Pre Opening: Aksi Ambil Untung Masih Kuat, IHSG Diperkirakan Melemah

AnalisaTrading-Pada perdagangan Selasa (20/5) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4973-4994 dan resisten 5065-5095. Spinning lewati upper bollinger band (UBB). MACD masih bergerak naik dengan histogram positif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R mulai berkurang kenaikan.   Hari ini indeks akan bergerak melemah dan menguji support terdekat di level 4.963. Indeks akan bergerak di kisaran support 4.963 dan resistance 5.078.

IHSG sempat berada di kisaran target support (4970-5000) dan sempat melewati target resisten (5045-5065) meski akhirnya ditutup di bawah target resisten. Adanya aksi profit taking mulai menghambat potensi kenaikan lanjutan IHSG sehingga tetap mewaspadai potensi pembalikan arah (jika ada).

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) memperkirakan tingkat kegagalan korporasi swasta dan badan usaha milik negara (BUMN) dalam membayar utang luar negeri mencapai 34%. Potensi tersebut merupakan skenario terburuk yang diukur melalui metode uji ketahanan atau stress test kinerja korporasi terhadap pelemahan nilai tukar rupiah.

Seperti halnya momen rilis laporan keuangan, laju IHSG bergerak menguat di awal sesi pertama namun, setelah muncul banyak pemberitaan mengenai siapa pasangan capres dan cawapres maka eforia pencapresan mulai berkurang. Berkurangnya eforia tersebut bukan dikarenakan pasar merespon negatif terhadap pendeklarasian salah satu pasangan Capres dan Cawapres namun, lebih dikarenakan mulai adanya aksi ambil untung setelah tidak adanya momen yang dijadikan bahan ekspektasi.

Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 5091,32 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4976,40 (level terendahnya) di mid sesi 2 dan berakhir di level 5015. Volume perdagangan turun dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.

Artinya pasar sudah mendapat kejelasan siapa pasangan Capres dan Cawapres tersebut. Di sisi lain, variatif cenderung melemahnya laju bursa saham Asia turut menghambat laju IHSG. Tetapi, masih kuatnya rupiah dan nett buy asing akhirnya dapat mengembalikan IHSG di atas goceng.

Di sisi lain, pasar saham AS melanjutkan rally kenaikan, seiring dengan penguatan saham-saham lapis dua (second liner). Penguatan itu diapresiasi dengan kenaikan indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar +0,12% dan S&P500 sebesar +0,38%.  Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh kebijakan India yang akan meperlonggar impor emas. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh Nikkei 225 di Jepang sebesar +0,37%, sementara KOSPI Composite di Korea Selatan melemah -0,20%.

Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas juga terkoreksi. Harga minyak mentah WTI turun -0,03% ke level USD 102,08 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi -0,03% ke posisi USD 1.293,40 per troy ounce.

Sebagai informasi, koalisi partai politik akhirnya merilis bakal calon presiden dan wakil presiden yang akan mereka usung dalam pemilihan presiden 9 Juli mendatang. Hampir dipastikan jika kandidat calon presiden dan wakil presiden yang bertarung di pemilihan presiden mendatang hanya akan ada dua pasang, dan membuat pemilihan presiden hanya berlangsung dalam satu putaran. (FR)

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *