Harga Kopi Berjangka Naik Menjadi $2.118 Per Ton di NYSE Liffe, London

Analisa Trading – Penjualan kopi oleh petani di Vietnam, produsen terbesar biji robusta yang digunakan oleh Nestle SA, dapat memperlambat setelah stok merosot 54 persen dari level tertinggi sepanjang masa.

Stok yang berkurang di Vietnam dapat meningkatkan harga robusta, yang telah naik 26 persen tahun ini. Kopi arabika yang lebih disukai oleh Starbucks  Corp, melonjak 76 persen setelah kekeringan melanda tananam di Brazil.

Harga kopi robusta berjangka berada di harga $ 2.118 per ton di NYSE Liffe di London sementara pada 9 Mei, kopi arabika diperdagangkan pada $ 1,953 per pound di ICE Futures AS di New York, naik dari lima tahun terendah.

Di Vietnam, petani menahan penjualan ketika harga robusta turun ke level terendah tiga tahun pada bulan November. Mereka meningkatkan penjualan setelah harga naik menjadi $ 2.218 per ton di bulan Maret, tertinggi sejak 2012.

Bijia-bijian di Dak Lak diperdagangkan pada 41.200 dong ($ 1,95) per kilogram pada tanggal 8 Mei, Trade & Tourism Center Data menunjukkan, rebound dari level terendah tiga tahun dari 29.600 dong pada bulan November. Provinsi Dak Lak mewakili sekitar 30 persen dari panen negara itu.

Vietnam mengirimkan 822.000 ton pada empat bulan pertama, 39 persen lebih dari setahun sebelumnya, demikian perkiraan Kantor Statistik Umum. Ekspor akan mencapai total 25,1 juta kantong dibandingkan rekor 28,5 juta kantong pada 2013-2014, demikian data Departemen Pertanian menunjukkan.

Petani mungkin lebih ragu-ragu untuk menjual setelah kenaikan biaya transportasi. Pihak berwenang pada 1 April memulai kampanye untuk memeriksa truk kelebihan beban dengan mengerahkan jembatan timbang di seluruh negeri, menurut situs web pemerintah, hal ini akan menyebabkan jumlah truk yang lebih banyak untuk jumlah beban yang sama. (VN)

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *