RIO Tanam $20 Miliar Untuk Proyek Pertambangan Di Guinea

Analisa Trading – Rio Tinto Group ( RIO ), perusahaan pertambangan terbesar kedua di dunia, mencapai kesepakatan dengan pemerintah Guinea untuk investasi senilai $ 20 miliar di sektor-sektor potensial seperti pertambangan bijih besi, pelabuhan dan kereta api proyek potensial. Guinea akan mendapatkan 7,5 persen saham dalam proyek ketika itu disahkan di parlemen.

Simandou adalah proyek  tambang bijih besi dunia terbesar yang belum dimanfaatkan, Rio memperkirakan tambang ini bisa menghasilkan 100 juta ton bahan pembuatan baja per tahun. Proyek ini bisa mengangkat produk domestik bruto Afrika Barat sebanyak dua kali lipat.

Proyek ini juga merupakan simbol dari upaya luar biasa benua Afrika untuk memenuhi tantangan infrastruktur dan membangun pertumbuhan yang inklusif.

Kesepakatan mengalokasikan royalti 3,5 persen untuk pemerintah atas setiap ekspor bijih dari Guinea. Hal ini juga menetapkan bahwa pelabuhan dan proyek kereta api akan ditransfer ke pemerintah setelah 30 tahun.

Harga saham Rio turun 0,5 persen menjadi 3.241 pence dalam perdagangan London pada 8:41 setelah sebelumnya maju 0,4 persen di Sydney. Perjanjian ditandatangani kemarin meliputi dua dari empat izin pertambangan di suatu yang kaya akan bijih besi,di sebelah tenggara Guinea.

Rio bulan lalu menggugat Vale SA (VALE), miliarder Israel Beny Steinmetz dan perusahaan pertambangan miliknya itu dengan tuduhan  mereka bersekongkol untuk mencuri hak Simandou. Rio Tinto berencana memulai produksi pada tahun 2018.

Rio memiliki 46,6 persen dari sumber daya Simandousesuai dengan apa yang tercakup dalam perjanjian, Chinalco 41,3 persen , 7,5 persen Guinea dan IFC 4,6 persen. Pemerintah Guinea memerlukan biaya sebesar $ 20 miliar untuk mengembangkan proyek ini. (VN)

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *