Jelang Rilis Data MPOB, Harga CPO Bursa Malaysia Bergerak Menguat

Analisa Trading – Harga CPO pada awal perdagangan hari ini, 11 Agustus 2014 terpantau sedang mengalami pergerakan menguat. Penguatan harga CPO di Bursa Malaysia diduga merupakan dorongan aksi beli pasca anjloknya harga CPO pada Jumat lalu sambil menunggu rilis data Malaysia Palm Oil Board yang akan rilis hari ini.

Akan rilisnya data sawit Malaysia oleh MPOB pada hari ini, terpantau memicu pergerakan harga untuk relatif terbatas pada awal perdagangan hari ini. Data MPOB yang akan menunjukan output, persediaan , serta ekspor sawit Malaysia tersebut, ditunggu oleh para investor untuk mengetahui sentimen-sentimen atau arahan harga CPO dari sisi supply dan demand.

Walaupun demikian, estimasi data yang cenderung memprediksi adanya peningkatan, juga cukup memberkan kekhawatiran akan semakin merosotnya harga CPO di Bursa Malaysia. Hal tersebut dilandasi oleh prediksi peningkatan hingga 6,9% ke level 1,68 juta ton pada output CPO akhir Juli oleh Asosiasi Minyak Sawit Malaysia.

Namun, kekhawatiran akan tekanan peningkatan output Malaysia tersebut, terpantau belum terlalu memberi pengaruh pada pergerakan di awal perdagangan hari ini. Hal tersebut diduga dilandasi oleh aksi beli para investro pasca harga CPO yang anjlok signifikan hingga mendekati level dasar kisaran 2.200 RM/ton.

Pada awal perdagangan hari ini di Bursa Malaysia, harga CPO terpantau sedang mengalami pergerakan menguat. Harga CPO berjangka Bursa Malaysia untuk kontrak Oktober 2014 naik 0,27% ke tingkat harga 2.239 RM/ton atau menguat 6 RM/ton.

Sementara dari perdagangan di bursa ICDX, harga CPO juga terpantau sedang mengalami pergerakan menguat. Harga CPO berjangka ICDX untuk kontrak Oktober 2014 naik 0,29% ke tingkat harga Rp 8.610 atau menguat Rp 25.

Namun, untuk pergerakan olein yang diperdagangkan di Jakarta Future Exchange hari in, harga olein justru sedang mengalami pelemahan. Harga olein berjangka JFX untuk kontrak Agustus 2014 sedang bergerak melemah 0,10% ke tingkat harga Rp 9.760 per 20 ton atau melemah Rp 10 per 20 ton.

Analis memprediksi harga CPO di Bursa Malaysia akan sangat dipengaruhi oleh rilis data MPOB pada hari ini. Namun estimasi peningkatan output Malaysia, diduga akan cenderung memberikan pelemahan terhadap harga CPO apabila realisasi sesuai ekspektasi. (VN)

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *