkatkan sentimen negatif terhadap harga kedelai. Curah hujan yang baik bagi perkembangan kedelai jelang masa panen, memicu peningkatan kekhawatiran akan produksi kedelai yang berada di level tinggi.

Sementara pada komoditas gandum, melemahnya sentimen potensi gangguan supply Ukraina dan Rusia, memicu harga gandum untuk kembali melemah. Meskipun terdapat potensi pengurangan supply dari gangguan hujan di wilayah Prancis dan Jerman, namun masih menumpuknya supply global maupun domestik AS membuat harga gandum masih cenderung tertekan melemah.

Berbeda dengan gandum dan kedelai, harga jagung pada perdagangan Senin lalu justru mengalami penguatan. Penguatan harga gandum dipicu oleh aksi beli pasca telah terlalu rendahnya harga jagung di CBOT meskipun masih diatas rekor terendah pada 1 Agustus lalu.

Pada perdagangan Senin 11 Agustus 2014 di Bursa CBOT, harga kedelai dan gandum terpantau ditutup melemah. Harga gandum berjangka CBOT untuk kontrak September 2014 turun 0,51% ke tingkat harga $5,464/bushel atau melemah 0,028/bushel. Sementara kedelai CBOT untuk kontrak November 2014 turun 1,05% ke tingkat harga $10,732/bushel atau melemah $0,114/bushel.

Sedangkan untuk pergerakan harga jagung, berbeda dengan gandum dan kedelai, jagung CBOT justru ditutup menguat pada perdagangan Senin lalu. Harga jagung berjangka CBOT untuk kontrak Desember 2014 naik hingga 1,32% ke tingkat harga $3,682/bushel atau menguat $0,048/bushel.

Analis  memprediksi harga kedelai, gandum, dan jagung CBOT akan sangat dipengaruhi oleh data USDA yang akan segera rilis. Namun ekspektasi kondisi baik pada perkembangan masa tanam di AS, cenderung lebih memicu pola akan tergerak untuk melemah. (VN)

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *