Laporan USDA Masih Pengaruhi Harga Jagung Yang Anjlok

Analisa Trading – Harga jagung pada penutupan perdagangan di Bursa CBOT terpantau mengalami penurunan signifikan. Penurunan harga jagung seperti halnya komoditas grains lainnya, terpengaruh oleh rilis data USDA pekan lalu.

Rilis data USDA, menjadi sentimen negatif pada harga jagung di Bursa CBOT. Prediksi meningkatnya output produksi AS serta cadangan global membuat harga jagung anjlok.

Produksi jagung AS, diproyeksikan akan mengalami peningkatan dibandingkan output tahun lalu yang merupakan rekor output AS. Pada tahun ini, USDA memprediksi total panen akan mencapai 13.955 miliar bushel.

Persediaan jagung AS juga untuk sebelum masa panen 2015 juga diperkirakan menguat. USDA memperkirakan persediaan jagung tahun ini akan mencapai 1.726 miliar bushel, tertinggi dalam 2 tahun terakhir.

Pada persediaan gandum global, USDA juga memprediksi akan terjadi peningkatan stok global. USDA memproyeksian total inventori akan berada dalam level 181.73 juta ton pada tahun pemasaran 2014-2015 atau lebih tinggi 7,9% dibanding tahun pemasaran saat ini.

Harga jagung pada perdagangan di Bursa CBOT Senin 12 Mei 2014 ditutup melemah signifikan. Harga jagung berjangka untuk kontrak Juli 2014 turun 1,58% ke tingkat harga $4,994/bushel atau melemah $0,08/bushel.

Harga jagung diprediksi akan melanjutkan trend pelemahan. Hal tersebut dilandasi oleh kuatnya sentimen negatif pasca rilis data USDA yang memberikan kekhawatiran akan kuatnya tekanan sisi supply terhadap harga jagung.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *