Gula Bergerak di Zona Merah Sepanjang Pekan Lalu

Analisa Trading – Harga gula terpantau bergerak melemah pada perdagangan pekan lalu dengan trend bearish hingga 7 hari berturut-turut. Pelemahan harga gula pada perdagangan pekan lalu dipicu oleh posisi permintaan gula yang lemah dan kondisi persediaan yang kondusif pada pasar global.

Kondisi supply dan demand gula di pasar global terpantau menjadi momok kuat terhadap pergerakan harga gula di Bursa ICE US pekan lalu. Permintaan gula yang lemah serta kondisi persediaan gula global yang kondusif menjadi sentimen negatif kuat pada harga gula.

Dari sisi demand, pelemahan harga gula dipicu oleh rilis data impor gula Tiongkok. Pada Rabu 21 Mei, tercatat bahwa Tiongkok mengurangi permintaan impor gula hingga 24,29% ke level 272.616 ton.

Sedangkan pada sisi supply, potensi pengurangan output gula Brazil yang sempat membuat harga gula naik cukup signifikan berubah haluan imbas prediksi persediaan gula global. Diprediksi, persediaan gula global masih berpotensi over supply sedangkan stok gula di konsumen akhir juga diperkirakan masih mencukupi.

Harga gula pada perdagangan pekan lalu di Bursa ICE US ditutup menguat dengan pelemahan signifikan. Harga gula berjangka untuk kontrak Juli 2014 turun 3,02% ke tingkat harga $17,37/ton atau melemah $0,54/ton.

Analis memprediksi harga gula masih akan berada dalam posisi lemah pada perdagangan minggu ini. Hal tersebut dilandasi oleh belum adanya sentimen positif baru pada pergerakan harga gula pekan ini sedangkan sentimen negatif dari pekan lalu berpengaruh sangat kuat. Terkait prediksi perkiraan pergerakan harga pekan ini, gula ICE US untuk kontrak Juli 2014 diperkirakan akan bergerak pada interval $16,80-$18,20. (VN)

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *