TIONGKOK ISYARATKAN PERLONGGAR KEBIJAKAN KARENA EKONOMI TERTATIH-TATIH

Shanghai – Tiongkok telah mengisyaratkan akan lebih memperlonggar kebijakan moneternya untuk mendorong ekonomi terbesar kedua di dunia itu dengan mengurangi jumlah dana yang beberapa bank harus pertahankan dalam cadangan, menurut pernyataan pemerintah.

Dewan Negara mengumumkan setelah pertemuan pada Jumat bahwa pihaknya akan memangkas persyaratan cadangan bagi bank-bank yang memberikan pinjaman kepada sektor pertanian dan usaha kecil, kata pernyataan yang dimuat di situs internet pemerintah pusat.

Namun mereka tidak memberikan rincian waktu atau jumlahnya.

Tiongkok meluncurkan langkah serupa, memangkas cadangan untuk bank-bank di daerah pedesaan sebulan yang lalu karena meningkatnya kekhawatiran bahwa ekonomi — pendorong utama pertumbuhan dunia — melambat lebih tajam dari yang diperkirakan.

“Saat ini, pergerakan ekonomi stabil, tetapi tekanan turun masih relatif besar,” kata Dewan Negara, menambahkan pemerintah akan “menyempurnakan” kebijakannya pada waktu yang tepat.

Ekonomi Tiongkok tumbuh secara tahunan 7,4 persen pada kuartal pertama tahun ini, lebih lemah dari 7,7 persen pada periode Oktober-Desember dan yang terburuk sejak ekspansi yang sama 7,4 persen pada kuartal ketiga 2012.

Perdana Menteri Li Keqiang pada Maret mengumumkan target pertumbuhan ekonomi “di sekitar 7,5 persen” untuk tahun ini.

“Jelas bahwa pemerintah telah menjadi lebih khawatir tentang berlanjutnya perlambatan ekonomi dan ingin lebih meningkatkan kekuatan dukungan kebijakan,” Wang Tao, ekonom bank UBS yang berbasis di Hong Kong, mengatakan dalam sebuah catatan penelitian.

“Dukungan kebijakan akan lebih kuat karena ekonomi melemah, sehingga mempertahankan target pertumbuhan untuk 2014,” katanya.

Dewan Negara mengumumkan sekeranjang langkah-langkah lain pada Jumat, termasuk dukungan keuangan yang lebih besar untuk perusahaan kecil, penurunan biaya pembiayaan dan pemotongan biaya administrasi, kata pernyataan itu .

Ekonomi Tiongkok tumbuh menjadi 7,7 persen secara tahunan pada 2013, tingkat yang sama seperti tahun 2012, yang merupakan kondisi terburuk sejak 1999.

Tetapi beberapa analis percaya Tiongkok akan menahan diri dari tindakan yang lebih agresif untuk mendorong pertumbuhan, seperti pemotongan suku bunga atau memangkas persyaratan untuk semua bank, di tengah kekhawatiran kredit yang berlebihan dapat menimbulkan risiko keuangan.

“Pemangkasan luas (persyaratan cadangan) dan suku bunga acuan hanya mungkin jika data Mei dan Juni terus mengejutkan pada sisi penurunan,” bank investasi Goldman Sachs mengatakan dalam sebuah catatan penelitian

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *