RI Kalah dari Filipina di Sektor Berikut

Bank Indonesia (BI) mengklaim kebijakan yang telah diambil bersama oleh pemerintah sepanjang tahun 2013, secara umum telah mampu mengarahkan perekonomian nasional menuju ke kondisi yang lebih seimbang, baik internal maupun eksternal pada saat ini.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, hal ini dilihat dari terjaganya keseimbangan eksternal tergambar dari defisit neraca transaksi berjalan yang terus menurun, bahkan pada kuartal I- tahun 2014 menjadi defisit 2,06 persen dari PDB.

“Tahun 2008 kuartal tiga langsung surplus CAD (current account deficit), tapi sejak tahun 2011 kita selalu ada di bawah. Di 2013, USD29 miliar kita defisit, 2012 masih USD24 miliar. Sudah ada perbaikan 2,08 persen, tapi secara setahunnya yang USD24 miliar jadi USD29 miliar,” sebut Agus di Gedung BI, Jakarta, Senin (26/5/2014).

Agus pun meminta menyamakan visi untuk waktu ke depan dalam hal perbaikan keadaan internal maupun eksternal. “Kita sudah melakukan upaya yang baik, tapi belum cukup baik., jangan merasa itu sudah baik,” tegas Agus.

Menurut Agus, sebelumnya selama 14 tahun Indonesia bisa terus surplus dan seyogianya masih bisa surplus, tapi yang paling menyakitkan adalah nilai transaksi income dan services salam satu tahun tidak kurang dari defisit USD35 miliar.

“Itu hanya karena urusan asuransi, repatriasi keuntungan,” sambungnya.

Kendati demikian, saat ini Indonesia selalu membandingkan negara-negara tetangga seperti halnya Filipina yang juga sebagai negara kepulauan dengan Indonesia mendapat cobaan gunung-gunung yang meletus, kalau Filipina itu bencana topan yang tidak pernah habis.

“Tapi apa yang terjadi di Filipina dia punya neraca services itu bisa positif USD10 miliar, neraca income USD25 miliar, Jadi yang satu USD35 miliar positif, Indonesia itu negatif. karena tenaga kerja di sana kirim dana yang betul-betul menjadi nilai tambah, contohnya jasa call center yang dikelola Filipina bisa menghasilkan USD14 miliar per tahun. Indonesia negatif,” tutur Agus.

Lanjut Agus mengungkapkan, kalau saat ini tidak samakan visi untuk berusaha buat yang negatif jadi positif dan terus merasa sekarang baik itu adalah  salah

“Apalagi kalau kita lihat defisit perdagangan, kalau kuartal I-2014 positif, mohon terus diyakinkan ada perbaikan supaya sustainable,” pungkasnya

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *