BoJ: Jepang Dapat Saksikan Berakhirnya Deflasi

Analisa Tarading – Gubernur Bank of Japan, Hiroshi Nakaso mengatakan pertumbuhan ekspor Jepang sedang berjalan lesu, akibat lambatnya pertumbuhan di negara berkembang, dan penurunan permintaan dari AS.

Penaklukan deflasi di Jepang yang sekarang terlihat bagaimanapun hanya setengah jalan ke arah pencapaian target stabilitas harga 2 persen, seperti yang dikatakan Nakaso dalam sebuah pidato kepada pemimpin bisnis di Shizuoka, Jepang Timur, hari ini Rabu (23/7)

BOJ tidak dapat menggunakan strategi yang sama digunakan untuk kembali pada tahun 2006 untuk mengakhiri stimulus, Saat ini sebutan program quantitative and quantitative easing (QQE) ialah neraca lebih besar dan penuh dengan utang dengan durasi yang lebih lama.

“Tapi kita sudah memiliki berbagai alat untuk menarik likuiditas,” katanya menambahkan, bahwa bagaimana menggunakan program dan dalam rangka itu tergantung pada ekonomi dan kondisi harga.

BOJ telah meninggalkan kebijakan tidak berubah sejak melepaskan intens stimulus pada bulan April tahun lalu, ketika berjanji untuk menarik kronis negara Jepang dalam deflasi

Beberapa analis, memperingatkan bahwa jika inflasi mempercepat menuju 2 persen sebagai proyek BoJ, hal tersebut dapat meningkatkan spekulasi bank sentral akan pembelian aset yang bagus. (FC)

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *