Cara OJK Ajak Perusahaan Agar Menerbitkan Obligasi

Menyusul sukses seri pertama pada 2013, round table Asiamoney-CIMB ASEAN Domestic Bond Markets Round Table series kedua yang kali ini berlangsung di Indonesia, mengambil tema “Broadening Issuer and Investor Base of Indonesian Bond Market”.

Rangkaian konferensi tersebut merupakan ajang yang diselenggarakan bersama oleh CIMB Group dan Asiamoney di seluruh wilayah ASEAN. Dari ajang tersebut pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ingin meningkatkan pasar Obligasi.

“OJK akan mengupayakan kondisi pasar yang ideal sehingga perusahaan tertarik untuk menerbitkan obligasi,” ujar Wakil Komisioner Bidang pengawasan pasar modal OJK Sarjito dalam keterangan tertulis,

Prioritas OJK adalah menyederhanakan proses penawaran umum yang sekarang ini mewajibkan emiten untuk menyampaikan kembali dokumen registrasi setiap kali menerbitkan obligasi. OJK juga akan menerapkan skema shelf registration untuk penerbitan efek. “Dengan skema tersebut, emiten cukup menyampaikan surat pendaftaran satu kali untuk beberapa kali emisi untuk jangka waktu tertentu,” ujarnya.

Ditambahkannya bahwa OJK telah menetapkan SMO-PMO proyek pasar obligasi untuk 2014 hingga 2016, yang melibatkan lembaga lain seperti Bank Indonesia, Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Direktorat Jenderal Pajak, Badan Kebijakan Fiskal, badan regulasi mandiri atau SRO (self-regulatory organization) dan Penilai Harga Efek Indonesia atau IBPA (Indonesia Bond Pricing Agency).

Di bawah proyek tersebut akan dijalankan lima program pokok, di antaranya pengembangan platform perdagangan elektronik, harmonisasi peraturan, pengawasan dan kebijakan perpajakan.

“Selain itu, perjanjian Global Master Repo Agreement (GMRA) yang berlaku di seluruh dunia juga akan diterapkan di Indonesia. OJK telah membentuk tim khusus untuk mempersiapkan GMRA Indonesia Annexes, dan ketentuan yang tercakup dalam aneks ini dapat mengakomodasi semua produk efek selain obligasi pemerintah. OJK juga akan menetapkan regulasi mandiri dengan merujuk kepada GMRA Indonesia Annexes,” jelasnya mengakhiri sambutan.

Dalam acara itu, Harry Supoyo, Country Head, PT CIMB Securities Indonesia, menyampaikan bahwa pasar obligasi di Indonesia akan berkembang pesat karena ditunjang kuatnya likuiditas dalam negeri maupun kesinambungan permintaan dari lembaga pendanaan dalam negeri dan regional.

“Tingginya permintaan dari investor membuat kami yakin bahwa perusahaan di Indonesia akan menerbitkan lebih banyak obligasi rupiah tahun ini, dan mereka pun bisa menarik masuk dana dari pasar obligasi dengan mata uang setempat di negara-negara ASEAN dengan dukungan kuat active cross-currency interest rate swap market di kawasan ini,” tambahnya

Related Post

Saham-saham Pilihan Hari Ini

Saham-saham Pilihan Hari Ini

AnalisaTrading – Kepala Riset Woori Korindo Securities Reza Priyambada memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini Indeks Harga Saham…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *