Inflasi Rendah Jadi Ancaman Bagi Kawasan Euro

Analisa Trading – Komisi Eropa memprediksi bahwa inflasi rendah masih akan menjadi ancaman bagi ekonomi di kawasan Euro setidaknya untuk dua tahun ke depan (6/5). Komisi Eropa memperingatkan bahwa krisis antara Ukraina dan Rusia akan menjadi faktor risiko tambahan bagi ekonomi di kawasan ini. Outlook pertumbuhan ekonomi diturunkan di tengah kondisi yang masih tidak menentu.

Inflasi dari kawasan dengan 18 negara anggota ini diperkirakan akan berada di level 0.8 persen di tahun 2014 ini. Pada tahun 2015 inflasi diperkirakan akan mencapai angka 1.2 persen. Outlook inflasi untuk tahun 2014 dan 2015 tersebut masih berada di bawah prediksi yang dibuat pada bulan Februari lalu dan jauh dari target ECB yaitu 2 persen.

Pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2015 juga diturunkan proyeksinya. Diperkirakan pada tahun 2015 pertumbuhan ekonomi akan berada di level 1.7 persen, di bawah level prediksi sebelumnya yaitu 1.8 persen.

Kurang dari satu tahun setelah kawasan euro berhasil keluar dari resesi sejak tahun 2009, kawasan ini masih rentan. Pembiayaan sektor publik yang masih kurang dari harapan, volatilitas di negara-negara emerging markets dan penguatan euro membuat pemulihan ekonomi tidak berjalan dengan sesuai harapan. Meskipun keyakinan terhadap pasar obligasi telah kembali, ekonomi masih belum mencapai kapasitas output optimalnya dan sektor tenaga kerja masih berada di bawah kondisinya sebelum krisis.

Risiko eksternal juga masih menyimpan bahaya. Tidak stabilnya kondisi politik di kawasan peripheral Eropa, terutama antara Rusia dan Ukraina, masih berpotensi mendatangkan bahaya bagi kawasan euro. (VN)

Happy Trading!

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *