Harga Jagung Jatuh Tersandung Cuaca Hujan di AS

Analisa Trading – Harga jagung di Bursa CBOT pada perdagangan Senin 23 Juni 2014 terpantau ditutup melemah signifikan. Pelemahan harga jagung di Bursa CBOT dipicu oleh dampak hujan yang melanda AS berpotensi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi jagung AS.

Dampak hujan di beberapa wilayah AS yang sebelumnya menguatkan harga jagung akibat potensi banjir, kini justru berdampak negatif pada pergerakan harga jagung. Kondisi tanah yang lembab pasca hujan, berpotensi untuk meningkatkan kualitas serta kuantias tanaman jagung AS. Dampak dari adanya potensi peningkatan produksi jagung AS tersebut, harga jagung turun akibat tekanan sisi supply.

Walaupun berpotensi untuk mengalami peningkatan produksi, jagung AS sedikit mendapatkan sentimen positif dari kondisi tanaman berdasarkan rilis data USDA. Berdasarkan rilis data USDA, akhir pekan lalu persentase jagung AS yang berada dalam kondisi baik turun 2% ke level 74%. Namun, estimasi total panen yang berada pada rekor tertinggi baru di level 13.935 untuk panen September, melemahkan sentimen positif dari penurunan kualitas jagung AS.

Pada perdagangan Senin 23 Juni 2014 di Bursa CBOT, harga jagung ditutup melemah signifikan. Harga jagung berjangka CBOT untuk kontrak Juli 2014 turun 1,94% ke tingkat harga $4,44/bushel atau melemah $0,088/bushel,

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga jagung akan cenderung untuk bergerak kembali melemah pada perdagangan hari ini. Hal tersebut dilandasi oleh potensi lonjakan output jagung AS yang memberikan tekanan pelemahan kuat dari ekspektasi supply jagung AS. Terkait pergerakan harga jagung CBOT pada perdagangan hari ini, jagung diprediksi akan bergerak di kisaran $4,21-$4,62/bushel. (VN)

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *