Alasan Bank Indonesia koreksi prediksi pertumbuhan ekonom

 Bulan lalu, Bank Indonesia (BI) mengoreksi prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2014 sebesar 5,1-5,5 persen, dari sebelumnya 5,5-5,9 persen. Namun, revisi ini dinilai hal wajar dan tidak serta merta memberikan penilaian bahwa ekonomi Indonesia mengkhawatirkan.

Menurut Bank Indonesia, angka prediksi pertumbuhan ekonomi nasional masih terbilang kuat jika dibandingkan dengan negara lain.

“Pertumbuhan ekonomi, kita revisi jadi 5,1-5,5 persen itu, diturunkan dari target sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi kita tetap strong di angka itu, karena ini kompleks tergantung kondisi eksternal maupun internal,” ucap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara dalam acara pelatihan wartawan Bank Indonesia di Bandung akhir pekan ini.m

Pihaknya menetapkan prediksi target pertumbuhan ekonomi di angka tersebut sebagai respons kondisi ekonomi global maupun dalam negeri. Revisi pertumbuhan ekonomi disesuaikan dengan perlambatan perekonomian China dan Eropa.

“Kalau eksternal kita tidak bisa mengontrol dan tergantung kondisi di sana, seperti di China dan Eropa. Itu tidak bisa kita kontrol, makanya kita sesuaikan itu,” tegasnya.

Bank Indonesia mengklaim selalu memperhatikan kondisi ekonomi terkini untuk mengontrol nilai tukar Rupiah, sekaligus mempersiapkan kebijakan moneter.

“Langkah BI menjaga stabilitas rupiah baik sisi internal dan eksternal. Bank Indonesia kita koordinasi kebijakan dengan pemerintah. Kebijakan moneter baik suku bunga dan nilai tukar sesuai fundamental,” tutupnya.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *