Harga Bijih Besi Mengalami Penurunan Terpanjang, Surplus Global Meningkat

Analisa Trading – Harga bijih besi mengalami penurunan terpanjang dalam sepanjang sejarah karena meningkatnya pasokan dari Australia dan Brasil yang memicu surplus global. Fortescue Metals Group Ltd ( FMG ) mengatakan mungkin ada terjadi kerugian lebih lanjut, dengan risiko harga akan melemah terus menuju ke level terendah sejak 2009.

 

Bijih besi dengan konten 62 persen dikirim ke Tianjin  di harga $ 95,70 per ton kering kemarin, 9,2 persen lebih rendah pada bulan ini, menurut data dari Indeks Steel Ltd. Harga bahan baku dalam pembuatan baja ini , telah turun ke level terendah 20 bulannya, yang telah menurun setiap bulan sejak Desember tahun lalu.

 

Penambang bijih besi terbesar termasuk BHP Billiton Ltd dan Rio Tinto Group (RIO) yang menaikkan hasil produksinya, memacu  meningkatnya surplus global. Perlambatan pertumbuhan dan kondisi kredit yang ketat di Cina telah membatasi ekspansi permintaan dari pengguna terbesar di dunia ini.

 

Penurunan harga ini memvalidasi perkiraan dari Goldman Sachs Group Inc yang dikeluarkan pada bulan November tahun lalu, yang mengatakan bahwa komoditas akan mengalami penurunan yang signifikan pada tahun 2014.( VN)

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *