Kandidat Presiden Indonesia Pastikan Dukung Kebijaksaan Larangan Ekspor Bijih Mentah Tanggal 12 Januari 2014

Analisa Trading – Harga elemen, yang juga digunakan untuk membuat baterai isi ulang, melonjak 33,6 persen pada tahun 2014 setelah Indonesia, ekonomi terbesar di Asia Tenggara melembagakan larangan ekspor bahan baku mentah pada bulan Januari untuk mendorong pemrosesan lokal.

Indonesia dan Rusia merupakan Negara pemasok sekitar seperempat dari nikel dunia, demikian perkiraan Australia & New Zealand Banking Group Ltd.  Indonesia menghentikan pengiriman bijih pada 12 Januari dalam upaya untuk mendorong perusahaan-perusahaan asing untuk berinvestasi di smelter di Indonesia. Sementara intervensi Rusia di Ukraina telah memicu spekulasi bahwa produsen nikel halus terbesar kedua dunia itu akan menghadapi sanksi ekonomi yang melibatkan komoditi logam.

Indonesia siap untuk menjaga pembatasan pada ekspor nikel, kedua kandidat presiden, Joko Widodo dan Prabowo Subianto, yang kemenangannya akan ditentukan pada tanggal 9 Juli mendatang, mendukung kebijakan tersebut. Kelanjutan dari larangan tersebut dapat terus mendorong harga yang lebih tinggi dan membuat nikel salah satu logam berkinerja terbaik pada semester kedua tahun ini, demikian pernyataan Mark Keenan, kepala riset komoditas yang berbasis di Singapura, Societe Generale SA. (VN)

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *