Bila Prabowo Menang, Rupiah dan Bursa Saham Akan Tertekan

AnalisaTrading-Dilansir dari Bloomberg, jika Prabowo memenangkan pemilihan umum Indonesia pada 9 Juli nanti, maka Rupiah dan bursa saham akan tertekan dengan jatuh 3.6 persen dan 5 persen. Jajak terkini menunjukkan bahwa pasangan calon presiden Prabowo Subianto – Hatta Rajasa akan mengungguli lawannya, Joko Widodo – Jusuf Kalla. Sikap Prabowo yang cenderung nasionalistik, menjadi kekhawatiran investor.

Indek Harga Saham Gabungan  (IHSG) diperkirakan akan jatuh sekitar 5 persen dan rupiah akan tertekan hingga ke posisi terlemahnya dalam lima tahun terakhir ini di kisaran 12.300 per dolar AS atau melemah sekitar 3.6 persen. Melemahnya Rupiah akan menurunkan potensi keuntungan investor yang tahun ini sudah memasukkan $6 milyar kedalam pasar saham dan obligasi.

 

Dalam berbagai kesempatan, Prabowo untuk meningkatkan dukungan, berkali-kali menyatakan akan menjadi pemimpin yang kuat dan bercita-cita akan membangun infrastruktur  yang lebih baik. Langkah Prabowo dimata investor internasional sangat mengkhawatirkan, upaya untuk meningkatkan batasan hutang dan akan merundingkan kembali kontrak-kontrak dengan perusahaan-perusahaan asing untuk meraih keuntungan yang lebih baik bagi Indonesia. Meski demikian, beberapa investor akan kembali jika susunan Kabinet Prabomo dianggap bercorak pragmatis termasuk keberhasilan Prabowo dalam mempertahankan atau meningkatkan  kinerja sejumlah kementrian kunci.

 

Sebaliknya, jika pasangan Joko Widodo – Jusuf Kalla yang menjadi presiden, langkah mereka yang akan memberantas korupsi dianggap pasar lebih baik dan diperkirakan akan membuat Indek saham mengalami kenaikan di bulan Maret nanti.

 

Pasar Berbalik Arah

 

Jajak pendapat yang dilakukan oleh Roy Morgan pada 30 Juni kemarin menunjukkan perolehan Prabowo dan Joko Widodo tidak terpaut jauh, 48 persen dan 52 persen. Hasil tersebut, yang memiliki resiko kesalahan 1.8 persen, menunjukkan popularitas pasangan Prabowo – Hatta mengalami kenaikan yang signifikan dibandingkan saat jajak pendapat pertama pada satu bulan sebelumnya. Hasil sebelumnya menunjukkan Joko Widodo akan memperoleh suara sebesar 42 persen dan Prabowo 24 persen.

 

Sementara itu, 56 persen responden memilih akan jual asset mereka di Indonesia dan 13 persen menyatakan akan membeli asset di Indonesia jika Prabowo memenangkan pemilihan ini, demikian jajak pendapat yang dilakukan oleh Deutsche Bank AG yang dipaparkan pada 9 Juni kemarin. Mereka melakukan jajak pendapat terhadap 70 investor. Sebaliknya jika Joko Widodo, atau Jokowi yang memenangkan kursi presiden, maka 74 persen akan membeli asset di Indonesia dan hanya 6 persen yang akan menjual asetnya.

 

Sejauh ini, pasar lokal telah berbalik arah. Pasar saham telah jatuh 2.9 persen, sejak indek saham ditutup pada posisi tertingginya pada 16 Mei silam. Rupiah juga telah melemah sebesar 4.2 persen sejak akhir Maret lalu. Indek Bloomberg menunjukkan bahwa Obligasi Rupiah, telah turun 0.5 persen sejak akhir Mei.

 

 

 

Reaksi Bursa Saham

 

Bursa Efek Indonesia merespon dan bergerak turun secara tajam dengan perkembangan politik Indonesia saat ini.  IHSG memang melonjak sebesar 3.2 persen pada 14 Maret silam saat Partai Demokrasi Indonesia – Perjuangan (PDIP) mengumumkan capresnya adalah Joko Widodo (dikenal dengan sebutan Jokowi). Hasil suara PDIP yang kurang memuaskan dalam pemilihan anggota legislatif membuat IHSG jatuh kembali pada 10 April silam, dan jatuh kembali sebesar 2.4 persen pada 20 Mei silam saat Partai Golkar menyatakan bergabung dengan Koalisi Prabowo.

 

Pasar menginginkan kemenangan bagi Jokowi, sehingga apapun yang akan menguranginya maka akan memberikan dampak dan aksi jual di pasar. Diperkirakan jika Prabowo menang, maka indek saham akan jatuh 5 persen lagi (FR)

Related Post

Saham-saham Pilihan Hari Ini

Saham-saham Pilihan Hari Ini

AnalisaTrading – Kepala Riset Woori Korindo Securities Reza Priyambada memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini Indeks Harga Saham…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *