Support Positif Terus Berdatangan, Harga Minyak Mentah WTI Masih Bearish

Analisa Trading – Harga minyak mentah WTI pada perdagangan pekan lalu, 4-8 Agustus 2014 terpantau ditutup dengan pelemahan secara agregat sepekan. Pelemahan pada harga minyak mentah WTI dipicu oleh posisi sentimen negatif dari potensi lonjakan output global serta pelemahan demand minyak mentah di pasar AS pada awal pekan lalu.

Penguatan harga minyak mentah WTI pada akhir pekan lalu, terpantau tidak berhasil untuk menggerakan harga minyak meraih weekly gain. Gerusan kuat pada harga minyak mentah WTI di akhir pekan yang telah menjatuhkan harga minyak mentah WTI masih lebih dominan dalam memberi pengaruh pada pergerakan harga mingguan.

Kekhawatiran akan demand minyak mentah di pasar AS akibat data persediaan bensin EIA yang meningkat pada akhir pekan sebelumnya, terpantau masih menjadi momok pada pergerakan harga minyak mentah WTI di hari-hari awal perdagangan pekan lalu. Melesunya demand yang dilandasi oleh peningkatan persediaan bensin tersebut, membuat harga minyak mentah WTI sulit untuk menguat meskipun persediaan minyak mentah justru terus turun.

Selain faktor indikasi demand yang melemah di pasar AS, wacana peningkatan outpu OPEC pun turut memperburuk pergerakan harga minyak mentah WTI. Potensi ketatnya persaingan supply minyak mentah global akibat wacana tersebut berdampak pada semakin tergerusnya harga minyak mentah WTI meskipun sebelumnya cukup terangkat akibat potensi peningkatan permintaan di pasar Eropa untuk substitusi Rusia.

Namun, memasuki tengah pekan, pergerakan harga emas akhirnya mendapatkan dorongan sentimen positif kuat dari faktor geopolitik dan juga data EIA yang akhirnya memberikan kabar penurunan pada persediaan minyak mentah dan juga bensin AS. Dari data EIA, persediaan minyak mentah yang turun 1,8 juta barrel dan bensin yang turun 4,4 juta barrel memberikan dampak positif akibat posisi demand dan supply yang akhirnya berada dalam kondisi yang cenderung menguatkan harga minyak mentah dunia. Sementara konflik di wilayah-wilayah penghasil minyak mentah seperti Irak, Libia, dan Rusia turut memberi dampak dorongan penguatan akibat potensi gangguan supply.

Pada perdagangan pekan lalu di Bursa Nymex, harga minyak mentah WTI terpantau ditutup melemah secara agregat sepekan. Harga minyak mentah WTI berjangka Nymex untuk kontrak September 2014 turun 0,24% ke tingkat harga $97,65/barrel atau melemah $0,23/barrel.

Sementara pada perdagangan minyak mentah Brent di Nymex, harga minyak mentah brent terpantau ditutup tanpa mengalami perubahan harga dari penutupan Jumat pekan sebelumnya. Harga minyak mentah Brent berjangka Nymex untuk kontrak Desember yang pada Jumat 8 Agustus 2014 ditutup melemah $0,52/barrel atau 0,49% berada pada level yang sama dengan penutupan pekan sebelumnya di $106,24/barrel

Analis memprediksi harga minyak mentah WTI masih akan terdorong cenderung untuk menguat akibat dorongan faktor geopolitik global pada pekan ini. Namun, pergerakan juga akan sangat dipengaruhi oleh data persediaan minyak mentah serta bensin EIA yang akan rilis Rabu waktu setempat. Terkiat pergerakan harga, range normal diprediksi akan berada di kisaran $95,75-$99,10 pada WTI dan $104-$108,80 Brent. (VN)

 

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *